Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Musik Gospel’ Sebagai Ekspresi Spiritual-Musikal Jemaat Gereja Kristen Kharismatik Wijayanto, Bayu; Simatupang, Lono L.; Ganap, Victorius
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

‘Praise and worship’ (‘pujian dan penyembahan) adalah aktivitas ibadah olehkomunitas gereja aliran Kharismatik yang bertujuan untuk memuji danmenyembah Tuhan yang dilakukan melalui nyanyian dan penyajian musik. Bentukdan sifat musik gospel rohani ini cenderung menunjukkan ciri-ciri dan sifat musikmusik pop. Permasalahan utama dalam tulisan ini membahas bentuk, fungsi, danpandangan gereja terjadap musiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis struktur musik danpenggunaannya dalam konteks aktivitas ibadah. Berdasarkan analisis musikal dankontekstual, nampak interelasi antara unsur-unsur yang menonjol, yaitu syair danmelodi lagu yang didukung rhythm musik yang memberikan stimulasi emosi atauperasaan dan suasana tertentu yang sesuai dengan konteks ibadah. Syair atau liriklagu terbingkai melodi lagu yang melodius repetitif (berulang-ulang) dan sekuen.Rythm musik dengan beat yang jelas menjadi dasar irama lagu yang kuat untukmenekankan keserempakan dan soliditas tempo lagu yang dinyanyian oleh jemaat.Keberadaan musik dalam ibadah memiliki fungsi antara lain (1) lirturgis, (2)komunikasi, (3) pengajaran (dokrin), (4) pewartaan Injil, dan (5) integrasi sosialjemaat. ‘Gospel Music’ as a Spiritual-Musical Expression of Charismatic ChristianChurch Community. ‘Praise and worship’, religious activity by a charismatic Christian churchcommunity aims to praise and worship the Lord, which is done by singing and playing music.The shape and nature of gospel music in church worship ishh likely to show characteristics andproperties of pop music. Problems in this study relate to the form and function of music as wellas the Church’s view of the music. The method used in this research is a descriptive qualitativeapproach, to describe the analysis of the structure of music and use of music in the context ofchurch worship activity. Based on these results, it can be concluded that the apparent interrelationbetween the musical elements that stand out the lyric and melody backed music rhythm stimulatingemotions or feelings and a certain atmosphere appropriate to the context of worship. Poetry or songlyrics are framed melodious repetitive melody (repeatedly) and sequences. The rhythm of musicwith a clear beat to the rhythm of the song is a strong foundation to emphasize simultaneity andsolidity tempo of song sung by the congregation in worship. Music has several functions such as(1) liturgical, (2) communication, (3) teaching (doctrine), (4) preaching the gospel, and (5) socialintegration of church.
Hydroponic Farming: A Strategy For Food Strategy at The Household Scale in Lubuk Minturun, Koto Tangah Sub-District, Padang Mariya, Sri; Wilis, Ratna; Wijayanto, Bayu; Syarief, Azhari
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol. 9 No. 1 (2025): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (June Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v9i1.626

Abstract

The low consumption of vegetables is the main cause of health problems ranging from obesity, cancer, stroke, chronic kidney disease, diabetes mellitus to hypertension. The consumption of vegetables and fruits by the Indonesian population is still below the recommended levels. Lubuk Minturun Village is one of the areas with an increasing population every year, with residential areas surrounding the vicinity. The high demand for horticultural plants among the community has led to the idea of ​​utilizing the household environment to cultivate horticultural plants to meet daily needs. One effort that can be made is by using hydroponic systems, so that both the community and housewives do not need to have large plots of land to cultivate horticultural plants; instead, they can utilize the environment or the yard of the house to cultivate these plants. Several approaches offered to support the realization of this community service program include training and demonstrations, including: (1) Case Studies, (2) Practice/demonstration, especially in hydroponic cultivation, (3) Brainstorming/idea gathering from the community, (4) Question and answer sessions between housewives and speakers or relevant government agencies, (5) Lectures containing core materials and plans for further activities that provide solutions to the problems faced by housewives. This activity is very beneficial and has resulted in: (1) Increased knowledge of housewives in utilizing yards with hydroponic systems, (2) Increased knowledge and skills of housewives in utilizing recycled materials as media for hydroponic cultivation, (3) Increased knowledge and skills of housewives in hydroponic cultivation and maintenance.
Comparison of Orthomosaic Accuracy Based on Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Real Time Kinematic (RTK) Radio and RTK NTRIP in Padang City, West Sumatra Ismail, Muhammad; Wijayanto, Bayu; Sandra, Randi Proska; Prihantarto, Wikan Jaya; Maiyenti, Elisa; Sriharta, M; Fitrian, Rahmat; Putri, Mutiara Amelia
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i2.68287

Abstract

UAVs with RTK technology offer high-accuracy aerial mapping, with RTK Radio and RTK NTRIP as two correction methods affecting orthomosaic precision. While previous studies compared these methods in terrestrial surveys, their impact on UAV-based orthomosaics remains underexplored. This research evaluates and compares the accuracy of UAV-derived orthomosaics using RTK Radio and RTK NTRIP to provide practical guidance for optimal mapping applications. This research combined UAV RTK photogrammetry and GIS to produce high-precision aerial maps in two areas of Padang City with different topographies. Data were collected using DJI Mavic 3 Enterprise RTK with RTK Radio and RTK NTRIP techniques, supported by GCPs, BMs, and satellite imagery, then processed into orthomosaics for analysis. Accuracy was assessed using ICPs and statistical measures like RMSE to compare the spatial precision of both correction methods under varying terrain conditions. The results show a difference in mapping accuracy between RTK Radio and RTK NTRIP aerial photographs, with RTK Radio achieving 0.683 accuracy and 0.450 RMSE, while RTK NTRIP reached 0.563 accuracy and 0.371 RMSE. RTK Radio is more suitable for areas lacking CORS access but still requires GCP verification. RTK NTRIP performs better in urban areas with strong CORS networks. Combining both methods with adequate GCPs provides an effective solution for mapping in varied or densely vegetated terrains.
Pengaruh Penggunaan Media Techno-Geospatial Terhadap Kemampuan Spatial Thinking Siswa Pada Mata Peajaran Geografi Fase E di SMA Negeri 6 Padang Dwi Vallentiza, Adinda; Wijayanto, Bayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan dalam proses pembelajaran sangat penting bagi siswa, salah satunya yaitu kemampuan siswa dalam spatial thinking. Kemampuan spatial thinking dibutuhkan siswa untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan abad 21. Para guru juga dituntut harus bisa menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media techno-geospatial sebagai media pembelajaran terhadap kemampuan spatial thinking siswa geografi Fase E di SMA Negeri 6 Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design. Kemampuan spatial thinking diukur berdasarkan indikator spatial thinking menurut Association of American Geographers (AAG) yang terdiri dari Comparison, Aura, Region, Hierarchy, Transition, Analogy, Pattern dan Association. Techno-Geospatial yang digunakan dalam penelitian ini adalah google earth, sketchfab 3d, wind map, ina geoportal dan map tiller. Data dikumpulkan menggunakan tes pretest, posttest, dan respon siswa. Hasil tes dianalisis menggunakan IBM SPSS dan respon siswa menggunakan analisis deskriptif. Hasil uji statistik dengan bantuan IBM SPSS menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001 < 0,050. Ini dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Berarti terdapat pengaruh terhadap penggunaan media techno-geospatial terhadap kemampuan spatial thinking siswa pada mata pelajaran geografi Fase E di SMA Negeri 6 Padang.
Pemanfaatan Teknologi Geospasial dalam Problem Based Learning Terhadap Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Fase F di SMA Negeri 1 Sungai Geringging Junita, Nova; Wijayanto, Bayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran disekolah masih berpusat kepada guru sehingga menurunkan kamampuan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai membuat berpikir kritis siswa kurang terasah sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan ini. Selain model pembelajaran yang sesuai, siswa juga harus mampu menggunakan teknologi geospasial dalam pembelajaran sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi geospasial dalam problem based learning terhadap berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen teknik purposive sampling dengan sampel kelas XI.F 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.F 8 sebagai kelas kontrol. Kemampuan berpikir kritis diukur berdasarkan indikator berpikir kritis menurut Ennis (elementary claification, basic support, interfence, advance clarification, strategy and tactics). Teknologi geospasial yang digunakan dalam penelitian ini adalah google maps, google my maps, google earth dan 3d mapper. Data dikumpulkan menggunakan tes pre-test dan post-tes, dan respon siswa. Hasil tes dianalisis menggunakan SPSS versi 24 dan respon siswa menggunakan analisis deskriptif. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji n-Gain dan uji hipotesis. Hasil uji statistik dengan bantuan SPSS versi 24 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,050. Terdapat pengaruh terhadap pemanfaatan teknologi geospasial dalam problem based learning terhadap berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi fase F di SMA Negeri 1 Sungai Geringging.
Pembuatan Peta Timbul Sebagai Media Pembelajaran Geografi: Making Embossed Maps as Learning Media for Geography Chandra, Deded; Wilis, Ratna; Frananda, Hendry; Rahmi, Lailatur; Arif, Dian Adhetya; Wijayanto, Bayu; Putra, Aprizon
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v8i2.2139

Abstract

This article aims to improve the ability of teachers and students to make media maps arise and improve teacher understanding and ability in terms of understanding pedagogical aspects that can be seen from the process of designing a Learning Implementation Plan (LIP) especially in terms of choosing a model or learning method. This activity was held at SMAN 2 using training methods, question and answer, and practice. In accordance with the objectives of the implementation of the activity, it is expected that teachers and students have an increased ability in terms of mastery to make map media arise. Then the teacher can also improve the teacher's understanding/ability in terms of understanding pedagogical aspects that can be seen from the process of designing the LIP especially in terms of choosing a learning model. By carrying out training to improve teacher skills in developing learning media, Geography Teachers are expected to have sufficient competence in terms of designing and utilizing media so that quality learning is created.
Klasifikasi Sindhenan Isen-Isen Dalam Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan Kirana, Nadilla Sekar Thalenta; Sutrisni, Sutrisni; Wijayanto, Bayu
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10720

Abstract

Skripsi dengan judul “Klasifikasi Sindhenan Isen-Isen Dalam Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan” ini membahas tentang sindhenan isen-isen baik unsur teks maupun musikal serta penerapannya pada gending. Setiap gending memiliki garap yang berbeda terutama garap ricikan ngajeng (rebab, gender, kendang, dan sinden). Sinden dalam karawitan berfungsi sebagai pengisi melodi ketika penyajian gending berlangsung. Hasil aktivitas atau pengolahan sinden ini yang disebut dengan sindhenan. Salah satu jenis yang dibahas dalam penelitian ini adalah sindhenan isen-isen. Jenis sindhenan ini tidak baku sehingga jumlahnya begitu banyak dan bervariasi tergantung pada kreativitas pesinden. Oleh karena jumlahnya yang banyak, maka perlu adanya klasifikasi sesuai dengan jenis balungan gending. Salah satu unsur dalam sindhenan isen-isen adalah teks/cakepan. Teks dalam sindhenan ini bervariasi dan memiliki penerapan yang berbeda-beda, oleh sebab itu perlu diketahui bentuk dan penerapannya. Atas dasar permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi sindhenan isen-isen dan untuk mengetahui bentuk teks, unsur musikal serta penerapannya dalam gending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan konsep mungguh. Proses pengumpulan data juga dilakukan dengan wawancara kepada beberapa narasumber agar memperoleh data terbaik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sindhenan isen-isen dibagi menjadi 7 jenis yaitu isen-isen mbalung, isen-isen cengkok, isen-isen nglagu, isen-isen sungsun, isen-isen plesedan, isen-isen pematut, dan isen-isen wiletan. Teks yang m sindhenan isen-isen berbentuk teks bebas dan bentuk parikan. Penerapan sindhenan isen-isen secara umum terletak pada gatra ganjil jika didasarkan atas padhang ulihan, maka kedudukan isen-isen terletak pada kalimat padhang.Kata kunci: klasifikasi, sindhenan, isen-isen, lirihan.The thesis entitled "Classification of Sindhenan Isen-Isen in Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan" discusses sindhenan isen-isen both textual and musical elements and their application to gending. Each piece has a different composition, especially the front ricikan (rebab, gender, drums and sinden). Sinden in karawitan use as a melodic filler in the performance. The result of this sinden activity or processing is called sindhenan. One of the types discussed in this research is sindhenan isen-isen. This type of sindhenan is not standard, so there are so many of them and they vary depending on the creativity of the singer. Because of their large number, it is necessary to classify according to the type of balungan gending. One of the elements in sindhenan isen-isen is text/cakepan. The texts in this sindhenan are varied and have different applications, therefore it is necessary to know their form and application. On the basis of these problems, this study aims to classify sindhenan isen-isen and to find out the form of the text, musical elements and their application in gending. The method used in this study is a qualitative research, namely a descriptive method of analysis using the true concept. The data collection process was also carried out by interviewing several informants in order to obtain the best data. The results obtained in this study indicate that sindhenan isen-isen is divided into 7 types, namely isen-isen mbalung, isen-isen cengkok, isen-isen nglagu, isen-isen sungsun, isen-isen plesedan, isen-isen pematut, and isen-isen wiletan. The text used in the sindhenan isen-isen is in the form of free text and parikan form. The application of sindhenan isen-isen in general lies in an odd gatra if it is based on padhang ulihan, then the position of isen-isen lies in padhang sentences.Keywords: classification, sindhenan, isen-isen, lirihan.
Garap dan Karakter dalam Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas Laras Slendro Pathet Sanga Pangestu, Priyan; Wijayanto, Bayu; Atmojo, Bambang Sri
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10713

Abstract

Jurnal berjudul “Garap dan Karakter Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas Laras Slendro Pathet Sanga”, membahas tentang aspek garap dan karakter musikal dalam Lancaran Tlutur Geguritan. Lancaran Tlutur Geguritan merupakan salah satu gending gaya Banyumasan yang memilki gaya penyajian yang khas, berbeda dengan karakter gending Tlutur dalam tradisi karawitan pada umumnya. Karakter pada bagian gobyog dan gecul merupakan rasa atau suasana musikal yang dominan. Oleh karena itu, melalui skripsi ini bertujuan untuk membuktikan serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi garap dari Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan musikal yaitu konsep garap serta rasa pada gamelan Jawa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa garap Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu 1) faktor musikal yang meliputi balungan gending, bentuk gending, vokal, garap ricikan, irama, dan laya; 2) materi garap yang meliputi balungan gending dan jenis balungan gending. Faktor-faktor tersebut berperan dalam pembentukan karakter gending."Garap and Character of Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas Laras Slendro Pathet Sanga"The journal entitled "Garap and Character of Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas Laras Slendro Pathet Sanga", discusses the aspects of garap and musical character in Lancaran Tlutur Geguritan. Lancaran Tlutur Geguritan is one of the Banyumasan style gendings that has a distinctive presentation style, different from the character of Tlutur gendings in the musical tradition in general. The character of the gobyog and gecul sections is the dominant musical flavour or atmosphere. Therefore, this thesis aims to prove and find out the factors that influence the performance of Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas. The research method used in this study is qualitative research, namely the descriptive analysis method using a musical approach, namely the concept of garap and rasa in Javanese gamelan. Based on the results of the research conducted, it can be seen that the arrangement of Lancaran Tlutur Geguritan Banyumas is influenced by several factors, namely 1) musical factors which include balungan gending, musical form, vocals, ricikan arrangement, rhythm, and laya; 2) arrangement material which includes balungan gending and types of balungan gending. These factors play a role in shaping the character of the music.
UNSUR DAN BENTUK MUSIKAL KARAWITAN DALAM PERTUNJUKAN ANGGUK PUTRA “AL-AMIN” PRIPIH kuntoro, wahyu; Wijayanto, Bayu; Suneko, Anon
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10756

Abstract

Skripsi berjudul “Unsur dan Bentuk Musikal Karawitan dalam Pertunjukan Angguk Putra “Al-Amin” Pripih” bertujuan untuk mengetahui bentuk ricikan dalam bentuk iringan Angguk Putra “Al-Amin” dengan menggunakan metode penelitian yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografis dimana peneliti melakukan observasi langsung yang diterapkan dalam penelitian ini. Setelah melakukan observasi langsung, penulis menggunakan metode analisis musikal di mana mengidentifikasi  unsur dan bentuk musikal di dalam pertunjukan Angguk Putra “Al-Amin”. Dalam iringan yang terdapat pada Angguk Putra “Al-Amin” memiliki 2 bagian yaitu tampa dan bawa. Bagian tampa adalah bagian yang berisikan syair-syair seperti pantun nasihat dan sebagainya, sedangkan bagian bawa adalah bagian yang memakai ayat-ayat dari kitab Al-Barzanji. Karawitan berperan penting dalam kesuksesan suatu pertunjukan tari. Salah satunya dalam tari Angguk Putra “Al-Amin” peran karawitan sangat dibutuhkan karena musik dan lagu yang dibawakan merupakan kunci dari tarian tersebut. Fungsi iringan tari Angguk Putra “Al-Amin” yaitu sebagai penentu sebuah tarian yang akan dibawakan di dalam pementasan Angguk Putra “Al-Amin”.The Musical Elements and Forms of Karawitan in the Performance of Angguk Putra “Al-Amin” PripihThe thesis entitled "Elements and Musical Forms of Karawitan in the Performance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih" aims to understand the musical forms within the accompaniment of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih by utilizing the qualitative research method with an ethnographic approach, where the researcher conducts direct observations applied in this study. After conducting direct observations, the author employs a musical analysis method to identify the musical elements and forms within the performance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih. Within the accompaniment of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih, there are two parts known as "tampa" and "bawa". The "tampa" section contains verses such as advice couplets and the like, while the "bawa" section incorporates verses from the Al-Barzanji book. Karawitan plays a crucial role in the success of a dance performance. Particularly in the dance of Angguk Putra “Al-Amin” Pripih, karawitan's role is indispensable as the music and songs performed serve as the core of the dance. The function of the accompaniment in the Angguk Putra “Al-Amin” Pripih dance is to determine the dance that will be presented within the Angguk Putra “Al-Amin” Pripih performance. 
Kreativitas Pembuatan Gamelan Kaca Karya Muhammad Sulthoni di Sanggar Song Meri Kabupaten Pacitan Widyastuti, Ipuk; Wijayanto, Bayu; Saepudin, Asep
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi yang dilakukan Toni dalam pembuatan gamelan kaca yang ada di Sanggar Song Meri Kabupaten Pacitan. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk membedah informasi mengenai metode pemanfaatan limbah kaca sebagai bentuk inovasi pada pada sektor kesenian, khususnya karawitan. Hal ini meliputi tentang cara pembuatan mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pelarasan, dan pembuatan berbagai piranti pendukung untuk mewujudkan sebuah gamelan dari limbah kaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif karena karena pada penelitian ini bersifat eksploratoris. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini yakni menggunakan metode studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, serta diskografi. Data yang diperoleh kemudian diproses melalui tahap pengolahan data, analisis data, hingga kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif analisis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap keberadaan gamelan kaca yang sempat ramai menjadi sorotan khalayak di Kabupaten Pacitan. Hal menarik dari objek penelitian ini yakni tentang sebuah limbah diolah sehingga menjadi sebuah gamelan yang kemudian menjadi sarana masyarakat Kabupaten Pacitan untuk berkesenian. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk memperoleh larasan atau nada yang diinginkan dari gamelan limbah kaca ini yaitu dengan mengatur panjang lebarnya bilah, hal tersebut tentu saja juga tidak terlepas oleh adanya pengaruh ketebalan kaca yang digunakan. Dalam pembuatan gamelan kaca ini Toni juga telah memberikan inovasi yang antara lain yakni dalam bahan pembuat gamelan, metode pembuatan gamelan, waktu pembuatan gamelan, serta pada metode pengolahan limbah. Bentuk gamelan karya Toni ini seluruhnya berupa wilahan, yakni wilah gandul dan wilah pangkon. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat untuk masyarakat luas tentang bagaimana pengolahan limbah menjadi barang yang memiliki segudang manfaat.Creativity of Glass Gamelan Made by Muhammad Sulthoni in Sanggar Song Meri Pacitan Regency This research aims to find out how Toni's innovation in making glass gamelan in Sanggar Song Meri Pacitan Regency. In addition, this research is also intended to dissect information about the method of utilizing glass waste as a form of innovation in the arts sector, especially karawitan. This includes the method of making starting from the selection of materials, processing, tuning, and making various supporting tools to realize a gamelan from glass waste. The method used in this research is to use qualitative methods because this research is exploratory. The data collection in this research is using the method of literature study, interviews, field observations, and discography. The data obtained is then processed through the stages of data processing, data analysis, and then presented in the form of descriptive analysis. This research was motivated by the author's interest in the existence of glass gamelan which had become the public spotlight in Pacitan Regency. The interesting thing about this research object is that a waste is processed so that it becomes a gamelan which then becomes a means for the people of Pacitan Regency to make art. The results of the study can be stated that to obtain the desired tuning or tone of this glass waste gamelan, namely by adjusting the length and width of the blades, this is of course also inseparable from the presence of a tuning.