Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Kadirejo dalam Meningkatkan Nilai Tambah Porang Sarlina Palimbong; Karina Bianca Lewerissa
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.171 KB)

Abstract

Porang is a tuber plant that is widely planted in Kadirejo Village, Pabelan, Semarang Regency. Its abundant harvest can make porang prices fall and harm farmers. To increase the added value of porang, the Women Farmers Group (KWT) received training and education on how to process porang so it doesn't cause itching and irritation in the mouth, process it into porang flour so that its shelf life is longer, and process it to make some derivative products from porang flour. Products made from porang flour were pancakes, nuggets and meatballs. The KWT were satisfied with this activity. They received additional useful new knowledge.
Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Terhadap Sifat Fisikokimia Selai Pepaya (Carica papaya L.) Lewerissa, Karina Bianca; Palimbong, Sarlina; Lestari, Desita Natalia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.93 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i6.29093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang terhadap karakteristik sensori selai pepaya California, dan fisikokimia yang meliputi viskositas, tekstur, dan kadar air. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan yaitu F1 (200g pure buah pepaya), F2 (0,5g tepung porang : 200g pure buah pepaya), F3 (0,75g tepung porang : 200g pure buah pepaya), F4 (1g tepung porang : 200g pure buah pepaya) , F5 (1,25g tepung porang : 200g pure buah pepaya). Hasil penelitian dari semua perlakuan pada uji tekstur, uji viskositas dan uji kadar air menunjukan perbedaan yang signifikan (P > 0,05). Perlakuan terbaik pada uji organoleptik (tekstur dan keseluruhan) terdapat pada perlakuan F3. Pada perlakuan F3 pula diperoleh nilai viskositas 336,67±5,774 Pa.s dan tekstur 69,67±1,87 gf. Berdasarkan uji kadar air pada semua perlakuan belum memenuhi SNI sebesar 35%, dimana pada penelitian ini diperoleh 41,98% - 53,09%, sedangkan hasil dari uji kadar gula pada selai sudah memenuhi standar SNI yaitu dengan minimal 55%, dimana pada penelitian ini diperoleh 55,33% - 55,43%. Hasil dari uji pH pada selai 4,69 – 4,72 dengan pH tertinggi pada perlakuan F3 yaitu 4,72.
Kajian Proporsi Air Kelapa-Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Konjac Powder Terhadap Kualitas Fisikokimia dan Sensoris Jelly Drink Kelor Binardo Adi Seno Mawarno; Karina Bianca Lewerissa
Journal of Food and Culinary Vol. 5 No. 2 [Desember 2022]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v5i2.6811

Abstract

Masalah stunting (kerdil) telah menjadi persoalan global termasuk di negara Indonesia. Perlunya pemenuhan zat gizi baik gizi makro maupun mikro di fase awal pertumbuhan akan mengurangi risiko terjadinya stunting pada anak. Daun kelor merupakan salah satu komoditas pangan kaya gizi berupa protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, betakaroten, zat besi, dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan inovasi pangan tinggi zat gizi untuk anak dalam bentuk jelly drink. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial untuk formulasi jelly drink yaitu rasio air kelapa dan sari daun kelor sebanyak 1:1 dan 1:2 dan konsentrasi konjac powder sebanyak 0,1 %, 0,2% dan 0,3%. Berdasarkan analisis kualitas secara fisik,  jelly drink dengan rasio 1:1 dan konsentrasi konjac powder 0,3% memiliki nilai sineresis yang paling baik. Sedangkan secara sensoris, jelly drink dengan perlakuan rasio 1:2 memiliki tingkat penerimaan yang lebih baik secara warna dan penerimaan secara keseluruhan (overall). Berdasarkan total nilai skor keseluruhan parameter fisik dan sensoris, jelly drink dengan proporsi air kelapa: sari daun kelor 1:1 dan konsentrasi konjac powder 0,2% merupakan perlakuan terbaik. Hasil analisis kimia menunjukkan jelly drink daun kelor terbaik memiliki kandungan protein sebesar 2,06% dan vitamin C sebesar 0,77% 
Pendampingan Perijinan Produk Pangan Beku dan Informasi Nilai Gizi UMKM Salatiga Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong; Binardo Adi Seno Mawarno
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.506

Abstract

Pengolahan pangan beku dan informasi nilai gizi produk pangan merupakan salah satu cara memperluas pangsa pasar produk produk usaha mikro menengah. Makanan beku dengan masa simpan 7 hari atau lebih memerlukan ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sementara itu, informasi nilai gizi pada produk merupakan salah satu prasyarat yang harus tercantum di dalam kemasan untuk menembus pasar supermarket. Kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM Salatiga untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai praktik pengolahan pangan beku yang baik, dan cara pencantuman informasi nilai gizi. Hasil kegiatan menyatakan bahwa 20 pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan ini memahami materi yang disampaikan dan merasakan manfaatnya. Pendampingan dilanjutkan dengan komunikasi melalui grup WhatsUp untuk memfasilitasi pertanyaan terkait produk masing-masing pelaku usaha.
Tempe Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Sherbet Rendah Lemak dan Gula Imelda Christina Thehella Harryanto; Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.90

Abstract

Prevalensi obesitas, overweight, dan diabetes mellitus di Indonesia jumlahnya cukup banyak dan terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi kesehatan menyebabkan para penderita obesitas, overweight, dan diabetes mellitus tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan, sehingga diperlukan suatu inovasi pangan yang membantu memenuhi kebutuhan para penderita akan pangan rendah lemak dan gula. Sherbet merupakan makanan pencuci mulut yang terbuat dari sayur dan buah. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sherbet rendah lemak dan gula ini diantaranya adalah tempe dan buah. Penggunaan tempe dalam pembuatan produk ini didasari pertimbangan bahwa tempe memiliki kandungan antioksidan, tinggi protein nabati, dan rendah lemak. Pengolahan sari tempe menjadi sherbet didasari karena potensi tingkat pertumbuhan pasar es krim di Indonesia terus meningkat. Sherbet rendah gula dibuat dengan menggunakan artificial sweetener dengan nilai kalori yang jauh lebih rendah ketimbang gula. Dalam penelitian ini, dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptik dan uji proksimat untuk menjamin dihasilkannya produk yang rendah lemak dan gula, namun memiliki palatabilitas dan kualitas yang diinginkan konsumen. Kata kunci: gula, lemak, obesitas, sherbet, tempe
Efektivitas Jenis Stabilizer yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisikokimiawi dan Sensoris Es Lilin Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Seno, Binardo Adi; Lewerissa, Karina Bianca
Journal of Food and Culinary Vol. 6 No. 2 [Desember 2023]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es lilin merupakan salah satu jenis dessert beku rendah lemak yang terbuat dari susu, santan, gula, dan bahan pengganti lemak berbasis pati (starch-based fat replacer). Dalam perkembangannya, berbagai modifikasi bahan penyusun es lilin banyak dikembangkan antara lain menggunakan bahan nabati seperti sari buah, kacang-kacangan dan serealia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula es lilin berbasis jamur tiram terbaik ditinjau dari kualitas fisik (overrun, viskositas, laju  pelelehan) dan kualitas sensoris (tekstur, rasa dan daya terima keseluruhan) dengan penggunaan stabilizer yang berbeda (CMC, sodium alginat dan guar gum). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing dilakukan tiga kali ulangan. Analisa statistik menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan CMC sebagai bahan penstabil menghasilkan karakteristik sensoris yang paling disukai konsumen dari segi tekstur, rasa dan daya terima secara keseluruhan (overall). Selain itu, es lilin jamur tiram dengan penambahan CMC juga memiliki laju pelelehan yang paling lama. Bila dilihat dari nilai overrun, penggunaan sodium alginat menghasilkan nilai pengembangan es lilin jamur tiram yang paling tinggi yaitu sebesar 32,67%. Berdasarkan parameter fisik dan sensoris, es lilin dengan penambahan CMC sebagai stabilizer merupakan perlakuan terbaik yang memiliki kandungan protein sebesar 7,82% dan kadar lemak sebesar 1,07%.
DIVERSIFIKASI OLAHAN JAHE UNTUK PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA TANI DESA KADIREJO Palimbong, Sarlina; Lewerissa, Karina Bianca
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.16-22.2024

Abstract

Telah dilakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan subjek Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Kadirejo. Desa Kadirejo memiliki komoditi jahe merah melimpah namun pengolahannya baru sebatas jahe serbuk instant dan sirup jahe sementara produksi jahe segar semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan diversifikasi olahan jahe. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melibatkan anggota KWT dalam pembuatan manisan jahe dan saus jahe. Pertimbangan pemilihan produk ini berdasarkan hasil skrining dengan kriteria produk bersifat inovatif, mudah dilakukan dengan alat sederhana, umur simpan relatif lama, dan bernilai ekonomis tinggi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh peserta kegiatan. Hasil evaluasi kegiatan menyimpulkan bahwa kualitas kegiatan yang diberikan dapat menambah tingkat keterampilan dan pengetahuan peserta, materi kegiatan mudah dipahami, materi sesuai kebutuhan dan harapan peserta, semuanya dalam kategori Baik hingga Sangat Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan anggota KWT Desa Kadirejo. kata kunci: diversifikasi, jahe, kadirejo, kelompok wanita tani, pendampingan ABSTRACT A community service activity has been carried out with the subject of the Women Farmers Group (KWT) in Kadirejo Village. Kadirejo Village has abundant red ginger commodities, but its processing is limited to instant powdered ginger and ginger syrup, while fresh ginger production has been increasing in recent years. Therefore, it is necessary to assist in the diversification of processed ginger. The community service method uses a participatory approach involving KWT members in making candied ginger and ginger sauce. The consideration for selecting this product is based on screening results, with the product criteria being innovative, easy to do with simple tools, relatively long shelf life, and high economic value. Activities are evaluated by party-filling out questionnaires participants. The activity evaluation results concluded that the quality of the activities provided could increase the skill and knowledge level of the participants, the activity material was easy to understand, the material met the needs and expectations of the participants, and all were in Good to Very Good category. Thus, this activity is beneficial and meets the needs of Women Farmers Group members of Kadirejo Village. Keywords: accompaniment, diversification, ginger, kadirejo, woman farmers group
Karakteristik dan Potensi Pangan Fungsional Snack Bar Berbasis Sorgum dengan Perbedaan Jenis Binder Lewerissa, Karina; Mawarno, Binardo Adi Seno
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 35 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia bekerjasama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB University Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6066/jtip.2024.35.2.237

Abstract

Currently, sorghum has been considered an important local food crop and specifically developed by the Ministry of Agriculture with the aims to support national food security. There are five centers for cultivating and processing sorghum-based products in Central Java. Besides ease of cultivation and versatility of its plant parts, sorghum has complete nutrition and potential as a functional food because it contains dietary fiber, antioxidants, and low glycemic index. This research investigated the quality of sorghum-based functional snack bars, including physical parameters (hardness) and sensory charactersitics (taste, aroma, color, texture, and acceptability). A Completely Randomized Design (CRD) was used to find the best formulation with different low-sugar binders (egg white, dark chocolate, and arenga sugar). The most satisfied formulation was further tested for nutritional content and functional food potential (dietary fiber, antioxidant activity, and total phenols). Statistical analysis using one-way ANOVA with Duncan and Kruskal-Wallis tests. The results showed that the sorghum snack bars incorporated with egg white was the best with a water content of 1.89% wb, protein 15.09% wb, fat 2.90% wb, carbohydrate 69% wb and total calories per 100 g product of 362.6 kcal. In terms of functional activity, it had a total dietary fiber of 8.2% wb and antioxidant activity by DPPH (2,2-diphynyl-1-picylhydrazyl) method of 57.69%. Overall, the nutrition content of the sorghum snack bar is comparable to the commercial ones and shows functional properties. Moreover, it also complies with quality requirement of granola snack bars according to the USDA.
Pengaruh konsentrasi karagenan di dalam pembuatan nori daun binahong (Anredera cordifolia) Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong; Melinia Anggraini
AGROINTEK Vol 18, No 4 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i4.20109

Abstract

Nori is a sheet-shaped snack generally made from Porpyra red seaweed, which is not found in Indonesia. Meanwhile; the binahong plants (Anredera codifolia) are spread through out Indonesia. Binahong leaves are consumed without further processing. Binahong leaves are potential functional food, as they are rich in nutrient. They are high in vitamin A, and vitamin C. They also contain some protein, and fat.  However, binahong leaves have bitter taste and unfavored flavor. In this study, binahong leaves were processed into nori with various concentrations of carrageenan. The concentrations of added carrageenan were 1, 2, and 3 %.  The psychochemical properties of the resulting products were tested by proximate analysis and sensory tests. The result showed that the addition of carrageenan had no significant effect on water, protein, fat, and carbohydrate contents. However, it had significant difference on ash content.  Sensory testing showed that there was no significant difference between treatments in terms of appearance, taste, aroma, texture, and overall assessment.
Inovasi Cookies dan Cokelat Berbasis Keripik Tempe Bagi Warga PKK Desa Drono Klaten Mawarno, Binardo Adi Seno; Lewerissa, Karina Bianca; Umiyati, Nurhalimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8277

Abstract

PKK Desa Drono, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memiliki sekelompok warga yang berprofesi sebagai perajin keripik tempe. Sayangnya, tidak semua hasil produksi selalu habisdi pasaran. Seiring dengan lamanya penyimpanan, maka keripik tempe akan mengalami penurunan mutu seperti tekstur yang tidak renyah dan mulai tidak utuh (hancur). Olehkarenanya, perlu adanya pemanfaatan keripik tempe menjadi produk samping yang juga bernilai ekonomi tinggi sekaligus dapat diterima pasar segala usia. Inovasi kue kering berupacookies dan cokelat keripik tempe dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat kepada ibu-ibu PKK Desa Drono. Tahap kegiatan meliputi penyuluhan tentang inovasi pangan,pembuatan produk kue kering dan cokelat menggunakan keripik tempe produksi warga serta evaluasi produk dan kegiatan melalui pembagian kuesioner di akhir sesi. Masyarakat sasaran terlihat antusias dalam praktik pengolahan serta menilai bahwa kegiatan memberikan manfaat berupa tambahan pengetahuan dan ketrampilan dalam inovasi produk berbasis keripik tempe. Kegiatan diakhiri dengan evalusi produk sekaligus melakukan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai langkah awal masyarakat sasaran menindaklanjuti programpengabdian kepada masyarakat ini. Sebanyak 88% peserta puas dengan kegiatan yang dilakukan sehingga dalam jangka panjang, inovasi olahan keripik tempe dapat menjadi produkkomersial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.