Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PKM PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PEMASARAN ONLINE USAHA KERAJINAN KULIT DI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 10: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit adalah hasil samping dari pemotongan ternak yang merupakan lapisan terluar dari tubuh hewan yang diperoleh setelah hewan tersebut mati dan dikuliti. Kulit dari ternak besar dan kecil baik sapi, kerbau dan domba serta kambing memiliki struktur jaringan yang kuat dan berisi sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai untuk keperluan pangan dan non pangan (Sudarminto, 2000). Keberadaan industri di Bali sudah berkembang sangat pesat, berbagai macam perindustrian sudah berdiri di Bali. Salah satunya adalah industri rumah tangga kerajinan kulit. Industri kerajinan kulit adalah industri kerajinan yang melakukan proses produksi dengan menggunakan peralatan tertentu dengan mengolah bahan baku kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau suatu kegiatan mengolah kulit menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi (Sarmini, 2003). Kulit diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni. Dari bahan baku kulit akan menjadi kerajinan berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika diolah. Apalagi jenis kerajinan ini memiliki potensi ekspor yang bagus. Jika sudah memiliki pelanggan dari luar negeri, harga yang ditawarkan bisa lebih tinggi lagi. Pengrajin di Kabupaten Badung, Bali dapat menghasilkan berbagai macam kerajinan seperti tas dan dompet dari bahan baku kulit. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada usaha dagang dan produksi kerajinan kulit “BLW Collection” yang terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. BLW Collection merupakan mitra yang dimiliki oleh Ida Ayu Nym Suastini sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan kulit. Ibu Ida Ayu Nym Suastini mulai merintis karyanya pada tahun 2015. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurun diantara keluarga besarnya. Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan pemasaran melalui online, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan asset perusahaan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra meliputi: 1) Belum memiliki pembukuan untuk menghitung laba rugi usaha. 2) Belum memiliki pembukuan dalam menghitung harga pokok produksi. 3) Belum memiliki katalog produk sehingga susah didalam melakukan promosi. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalah tersebut meliputi: 1) Pembentukan dan perancangan system pembukuan laba rugi, 2) Pembentukan dan perancangan system pembukuan harga pokok produksi, dan 3) Pembuatan katalog produk-produk yang dimiliki. Luaran yang ditargetkan adalah artikel dapat diterima dan dipublikasi pada jurnal ber ISSN yaitu Jurnal Abdi Masyarakat dengan link jurnal https://bajangjournal.com/index.php/JPM . Artikel ini juga ditargetkan untuk dimuat dalam prosiding Seminar Nasional. Kemudian publikasi pada media cetak yaitu Bali Weak News dan perolehan HaKI. Selain itu akan dibuatkan video kegiatan yang dimuat pada youtube.
Typology of Balinese Traditional Ornaments in Resort Hotel Buildings in Sawangan, Kuta Selatan, Bali Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; Made Suryanatha Prabawa
Architectural Research Journal 35-40
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.35-40

Abstract

Referring to the Bali Provincial Regulation Number 5 of 2005 which states that building facades must pay attention to aesthetic principles and characteristics of traditional Balinese architecture. This study aims to analyze the implementation and typology of traditional Balinese ornaments on the building of a resort hotel in Sawangan, Kuta Selatan. The use of ornaments at resorts building in Sawangan is inspired and takes forms from traditional Balinese ornaments. Therefore, it is necessary to study the characteristics of building ornaments through a typological approach and the results are useful in implementing regulations and preserving Balinese cultural values ​​in essential forms, especially in resort hotel architectural design. The method used in this study is a qualitative rationalistic approach to the concept and form of ornaments associated with traditional Balinese ornaments. The results of this study indicate a typology based on the concept of ornament forms and elements that are related or take ideas from traditional Balinese ornaments.