Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN DAMPAKNYA Dewi, I Gusti Ayu Ratih Permata; Putri, Putu Yudha Asteria; Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya
Jurnal Riset Akuntansi (JUARA) Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Riset Akuntansi (JUARA)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2149.714 KB) | DOI: 10.36733/juara.v10i1.749

Abstract

This study uses a qualitative descriptive approach that aims to analyze CSR disclosures and their impact. The impact is seen from the financial and non-financial side. The financial side will be measured using profit margin, which is to compare the level of profit and sales. The non-financial side will be measured by seeing the reorder from customers and market expansion. Whereas the measurement of Corporate Social Responsibility (X) will be carried out using a checklist based on GRI G4 with economic categories, environmental categories, and social categories dimensions of labor practices and work comfort. CSR measurement is done by giving a value of 1 on the statement made by the owner or manager of MSME and giving a value of 0 on a statement that was not made by the owner or manager of MSME. After the checklist is carried out, the Corporate Social Responsibility Index (CSRi) will be calculated to determine the level of CSR implementation carried out. The research location was chosen in the Regency of Badung precisely at the UMKM artshop in the Nusa Dua area. The results of the study found that the level of implementation that has been carried out by the owner or manager of the artshop who became respondents in this study is included in the high category. CSR disclosure that has been carried out largely supports the financial side and non-financial side.
PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN DAMPAKNYA I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
Juara: Jurnal Riset Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2020): Juara: Jurnal Riset Akuntansi
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/juara.v10i1.749

Abstract

This study uses a qualitative descriptive approach that aims to analyze CSR disclosures and their impact. The impact is seen from the financial and non-financial side. The financial side will be measured using profit margin, which is to compare the level of profit and sales. The non-financial side will be measured by seeing the reorder from customers and market expansion. Whereas the measurement of Corporate Social Responsibility (X) will be carried out using a checklist based on GRI G4 with economic categories, environmental categories, and social categories dimensions of labor practices and work comfort. CSR measurement is done by giving a value of 1 on the statement made by the owner or manager of MSME and giving a value of 0 on a statement that was not made by the owner or manager of MSME. After the checklist is carried out, the Corporate Social Responsibility Index (CSRi) will be calculated to determine the level of CSR implementation carried out. The research location was chosen in the Regency of Badung precisely at the UMKM artshop in the Nusa Dua area. The results of the study found that the level of implementation that has been carried out by the owner or manager of the artshop who became respondents in this study is included in the high category. CSR disclosure that has been carried out largely supports the financial side and non-financial side.
PKM SOSIALISASI MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ALAM DAN KEBAKARAN PADA SISWA SDN 6 DI DESA SUMERTA KAUH PROVINSI BALI Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 4: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.229 KB)

Abstract

Desa Sumerta Kauh merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 10 meter diatas permukaan laut , curah hujan 2,757 mm , suhu udara antara 22- 29 derajat celcius , luas wilayah 89,40 Ha. Beberapa tahun belakangan ini bencana alam serta kebakaran sering terjadi di Kota Denpasar, bencana alamnya meliputi gempa bumi. Diperlukan pengelolaan bencana alam dan kebakaran untuk mengurangi risiko dan untuk menanggulangi bencana alam dan kebakaran yang terjadi, Sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang perlunya penanggulangan bencana alam dan kebakaran maka perlu dilakukan sosialisasi kepada siswa Sekolah Dasar. Dalam hal ini diambil sampelnya dari SDN 6 Sumerta. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini, yaitu: Metode Pengumpulan data, Menentukan Tema Pengabdian yang akan diberikan, Mencari Studi Pustaka, Membuat Materi Penyuluhan dan Menyajikan penyuluhan. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan pada sekolah SDN 6 Sumerta, maka dapat diambil kesimpulan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat tentang sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencanan alam dan kebakaran Siswa SDN 6 Sumerta diberikan dengan metode ceramah/pemberian materi, diskusi dan praktek. Pada saat pra sosialisasi sebesar 100% tidak mengerti tentang mitigasi bencana alam serta kebakaran dan pada saat pasca sosialisasi sebesar 100% mengerti tentang mitigasi bencana alam dan kebakaran. Hal ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 100% terhadap sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam dan kebakaran yang diberikan
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG URBAN FARMING DI DESA SUMERTA KAUH PROVINSI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 7: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.651 KB)

Abstract

Desa Sumerta kauh memiliki sumber daya manusia dan keuangan yang memadai sehingga menunjang Desa untuk dapat berkembang dengan baik. Desa Sumerta Kauh juga memiliki sarana dan prasarana yang sudah maju dan sumber mata pencaharian warganya yang beragam. Berdasarkan hasil analisis situasi di atas, muncul permasalahan yang perlu diselesaikan berkaitan dengan kegiatan pengabdian kepada masyakat ini untuk mitra yaitu kurangnya pemahaman masyarakat di Desa Sumerta Kauh terkait terkait tata cara memanfaatkan sampah berbasis sumber serta kurangnya pemahaman masyarakat dalam mengoptimalkan program ketahanan pangan dengan menerapkan urban farming. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan sosialisasi kepada warga Desa Sumerta Kauh. Sosialisasi yang dilakukan terkait tata cara memanfaatkan sampah berbasis sumber untuk di kelola, dipilah dan diolah menjadi bahan pupuk organik/pupuk kompos bagi tanaman kepada masyarakat Desa Sumerta Kauh. Sosialisasi ini dilaksanakan oleh tim pelaksana PKM bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. Hasil evaluasi secara umum terhahadap kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan telah mengubah perilaku masyarakat mitra dalam membuang sampah (memilah sampah) serta memberikan dampak yang signifikan terhadap pemanfaatan sampah organik pada kegiatan urban farming.
PKM MERTA ASIH HANDYCRAFT KABUPATEN BANGLI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan merupakan suatu benda hasil karya seni manusia yang berkaitan dengan keterampilan tangan. Selain memiliki nilai estetis bentuk benda kerajinan tersebut memiliki nilai ekonomi. Kaca yang sudah tidak terpakai biasanya hanya dibuang dan tidak berharga, tapi dengan keuletan dan keterampilan sebenarnya masih bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni. Dari limbah kaca yang nyaris gratis akan menjadi kerajinan berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika diolah. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada usaha dagang dan produksi alat-alat upacara dari kaca “Merta Asih” yang terletak di Banjar Susut Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Merta Asih merupakan mitra yang dimiliki oleh Ni Ketut Agusniasih sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan kaca. Ibu Ni Ketut Agusniasih mulai merintis karyanya pada tahun 2015. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurun diantara keluarga besarnya. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra meliputi: 1) Belum memiliki pembukuan untuk menghitung laba rugi usaha. 2) Belum memiliki pembukuan dalam menghitung harga pokok produksi. 3) Pemasaran dilakukan belum optimal sehingga masih banyak yang belum mengetahui jelas produksinya serta belum memiliki katalog produk sehingga susah didalam melakukan promosi. Metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalah tersebut meliputi: 1) Pembentukan dan perancangan system pembukuan laba rugi, 2) Pembentukan dan perancangan system pembukuan harga pokok produksi, dan 3) Pembuatan strategi promosi / pemasaran melalui online dan pembuatan katalog produk-produk yang dimiliki.
Pola Aktivitas Pengunjung Terhadap Ruang Terbuka Publik Pada Kawasan Pantai Melasti, Bali Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; I Ketut Sugihantara
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 6 No. 1 (2022): JAUR Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v6i1.8245

Abstract

Melasti Beach was used as the object of research because it has a high level of visits, recorded during January and February 2021, the number of visitors who came to Melasti Beach was 86,214 people. The density of beach visitor activities and the existence of religious ritual activities in it are considered to represent the pattern of visitor activity in public open spaces. Seeing the high number of visits, the author is interested in conducting this research to find out what activities are taking place in it and also the pattern of activities in it. This aims to obtain a pattern of circulation of activities that take place in the research location to be a reference for designers in planning public open space facilities. The theory used in this research is behavior setting, which is studying the relationship between human behavior and the environment that accommodates these activities. The method of data collection is by observing the movement patterns of visitor activities and interviews and using questionnaires distributed to people who have visited Melasti Beach. Technical analysis of the data used is descriptive analysis is done to obtain the use of space based on a person's activity pattern which is described through behavior mapping. It takes several variables to analyze this research, including actors, activities, flow, time, and form. The results of this study are the activity patterns of Melasti Beach visitors which are divided into 3 types: high-intensity activity patterns occur during the day off, moderate intensity occurs on weekdays and low intensity occurs in the afternoon to evening.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI DESA SANGEH I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 5: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ini merupakn suatu program yang harus dijalani setiap mahasiswa Universitas Warmadewa. Program KKN-PPM ini merupakan program yang bertujuan untuk membantu mengembangkan potensi masyarakat serta menggali potensi yang ada di suatu desa yang kemudian bisa menjadi objek vital yang kemudian bisa menyokong kehidupan di desa itu. Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dari 2 Februari sampai dengan 2 Maret 2023, dengan tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengoptimalkan Potensi Desa Wisata di Wilayah Desa Sangeh. Adapun program-program kerja yang akan dilaksanakan yaitu program Penanggulangan dan Pembuangan Sampah Sembarangan dan Edukasi Mengenai Mekanisme Pengolahan Sampah, Edukasi dan Promosi UMKM, Pendataan Informasi Desa SDGS (Destinasi Wisata), Sosialisasi Posyandu bagi Masyarakat, dan Sosialisasi mengenai lingkungan kepada anak anak SD di Desa Sangeh.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika
Jurnal Anala Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1301.9-15

Abstract

Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Banjar tersebut antara lain adalah Banjar Bualu, Banjar Mumbul, Banjar Pande, Banjar Balekembar, Banjar Peken, Banjar Penyarikan, Banjar Celuk, Banjar Terora. Banjar Bualu memiliki potensi wisata berbasis pariwisata, seni budaya, sampai kegiatan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Potensi di bidang pariwisata ini dikarenakan letaknya sangat dekat dengan kawasan perhotelan ITDC dan juga objek wisata pantai di sekitarnya. Pada bidang perekonomian, posisi Bale Banjar Bualu yang strategis karena berada di pinggir jalan sangat bagus untuk tempat UMKM dan bisnis. Hasil penelusuran Tim PKM terdapat beberapa permasalahan yang ada di Banjar Bualu antara lain: Pertama, umur bangunan Bale Banjar Bualu yang sudah melebihi 30 tahun sehingga terjadi kerusakan di beberapa titik sehingga dapat membahayakan civitas yang ada di dalamnya. Kedua, kebutuhan ruang terbuka saat digelarnya ritual upacara keagamaan oleh pengempon Pura Semer Kembar yang letaknya di belakang Bale Banjar Bualu. Selain itu kebutuhan ruang untuk kegiatan rapat, kesenian dan kegiatan adat. Ketiga, kebutuhan akan pemasukan tambahan untuk meringankan beban operasional Banjar Bualu. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain: 1) Pembuatan Perencanaan Desain Konseptual Gedung Banjar Bualu, berupa gambar konsep desain; 2) Pembuatan area terbuka sebagai palemahan ritual agama Pura Semer Kembar yang terletak di belakang Bale Banjar Bualu, selain itu kebutuhan ruang terbuka untuk kegiatan banjar seperti rapat, kesenian dan kegiatan adat; 3) Pembuatan fasilitas berupa ruko sebagai sumber pemasukan tambahan bagi Banjar Bualu untuk meringankan biaya operasional.
PENGEMBANGAN FASILITAS KONSERVASI BERBASIS EKOWISATA PADA KAWASAN HUTAN MANGROVE DI LINGKUNGAN BANJAR BUALU, KELURAHAN BENOA Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; Km. Deddy Endra Prasandya; Cok Istri Ratna Sari Dewi
Jurnal Anala Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.11.2.1456.58-67

Abstract

Kelompok Nelayan Wana Segara Alaslinggah (KNWSA) ini terletak di dalam lingkungan Banjar Bualu, Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan. Kegiatan yang dilakukan mitra antara lain: penangkapan ikan yang berkelanjutan, melakukan penangkapan yang ramah lingkungan, melakukan pemeliharaan tanaman mangrove, mengembangkan potensi kelautan dalam mendukung pariwisata nelayan, Selain itu anggota KNWSA juga memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib yang digunakan untuk memberikan bantuan dana bagi usaha anggota yang membutuhkan pinjaman. Sebagai mitra, KNWSA ini melalui perwakilannya memohon bantuan kepada Univesitas Warmadewa untuk merencanakan dan mengembangkan lahan mangrove yang ada menjadi kawasan ekowisata mangrove. Rencananya kawasan ekowisata mangrove ini bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove dan ekosistemnya. Selain itu kegiatan wisata ini dapat menjadi pemasukan tambahan bagi mitra dan membantu biaya operasional dalam melestarikan hutan mangrove. Berdasarkan survey awal Tim PKM ditemukan beberapa permasalahan di lapangan antara lain: 1) Belum memiliki perencanaan atau masterplan tentang fasilitas ekowisata yang akan dibangun dan desain infrastruktur yang memadai seperti bangunan kantor, information center dan penataan lanskap, 2) Belum banyak yang mengetahui tentang lokasi hutan mangrove dan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove. Faktor utamanya yang terlihat jelas adalah akses masuk yang belum memadai, tidak adanya entrance gate dan signage, serta belum adanya lahan parkir untuk kendaraan pengunjung, 3) Kurangnya keahlian anggota untuk melakukan pembukuan simpanan wajib dan simpanan pokok milik anggota mitra sehingga sering terjadi kekeliruan dalam perhitungan pembukuan.. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut yaitu: 1) Membuat gambar rencana masterplan fasilitas ekowisata mangrove, 2) Membuat desain akses masuk berupa jalan, entrance gate dan fasilitas pendukung berupa area parkir,3) Memberikan pelatihan dalam melakukan pembukuan mengenai simpanan wajib dan simpanan pokok milik anggota
PKM PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PEMASARAN ONLINE USAHA KERAJINAN KULIT DI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 10: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit adalah hasil samping dari pemotongan ternak yang merupakan lapisan terluar dari tubuh hewan yang diperoleh setelah hewan tersebut mati dan dikuliti. Kulit dari ternak besar dan kecil baik sapi, kerbau dan domba serta kambing memiliki struktur jaringan yang kuat dan berisi sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai untuk keperluan pangan dan non pangan (Sudarminto, 2000). Keberadaan industri di Bali sudah berkembang sangat pesat, berbagai macam perindustrian sudah berdiri di Bali. Salah satunya adalah industri rumah tangga kerajinan kulit. Industri kerajinan kulit adalah industri kerajinan yang melakukan proses produksi dengan menggunakan peralatan tertentu dengan mengolah bahan baku kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau suatu kegiatan mengolah kulit menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi (Sarmini, 2003). Kulit diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni. Dari bahan baku kulit akan menjadi kerajinan berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika diolah. Apalagi jenis kerajinan ini memiliki potensi ekspor yang bagus. Jika sudah memiliki pelanggan dari luar negeri, harga yang ditawarkan bisa lebih tinggi lagi. Pengrajin di Kabupaten Badung, Bali dapat menghasilkan berbagai macam kerajinan seperti tas dan dompet dari bahan baku kulit. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada usaha dagang dan produksi kerajinan kulit “BLW Collection” yang terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. BLW Collection merupakan mitra yang dimiliki oleh Ida Ayu Nym Suastini sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan kulit. Ibu Ida Ayu Nym Suastini mulai merintis karyanya pada tahun 2015. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurun diantara keluarga besarnya. Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan pemasaran melalui online, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan asset perusahaan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra meliputi: 1) Belum memiliki pembukuan untuk menghitung laba rugi usaha. 2) Belum memiliki pembukuan dalam menghitung harga pokok produksi. 3) Belum memiliki katalog produk sehingga susah didalam melakukan promosi. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalah tersebut meliputi: 1) Pembentukan dan perancangan system pembukuan laba rugi, 2) Pembentukan dan perancangan system pembukuan harga pokok produksi, dan 3) Pembuatan katalog produk-produk yang dimiliki. Luaran yang ditargetkan adalah artikel dapat diterima dan dipublikasi pada jurnal ber ISSN yaitu Jurnal Abdi Masyarakat dengan link jurnal https://bajangjournal.com/index.php/JPM . Artikel ini juga ditargetkan untuk dimuat dalam prosiding Seminar Nasional. Kemudian publikasi pada media cetak yaitu Bali Weak News dan perolehan HaKI. Selain itu akan dibuatkan video kegiatan yang dimuat pada youtube.