Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemanfaatan Eco Enzyme Sebagai Bahan Aktif Natural Anti Mikroba untuk Pembuatan Produk Sabun dalam Mengatasi Miliaria pada Bayi Anik Latifah; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida; Annah Hubaedah
J.Abdimas: Community Health Vol 3 No 1 (2022): J.Abdimas: Community Health - Mei 2022
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v3n1.438

Abstract

Indonesia is a country that is famous for its cultural diversity and is well known for the wealth of plants that are useful as medicine. In Indonesia, many types of spices are easy to find and grow wild in gardens and yards. Alternative medicine is known as complementary therapy. Complementary therapy as a development of traditional therapy and there is integrated with modern therapy that affects the harmony of individuals from biological, psychological, and spiritual aspects. Complementary therapy aims to improve the function of the body's systems, especially the immune and defense systems. There are many types of methods in this complementary therapy. The risk of the effects of chemical drugs can be reduced more. Therefore, many of our people are more inclined to seek treatment for alternative herbal treatments, which of course are more natural and safer. Community Service Method with the workshop method, which is an activity based on behavior change in community groups with the theme "Utilization of Eco Enzymes as Natural Anti-Microbial Active Ingredients for Making Soap Products in Overcoming Miliaria in Babies" to 40 residents of PKK RW 3 Kelurahan Keputran. The results obtained from this activity are that residents are able to understand how to make safe herbal soaps that are used to treat miliaria in children. Conclusion Eco Enzyme as a natural active ingredient is useful in making herbal soap in overcoming milliaria in children.
PELATIHAN AKUPRESURE UNTUK KESEHATAN IBU DAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KREMBUNG KECAMATAN KREMBUNG Anik Latifah; Desta Ayu Cahya Rosyida; Yuni Khoirul Waroh; Setiawandari Setiawandari; Sumiati Sumiati
Jurnal LENTERA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.425 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v2i2.208

Abstract

Growth is a quantitative change, namely by increasing the number, size, dimensions ofcells, organs and individuals. Currently, Indonesia still has nutritional problems, one ofwhich is stunting or short stature. Conditions in Indonesia based on data from the Studyon the Nutritional Status of Toddlers in Indonesia (SSGBI) 2019 are still relatively high,where the prevalence of stunting is 27.67%. In June 2022, a survey and data collection ofchildren under five in Krembung Village, Krembung District, Sidoarjo Regency wasconducted to obtain data on 20 toddlers experiencing stunting. This Community Serviceaims to improve the knowledge and skills of posyandu mothers in Krembung Village,Krembung District, Sidoarjo Regency regarding Optimizing Toddlers with Baby Massage.Initial Community Service activities carried out field surveys, licensing, implementationand evaluation. One form of community service is the efforts of the midwifery studyprogram, architecture, science and health, by carrying out activities in the communitythat are beneficial, one of which is massage as a form of community service. Activitiesare carried out once a week. presenting baby massage treatment is the best and cheapest form of alternative treatment in an effort to increase baby's weight optimally.So it is necessary to use the utilization carried out by the baby's mother.
Relationship between Nutritional Status and the Incidence of Anemia among Children Aged 6 Months - 3 Years Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 1st International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.591 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.763

Abstract

Less nutritious foods that are and poor food variations can cause a lack of nutrients causing health problems, one of which is anemia. Anemia causes lack of oxygen intake to body tissues, especially brain tissue. Lack of oxygen to the brain tissue among under-five children can result in decreased cognitive function and it can inhibit growth and psychomotor development. Anemia in children can also interfere with the immune system so the children are susceptible to infectious diseases. To determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia among children aged 6 months - 3 years. This was an observational analytic study with cross sectional approach. The study population was children aged 6 months - 3 years amounting to 30 children. The sampling used total sampling technique. The variabel of age of nutritional status was divided into 2 groups, namely good nutrition and undernutrition. It was said to be good nutrition if the nutritional status was in -2SD up to 2 SD and undernutrition if the nutritional status was from -3 SD to <-2SD. Furthermore, the variable of the incidence of anemia was divided into 2 groups, namely had anemia and did not have anemia. The child was said to had anemia if the hemoglobin level was <11 gr% and the child was said to did not have anemia if the hemoglobin level was ≥11 gr%. The instrument used to determine the nutritional status was a a Z-score table, while hemoglobin levels were measured using a haemometer using peripheral blood. Data analysis was performed using the Chi Square test. The results of analysis on the nutritional status showed that most of respondents namely 25 people (83.3%) had good nutritional status and 5 people had undernutrition status (16.7%), while the incidence of anemia showed that the majority of respondents were not anemic of 93.3% and 2 people were anemic (6.7%) Bivariate analysis showed that of all respondents with good nutritional status as many as 25 people, all were not anemic (83.3%); while of 5 people with undernutrition status, 3 people were not anemic (10%) and 2 people were anemic (6.7%), p=0.001<α=0.05 which indicated that there was a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia. There was a relationship between nutritional status and the incidence of anemia.
SOLUSI ALAMI MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) : SOLUSI ALAMI MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) Desta Ayu Cahya Rosyida; Yuni Khoirul Waroh; Setiawandari; Anik Latifah; Valencia Cantika Putri Susanto; Fitri Ayu Ila Rohmatika
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no02.a6887

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh pada anak di atas normal yaitu di atas 37,9 °C. Demam diakibatkan karena perubahan pada pusat panas yaitu termoregulasi yang terdapat di hipotalamus. Demam disebabkan karena adanya bakteri, infeksi, virus yang masuk dalam tubuh. Apabila demam ini tidak segera di tangani maka akan mengakibatkan kejang pada anak. Bawang merah adalah suatu bahan alami yang bisa menjadi pendamping terapi pada penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Bawang merah memiliki kandungan senyawa katif yaitu Difenil-amina, sikloaliin, floroglusinol, kaemferol, dialil-trisulfida, prostaglandin A-1, adenosin, alliin sebagai penurun demam. Solusi alami yang ditawarkan pada PkM ini adalah dengan memanfaatkan Bawang Merah (Allium ascalonicum, shallot) yang dibentuk gell sebagai alternatih penurun deman anak. Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan perisiapan, pelaksanaan dengan pembuatan gell bawang merah dengan cara di destilasi, demontrasi dan pendampingan terhadap Ikatan Wanita PGRI Adi Buana Surabaya dalam penatalaksanaan. Hasil didaptakan bahwa perseta PkM mampu mengaplikasikan di rumah dengan pemberian gel bawang merah sebagai solusi apabila ada keluar yang demam tarutama anak. Kesimpulan Gel bawang merah (Allium ascalonicum, shallot) bermanfaat sebagai penurun demam pada anak.
Pengaruh Pemberian Edukasi Dukungan Suami Terhadap Tingkat Depresi Ibu Post-Partum Pada Hormon Endorphin Desta Ayu Cahya Rosyida
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i1.745

Abstract

Post-partum adalah, keadaan seorang wanita dimuali dari lahirnya plasenta hingga yang 6 minggu tau 40 hari. Pada masa post-partum ibu akan mengalami perubahan adaptasi psikologis yaitu depresi. Depresi yang dialami ibu post-partum bisa menghambat keberlangsungan menyusui, ASI yang jarang keluar, bereaksi negative dan tidak merespon sama sekali dengan keadaan di lingkungan sekitar. Edukasi peran suami sangat penting dilakukan untuk mengurangi faktor risiko pada ibu yang mengalami depresi post-partum. Desain penelitian quasi-eksperimen, dengan rancangan two groups posttest. Dalam penelitian ini terdapat kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Jumlah sampel dibagi menjadi 2 kelompok, 20 orang kelompok intervensi, 20 orang kelompok kontrol. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner edukasi dukungan suami. Analisa data menggunakan Uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan hormone endorphin berpengaruh terhadap rubahan kecemasan ibu hal ini dipengaruhi oleh dukungan suami setelah diberikan edukasi terkait pendampingan ibu post-partum. Hasil menunjukkan 0,000 <0,05 menandakan ada perbedaan rata-rata hormone endorphin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap pengaruh pemberian edukasi tentang dukungan suami.
Pola Pemberian Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-5 Tahun Desta Ayu Cahya Rosyida
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v13i1.120

Abstract

Background: Stunting is an event in which a child's nutrition and height are lacking for their age. Stunting is a serious event that needs to be dealt with immediately because it will have an impact on the quality of children in the future, namely in growth and development so that it will result in growth that is not optimal. less level of intelligence, susceptibility to a disease, increasing poverty and decreasing child productivity. Therefore the researchers wanted to examine the patterns of feeding with the incidence of stunting. Purpose: In this study, the aim was to find out whether the patterns of feeding mothers who were given to children had a relationship with the incidence of stunting. Methodes: Correlational study, with a cross-sectional approach. measurement/observation time. The population is 120 mothers whose children are stunted. Samples with inclusion criteria are children aged 1-5 years with height/age ≤-2SD. The sample size is 60 respondents. The sampling technique is purposive sampling. (short method used). Research instruments 1) Microtoise classification of nutritional status based on indicators of height/age, using an anthropometric index of TB with a Z-score threshold, 2) Questionnaire of feeding pattern. The relationship between variables and data scale uses the Spearmen's rho test. Result: Shows that from the results of the Spearmen's Rho statistical test, significant data results were obtained p=0.002 with a significant degree of ꭤ≤ which means H1 is accepted. Judging from the results of the coefficients, there is a weak relationship between the two variables, which means that the better the pattern of feeding, the lower the incidence of stunting. Conclusion: there is no relationship between demographic characteristics and data and the incidence of stunting. There is a relationship between feeding patterns and the incidence of stunting in children aged 1-5 years in the city of Surabaya
Anthocyanins in Mulberry Leaves (Morus rubra L.) Ethanol Extract as the Inhibitor for the Growth of Candida albicans Nina Hidayatunnikmah; Anik Latifah; Desta Ayu Cahya Rosyida
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 15 No 1 (2023): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MAY)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v15i1.6346

Abstract

Infections caused by Candida albicans are generally common in the vaginal mucosa or called Vulvovaginal Candidiasis. Herbal medicine is proven to be an alternative to treat vaginal candidiasis. Mulberry leaves have many chemical compounds, one of which is anthocyanins. Anthocyanins have pharmacological benefits and biological activity that can protect against human pathogenic bacteria. This study aims to observe the effect of anthocyanin compounds extracted from mulberry leaves (Morus Rubra L) on the growth of Candida albicans. Identification of compounds on mulberry leaves used the TLC spectrophotodensitometry on silica gel 60 F254. TLC plates were washed with methanol and activated at 110 degrees C for 30 minutes. The plates were eluted in a chamber that had been saturated with the mobile phase of n-butanol:glacial acetic acid:water (4:1:2) and transferred using a CMAG TLC densitometer with a spectrum in the wavelength range of 200-700 nm. Design study is experimental study with a short Post-Test Only Control Group. This study was conducted at the Pharmaceutical Biology Laboratory of PGRI Adi Buana University and the Laboratory of Professor Nidhom Foundation. The results showed that there was a content of anthocyanin compounds in mulberry leaves with antifungal function against Candida albicans.
Pengaruh Pemberian Madu Dan Oralit Terhadap Penurunan Frekuensi Diare Pada Balita Di Bpm Ika Rianto Ika Wijayanti; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare pada balita didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari. Desain penelitian adalah Quasi Eksperimental dengan two group pretest – posttest with control design. Populasi adalah balita yang mengalami diare yang tercatat di BPM Ika Rianto dengan sebanyak 30 dengan sampel 28 balita (14 balita perlakuan dan 14 kontrol). Lokasi penelitian di BPM Ika Rianto. Analisa menggunakan wilcoxon dan man withney (0,05). Hasil penelitian pemberian madu dan oralit dari uji statistic wilcoxon signan rank test diperoleh p = 0,001 < α (0,05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian madu dan oralit terhadap penurunan frekuensi diare pada balita kelompok perlakuan di BPM Ika Rianto. Hasil uji statistic wilcoxon signan rank test diperoleh p = 0,035 < α (0,05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian oralit terhadap penurunan frekuensi diare pada balita kelompok perlakuan di BPM Ika Rianto. Disarankan ibu dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga supaya tidak terjangkit diare dan bisa menerapkan metode pemberian madu yang di kombinasikan dengan oralit dari petugas kesehatan
Pengaruh Pemijatan Bayi Usia 6-12 Bulan Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Bayi Di Desa Tenggun Dajah Bangkalan Musdalifah; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan substansi organik yang dibutuhkan oleh tubuh dan menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembang, Tidak terpenuhi gizi pada anak dikarenakan berkurangnya nafsu makan dan sulit untuk makan sehingga menjadi permasalahan dalam memberikan makanan dan memenuhi kebutuhan gizi yang secara umum ditemukan pada anak-anak sebagai permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemijatan bayi usia 6-12 bulan terhadap peningkatan nafsu makan bayi. Desain penelitian ini quasy eksperiment design dengan one group pre - posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 6-12 bulan sejumlah 32 dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Tenggun Dajah Bangkalan. Variabel independen pemijatan bayi dan Variabel dependen peningkatan nafsu makan. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan wilcoxon (0,05). Hasil penelitian didapatkan nafsu makan bayi usia 6-12 bulan sebelum dilakukan pemijatan sebagian besar menunjukan rendah sejumlah 19 (59.4 persen). Nafsu makan bayi usia 6-12 bulan seusdah dilakukan pemijatan menunjukan sebagian besar sedang sejumlah 17 (53.1 persen). Dari hasil uji statistic wilcoxon signan rank test diperoleh nilai p = 0,001 berarti nilai p < α (0,05) bahwa ada pengaruh pemijatan bayi usia 6-12 bulan terhadap peningkatan nafsu makan bayi di Desa Tenggun Dajah Bangkalan sebelum dan sesudah perlakuan. Pada ibu yang memiliki bayi usia 6 -12 bulan untuk selalu menjaga asupan nutrisi untuk kebutuhan bayi dalam proses tumbuh kembangnya, diperlukan pelajaran khusus untuk menjaga supaya bayi tetap dalam kondisi gizi yan gtercukupi.
Perbedaan Penggunaan Bedong Kain Dan Skin Warp Dalam Pengaturan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di Puskesmas Kedungdung Kecamatan Modung Ida Fitri Hariani; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotermi mengakibatkan terjadinya Perubahan metabolisme tubuh yang akan menyebabkan kegagalan fungsi jantung, Bila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25derajat Celcius maka bayi akan mengalami hipotermi melalui evaporasi, konveksi dan radiasi sebanyak 200 kalori/Kg BB/menit, sedangkan pembentukan panas yang dapat di produksi hanya persepuluh dari jumlah kehilangan panas di atas, dalam saat yang bersamaan. Tujuan penelitian ini Mengetahui Perbedaan Penggunaan Bedong Kain dan Skin Warp dalam Pengaturan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di Puskesmas Kedungdung Kecamatan Modung. Kesimpulan dari 30 bayi dilakukan pada bedong kain 15 bayi dan Skin Wrap 15 bayi. Didapatkan rerata perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan bedong kain -,633, dengan Standar Deviasi, 440, dan p value 0,000 dapat simpulkan adanya efektifitas sebelum dan sesudah diberikan tindakan bedong kain dan Skin Wrap akan tetapi selisih peningkaatan suhu tubuhnya terlalu sedikit. Sedangkan pada Skin Wrap didapatkan perbedaan rerata -1,287, standar deviasi 490, dan p value 0,000 dapat disimpulkan adanya efektivitas sebelum dan sesudah diberikan Skin Wrap, maka peningkatan suhu tubuh menggunakan Skin Wrap terbukti lebih cepat menaikkan suhu tubuh bayi baru lahir. Terdapat nilai confiden interval pada bedong kain, nilai min -,877 dan nilai max -,390. Pada Skin Wrap nilai min adalah -1,558 dan nilai max -1,015. Saran hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi/acuan penelitian yang berkaitan dengan efektivitas penggunaan bedong kain dan Skin Wrap dalam pengaturan suhu tubuh, penelitian ini dapat diteruskan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan penyakit yang berbeda.