Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Kompres Daun Dadap Serep (Erythina Lithosperma) Dalam Menurunkan Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi Dpt Di Desa Moarah Bangkalan Siti Hajaroh; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian imunisasi DPT wajib dari pemerintah diberikan sampai dengan batas usia satu tahun. Imunisasi ini memiliki efek samping demam. Cara dalam menurunkan demam dapat dilakukan dengan cara farmakologis dan non farmakologis. Cara farmakologis diberikan dengan pemberian parasetamol dan pemberian non farmakologis melalui pemberian kompres dadap serep. Tujuan penelitian mengertahui efektivitas pemberian dadap serep dalam menurunkan panas pada anak balita pasca imunisasi DPT. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Sampel dalam penelitian sebagian dari penelitian sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel melalui random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian adalah kompres dadap serep dan demam pasca imunisasi DPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 responden menunjukkan penurunan suhu tubuh pada bayi memiliki nilai rerata sebelum diberikan kompres dadap serep sebesar 37,4 derajat C, dan setelah dilakukan pemberian menjadi 36 derajat C lebih rendah setelah dilakukan pemberian kompres dadap serep. Hasil uji statistik nilai ρ value sebesar 0,000 (p<0,05) maka secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pemberian dadap serep dalam menurunkan panas pasca imunisasi DPT. Dengan demikian sebagai seorang tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait efektivitas dadap serep dalam membantu menurunkan demam.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 6-24 Bulan Di Puskesmas Kanapa- Napa Wa Ode Eva Rosdiana; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di puskesmas kanapa-napa. Metode Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah Balita 6-24 bulan yang mengalami stunting. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang berhungan dengan kejadian stunting yaitu faktor pemberian Asi Ekslusif, Berat Badan Lahir Rendah, Penyakit Infeksi,Status Imunisasi dan faktor sanitasi lingkungan. Simpulan Faktor pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa adalah sebagian besar kejadian stunting adalah ASI tidak ekskusif (40persen). Faktor penyakit infeksi berhubungan dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa dengan nilai P Value = 0,00. Faktor sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa dengan nilai P Value = 0,009. Faktor status imunisasi berhubungan dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa dengan nilai P Value = 0,028. Faktor pola asuh anak tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa dengan nilai P Value = 0,724. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada umur 6-24 bulan di Puskesmas Kanapa- napa yaitu kelahiran dengan Berat Badan Lahir Rendah ,Penyakit infeksi dan Pemberian Asi Ekslusif.
FORMULASI DAN OPTIMASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS (NLC) KETOKONAZOL MENGGUNAKAN FULL FACTORIAL DESIGN: FORMULATION AND OPTIMIZATION OF NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS (NLC) KETOCONAZOLE USING FULL FACTORIAL DESIGN Asti Rahayu; Desta Ayu Cahya Rosyida; Indria Nuraini
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.448

Abstract

Ketokonazol merupakan antijamur golongan imidazol berspektrum luas. Ketokonazol masuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas 2 yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi.  Pengobatan topikal obat Ketokonazol memiliki kelemahan yaitu rendahnya bioavalabilitas dan permeasi obat sehingga diperlukan formulasi dan optimasi sistem penghantaran Ketokonazol. Sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC) memiliki keuntungan untuk meningkatkan stabilitas fisikokimia bahan aktif, dapat menghidrasi kulit secara in vivo karena memiliki oklusifitas yang baik, dan meningkatkan skin targetting. Pada penelitian ini dilakukan studi pengaruh rasio lipid padat gliseril monostearat dan lipid cair coconut oil terhadap karakteristik fisikokimia dari NLC Ketokonazol menggunakan model full factorial design, untuk mendapatkan formula optimum dengan variabel bebas komposisi lipid padat dan lipid cair dengan variabel  terikat ukuran partikel, Zeta potensial dan daya sebar. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ukuran partikel NLC Ketokonazol memiliki rentang 458,1± 0,6 hingga 900,9 ± 0.2 nm, dengan p value 0,04 (p < 0,05). Daya sebar dari NLC Ketokonazol memiliki rentang 4,8 ± 0,1 sampai 7,2 ± 0,1 cm, p values 0,707 (p > 0,05). Zeta Potensial dari NLC Ketokonazol memiliki rentang -32,1 ± 0,3 sampai -65,4 ± 0,8 mV, dengan p value  0,143 (p > 0,05). Rentang pH yang dihasilkan adalah 5,9 ± 0,2 hingga 6,4 ± 0,2, viskositas yang dihasilkan adalah 690 ± 0,7 hingga 833 ± 0,8 cps. Rasio konsentrasi lipid padat dan lipid cair berpengaruh signifikan pada ukuran partikel, tetapi tidak pada daya sebar dan zeta potensial
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN AKUPRESUR ABDOMEN DAN PIJAT TUINA Setiawandari; Anik Latifah; Yunia Khoirul Waroh; Desta Ayu Cahya Rosyida
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akupresur merupakan terapi komplementer yang bermanfaat meningkatkan nafsu makan pada anak. Masalah nafsu makan pada anak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya dan jika tidak mendapatkan asuhan berdampak pada kondisi kurang gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta ketrampilan orang tua sehingga dapat melakukan akupresur abdomen dan pijat Tu Ina secara mandiri di rumah, dalam mengatasi masalah nafsu makan pada anak, selain pemberian vitamin dan makana yang bervariasi. Kegiatan dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Juni 2024, bertempat di Kelurahan Siwalankerto Surabaya dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang tua. Metode pada kegiatan ini adalah ceramah, diskusi tanya jawab dan demonstrasi. Media yang digunakan power point materi, liflet dan manikin bayi. Pada tahap awal pelaksanaan diberikan pre test dan post test, hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang masalah nafsu makan dan akupresur, dimana tingkat pengetahuan pre test cukup baik 56,67 persen dan kurang baik 43,33 persen meningkat menjadi baik 40 persen, cukup baik 33,33 persen, dan kurang baik 26,67 persen, sehingga dapat disimpulkan tingkat pemahaman dan pengetahuan ibu meningkat. Orang tua juga bisa mendemonstrasikan akupresur dan pijat Tu Ina dan diharapkan dapat melakukan secara mandiri di rumah. Kata Kunci: nafsu makan, akupresur abdomen, pijat tuina
Effectiveness of Kegel Exercises on Perineal Wound Healing among Postpartum Women Rosyida, Desta Ayu Cahya; Hidyatunnikmah, Nina
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v12i2.13736

Abstract

Perineal wound refers to a laceration or wound that occurs along the birth canal (perineum) due to the delivery process. Wound healing is a method involved in replacing and repairing damaged tissue's capacity. This study aims to determine the effectiveness of Kegel exercises on perineal wound healing. It was a quasi-experimental study with one group pretest-posttest design conducted in March–May 2023. Forty-five women with perineal wounds at the Arosbaya Public Health Center, a reputable healthcare facility in Bangkalan, East Java province, Indonesia known for its comprehensive postpartum care, were selected as the study samples through a random sampling technique. The pre-test was done by observing the perineal wound before doing Kegel exercises. At the intervention stage, respondents did Kegel exercises daily for seven days. The post-test was carried out on day 7, and then observation of the perineum wound was carried out. Data were collected using an observation sheet. T-test was applied for the statistical tests. The study results show that after carrying out Kegel exercises, the majority of the 45 respondents experienced changes; namely, 25 people experienced good wound healing, and the remaining 20 experienced poor wound healing. The calculated t value was higher than the t table value (−16.523>−2.015) and had a significance value of <0.05 (0.000<0.05). This study's findings have practical implications for postpartum care, as they highlight the potential of Kegel exercises in promoting perineal wound healing, thereby enhancing the knowledge and practice of healthcare professionals and postpartum women.
Effect of Soybean Flour Fortification  (Glycine Max) and the Administration of  Vitamin C on the Increase in Hemoglobin (Hb) Levels among Adolescents with Anemia at Gresik District Rosyida, Desta Ayu Cahya
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 17 No 1 (2025): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MAY)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v17i1.10211

Abstract

Adolescents are included in such group that is vulnerable to anemia since they are in a rapid growth period with high nutritional needs, especially for iron. Unbalanced eating pattern, lack of iron intake, extreme diet habits, and menstruation among adolescent girls may increase the risk of anemia. Anemia in adolescents does not only affect physical health, such as fatigue, dizziness, and decreased endurance, but can also affect concentration, learning achievement, as well as cognitive and emotional development. This was a quantitative quasi experimental study with One Group Pre-Test Post-Test Design. The study population involved 78 students with anemia. Purposive sampling  technique was applied to obtain 65 respondents as the study sampels based on the Slovin formula. This measuring device used here was a digital hemoglobinometer (portable). Statistic test applied independent t-test. The study results obtained a P-value of <0.05 which indicated a significant effect of interventions on hemoglobin levels. It can be concluded that there was an effect of soybean flour fortification (glycine max) and the administration of vitamin C on the increase in hemoglobin (Hb) levels.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Mulberry (Morus Rubra L) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Jamur Candida Albicans-In Vitro Hidayatunnikmah, Nina; Latifah, Anik; Cahya Rosyida, Desta Ayu; Safitri, Sella Dwi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.513

Abstract

Candida albicans merupakan penyebab utama infeksi vagina. Aktifitas antimikroba dan senyawa  berry menunjukkan bahwa kandungan anthocyanin dapat melindungi dari bakteri patogen manusia. Pertumbuhan buah mulberry di Indonesia tumbuh secara liar dan pemanfaatnya sedikit oleh masyarakat Indonesia karena kurangnya ketidaktahuan masyarakat terhadap manfaat farmakologis yang di miliki oleh tumbuhan mulberry. Kandungan yang terdapat didalam daun Mulberry adalah alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Jenis penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan desain penelitian eksperimental laboratories dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Laboratorium Profesor Nidhom Foundation Surabaya. Daun mulberry yang akan diekstrak diambil di tanaman yang ada di Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Jumlah sampel adalah 8 seri pengenceran ekstrak mulberry (15%, 30%, 45%, 60%, 75%, 80%, 95%, 100%) dalam 4 cawan petri. Tahap Persiapan dialkukan dengan melakunan  pembuatan stok bakteri pada media agar serta pembuatan ekstrak daun Mulberry. Cawan petri yang berisi Nutrient Agar dituang dengan suspense Candida albicans dan selanjutnya diberikan ekstrak mulberry dengan 8 seri pengenceran dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil menunjukan terdapat zona hambat pada konsentrasi ekstrak mulberry 80%, 95%, 100% pada keempat cawan petri. Kesimpulan terdapat pengaruh ektrak mulberry pada aktivitas antimikroba candida albicans pada konsentrasi ekstrak 80%,95%, dan 100%.
Pemberian ASI Eksklusif Berhubungan dengan Pertumbuhan Gigi dan Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6-18 Bulan Aninda Rusmin; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
WOMB Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v3i1.338

Abstract

The low level of exclusive breastfeeding in Indonesia needs attention. This is related to chronic malnutrition related to tooth growth and motor development, which indirectly impacts the quality of human resources. The 6 month period of life will determine the quality of the child in the future. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and tooth growth and gross motor development in babies aged 6-18 months in Sidoarjo, Krian district. This research uses a quantitative type of research with a cross-sectional approach. The population in this study were babies aged 6-18 months. The research used total sampling. The data used in this research is primary data using a questionnaire instrument for breastfeeding history and tooth growth, while gross motor development data uses the KPSP (Pre-Screening Questionnaire) instrument and the research sample is babies and the sample size is 49 babies. The independent variable is exclusive breastfeeding and the dependent variable is tooth growth and gross motor development. Data analysis used the chi square test. The results of this study indicate that there is a relationship between exclusive breastfeeding and tooth growth and motor development in babies aged 6 to 18 months. The research results also concluded that there was only a relationship between breastfeeding and tooth growth in babies aged 6 to 18 months with a P-value of 0.008 and motor development in babies aged 6 to 18 months with a P-value of 0.000.
Pijat Tui Na Meningkatkan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Ximenes, Marquita Da Silva; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
WOMB Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v3i1.339

Abstract

Infancy is an important period for growth and development. One of the factors causing problems in baby's weight is a lack of nutrient intake, which is often caused by babies having difficulty eating and choosing food. Tui Na massage is an alternative way to increase weight. The method in this research uses a pre-experimental research design type one group pretest-posttest. The sampling technique used purposive sampling technique. The sample used was 30 babies. Data analysis consists of univariate analysis, which is carried out based on the type of data, both categorical and numerical, and bivariate analysis using the t-test. The results of this study showed that before the Tui Na massage, all 30 babies aged 6-12 months had a fixed weight, that is, the weight after being given the Tui Na massage was that most of the babies gained weight, totaling 27 babies. This shows that there is an effect of Tui Na massage on body weight in babies aged 6-12 months with a p-value of 0.001.
PENGARUH KOMBINASI AKUPRESUR TITIK SANYINJIAO (SP6) DAN REBUSAN KAYU MANIS TERHADAP RED BLOOD CELL (RBC) PADA REMAJA DISMENORE Cicin, Renildis; Desta Ayu Cahya Rosyida; Anik Latifah; Tetty Rihardini
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.262

Abstract

Dysmenorrhea is menstrual pain that can interfere with adolescents’ daily activities and has the potential to decrease Red Blood Cell (RBC) levels, thereby increasing the risk of anemia. Anemia may affect learning concentration, productivity, and future reproductive health. Non-pharmacological therapies such as Sanyinjiao (SP6) acupressure and cinnamon decoction (Cinnamomum burmannii) are known to have the potential to increase RBC levels through improved blood circulation and natural antioxidant activity. This study aims to determine the effect of the combination of SP6 acupressure and cinnamon decoction on RBC levels among adolescents experiencing dysmenorrhea. The study employed a quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 52 adolescents at the Youth Posyandu of Karang Asem Village, Klampis, Bangkalan, with a sample of 32 individuals selected through purposive sampling. The intervention was carried out for 5 days in the form of SP6 acupressure and consumption of cinnamon decoction twice daily. RBC levels were measured before and after the intervention using an automated hematology analyzer. The Paired t-test results showed a significant increase in RBC levels (p = 0.000). It is concluded that the combination of SP6 acupressure and cinnamon decoction is effective in increasing RBC levels among adolescents with dysmenorrhea.