Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR: Literature Review: Relationship Between Anemia in Pregnant Women and the Incidence of LBW: Literature Review Vina Noufal Fauzia; Emi Sutrisminah; Arum Meiranny
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4738

Abstract

Latar belakang: Lebih dari 40% ibu hamil yang mengalami anemia menjadi penyebab dari Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan memberikan kontribusi hingga 60-80% terhadap kematian neonatal. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9% dan prevalensi di provinsi lampung mencapai 11,67%. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi yang dipicu oleh asupan gizi yang kurang. Yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil dapat di lakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan rutin (ANC), konsumsi tablet zat besi, dan pemantauan kadar hemoglobin secara teratur selama kehamilan dan diharapkan dapat meminimalkan dampak anemia pada ibu hamil serta mengurangi risiko BBLR. Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama Lima tahun terakhir terkait hubungan anemia dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung di dalam beberapa penelitian. Metode penelusuran di lakukan menggunakan analisis PICO. Pencarian artikel ini di lakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar pada tahun 2018-2023. Hasil: Dari hasil analisis 10 artikel dengan 7 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional, terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan 1 jurnal mengatakan tidak terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan Sebanyak 9 artikel memiliki nilai p-value <0,05 dan satu artikel memiliki nilai p-value >0,05. Kesimpulan: Anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR, Semakin rendah kadar hemoglobin pada ibu hamil maka semakin tinggi resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ULANG KB SUNTIK 3 BULAN DI PMB HJ FATIMATUN AMD.KEB Sindi Diah Astuningsih; Meilia Rahmawati Kusumaningsih; Arum Meiranny
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i1.9422

Abstract

Adherence to follow-up visits for three-month injectable contraception is essential to maintain contraceptive effectiveness and prevent unintended pregnancy. However, delays in follow-up visits are still common due to limited husband’s support and insufficient maternal knowledge regarding the importance of timely reinjection. Aim: This study aimed to analyze the relationship between husband’s support and maternal knowledge with adherence to follow-up visits among three-month injectable contraceptive users at PMB Hj Fatimatun Amd.Keb, Pekalongan City, in 2025. This study employed an analytic cross-sectional design with 95 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, and analyzed using the Chi-Square test. There was a significant association between husband’s support and adherence to follow-up visits (p = 0.037; p < 0.05). A significant association was also found between maternal knowledge and adherence to follow-up visits for three-month injectable contraception (p = 0.001; p < 0.05). Husband’s support and maternal knowledge are significantly associated with adherence to follow-up visits among three-month injectable contraceptive users. Strengthening reproductive health education involving husbands is recommended to improve adherence. ABSTRAK Kepatuhan akseptor dalam melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan sangat penting untuk menjaga efektivitas kontrasepsi dan mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, masih ditemukan akseptor yang terlambat melakukan kunjungan ulang akibat kurangnya dukungan suami serta rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya ketepatan jadwal suntik ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di PMB Hj Fatimatun Amd.Keb Kota Pekalongan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan di PMB Hj Fatimatun Amd.Keb Kota Pekalongan dengan jumlah sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan catatan medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan dengan nilai p = 0,037 (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi yang melibatkan suami guna meningkatkan kepatuhan akseptor.
Hubungan Kurang Energi Kronis (KEK) pada Masa Kehamilan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Widya Nita Suprabawati; Endang Susilowati; Arum Meiranny
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 5 No. 1 (2026): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi. Kekurangan energi dalam jangka waktu lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu (KEK). Wanita KEK hamil jika lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm. Wanita hamil dan menderita KEK lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan sangat rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mangunsari dan laporan Pemantauan Kesehatan Masyarakat (PWS) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terdapat 125 kasus KEK di Puskesmas Mangusari selama tiga tahun dari tahun 2022 hingga 2024. KEK pada tahun 2022 sebanyak 35 kasus, tahun 2023 sebanyak 46 kasus dan tahun 2024 sebanyak 44 kasus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan KEK dan bayi baru lahir dengan BBLR yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Mangunsari pada bulan Mei 2024 sebanyak 64 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 64 responden di Puskesmas Mangunsari mayoritas memiliki karakteristik usia 20–35 tahun (84,3%), multipara (62,5%) dan kadar Hb >11 gr/dL (70,3%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value antara KEK dengan kejadian BBLR sebesar 0,008<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) pada masa kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR).
Hubungan Pola Kebiasaan Konsumsi Ibu Hamil dengan Kejadian KEK di Puskesmas Boja I Aziyati Sabiqo Kiyasatina; Muliatul Jannah; Arum Meiranny
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 5 No. 1 (2026): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jmhsa.v5i1.111

Abstract

Latar belakang : Periode 1000 hari pertama kehidupan manusia (HPK) yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting, kurangnya asupan gizi pada ibu hamil selama masa kehamilan berisiko menderita KEK yang menjadi salah satu penyebab stunting pada balita. Tujuan : mengetahui hubungan pola kebiasaan konsumsi ibu hamil dengan kejadian kurang energi kronis di Puskesmas Boja I. Metode : penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan uji korelatif, populasinya seluruh Ibu hamil pada bulan Januari- Mei 2025 (N=1.560). Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling sejumlah 78. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji uji spearman rank (p- value=<0,05). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa  sebagian besar ibu hamil memiliki kategori usia 20-35 tahun sebanyak (88.5%), Pendidikan  SMA/SMK (pendidikan menengah) (84.6%),  kebiasaan konsumsi junk food sebagian besar kategori jarang (97,4%), Pola konsumsi kategori cukup yaitu 80.8%, Kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada kategori tidak KEK sebanyak 52.0%, uji statistik korelasi rank spearman menunjukkan bahwa p-value sebesar 0.025 kurang dari 0,050, sehingga dapat dikatakan bahwa ada korelasi atau hubungan yang bermakna antara hubungan pola kebiasaan konsumsi pada ibu hamil dan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Boja I.