Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap kadar antosianin dan aktivitas antioksidan serbuk ekstrak buah duwet (Syzygium cumini) Dwiki Aditya Santana; Lydia Ninan Lestario; Karina Bianca Lewerissa
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.2.2022.9544.122-129

Abstract

Duwet adalah buah tropis berwarna ungu kehitaman saat masak, yang menunjukkan kadar antosianin yang tinggi. Antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan maupun sebagai antioksidan alami. Antosianin mempunyai banyak potensi untuk kesehatan manusia, namun stabilitasnya rendah. Penelitian ini mendesain serbuk ekstrak duwet menggunakan maltodekstrin sebagai penyalut dan menentukan konsentrasi maltodekstrin yang tepat dalam mempertahankan stabilitas warna antosianin ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi konsentrasi maltodekstrin, warna serbuk yang dihasilkan menjadi pucat (pink muda), serta kadar antosianin total dan aktivitas antioksidannya menurun. Berdasarkan pertimbangan yield dan aktivitas antioksidannya, penelitian ini merekomendasi menggunakan 10% maltodekstrin untuk memproduksi serbuk antosianin buah duwet. Karakteristik serbuk yang dihasilkan adalah mempunyai kadar antosianin 8,70 mg/100 g, aktivitas antioksidan 72,94%, kadar air 3,75%, tidak menggumpal, berwarna pink muda (L*=81,75, a*=14,74, b*=2,81) dan menghasilkan yield 7,27%. Serbuk yang dihasilkan memenuhi syarat sebagai serbuk minuman tradisional menurut SNI 01-4320-1996.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN KUERSETIN EKSTRAK DAUN DAN BATANG MELATI KOSTA Melanie Melanie; Marchelina Welma Salenussa; Lydia Ninan Lestario
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 2: April 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.02.6

Abstract

Melati kosta (Brunfelsia uniflora) adalah tanaman yang mengandung senyawa antioksidan dan kuersetin sebagai penangkal radikal bebas untuk kanker. Beberapa bagian seperti daun dan batang melati kosta diperkirakan memiliki aktivitas antioksidan dengan adanya klorofil pada daun dan tanin pada batang. Pada penelitian akan meneliti (%) penghambatan, IC50, dan kadar kuersetin yang dapat dipergunakan sebagai antioksidan menggunakan metode maserasi bertingkat (KCKT). Proses awal menentukan panjang gelombang dari spektrofotometer UV-VIS kemudian dilanjutkan dengan penentuan aktivitas antioksidan dan kadar kuersetin. Hasil menunjukkan bahwa kadar kuersetin tanaman melati kosta memiliki kandungan sebesar 0.18% pada daun melati kosta dan 0.017% pada batang melati kosta. Aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol batang melati kosta pada maserasi III menghasilkan persen terbesar yaitu 46% dengan konsentrasi 18146 ppm. Pada penelitian ini tidak dapat menghasilkan IC50 untuk aktivitas antioksidannya dari semua maserasi tetapi terdapat kandungan kuersetin sebesar 0.18% sehingga aktivitas antioksidan pada batang dan tanaman melati kosta tidak dapat menangkal radikal bebas dengan kadar IC50 > 500 ppm.  
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP DEGRADASI WARNA AGARAGAR YANG DIWARNAI SARI UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L. var. rubra L.) Lydia Ninan Lestario; Noviana Gunawan; Yohanes Martono
Agric Vol. 25 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2013.v25.i1.p42-50

Abstract

The aims of this research were to determine the concentration of beetroot juice in jelly which panelists like best; to determine the color degradation rate constant in jelly colored with beetroot juice caused by sunlight and fluorescent light; and color degradation rate constant of jelly colored with synthetic colorant.The organoleptic test used 2,5 percent; 5 percent; 7,5 percent; 10 percent; and 12,5 percent beetroot juice and permitted synthetic colorant for food. The light intensity to test the beetroot color stability in jelly were 879,06 lux, 1.688,54 lux, 2.342,2 lux and 6.752,2 lux.The results showed that the concentration of beetroot juice which panelists like best was 5 percent.; The color degradation rate constant of jelly colored by 5 percent beetroot juice on intensity 879,06 lux was 0,0468 hour-1; 1.688,54 lux was 0,0565 hour-1; 2.342,2 lux was 0,0653 hour-1;6.752,2 lux was 0,0887 hour-1. The higher the light intensity, the higher the degradation constant rate.
EKSTRAKSI BETASIANIN DARI KULIT UMBI BIT(Beta vulgaris) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Martinus Andree Wijaya Setiawan; Erik Kado Nugroho; Lydia Ninan Lestario
Agric Vol. 27 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2015.v27.i1.p38-43

Abstract

The aim of this research was to know most effective solvent comparison (ethanol, ethanol:HCL, ethanol: Citric Acid) on the betacyanin extract properties from Beet Peel. The characteristic of Beet Peel contain 82,85 percent water, fiber 5,95 percent, ash 1,33 percent, and lipid 0,31 percent. The research was also aimed to know potential of Beet Peel for narutal dyes. This research was conducted only to compare effectivity of three different solvent that use to extract Beet Peel, temperature that use for extraction are the same at 30oC for 40 minute. The bestcharacteristic of extract was obtained from the ethanol:HCL with betalain of 2,4535 mg/100g.
Analisa Pigmen Monascus sp yang Ditumbuhkan pada Berbagai Varietas Beras dhanang puspita; Lydia Ninan Lestario; Fitri Hayuningrat Al-janati
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp6-11

Abstract

Monascus sp adalah salah satu organisme multiseluler yang mampu menghasilkan pigmen alami. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Pigmen Monascus banyak digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, karena tidak beracun. Beras banyak digunakan sebagai media pertumbuhan, salah satunya digunakan untuk produksi angkak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis-jenis pigmen yang dihasilkan oleh Monascus sp yang ditumbuhkan di beberapa jenis varietas beras. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu; isolasi Monascus sp, produksi pigmen, ekstaksi dan analisa pigmen. Hasil penelitian menunjukan, semua jenis beras dapat dijadikan media pertumbuhan Monascus sp. Terdapat 5 jenis pigmen yang dapat diidentifikasi yaitu;
Effect of Maltodextrin Concentration on Anthocyanin Content and Antioxidant Activity of Rukem Fruits Extract Powder Lydia Ninan Lestario; Melanie Melanie; Monika Rahardjo
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 34 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia bekerjasama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB University Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6066/jtip.2023.34.2.142

Abstract

Rukem (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.) is an Indonesian tropical fruit with purple peel indicating anthocyanin content; therefore, the fruit can be a potential source of natural colorant. However, anthocyanins are commonly unstable and reactive towards temperature, light, and oxygen. For this reason, encapsulation process is an attempt to improve its stability. The aim of this research was to determine the most efficient concentration of maltodextrin to coat the anthocyanins in rukem fruit, considering the total anthocyanin and antioxidant activity. The fruit was extracted with several concentrations of citric acid 0.5, 1, 2, 3, 4, 5 % (b/v), and the optimal concentration was used to extract anthocyanin. The extract was then mixed with maltodextrin at following concentrations: 40, 50, 60, 70, and 80% (w/v). The mixture was homogenized, then spray-dried with spray dryer Lab Plant SD-05, Keison, UK. The dried samples were analyzed for chemical (moisture, ash, pH, anthocyanin, antioxidant activity) and color (L*, a*, b*) properties. The results showed that 5% citric acid and 40% maltodextrin (w/v) gave the most efficient yield of extraction, and the best effects on anthocyanins powder, resulting in the highest antioxidant activity (74.28± 0.41%), total anthocyanins (3.96±0.08 mg/100 g), encapsulation efficiency (19.26±0.41%) and color values of L* 87.46±0.07; a* 16.21±0.09, and b* -1.60±0.02.
Perbandingan Sifat Kimia dan Sensori terhadap Penggunaan Madu, Gula Jagung, dan Gula Pasir pada Fermentasi Kombucha Prasojo, Rachel Immelda Intan; Lestario, Lydia Ninan; Rahardjo, Monika
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 3 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i3.47435

Abstract

Masyarakat di Indonesia memiliki kebiasaan meminum teh pada berbagai kesempatan seperti saat makan, bersantai, ketika bertamu, saat perjalanan, saat berada dikantor, dan pada berbagai kesempatan lainnya. Saat ini meminum teh sudah menjadi tren minuman kesehatan dan lifestyle. Teh memiliki khasiat mengurangi risiko penyakit jantung, penyakit kardiovaskuler, dan kanker serta menjadi antidiabetes dan anti-penuaan. Manfaat teh dapat ditingkatkan jika terdapat proses fermentasi didalamnya dengan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan produk minuman yang disebut kombucha atau tea cider. Pemanis merupakan bahan yang digunakan sebagai nutrisi bagi bakteri dan khamir yang berperan dalam proses pembentukan kombucha dan hasil sampingnya berupa SCOBY. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemanis pada fermentasi kombucha terhadap sifat fisikokimia dan sensori yang dihasilkan. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan tahapan penelitian. Beberapa tahap penelitian yang akan dilakukan antara lain pembuatan teh kombucha dengan formulasi gula pasir, madu, dan gula jagung; uji kadar gula; uji aktivitas antioksidan, uji pH; uji sensori; dan analisa data.
Analisa Pigmen Monascus sp yang Ditumbuhkan pada Berbagai Varietas Beras puspita, dhanang; Lestario, Lydia Ninan; Al-janati, Fitri Hayuningrat
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp6-11

Abstract

Monascus sp adalah salah satu organisme multiseluler yang mampu menghasilkan pigmen alami. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Pigmen Monascus banyak digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, karena tidak beracun. Beras banyak digunakan sebagai media pertumbuhan, salah satunya digunakan untuk produksi angkak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis-jenis pigmen yang dihasilkan oleh Monascus sp yang ditumbuhkan di beberapa jenis varietas beras. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu; isolasi Monascus sp, produksi pigmen, ekstaksi dan analisa pigmen. Hasil penelitian menunjukan, semua jenis beras dapat dijadikan media pertumbuhan Monascus sp. Terdapat 5 jenis pigmen yang dapat diidentifikasi yaitu;