Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

ARSITEKTUR HIGH TECH Telew, Meynar; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang besar di dalam kehidupan manusia, begitu pula di dunia arsitektural. Perilaku manusia yang cenderung mengikuti perkembangan jaman juga ikut mempengaruhi keiinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berteknologi tinggi dan mempermudah aktifitas mereka diberbagai tempat yang mereka kunjungi. Disinilah peran dari para arsitek dan desainer dibutuhkan, yaitu denganmerancang suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumerisme manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas. Arsitektur high tech muncul dari buah pemikiran seperti ini. Walaupun arsitektur high tech cenderung dikatakan sebagai arsitektur yang “mahal”, tetapi pada penerapannya tujuan utama dari arsitektur high tech adalah untuk memudahkan aktifitas manusia. Jadi yang diutamakan bukanlah penggunaan elemen-elemen berteknologi tinggi dalam bangunan, tetapi elemen-elemen arsitektural lebih ditonjolkan agar lebih mudah dimengerti fungsi dan penggunaanya oleh pemakainya. Tujuan dari penerapan arsitektur high tech yakni menampilkan unsur-unsur teknik bangunan yang kemudian diekspose sehingga aspek-aspek tekniklah yang akan menciptakan estetika dari bangunan. Pada dasarnya arsitektur high tech dalam penerapannya selain menekankan pada kecanggihan teknologi juga menggunakan elemenelemen struktural yang sangat dominan dengan material pabrikasi pada elemen interior, eksterior maupun struktur dan utilitas bangunan. Dalam arsitektur high tech, penggunaan warna-warna mencolok pada tiap elemen arstektural juga diterapkan untuk membedakan fungsi dari tiap elemen arsitektural agar lebih mudah dimengerti penggunaanya oleh pemakai.Kata kunci : Arsitektur High Tech
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Tomohon Tahun 2003-2024 Masloman, Kayla; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan sejak pemekarannya dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003 (UU No. 10 Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Tomohon dalam kurun waktu dua dekade, yaitu tahun 2003, 2013, dan 2024. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif menunjukkan adanya dinamika pembangunan wilayah yang cukup intens, khususnya pergeseran penggunaan lahan dari lahan perkebunan dan lahan hutan menjadi lahan terbangun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis citra landsat menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan teknik overlay peta penggunaan lahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, topografi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada lahan terbangun dan penurunan luas lahan perkebunan selama periode analisis. Faktor dominan yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan permukiman. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi perencana wilayah dan pengambil kebijakan untuk mengarahkan perubahan penggunaan lahan secara terencana dan berkelanjutan di Kota Tomohon.
Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Fasilitas Kesehatan Di Kota Bitung Menggunakan Konsep Neighborhood unit Maukar, Amanda; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan penduduk di Kota Bitung mengalami perubahan, peningkatan serta penurunan, sehingga penting untuk menjamin bahwa layanan kesehatan di yang tersedia Kota Bitung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini mencakup aspek ketersediaan, kapasitas dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif kuantitatif. Metode spasial mencakup teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan buffering dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran dari fasilitas kesehatan serta jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bitung. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan yang ada hingga tahun 2044 dan untuk metode spasial digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Bitung adalah cenderung mengelompok (clustered). Untuk setiap kecamatan sudah memiliki layanan kesehatan walaupun tidak tersebar secara merata. Dalam hal keterjangkauan, Kecamatan Ranowulu, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara adalah Kecamatn yang paling tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan, sebaliknya Kecamatan Matuari, Girian, Maesa, Madidir dan Aertembaga adalah Kecamatan yang paling terlayani oleh fasilitas kesehatan.