Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL BUANA

PARTISIPASI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA SOLOK ( Studi kasus di Beberapa Ruas Jalan Utama Kota Solok ) dido nurheri; paus iskarni; hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.244

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi pedagang kaki lima dan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan Skripsi adalah metode diskriptif Kualitatif, akan tetapi tidak kualitatif murni. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk partipasi pedagang kaki lima beserta tingkat partisipasinya yaitu penanganan sampah kategori tinggi, penanganan air limbah kategori rendah, membersihkan lingkungan kategori tinggi, dan untuk pembayaran uang retribusi kebersihan tergolong rendah. Upaya mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima antara lain penambahan fasilitas penunjang, pengawasan berkala, mendata pedagang, pemungutan uang retribusi kebersihan kepada seluruh pedagang, dan mengadakan sosialisai program kebersihan. Kata kunci : Partisipasi, Pedagang Kaki Lima, Pengelolaan ABSTRACT This study aims to determine the form and level of participation of street vendors and government efforts to optimize the participation of street vendors in environmental hygiene management. The research method used in thesis writing is a qualitative descriptive method, but it is not purely qualitative. The results showed that there were four forms of street vendor participation along with the level of participation, namely high waste magement, low waste management , cleaning high environments, and low paying retribution fees. Efforts to optimize the participation of street vendors include the addition of supporting facilities, periodic supervision, data collection of traders, collection of cleaning retribution money to all traders, and holding a socialization of cleaning programs. Keywords: Participation, Stereet vendors, Management 1Artikel ini ditulis dari skripsi penulis dengan judul Partisipasi Pedagang Kaki Lima Dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan di Kota Solok. Untuk wisuda September 2018 dengan 2Pembimbing I Dr. Paus Iskarni, M.Pd dan Pembimbing II Hendry Frananda, S.Pi, M.Sc.
Analisis Pola Persebaran dan Aksesibilitas Masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Cici Febrianty; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i2.389

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola persebaran dan aksesibilitas masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Ada sebanyak 34 masjid yang tersebar di 8 nagari di Kecamatan Batipuh. Berdasarkan tipologinya masjid-masjid ini terbagi atas Masjid Besar, Masjid Bersejarah dan Masjid Jami’. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masjid yang berada di Kecamatann Batipuh. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 masjid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persebaran masjid secara umum memiliki pola pola acak (Random Patten) dengan indeksnya 1.13, yang tersebar sebanyak 34 masjid yang terdiri dari Masjid 2 Besar, 3 Masjid Bersejarah dan 29 Masjid Jami’ yang terdapat di 8 nagari. Sedangkan untuk pola persebaran masjid jami’ memiliki pola seragam (disprersed pattern) dengan indeks tetangga terdekatnya 1.46 dengan jumlah masjid sebanyak 29 masjid. Untuk aksesibilitas masjid-masing masjid dianalisis dengan menggunakan analysis network dengan menggunakann rute tercepat yang diukur dari pusat pemerintahan kecamatan dan nagari. Kata kunci: Pola Persebaran dan Aksesibilitas Abstract This study aims to describe the pattern of distribution and accessibility of mosques in Batipuh Subdistrict, Tanah Datar District. There are 34 mosques in 8 villages in Batipuh District. Based on the typology, the mosques are divided into the Great Mosque, the Historical Mosque and the Jami Mosque. This type of research is a description with a quantitative approach. The population in this study were all mosques in Batipuh Subdistrict. The population in this study was 34 mosques. The results of this study found that the distribution of mosques generally had a Random Patten pattern with an index of 1.13, spread over 34 mosques consisting of 2 Large Mosques, 3 Historical Mosques and 29 Jami Mosques in 8 nagari. Whereas the pattern of distribution of jami 'mosques has a disprersed pattern with the nearest neighbor index of 1.46 with a total of 29 mosques. For the accessibility of mosques each mosque was analyzed using analysis network by using the fastest route measured from the center of the district and nagari government. Keywords: Distribution and Accessibility Patterns
PERMODELAN DAMPAK BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG, PROVINSI SUMATERA BARAT Fadli Pradana; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.510

Abstract

Bencana tsunami berpotensi menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar, terutama pada daerah padat penduduk yang terletak pada pesisir pantai seperti Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Karena itu penelitian tentang permodelan kerusakan dan dampak bencana tsunami sangat dibutuhkan sebagai referensi oleh pemerintah dalam pembuatan dan pengambilan keputusan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan tata ruang. Pada penelitian ini, bencana tsunami di Kota Padang dimodelkan dengan 3 ketinggian kenaikan air laut di garis pantai. Kemudian dihitung penurunan ketinggian air yang terhalang oleh penggunaan lahan. Untuk mengetahui wilayah terpapar digunakan analisis Cost-Distance. Indikator kerusakan yang dihitung adalah jumlah bangunan, luas sektor pertanian dan jumlah penduduk terdampak. Hasil dari setiap permodelan menghasilkan dampak yang berbeda. Permodelan kenaikan air 5 meter menunjukan wilayah terdampak 390,13 hektar, bangunan sebanyak 1.259 unit, pertanian seluas 67,08 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 3.637 jiwa. Permodelan kenaikan air 11 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 8.447,85 hektar, bangunan sebanyak 61.091 unit, pertanian seluas 3.583,75 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 324.579 jiwa. Permodelan kenaikan air 15 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 11.543,49 hektar, bangunan sebanyak 98.809 unit, pertanian seluas 4.920,88 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 579.432 jiwa.
Dinamika tutupan Padang Lamun (Sea Grass) di Pantai Nirwana, Kota Padang periode 2008 - 2019 Cakra Haji; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.511

Abstract

Pemetaan padang lamun bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi dari tahun 2008 ke tahun 2019 dan juga membandingkan tingkat akurasi metode interpretasi citra terhadap objek padang lamun. Metode yang digunakan untuk mendeteksi padang lamun adalah metode klasifikasi supervised dan metode logaritma lyzenga. Metode klasifikasi supervised menggunakan kepekaan nilai spektral setiap piksel terhadap objek padang lamun dan metode logartima lyzenga menggunakan koefisien atenuasi yang berbasis pada penajaman nilai spektral piksel hingga kedalaman tertentu untuk meningkatkan nilai pantul objek padang lamun. Hasil interpretasi menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan pada luasan padang lamun dari tahun 2008 ke 2013 dan 2013 ke 2019. Metode klasifikasi supervised mendeteksi terjadi penurunan luas dari tahun 2013 ke 2019 sebanyak 19,16 Ha. Metode logaritma lyzenga mendeteksi perubahan yang sama namun dengan teknik yang berbeda hingga teridentifikasi terjadi penurunan luasan padang lamun dari tahun 2013 ke 2019 seluas 9,31 Ha. Kedua metode yang digunakan berbeda dan metode logaritma lyzenga merupakan metode yang paling cocok untuk mendeteksi padang lamun di Pantai Nirwana Kota Padang.