Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI EDUKASI DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL (SKRINING MANDIRI TANDA BAHAYA KEHAMILAN) DAN PELATIHAN EMOTIONAL DEMONSTRATION (PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH KIA Yanik Muyassaroh; Anjar Astuti; Kuswanto Kuswanto; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12397

Abstract

Latar Belakang : Komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan utama bagi kesehatan wanita, karena merupakan penyebab terbesar kematian ibu dan bayi. Secara tidak langsung kematian ibu salah satunya dipengaruhi oleh keterlambatan ditingkat keluarga dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan membuat keputusan untuk segera mencari pertolongan. Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora tahun 2022 menyebutkan bahwa angka perkiraan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan sejumlah 2.344 dari 11.720 ibu hamil.Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tanda bahaya ibu hamil dan tentang ASI eksklusif pada ibu hamil.Metode : Intervensi yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi. Sasaran kegiatan ini sejumlah 30 orang yang teridiri dari ibu hamil dan kader di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Blora Kabupaten Blora.Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan tanda bahaya ibu hamil dan peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusifSimpulan : pemberian edukasi tentang skrining mandiri tanda bahaya kehamilan melalui media audovisual dapat meningkatkan pengetahuan pada Ibu hamil, nilai rata-rata pre tes dibanding pos tes terjadi peningkatan signifikan. Pemberian edukasi tentang ASI eksklusif melalui metode emotional demonstration bisa meningkatkan pengetahuan sasaran.Keyword : ASI Eksklusif, emotional demonstration, pemberdayaan Masyarakat, skrining tanda bahaya ibu hamil
PELATIHAN SUAMI SNI (SAYANG IBU MENYUSUI) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF Murti Ani; Yanik Muyassaroh
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.13623

Abstract

Latar Belakang: Pemberian informasi mengenai pemberian ASI eksklusif telah banyak dilakukan, akan tetapi tidak semua ibu memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang ASI eksklusif, tetapi kepatuhannya rendah. Dukungan pasangan mempunyai pengaruh penting terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif.Metode: Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, pemberian materi melalui ceramah, demontrasi, diskusi interaktif, dan post-test. Media pelatihan berupa Modul Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) dan Poster Menjadi Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI). Peserta adalah para suami di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora sebanyak 25 peserta. Materi pelatihan meliputi ASI eksklusif, mitos dan budaya tentang menyusui, konsep Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI), membangun kepercayaan diri dan memberikan dukungan, teknik menyusui yang benar, meningkatkan produksi ASI, gizi pada ibu menyusui, ASI eksklusif pada ibu bekerja. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner berupa soal pilihan ganda sebayak 20 soal.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test tingkat pengetahuan (45%) ke post-test (80%). Hal ini menunjukkan bahwa metode Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Metode penyampaian yang interaktif dan media yang sesuai, turut berkontribusi dalam optimalisasi hasil.Simpulan: Kegiatan Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pada suami. Program semacam ini perlu dilanjutkan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti bidan desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, guna menciptakan lingkungan masyarakat yang mendukung pemberian ASI esklusif.Keyword:  Coaching, Suami, ASI Eksklusif, Pengetahuan
Hubungan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Booklet Asik Biru (Ayo Sukseskan Asi Eksklusif Bagi Ibu Baru) Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang Puji Hastuti; Ninda Nurjanah; Yanik Muyassaroh
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3240

Abstract

Exclusive breastfeeding is breastfeeding for infants aged 0-6 months without additional food. Data for 2022 in the working area of the Ngesrep health center in Semarang City in September has not reached the target. The purpose of this study is to determine the relationship between health education and ASIK BIRU booklet media on pregnant women's knowledge about exclusive breastfeeding. The research was conducted in the working area of the Ngesrep Health Center in Semarang City. The method used is quasy experimental with one group pre test and post test design. The samples in the study were selected using purposive sampling techniques, and data collection was carried out using questionnaire instruments. The results showed that there was a relationship of health education with ASIK BIRU booklet media on the level of knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001<0.05. It is hoped that health workers at Community Health Center can use the ASIK BIRU booklet as a media in providing health education and can be used as a handbook for pregnant women to prepare for the presence of their babies.
Efektivitas Edukasi Dengan Emotional Demonstration dan Video CIKA Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Anemia dan KEK Pada Wanita Premarital Yanik Muyassaroh; Anjar Astuti
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 3 (2026): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i3.552

Abstract

Anemia and chronic energy deficiency (CED) remain relatively prevalent in Indonesia. CED affects 17.3% of pregnant women and 14.5% of non‑pregnant women of reproductive age (15–49 years). Among females aged 15–19 years, the largest proportions are pregnant adolescents (33.5%) and non‑pregnant adolescents (36.3%), with anemia prevalence of 48.9% in pregnant women and 32% in adolescent girls. To secure maternal and infant health and to improve women’s productivity and quality of life, health promotion is essential to prevent anemia and CED among premarital women. An effective way to increase their knowledge is to use engaging approaches and media, such as emotional demonstration modules and animated videos (ATIKA: Ati, Telur, Ikan as iron‑rich foods and “Isi Piringku”). This study aimed to analyze the effectiveness of education using emotional demonstration (ATIKA and Isi Piringku) and the CIKA animated video (preventing and overcoming anemia and CED) on knowledge and attitudes toward prevention of anemia and CED in premarital (unmarried) women. A quasi‑experimental design with a randomized prospective pretest–posttest control format was employed. The first group received the emotional demonstration intervention, while the second group received the video intervention. Results showed that both the emotional demonstration and audiovisual groups exhibited increases in mean knowledge and attitude scores; the change was statistically significant (p = 0.0001 for knowledge and p = 0.0001 for attitudes). Conclusion: the emotional demonstration method was more effective than the audiovisual medium in improving knowledge and attitudes for the prevention of anemia and CED. Implementation of health education using emotional demonstration is recommended to enhance knowledge and attitudes.