Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUSINESS MODEL CANVAS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA KRIYA Lydiawati Soelaiman; Al Fathir Rizky Pradifa; Anisa Apriliana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35521

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menyusun strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menegaskan perlunya intervensi dari perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) sebagai kerangka strategi bisnis yang sederhana namun komprehensif. Mitra PKM adalah kelompok anak muda yang mengembangkan usaha kriya berupa kerajinan tangan rajutan, seperti bunga, gantungan kunci, dan produk hias lainnya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan teori, praktik penyusunan BMC, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi sembilan blok utama dalam BMC yang relevan dengan kondisi usaha mereka, meliputi segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan utama, dan struktur biaya. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya model bisnis yang terstruktur, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengidentifikasi peluang baru, memperbaiki kelemahan, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Kegiatan PKM ini menguatkan argumen bahwa BMC merupakan instrumen yang sederhana namun komprehensif untuk membantu pelaku usaha memahami, memetakan, dan mengembangkan model bisnis sehingga dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan.
Faktor Penentu Intensi Berwirausaha Mahasiswa di Jakarta Barat Melalui Efikasi Diri Novia Novia; Lydiawati Soelaiman; Joyce Angelique Turangan
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, latar belakang keluarga, dan motivasi berwirausaha terhadap intensi berwirausaha pada Mahasiswa di Jakarta Barat melalui efikasi diri. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 290 responden mahasiswa/i Universitas Tarumanagara dan Universitas Bina Nusantara. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner Google Forms dan diolah menggunakan metode analisis data Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, latar belakang keluarga, dan motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha. Selain itu, efikasi diri mampu memediasi secara positif dan signifikan variabel pendidikan kewirausahaan, latar belakang keluarga, dan motivasi berwirausaha terhadap intensi berwirausaha. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi bagi perguruan tinggi, pemangku kebijakan, dan keluarga untuk memperkuat upaya dalam mendorong wirausaha muda di Jakarta Barat. This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, family background, and entrepreneurial motivation on entrepreneurial intentions among Student in West Jakarta with self-efficacy. 290 respondents from Tarumanagara University and Bina Nusantara University students. Data were obtained through the distribution of Google Form questionnaires and processed using the Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) data analysis method with the SmartPLS 4.0 application. The test results show that entrepreneurship education, family background, and entrepreneurial motivation have a positive and significant effect on entrepreneurial intentions. In addition, self-efficacy is able to positively and significantly mediate the variables of entrepreneurship education, family background, and entrepreneurial motivation on entrepreneurial intentions. The results of this study are expected to provide implications for universities, policy makers, and families to continue to strengthen efforts to encourage young entrepreneurs in West Jakarta.
INTERNSHIP, SOCIAL VALUATION, AND SELF-EFFICACY AS DRIVERS OF ENTREPRENEURIAL INTENTION AMONG VOCATIONAL STUDENTS: A STRUCTURAL MODEL APPROACH Lydiawati Soelaiman; Keni Keni; Fajri Adrianto; Tay Lee Chin
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/bh90gt88

Abstract

High unemployment among Indonesian Vocational High School (VHS) graduates highlights a persistent gap between school-acquired competencies and labour market demands. To address this, fostering entrepreneurial intention during early education is essential. This study research expands the entrepreneurial intention framework to the vocational education context in Indonesia, where empirical evidence on the psychological and contextual factors influencing entrepreneurial intention among VHS students remains limited. Specifically, the study examines how internship experience and social valuation influence entrepreneurial intention, with self-efficacy as a mediating variable and entrepreneur education support as a moderating variable. Employing a quantitative design, data were obtained from 160 VHS students in DKI Jakarta who had completed internship programs. The analysis usedPartial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results show that internship experience and social valuation both increase self-efficacy, which has a strong effect on entrepreneurial intention. While internship experience does not directly lead to entrepreneurial intention, it influences it indirectly through selfefficacy. Social valuation affects entrepreneurial intention both directly and indirectly. The study also finds that entrepreneurial education support strengthens the effect of social valuation on entrepreneurial intention, but not the effect of internship experience or self-efficacy. The findings underscore the significance of social support and practical experience as essential components of entrepreneurial learning in vocational education to strengthen entrepreneurial intention among students.
DETERMINANTS OF BLOCKCHAIN ADOPTION INTENTION AMONG TECHNOPRENEURIAL SMEs IN INDONESIA Hernando Jerico; Lydiawati Soelaiman; Ary Satria Pamungkas
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ttvdmg80

Abstract

Blockchain semakin diakui sebagai pendorong utama transformasi digital dan sumber keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha modern. Namun, tingkat adopsi Blockchain di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya dukungan ekosistem teknologi. Meskipun demikian, teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan perlindungan data, yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha berbasis teknologi. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung terhadap niat UMKM technopreneur di Jakarta mengadopsi teknologi blockchain. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 98 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui survei daring terstruktur dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat konstruk yang diuji berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi blockchain. Temuan ini memperkuat relevansi model UTAUT dalam konteks UMKM technopreneur di negara berkembang, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan penyedia teknologi dalam membangun ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat kinerja operasional dan daya saing UMKM di Indonesia.   Blockchain has increasingly been recognized as a key driver of digital transformation and a source of competitive advantage for modern businesses. However, the adoption rate of blockchain in Indonesia remains relatively low due to limited digital literacy, inadequate infrastructure, and insufficient technological ecosystem support. Despite these challenges, blockchain technology holds great potential to enhance efficiency, transparency, and data security that offering significant benefits for technology-based enterprises. This study aims to examine the influence of performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions on the intention among technopreneurial MSMEs in Jakarta to adopt blockchain. A quantitative approach was employed, involving 98 purposively selected respondents. Data were collected through a structured online survey and analyzed using PLS-SEM. The findings reveal that all four constructs have a positive and significant effect on the behavioral intention to adopt blockchain technology. These results reinforce the applicability of the UTAUT model in the context of technopreneurial MSMEs in developing countries. Furthermore, the study provides practical implications for policymakers and technology providers to foster an inclusive digital ecosystem that supports innovation and adoption for enhancing the operational performance and competitiveness of Indonesian MSMEs in the digital era.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Berwirausaha Mahasiswa Universitas Swasta di Tangerang Jonathan Putra; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 4 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/xwv94m03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri, motivasi berwirausaha, pengambilan risiko, dukungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa universitas swasta di Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 268 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri, motivasi berwirausaha, pengambilan risiko, dukungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan faktor internal dan eksternal untuk meningkatkan intensi berwirausaha. Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi untuk merancang program kewirausahaan strategis yang mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa, serta mendorong mereka untuk aktif mengasah kemampuan dan keberanian mengambil risiko dalam memulai usaha. This study aims to examine the influence of self-efficacy, entrepreneurial motivation, risk-taking, family support, and entrepreneurship education on entrepreneurial intentions among students at private universities in Tangerang. Using a descriptive quantitative approach, this research involved 268 students selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. The results indicate that self-efficacy, entrepreneurial motivation, risk-taking, family support, and entrepreneurship education positively and significantly affect student’s entrepreneurial intentions. These findings highlight the importance of strengthening internal and external factors to foster entrepreneurial intentions. The study recommends that universities develop strategic entrepreneurship programs to enhance students' entrepreneurial skills and encourage them to actively improve their abilities and willingness to take risks in starting a business.
Pengaruh Pemanfaatan AI dan Tiktok sebagai Pendorong Kinerja UMKM Kuliner di Jakarta Melalui Pengetahuan Kewirausahaan Ferando Ferando; Lydiawati Soelaiman; Joyce Angelique Turangan
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i1.36945

Abstract

UMKM merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia karena berperan dalam peningkatan pendapatan nasional, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Namun, tingginya persaingan bisnis dan perubahan perilaku konsumen di era digital menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI dan media sosial TikTok sebagai alat pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan AI dan pemanfaatan TikTok terhadap kinerja UMKM kuliner di Jakarta dengan pengetahuan kewirausahaan sebagai variabel mediasi pada pengaruh pemanfaatan AI dan pemanfaatan TikTok terhadap pengaruh kinerja UMKM tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria berupa pelaku UMKM kuliner di Jakarta yang memiliki akun TikTok dan telah menjalankan usahanya selama minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Forms dan dianalisis dengan menggunakan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan kewirausahaan, sedangkan pemanfaatan TikTok memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Selain itu, pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis. Kemudian, pengetahuan kewirausahaan mampu memediasi hubungan antara pemanfaatan AI terhadap kinerja bisnis, namun tidak mampu memediasi hubungan antara pemanfaatan TikTok terhadap kinerja bisnis. MSMEs are a strategic sector in the Indonesian economy because they play a role in increasing national income, absorbing labor, and strengthening the local economy. However, high business competition and changes in consumer behavior in the digital era require businesses to adapt to technology, including AI and TikTok social media as a digital marketing tool. This study aims to analyze the influence of the use of AI and the use of TikTok on the performance of culinary MSMEs in Jakarta with entrepreneurial knowledge as a mediating variable on the influence of the use of AI and the use of TikTok toward the MSMEs’ performance. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The sampling technique used is purposive sampling with the criteria being culinary MSME actors in Jakarta who have a TikTok account and have been running the business for at least one year. Data collection was carried out through a Google Form-based questionnaire and the collected data was analyzed by using SmartPLS 4 software. The results show that the use of AI has a positive and significant influence on entrepreneurial knowledge, while the use of TikTok has a positive but insignificant influence. In addition, entrepreneurial knowledge has a positive and significant effect on business performance. Then, entrepreneurial knowledge is able to mediate the relationship between the use of AI and business performance, but it is unable to mediate the relationship between the use of TikTok and business performance.
Perbedaan Persepsi Keinginan dan Kelayakan terhadap Intensi Wirausaha Sosial Generasi Z Berdasarkan Gender Geraldo Benedick Foe; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i1.36949

Abstract

Kewirausahaan sosial dipandang sebagai salah satu solusi strategis yang menjembatani tujuan ekonomi dan sosial dengan menempatkan penciptaan nilai sosial sebagai misi utama dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa wanita lebih memiliki nilai alturistik lebih tinggi dibanding pria sehingga lebih tertarik pada kewirausahaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan pengaruh persepsi keinginan dan persepsi kelayakan terhadap intensi kewirausahaan sosial pada generasi Z antar gender. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah mahasiswa di Jakarta. Data yang berhasil dikumpulkan sebesar 155 responden. Data diolah menggunakan PLS-SEM dan PLS-MGA. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi keinginan tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha sosial pada laki-laki, namun positif dan signifikan pada perempuan. Kemudian persepsi kelayakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha sosial pada kedua kelompok gender. Terakhir, tidak terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam pengaruh persepsi keinginan dan persepsi kelayakan terhadap intensi berwirausaha sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan adanya konvergensi gender pada Generasi Z, dimana gender tidak memengaruhi kewirausahaan sosial pada masyarkat urban. Social entrepreneurship is regarded as a strategic solution that bridges economic and social objectives by placing social value creation as its primary mission in addressing societal problems. Several studies suggest that women tend to have higher altruistic values than men, making them more inclined toward social entrepreneurship. This study aims to examine whether there are differences in the effects of perceived desirability and perceived feasibility on social entrepreneurial intention among Generation Z across gender. This study employed a purposive sampling technique, with university students in Jakarta as the research sample. A total of 155 valid responses were collected. The data were analyzed using PLS-SEM and PLS-MGA. The results indicate that perceived desirability does not have a significant effect on social entrepreneurial intention among males, but it has a positive and significant effect among females. Meanwhile, perceived feasibility has a positive and significant effect on social entrepreneurial intention for both gender groups. Furthermore, no significant differences were found between males and females in the effects of perceived desirability and perceived feasibility on social entrepreneurial intention. This study provides empirical evidence of gender convergence among Generation Z, indicating that gender does not significantly influence social entrepreneurship in urban communities.
Menumbuhkan Minat Berwirausaha Gen Z di Jakarta Melalui Efikasi Diri Helena Monieca Ong; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37975

Abstract

Generasi Z memiliki peran penting dalam meningkatkan rasio kewirausahaan guna mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha Generasi Z dengan efikasi diri sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sebanyak 105 responden Generasi Z berusia 20–25 tahun yang berdomisili di Jakarta dan telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri. Dukungan sosial juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, sedangkan pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap minat berwirausaha. Selain itu, efikasi diri berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha dan berperan sebagai variabel mediasi penuh dalam hubungan antara dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga memperkuat efikasi diri Generasi Z untuk meningkatkan minat berwirausaha. Generation Z plays an important role in increasing the entrepreneurship ratio to support Indonesia’s economic growth, particularly in urban areas such as Jakarta. This study aims to analyze the effects of social support and entrepreneurship education on Generation Z’s entrepreneurial intention, with self-efficacy as a mediating variable. This research employed a descriptive quantitative approach using purposive sampling. A total of 105 Generation Z respondents aged 20–25 years, residing in Jakarta and having completed entrepreneurship courses, participated in this study. Hypothesis testing was conducted using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS version 4. The results indicate that social support and entrepreneurship education have a positive and significant effect on self-efficacy. Social support also has a positive and significant effect on entrepreneurial intention, while entrepreneurship education does not have a significant direct effect on entrepreneurial intention. Furthermore, self-efficacy has a positive effect on entrepreneurial intention and fully mediates the relationship between social support and entrepreneurship education and entrepreneurial intention. This study is expected to contribute to the development of entrepreneurship education by emphasizing not only theoretical knowledge but also the strengthening of self-efficacy to enhance Generation Z’s entrepreneurial intention.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Pola Pikir Kewirausahaan terhadap Intensi Berwirausaha dengan Efikasi Diri sebagai Mediasi Rizky Novaldy Saputra; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.38153

Abstract

Kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan, pola pikir kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha dengan efikasi diri sebagai variabel mediasi pada mahasiswa konsentrasi kewirausahaan di Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari berbagai program studi yang telah mendapatkan pendidikan kewirausahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan Google Forms dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pikir kewirausahaan dan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola pikir kewirausahaan dan keyakinan diri mahasiswa, maka semakin tinggi pula intensi mereka untuk berwirausaha. Entrepreneurship is one of the key factors in promoting economic growth and creating employment opportunities, especially among young people. This study aims to examine the effect of entrepreneurship education and entrepreneurial mindset on entrepreneurial intention, with self-efficacy as a mediating variable among students majoring in entrepreneurship in West Jakarta. This study uses a quantitative approach with a descriptive research method. The sampling technique used non-probability sampling with a purposive sampling method. The sample of this study consisted of active students from various study programs who had received entrepreneurship education. Data were collected through questionnaires distributed using Google Forms and analyzed using SmartPLS 4 software. The results show that entrepreneurial mindset and self-efficacy have a positive and significant effect on students’ entrepreneurial intentions. These findings indicate that the higher the entrepreneurial mindset and self-confidence of students, the higher their intention to engage in entrepreneurship.
The Effectiveness of Entrepreneurship Education on Students’ Self-Efficacy and Entrepreneurial Intention: A Comparative Study of Major Cities in Indonesia Lydiawati Soelaiman; Keni Keni; Tay Lee Chin
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v14n1.p75-96

Abstract

Objective: Entrepreneurship has become a strategic solution to address unemployment in Indonesia, where the entrepreneurial ration remains relatively low at only 3.47%. This study investigates the role of entrepreneurship education in enhancing students’ entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial intention within the context of higher education in Indonesian. Method: Using quantitative approach, this study utilizes PLS-SEM to examine relationship among constructs, while PLS-MGA was used to assess regional differences across. Samples consist of 537 undergraduate students who had participated in entrepreneurship education programs at excellent-status higher education institutions in Jakarta, Bandung, and Surabaya, selected through purposive sampling.  Results:  The result reveals that entrepreneurial education has a significant effect on both entrepreneurial intention and entrepreneurial self-efficacy. Furthermore, entrepreneurial self-efficacy partially mediates the relationship between entrepreneurship education and entrepreneurial intention. The MGA results show no significant differences across the three cities, except for the effect of entrepreneurship education on self-efficacy between Jakarta and Surabaya.  Novelty: Overall, the findings suggest relatively consistent effects of entrepreneurship education across major urban areas in Java. This study provides practical implication for developing experience-based entrepreneurship programs in HEIs.