Dini Indah Lestari
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pentingnya 1000 HPK Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita di Posyandu Seruni III Bambu Apus Simatupang, Meithyra Melviana; Azijah, Izattul; Lestari, Dini Indah; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Apriyan, Nur; Puspaningtyasmara, Yolanda; Syihab, Namira Anjani Rahmadina
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i1.6209

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa awal kehidupan saat masih berada dalam kandungan hingga 2 tahun pertama kehidupan. Masa awal kehidupan ini disebut juga dengan Periode Emas. 1000 HPK sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat, sehingga akan berdampak pada masa yang akan datang. Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat tidak terpenuhinya asupan gizi dalam masa 1000 HPK sehingga terjadi gangguan pertumbuhan pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan orangtua terutama ibu hamil dan ibu balita mengenai 1000 HPK dan meningkatkan status kesehatan dan gizi anak. Kegiatan terlaksana pada hari selasa, tanggal 6 Mei 2025 di Posyandu Seruni III. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluahan sejumlah 25 orang. Hasil pengabdian adalah peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Luaran PkM berupa media massa, video kegiatan (Youtube) dan Poster. Kata kunci: 1000 HPK, Stunting, Posyandu
Pengaruh Promosi Kesehatan Reproduksi dan Tumbuh Kembang Remaja terhadap Pengetahuan Remaja pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Adawiyah, Asyifa Robiatul; Azijah, Izattul; Lestari, Dini Indah; Aprillia, Yuna Trisuci; Rahmalia, Desi
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i1.6112

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan mental, fisik dan reproduksi manusia yang dapat berdampak pada status kesehatan secara umum. Perkembangan informasi dan teknologi dapat mempengaruhi perilaku remaja sehat termasuk perilaku berisiko. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan tumbuh kembang sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan. Metode penelitian adalah Pre- Eksperimental Design dengan desain penelitian One – Group Pretest-Posttest Design. Populasi adalah selusuh siswa SMP dengan sampel sebanyak 34 siswa menggunakan analisis Uji-T dependen. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pada tingkat pengetahuan terkait edukasi promosi kesehatan reproduksi dan tumbuh kembang pada remaja (p value
Efektivitas Promosi Kesehatan dengan Media Video terkait dengan Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Bullying pada Siswa SMP Iriani, Novita Ayu; Lestari, Dini Indah; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Geovani, Muhammad Alvin; Sulistyowati, Yeny; Azijah, Izattul; Rahmalia, Desi
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i1.6113

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan siswa dengan masalah bullying terbanyak setelah Filipina (64,9%), Brunei 50,1%, Republik Dominika 43,9%, dan Maroko 43,8% berdasarkan data dari Programme for International Students Assessment (PISA) 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media video dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan bullying di sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok dengan ukuran sampel 36 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan rumus persentase dengan kategori baik (≥76-100%), cukup (56-75%) dan kurang (≤56%). Hasil penelitian terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan remaja berdasarkan jenis kelamin. Tabel tersebut menjelaskan bahwa responden laki-laki mendapatkan skor pre-test kategori yang baik sebesar 7 responden (41,7%) dan meningkat setelah diberikan intervensi dengan skor post-test 18 responden (72,0%). Kemudian untuk responden perempuan mendapatkan nilai pre-test kategori yang baik sebesar 12 responden (37,5%) dan meningkat setelah diberikan intervensi dengan skor post-test sebesar 20 responden (62,5%). Hasil uji statistik menggunakan uji-T Sampel Berpasangan dengan nilai signifikansi ρ = <0.0001. Edukasi dengan media video terkait bullying dapat meningkatkan pengetahuan remaja, diharapkan dengan pengetahuan remaja tentang bullying yang lebih baik dapat mengurangi kejadian bullying di sekolah.Kata kunci: video; siswa; pengetahuan; bullying 
Screening for Nutritional Status and Strengthening Healthy Lifestyle in Adolescents: Skrining Status Gizi dan Penguatan Pola Hidup Sehat Remaja Ulfa, Laila; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Lestari, Dini Indah; Samingan, Samingan; Fidzikri, Nanda Berliana Tania
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.20069

Abstract

Lack of awareness among adolescents towards healthy lifestyle has an impact on the risk of non-communicable diseases. The purpose of this community service activity was to improve adolescent knowledge of a healthy lifestyle and screening their nutritional status by measuring their BMI-for-age to prevent the risk of malnutrition (underweight or overweight). Improvement knowledge of healthy lifestyles carried out by providing counseling on nutrition-balanced and physical activity. The results of the activity showed an increase in the mean of knowledge score from 9.95(±SD1,29) to 11.57(±SD2,12). BMI measurements showed that the majority of adolescents (62%) had normal nutritional status, 21% were overnourished, 11.6% were obese, and 4.2% were undernourished. Counseling on nutrition-balanced and physical activity could increase healthy lifestyle knowledge for adolescence, and there is a tendency for adolescence to lead a problem with overnutrition. Therefore, sustainable youth education program required to provide a healthy lifestyle.
Determinasi Kepatuhan Ibu Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Farkhanah, Anah; Sulistyowati, Yeny; Lestari, Dini Indah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1855

Abstract

Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya preventif yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Namun, cakupan imunisasi dasar di beberapa daerah masih rendah dan belum mencapai target nasional ≥80%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Parung Panjang Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan metode cross-sectional. Sampel penelitian adalah 108 ibu yang memiliki bayi usia 12–18 bulan, dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu patuh dalam memberikan imunisasi dasar lengkap (66,7%), sedangkan 33,3% lainnya tidak patuh. Variabel yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan adalah pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,010), dukungan keluarga (p=0,003), ketersediaan fasilitas kesehatan (p=0,013), dan peran tenaga kesehatan (p=0,000). Analisis multivariat mengidentifikasi bahwa peran tenaga kesehatan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kepatuhan ibu (OR=5,12; 95% CI=2,01–9,84). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan imunisasi dasar lengkap memerlukan intervensi yang berfokus pada penguatan peran tenaga kesehatan, peningkatan pengetahuan ibu, serta dukungan keluarga dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai