Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PARTISIPASI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA SOLOK ( Studi kasus di Beberapa Ruas Jalan Utama Kota Solok ) dido nurheri; paus iskarni; hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i5.244

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi pedagang kaki lima dan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan Skripsi adalah metode diskriptif Kualitatif, akan tetapi tidak kualitatif murni. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk partipasi pedagang kaki lima beserta tingkat partisipasinya yaitu penanganan sampah kategori tinggi, penanganan air limbah kategori rendah, membersihkan lingkungan kategori tinggi, dan untuk pembayaran uang retribusi kebersihan tergolong rendah. Upaya mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima antara lain penambahan fasilitas penunjang, pengawasan berkala, mendata pedagang, pemungutan uang retribusi kebersihan kepada seluruh pedagang, dan mengadakan sosialisai program kebersihan. Kata kunci : Partisipasi, Pedagang Kaki Lima, Pengelolaan ABSTRACT This study aims to determine the form and level of participation of street vendors and government efforts to optimize the participation of street vendors in environmental hygiene management. The research method used in thesis writing is a qualitative descriptive method, but it is not purely qualitative. The results showed that there were four forms of street vendor participation along with the level of participation, namely high waste magement, low waste management , cleaning high environments, and low paying retribution fees. Efforts to optimize the participation of street vendors include the addition of supporting facilities, periodic supervision, data collection of traders, collection of cleaning retribution money to all traders, and holding a socialization of cleaning programs. Keywords: Participation, Stereet vendors, Management 1Artikel ini ditulis dari skripsi penulis dengan judul Partisipasi Pedagang Kaki Lima Dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan di Kota Solok. Untuk wisuda September 2018 dengan 2Pembimbing I Dr. Paus Iskarni, M.Pd dan Pembimbing II Hendry Frananda, S.Pi, M.Sc.
Analisis Pola Persebaran dan Aksesibilitas Masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Cici Febrianty; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.389

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola persebaran dan aksesibilitas masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Ada sebanyak 34 masjid yang tersebar di 8 nagari di Kecamatan Batipuh. Berdasarkan tipologinya masjid-masjid ini terbagi atas Masjid Besar, Masjid Bersejarah dan Masjid Jami’. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masjid yang berada di Kecamatann Batipuh. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 masjid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persebaran masjid secara umum memiliki pola pola acak (Random Patten) dengan indeksnya 1.13, yang tersebar sebanyak 34 masjid yang terdiri dari Masjid 2 Besar, 3 Masjid Bersejarah dan 29 Masjid Jami’ yang terdapat di 8 nagari. Sedangkan untuk pola persebaran masjid jami’ memiliki pola seragam (disprersed pattern) dengan indeks tetangga terdekatnya 1.46 dengan jumlah masjid sebanyak 29 masjid. Untuk aksesibilitas masjid-masing masjid dianalisis dengan menggunakan analysis network dengan menggunakann rute tercepat yang diukur dari pusat pemerintahan kecamatan dan nagari. Kata kunci: Pola Persebaran dan Aksesibilitas Abstract This study aims to describe the pattern of distribution and accessibility of mosques in Batipuh Subdistrict, Tanah Datar District. There are 34 mosques in 8 villages in Batipuh District. Based on the typology, the mosques are divided into the Great Mosque, the Historical Mosque and the Jami Mosque. This type of research is a description with a quantitative approach. The population in this study were all mosques in Batipuh Subdistrict. The population in this study was 34 mosques. The results of this study found that the distribution of mosques generally had a Random Patten pattern with an index of 1.13, spread over 34 mosques consisting of 2 Large Mosques, 3 Historical Mosques and 29 Jami Mosques in 8 nagari. Whereas the pattern of distribution of jami 'mosques has a disprersed pattern with the nearest neighbor index of 1.46 with a total of 29 mosques. For the accessibility of mosques each mosque was analyzed using analysis network by using the fastest route measured from the center of the district and nagari government. Keywords: Distribution and Accessibility Patterns
PERMODELAN DAMPAK BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG, PROVINSI SUMATERA BARAT Fadli Pradana; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i3.510

Abstract

Bencana tsunami berpotensi menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar, terutama pada daerah padat penduduk yang terletak pada pesisir pantai seperti Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Karena itu penelitian tentang permodelan kerusakan dan dampak bencana tsunami sangat dibutuhkan sebagai referensi oleh pemerintah dalam pembuatan dan pengambilan keputusan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan tata ruang. Pada penelitian ini, bencana tsunami di Kota Padang dimodelkan dengan 3 ketinggian kenaikan air laut di garis pantai. Kemudian dihitung penurunan ketinggian air yang terhalang oleh penggunaan lahan. Untuk mengetahui wilayah terpapar digunakan analisis Cost-Distance. Indikator kerusakan yang dihitung adalah jumlah bangunan, luas sektor pertanian dan jumlah penduduk terdampak. Hasil dari setiap permodelan menghasilkan dampak yang berbeda. Permodelan kenaikan air 5 meter menunjukan wilayah terdampak 390,13 hektar, bangunan sebanyak 1.259 unit, pertanian seluas 67,08 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 3.637 jiwa. Permodelan kenaikan air 11 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 8.447,85 hektar, bangunan sebanyak 61.091 unit, pertanian seluas 3.583,75 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 324.579 jiwa. Permodelan kenaikan air 15 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 11.543,49 hektar, bangunan sebanyak 98.809 unit, pertanian seluas 4.920,88 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 579.432 jiwa.
Dinamika tutupan Padang Lamun (Sea Grass) di Pantai Nirwana, Kota Padang periode 2008 - 2019 Cakra Haji; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i4.511

Abstract

Pemetaan padang lamun bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi dari tahun 2008 ke tahun 2019 dan juga membandingkan tingkat akurasi metode interpretasi citra terhadap objek padang lamun. Metode yang digunakan untuk mendeteksi padang lamun adalah metode klasifikasi supervised dan metode logaritma lyzenga. Metode klasifikasi supervised menggunakan kepekaan nilai spektral setiap piksel terhadap objek padang lamun dan metode logartima lyzenga menggunakan koefisien atenuasi yang berbasis pada penajaman nilai spektral piksel hingga kedalaman tertentu untuk meningkatkan nilai pantul objek padang lamun. Hasil interpretasi menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan pada luasan padang lamun dari tahun 2008 ke 2013 dan 2013 ke 2019. Metode klasifikasi supervised mendeteksi terjadi penurunan luas dari tahun 2013 ke 2019 sebanyak 19,16 Ha. Metode logaritma lyzenga mendeteksi perubahan yang sama namun dengan teknik yang berbeda hingga teridentifikasi terjadi penurunan luasan padang lamun dari tahun 2013 ke 2019 seluas 9,31 Ha. Kedua metode yang digunakan berbeda dan metode logaritma lyzenga merupakan metode yang paling cocok untuk mendeteksi padang lamun di Pantai Nirwana Kota Padang.
PARTISIPASI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA SOLOK ( Studi kasus di Beberapa Ruas Jalan Utama Kota Solok ) dido nurheri; paus iskarni; hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.244

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi pedagang kaki lima dan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan Skripsi adalah metode diskriptif Kualitatif, akan tetapi tidak kualitatif murni. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk partipasi pedagang kaki lima beserta tingkat partisipasinya yaitu penanganan sampah kategori tinggi, penanganan air limbah kategori rendah, membersihkan lingkungan kategori tinggi, dan untuk pembayaran uang retribusi kebersihan tergolong rendah. Upaya mengoptimalkan partisipasi pedagang kaki lima antara lain penambahan fasilitas penunjang, pengawasan berkala, mendata pedagang, pemungutan uang retribusi kebersihan kepada seluruh pedagang, dan mengadakan sosialisai program kebersihan. Kata kunci : Partisipasi, Pedagang Kaki Lima, Pengelolaan ABSTRACT This study aims to determine the form and level of participation of street vendors and government efforts to optimize the participation of street vendors in environmental hygiene management. The research method used in thesis writing is a qualitative descriptive method, but it is not purely qualitative. The results showed that there were four forms of street vendor participation along with the level of participation, namely high waste magement, low waste management , cleaning high environments, and low paying retribution fees. Efforts to optimize the participation of street vendors include the addition of supporting facilities, periodic supervision, data collection of traders, collection of cleaning retribution money to all traders, and holding a socialization of cleaning programs. Keywords: Participation, Stereet vendors, Management 1Artikel ini ditulis dari skripsi penulis dengan judul Partisipasi Pedagang Kaki Lima Dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan di Kota Solok. Untuk wisuda September 2018 dengan 2Pembimbing I Dr. Paus Iskarni, M.Pd dan Pembimbing II Hendry Frananda, S.Pi, M.Sc.
Analisis Pola Persebaran dan Aksesibilitas Masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Cici Febrianty; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i2.389

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola persebaran dan aksesibilitas masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Ada sebanyak 34 masjid yang tersebar di 8 nagari di Kecamatan Batipuh. Berdasarkan tipologinya masjid-masjid ini terbagi atas Masjid Besar, Masjid Bersejarah dan Masjid Jami’. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masjid yang berada di Kecamatann Batipuh. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 masjid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persebaran masjid secara umum memiliki pola pola acak (Random Patten) dengan indeksnya 1.13, yang tersebar sebanyak 34 masjid yang terdiri dari Masjid 2 Besar, 3 Masjid Bersejarah dan 29 Masjid Jami’ yang terdapat di 8 nagari. Sedangkan untuk pola persebaran masjid jami’ memiliki pola seragam (disprersed pattern) dengan indeks tetangga terdekatnya 1.46 dengan jumlah masjid sebanyak 29 masjid. Untuk aksesibilitas masjid-masing masjid dianalisis dengan menggunakan analysis network dengan menggunakann rute tercepat yang diukur dari pusat pemerintahan kecamatan dan nagari. Kata kunci: Pola Persebaran dan Aksesibilitas Abstract This study aims to describe the pattern of distribution and accessibility of mosques in Batipuh Subdistrict, Tanah Datar District. There are 34 mosques in 8 villages in Batipuh District. Based on the typology, the mosques are divided into the Great Mosque, the Historical Mosque and the Jami Mosque. This type of research is a description with a quantitative approach. The population in this study were all mosques in Batipuh Subdistrict. The population in this study was 34 mosques. The results of this study found that the distribution of mosques generally had a Random Patten pattern with an index of 1.13, spread over 34 mosques consisting of 2 Large Mosques, 3 Historical Mosques and 29 Jami Mosques in 8 nagari. Whereas the pattern of distribution of jami 'mosques has a disprersed pattern with the nearest neighbor index of 1.46 with a total of 29 mosques. For the accessibility of mosques each mosque was analyzed using analysis network by using the fastest route measured from the center of the district and nagari government. Keywords: Distribution and Accessibility Patterns
PERMODELAN DAMPAK BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG, PROVINSI SUMATERA BARAT Fadli Pradana; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.510

Abstract

Bencana tsunami berpotensi menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar, terutama pada daerah padat penduduk yang terletak pada pesisir pantai seperti Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Karena itu penelitian tentang permodelan kerusakan dan dampak bencana tsunami sangat dibutuhkan sebagai referensi oleh pemerintah dalam pembuatan dan pengambilan keputusan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan tata ruang. Pada penelitian ini, bencana tsunami di Kota Padang dimodelkan dengan 3 ketinggian kenaikan air laut di garis pantai. Kemudian dihitung penurunan ketinggian air yang terhalang oleh penggunaan lahan. Untuk mengetahui wilayah terpapar digunakan analisis Cost-Distance. Indikator kerusakan yang dihitung adalah jumlah bangunan, luas sektor pertanian dan jumlah penduduk terdampak. Hasil dari setiap permodelan menghasilkan dampak yang berbeda. Permodelan kenaikan air 5 meter menunjukan wilayah terdampak 390,13 hektar, bangunan sebanyak 1.259 unit, pertanian seluas 67,08 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 3.637 jiwa. Permodelan kenaikan air 11 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 8.447,85 hektar, bangunan sebanyak 61.091 unit, pertanian seluas 3.583,75 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 324.579 jiwa. Permodelan kenaikan air 15 meter menunjukan wilayah terdampak seluas 11.543,49 hektar, bangunan sebanyak 98.809 unit, pertanian seluas 4.920,88 hektar dan penduduk terdampak sebanyak 579.432 jiwa.
Dinamika tutupan Padang Lamun (Sea Grass) di Pantai Nirwana, Kota Padang periode 2008 - 2019 Cakra Haji; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.511

Abstract

Pemetaan padang lamun bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi dari tahun 2008 ke tahun 2019 dan juga membandingkan tingkat akurasi metode interpretasi citra terhadap objek padang lamun. Metode yang digunakan untuk mendeteksi padang lamun adalah metode klasifikasi supervised dan metode logaritma lyzenga. Metode klasifikasi supervised menggunakan kepekaan nilai spektral setiap piksel terhadap objek padang lamun dan metode logartima lyzenga menggunakan koefisien atenuasi yang berbasis pada penajaman nilai spektral piksel hingga kedalaman tertentu untuk meningkatkan nilai pantul objek padang lamun. Hasil interpretasi menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan pada luasan padang lamun dari tahun 2008 ke 2013 dan 2013 ke 2019. Metode klasifikasi supervised mendeteksi terjadi penurunan luas dari tahun 2013 ke 2019 sebanyak 19,16 Ha. Metode logaritma lyzenga mendeteksi perubahan yang sama namun dengan teknik yang berbeda hingga teridentifikasi terjadi penurunan luasan padang lamun dari tahun 2013 ke 2019 seluas 9,31 Ha. Kedua metode yang digunakan berbeda dan metode logaritma lyzenga merupakan metode yang paling cocok untuk mendeteksi padang lamun di Pantai Nirwana Kota Padang.
Pelatihan Pendamping Nagari dalam Penyusunan Instrumen Survei Kependudukan Berbasiskan Digital di Nagari Anduring Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman Yurni Suasti; Risky Ramadhan; Ikhwan Ikhwan; Hendry Frananda
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.786

Abstract

Ketersediaan data kependudukan diberbagai tingkatan administrasi pemerintahan menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan. Kenagarian Anduring memiliki 7 Korong yang sangat luas dan tersebar hingga perbatasan Kecamatan Lubuk Alung. Tersebarnya Korong tersebut membuat permasalahan kependudukan menjadi hal utama di Nagari ini. Berdasarkan penelusuran Lapangan yang dilakukan, data kependudukan di wilayah studi masih bersifat umum dan belum mencerminkan amanat UU No 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan. Permasalahan mitra yaitu (1) Belum tersedianya database kependudukan yang sistematik, terstruktur dan terintegrasi digital (2) Belum terkumpulnya data agregat kependudukan sesuai UU No 24 Tahun 2013 (3) Kurangnya kemampuan survey Lapangan kependudukan oleh Kader KB di Nagari Anduring. Solusi untuk mengatasi permasalahan diatas yaitu (1) Workshop dan FGD Bersama Mitra terkait “Data Kependudukan Terdigitalisasi menuju era 4.0” (2) Pelatihan penyusunan instrument kependudukan dengan kerja sama mitra yaitu Disdukcapil Provinsi Sumatera Barat. (3) Pelatihan survey Lapangan kependudukan melalui aplikasi Open Data Collect yang komprehensif dan teritegrasi dengan sistem informasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penerapan model Participatory Rural Appraisal (PRA). PRA merupakan metode penelitian aksi yang dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat/Perangkat nagari/pendamping desa/kader KB dalam pembangunan. Dimulai dari workshop dan FGD kemudian dilanjutkan pelatihan penyusunan instrumen survei kependudukan menggunakan aplikasi ODK Collect yang open acces.
Estimasi Harga Lahan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Frananda, Hendry; Rahmahdianti, Risgita
Jurnal Geosains West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v3i03.2714

Abstract

Kecamatan Lubuk Kilangan merupakan kawasan dengan perkembangan industri, permukiman, dan perdagangan yang dapat mempengaruhi dinamika harga lahan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis harga lahan serta (2) menganalisis faktor yang mempengaruhi harga lahan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Landasan teori yaitu mengenai nilai harga lahan, penggunaan lahan, aksesibilitas, fasilitas umum, serta penelitian terdahulu yang relevan. Data penelitian diperoleh dari sumber primer dan sekunder, kemudian dianalisis melalui proses pemetaan spasial, jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari data sekunder yaitu wilayah-wilayah yang terkait dengan parameter penentu harga lahan. Penelitian ini menemukan bahwa, Harga lahan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang (LUKI) memiliki nilai dibawah Rp 500.000/m² sampai dengan Rp. 5.000.000/m², dengan klasifikasi sangat tinggi berada di area strategis dekat pusat kegiatan, sementara harga rendah berada di sekitar lahan pertanian dan aksesibilitas negatif. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan lahan, fasilitas umum, dan aksesibilitas menjadi faktor penentu harga lahan yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya suatu harga lahan. Jadi, pemetaan estimasi harga lahan ini penting dilakukan untuk mendukung kebijakan tata ruang dan memberikan rekomendasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan terkait pemanfaatan lahan.