Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

DESAIN TURUNAN KALKON BARU SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA BERDASARKAN MOLECULAR DOCKING Karlina, Lilis; Hafshah, Mutista
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.393 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6025

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan senyawa turunan kalkon yang berpotensi sebagai antikanker payudara berdasarkan Molecular Docking. Protein yang digunakan yaitu 17?-hidroksisteroid dehydrogenase. Adapun ligan yang digunakan adalah 20 senyawa turunan kalkon yang dibandingkan dengan senyawa obat pembanding. Posisi pusat grid pada sisi aktif protein kanker payudara yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu pada leusin 149.X CB, serin 142.X OG, dan asparagine 152.X OD1. Software yang digunakan yaitu hyperchem, Gaussian03, Molden, Autodock Tools, Autodock4, dan chimera 1.5.3. Penelitian ini dilakukan dengan empat langkah yaitu pencarian kompleks protein-ligan 17?-hidroksisteroid dehydrogenase dengan kode PDB 3HB4, optimasi struktur ligan dengan metode perhitungan AM1, molecular docking, dan pemilihan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara. Hasil docking turunan kalkon memiliki akivitas daya hambat terhapat protein 17?-hidroksisteroid dehydrogenase dengan nilai sebesar 4,41 × 10-6M sampai 2,4783 × 10-7M. Hasil molecular docking didapatkan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara yaitu kalkon X memiliki tetapan inhibisi 2,4783 × 10-7M.
DEGRADASI POLIETILEN TEREFTALAT DENGAN RADIASI SINAR MATAHARI DAN METANOLISIS Mutista Hafshah; Titin Kartin
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.6824

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai degradasi polietilen tereftalat (PET) menjadi dibenzil tereftalat. Degradasi polietilen tereftalat (PET) pada penelitian ini didahului dengan pemanasan sampel limbah botol PET di bawah sinar matahari kemudian dilanjutkan secara metanolisisis dengan katalis seng asetat. Degradasi dengan sinar matahari dilakukan dengan cara menjemur botol plastik di bawah sinar matahari selama 0, 30, dan 60 hari. Botol plastik kemudian dipotong-potong ukuran 2x2 mm. Degradasi kemudian dilanjutkan secara metanolisisis menggunakan pelarut benzil alkohol dan seng asetat sebagai katalis. Katalis seng asetat yang digunakan divariasikan sebanyak 0; 0,3; 0,6; dan 0,9 g. Degradasi metanolisisis dilakukan secara refluks pada suhu     145-150 °C. Produk hasil degradasi dikarakterisasi titik leleh dan gugus fungsinya dengan spektrum FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan di bawah sinar matahari selama 0, 30 dan 60 hari tidak dapat mendepolimerisasi PET yang dibuktikan dengan data titik leleh dari masing-masing sampel limbah plastik PET yang masih sama dengan rentang titik leleh PET yaitu 250-260 °C. Depolimerisasi PET dengan radiasi sinar matahari yang dilanjutkan dengan metanolisis menghasilkan produk akhir berupa dibenzil tereftalat. Adapun variasi jumlah katalis seng asetat pada tahap metanolisis tidak mempengaruhi produk akhir yang terbentuk.
DEGRADASI POLIETILEN TEREFTALAT DENGAN RADIASI SINAR MATAHARI DAN METANOLISIS Mutista Hafshah; Titin Kartin
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i2.6824

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai degradasi polietilen tereftalat (PET) menjadi dibenzil tereftalat. Degradasi polietilen tereftalat (PET) pada penelitian ini didahului dengan pemanasan sampel limbah botol PET di bawah sinar matahari kemudian dilanjutkan secara metanolisisis dengan katalis seng asetat. Degradasi dengan sinar matahari dilakukan dengan cara menjemur botol plastik di bawah sinar matahari selama 0, 30, dan 60 hari. Botol plastik kemudian dipotong-potong ukuran 2x2 mm. Degradasi kemudian dilanjutkan secara metanolisisis menggunakan pelarut benzil alkohol dan seng asetat sebagai katalis. Katalis seng asetat yang digunakan divariasikan sebanyak 0; 0,3; 0,6; dan 0,9 g. Degradasi metanolisisis dilakukan secara refluks pada suhu     145-150 °C. Produk hasil degradasi dikarakterisasi titik leleh dan gugus fungsinya dengan spektrum FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan di bawah sinar matahari selama 0, 30 dan 60 hari tidak dapat mendepolimerisasi PET yang dibuktikan dengan data titik leleh dari masing-masing sampel limbah plastik PET yang masih sama dengan rentang titik leleh PET yaitu 250-260 °C. Depolimerisasi PET dengan radiasi sinar matahari yang dilanjutkan dengan metanolisis menghasilkan produk akhir berupa dibenzil tereftalat. Adapun variasi jumlah katalis seng asetat pada tahap metanolisis tidak mempengaruhi produk akhir yang terbentuk.
Desain Turunan Kalkon Baru Sebagai Antikanker Payudara Berdasarkan Molecular Docking Mutista Hafshah; Lilis Karlina
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6025

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan senyawa turunan kalkon yang berpotensi sebagai antikanker payudara berdasarkan Molecular Docking. Protein yang digunakan yaitu 17β-hidroksisteroid dehydrogenase. Adapun ligan yang digunakan adalah 20 senyawa turunan kalkon yang dibandingkan dengan senyawa obat pembanding. Posisi pusat grid pada sisi aktif protein kanker payudara yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu pada leusin 149.X CB, serin 142.X OG, dan asparagine 152.X OD1. Software yang digunakan yaitu hyperchem, Gaussian03, Molden, Autodock Tools, Autodock4, dan chimera 1.5.3. Penelitian ini dilakukan dengan empat langkah yaitu pencarian kompleks protein-ligan 17β-hidroksisteroid dehydrogenase dengan kode PDB 3HB4, optimasi struktur ligan dengan metode perhitungan AM1, molecular docking, dan pemilihan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara. Hasil docking turunan kalkon memiliki akivitas daya hambat terhapat protein 17β-hidroksisteroid dehydrogenase dengan nilai sebesar 4,41 × 10-6M sampai 2,4783 × 10-7M. Hasil molecular docking didapatkan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara yaitu kalkon X memiliki tetapan inhibisi 2,4783 × 10-7M.
UNDERSTANDING MOLECULAR BONDING AND GEOMETRY THROUGH FLIPPED CLASSROOM IMPLEMENTATION Sri Mulyanti; Mutista Hafshah; Nana Misrochah
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 26, No 1 (2021): JPMIPA: Volume 26, Issue 1, 2021
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v26i2.32868

Abstract

Understanding molecule bonding and geometry are essential requirements in learning organic chemistry. Studies found that students cannot fully grasp the meaning of these abstract concepts, and pandemic conditions become an added challenge for learning organic chemistry virtually. In this study, We implement flipped classroom model for teaching organic chemistry, particularly for molecule bonding and geometry. Results indicated the benefit of the flipped classroom for students' improved understanding, and advanced analysis for several learning aspects also corroborated this finding.
PENCEGAHAN HIV DAN AIDS MELALUI KURSUS PRA NIKAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS Ahmad Zubaeri; Mutista Hafshah
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 7, No 1 (2022): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.048 KB) | DOI: 10.21580/jish.v7i1.11655

Abstract

The HIV epidemic has been present in Indonesia for the past twenty years, despite various prevention efforts. However, the trend is very concerning, so it is critical to innovate in the prevention of HIV-AIDS, particularly through sexual transmission, as the rate of increase is very rapid. One way to avoid it is to raise a sakinah family, which instills a sense of mutual loyalty to a partner. Pre-marital courses can help to start the development of a sakinah family. The purpose of the pre-wedding course is to provide young people of marriageable age and brides-to-be with knowledge, understanding, skills, and awareness-raising about domestic and family life. This pre-wedding course is a three-day, 24-hour briefing (shot course) for teenagers of marriageable age or prospective brides. Teaching and learning facilities for organizing pre-marital courses include syllabus, modules, and other teaching materials required for learning. The syllabus and modules prepared by the Ministry of Religion for pre-marital course organizers can be correlated with material on HIV and the importance of Counseling and Testing on Health Officer Initiation (KTIP) and Voluntary Counseling and Testing (KTS), both of which are critical components in efforts to prevent HIV transmission. Furthermore, it can deepen material that synergizes with the purpose of marriage, namely forming a sakinah family and avoiding HIV, namely option B (Be Faithful), meaning being mutually loyal to one sex partner, and if the test result is positive, you can still get married then use option C (Condom).
PENGUATAN PERAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN ECOENZYME LINGKUNGAN RUMAH TANGGA Mutista Hafshah; Teguh Wibowo; Amrizarois Ismail; Khoirin Nida
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2839

Abstract

Limbah rumah tangga merupakan penyumbang limbah terbesar. Sebagian besar limbah rumah tangga adalah limbah organik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif. Berdasarkan hal tersebut maka pengelolaan limbah organik perlu dilakukan secara komprehensif. Pelatihan pembuatan eco-enzyme bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzyme. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi dan diskusi terkait teknologi eco-enzyme, demonstrasi teknologi eco-enzyme, dan praktik langsung pembuatan eco-enzyme bersama peserta pelatihan. Eco-enzyme dapat dibuat dari campuran limbah organik, molase dan air dengan perbandingan 3:1:10. Kegiatan pelatihan tersebut mendapatkan respon yang baik dari peserta, diantaranya jumlah kehadiran peserta lebih dari 85%, antusias dan semangat peserta baik, tanggapan masyarakat terkait kegiatan pelatihan positif. Produk eco-enzyme yang dihasilkan oleh peserta baik dan sesuai indikator eco-enzyme, yaitu warna kecoklatan, bau khas buah dan sedikit beraroma alkohol, pH asam (3-4), dan tidak ditumbuhi jamur atau belatung
Penentuan Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) Ekstrak Etanol Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Niamul Faza Assauqi; Mutista Hafshah; Rais Nur Latifah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0260v7i12023p001

Abstract

Streptococcus mutans merupakan salah satu mikroorganisme di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini dengan obat kumur yang mengandung antiseptic. Cara alternatif dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan alami sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius roxb) mengandung beberapa senyawa aktif diantaranya flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol daun pandan terhadap bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak daun pandan wangi diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,36%, 0,78%, 1,56%, 3,12%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Etanol digunakan sebagai pelarut karena bersifat inert, netral, universal, dan dapat mengekstrak komponen-komponen metabolit sekunder dengan baik. Penentuan nilai KHM dilakukan dengan metode dilusi cair menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Sedangkan penentuan nilai KBM dilakukan dengan metode Spread plate. Hasil penelitian menunjukan nilai KHM berada pada konsentrasi 6,25% karena sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Sedangkan nilai KBM berada pada konsentrasi 25%, dimana pada konsentrasi tersebut sudah tidak terdapat koloni bakteri yang tumbuh.
Making BIOPLASTICS from Banana Peel Waste with Agar Adhesive Azza Lathifah; Tika Rahmawati; Mutista Hafshah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i4.81458

Abstract

Kulit pisang merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia dan pemanfaatannya belum optimal. Kulit pisang dapat dijadikan bahan dasar bioplastik karena mengandung pati. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat bioplastik dengan menggunakan limbah kulit pisang kepok dan melakukan analisis uji hambatan udara dan uji degredabilitas. Penelitian ini terdiri dari pengambilan pati kulit pisang, pembuatan bioplastik, uji ketahanan udara, dan uji biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan secara fisik tampak berwarna coklat dan buram; Permukaan bioplastiknya bagus dan plastik. Pada pengujian, ketahanan terhadap udara rendah karena kandungan pati memiliki sifat hidrofilik yang tinggi. Pada uji degradabilitas bioplastik cepat terdegradasi dengan penurunan sebesar 70% pada hari ke-7. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pembuatan bioplastik dari limbah kulit pisang dapat dijadikan sebagai alternatif konsumsi plastik yang dapat merusak lingkungan.  
Potential of Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) Ethanol Extractas Anti-Oxidant and Sun-Protection Hafshah, Mutista; Rohmah, Alfiatu; Mardliyah, Ana
Al-Kimia Vol 10 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v10i2.28619

Abstract

Although sunlight has numerous health benefits, prolonged direct exposure to the sun can be harmful to the skin. Among the negative effects of sun exposure are redness and burning of the skin, as well as dullness, wrinkles, dryness, and premature aging, as well as skin cancer. The use of sunscreen to protect the skin from the harmful effects of prolonged sun exposure is becoming more widespread. On the other hand, some sunscreens contain potentially harmful chemicals such as isopropyl alcohol, DEA (diethanolamine), TEA (triethanolamine), and MEA (monoethanolamine), which can cause allergic reactions as well as kidney and liver disorders when used for an extended period of time. As a result, this investigation was carried out in order to determine the antioxidant potential of natural ingredients, specifically sappan wood (Caesalpinia sappan L.), using the DPPH method, as well as its potential as a sun-protective agent using an in vitro SPF test using ultraviolet-visible (Uv-Vis) spectrophotometry (Uv-Vis). The results revealed that the maceration method produced a 17.779 percent yield of ethanol extract of sappan wood, which was used in this study. The extract possesses extremely potent antioxidant activity, as evidenced by its IC50 value of 12,611 mg/L. Furthermore, based on the results of tests and the calculation of the SPF (sun protection factor) value, sappan wood extract has been shown to have potential as a sun protection agent. Using an extract concentration of 120 mg/L, the highest SPF value.