Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEJADIAN KOMPLIKASI DM DI RS PELAMONIA MAKASSAR Budi Setyawan Ekacipto; Sukriyadi Sukriyadi; Suhartatik Suhartatik
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 8, No 2 (2017): Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.812 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v8i2.397

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a group of metabolic diseases with characteristics of hyperglycemia that occur due to abnormalities of insulin secretion, insulin action or both. Long-term complications including cardiovascular disease (double risk), chronic kidney failure (main cause of dialysis), retinal damage that can cause blindness, and nerve damage that can cause impotence and gangrene with the risk of amputation. The purpose of this study was to find out the level of patient's knowledge of the incidence of complications in diabetes mellitus patients in Pelamonia Hospital Makassar. This study used case control design with Observational Analytic design. Population in this research is patient of Diabetes Melitus in Pelamonia Hospital of Makassar. Sampling method using quota sampling, amounted to 30 respondents with sample distribution of 15 people in the case group and 15 people in the control group. The results were obtained by using Chi-Square statistical test with Odd Ratio or Exp (B) = 6.000, with results if the level of knowledge is good it will lead to 6 times no complications of diabetes mellitus, with a p-value of 0.025 where p <α ( 0.025 <0.05) then Ha accepted. The conclusion of this study is the influence of the level of knowledge of the incidence of complications of diabetes mellitus in Pelamonia Hospital Makassar. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Complication Events ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan  retina  yang dapat menyebabkan  kebutaan, serta kerusakan  saraf  yang dapat menyebabkan  impotensi  dan gangren dengan risiko amputasi. Tujuan penelitian ini diketahuinya tingkat pengetahuan pasien terhadap kejadian komplikasi pada penderita diabetes  mellitus di RS Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan desain Analitik Observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus di RS Pelamonia Makassar. Metode pengambilan sampel menggunakan quota sampling, berjumlah 30 responden dengan distribusi sampel 15 orang pada kelompok kasus dan 15 orang pada kelompok kontrol. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan Uji statistik Chi-Square didapatkan nilai Odd Ratio atau Exp(B)=6.000, dengan hasil jika tingkat pengetahuan baik maka akan mengakibatkan 6 kali tidak terjadi komplikasi diabetes mellitus, dengan p-Value sebesar 0.025 dimana p<α (0.025 < 0.05) maka Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kejadian komplikasi diabetes melitus di RS Pelamonia Makassar. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Pengetahuan, Kejadian Komplikasi
SCAFFOLDING TALKS OF AN EFL TEACHER IN TEACHING SPEAKING AT A VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN TUBAN Suhartatik Suhartatik; Christina I.T. Panggabean2
Jurnal Teladan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Teladan Vol.2 No.1 Mei 2017
Publisher : FKIP Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.65 KB)

Abstract

The background of this research is based on the phenomenon of scaffolding talks used by English teachers in teaching speaking to facilitate learning. Through scaffolding talks the teacher facilitate the transformation of skills and knowledge of the target language in classroom interaction. The problems of this study are: (1) What kinds of scaffolding talks are produced by the teacher in teaching speaking at the Eleventh Grade of SMK Negeri 2 Tuban?, (2) What types of speech functions are performed by the teacher in her scaffolding talks at the Eleventh Grade of SMK Negeri 2 Tuban?, (3) What are the reasons of the teacher in using scaffolding talks in teaching speaking at the Eleventh Grade of SMK Negeri 2 Tuban? The purposes of this study are to identify the teacher’s scaffolding talks in teaching speaking, to describe the types of speech functions in her scaffolding talks, and to know the reasons of the teacher in using scaffolding talks in teaching speaking. The research design of this study was descriptive qualitative research. The subject of this study was one English teacher teaching at the eleventh grade of SMK Negeri 2 Tuban. The data were the teacher’s scaffolding talks in teaching speaking from the classroom interaction in the Eleventh grade of SMK Negeri 2 Tuban in the academic year 2014/2015. The sources of data are the English teacher’s utterances during teaching and learning process and the result of interview. The teacher was observed two times in two different classes and interviewed to ask the reasons of using scafolding talks. The result of the study showed that there were 282 utterances identified as teacher’s scaffolding talks in her teaching and learning process. There are 10 kinds of teacher scaffolding talks. There are modeling, directing, reviewing, explaining, inviting student participant, basic question, advanced question, clarifying student understanding, development student understanding, and reinforcing. From those finding the most dominant was inviting student participant 40 (14.18%). Moreover, the finding also showed the speech functions in her scaffolding talks are Statement, Command and Question. The most dominant is Question 152 (53.9%) and the rarely used is Command 28 (9.93%). The teacher used scaffolding talks with some reasons. The first is to improve her teaching skill, second is to help her students to understand the materials, and the last one to check her students’ understanding by offering a variety of question types that promote higher-order thinking skills throughout the lesson.
Peningkatan Literasi Profesional Dosen Melalui Bacaan Surat Kabar Harian Berbahasa Inggris Jasuli Jasuli Jasuli; Suhartatik Suhartatik
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol 28 No 1 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v28i1.1919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampak dari surat kabar harian berbahasa Inggris terdap peningkatan literasi profesional dosen. Kebiasaan melek dosen atas berbagai bacaan khususnya bacaaan berbahasa Inggris adalah alasan utama mengapa penelitian ini dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan para dosen dalam membaca media massa baik cetak maupun elektronik. Salah satunya dalah dengan berlangganan surat kabar harian The Jakarta Post yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Sebagaima penelitian ini menitikberatkan pada bagaimana sesungguhnya membaca surat kabar harian seperti The Jakarta Post dapat memberi kontribusi pada peningkatan literasi profesional, maka metode deskriptif kualitatif dipilih untuk mengetengahkan hasil penelitian yang diharapkan. Responden dari penelitian ini adalah dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Budi Utomo Malang yang teridiri atas tujuh belas dosen. Data diperoleh melalui pengamatan dan interview. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, ditemukan bahwa membaca berita harian berbahasa Inggris memberi peningkatan penting bagi literasi profesional. Responden dihadapkan pada bagaimana frasa bahasa Indonesia terungkapan dalam bahasa Inggris. Responden juga tertantang untuk menjadi pembaca yang lebih kritis, baik kritis secara tulisan maupun kritis secara isi. Sementara para responden juga dihadapkan pada kegiatan wajib Tridarma Perguruan Tinggi, surat kabar atau media massa dimanfaatkan sebagai materi suplemen dalam berbagai bidang, baik keterampilan bahasa, sastra atau ilmu kebahasaan itu sendiri. Selain itu, stamina menulis dosen menjadi terpacu yang disebabkan luas dan banyaknya isu bacaan yang diperoleh. Hal ini berdampak pada peningkatan Tridarma Perguruan Tinggi khusunya pada Tridarma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu pengabdian masyarakat, dengan cara berbagi kiat peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah.
Best Practise Penerapan Smart Card Modification pada Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak-Anak Suhartatik Suhartatik; Fusa Prima Dana
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol 29 No 1 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v29i1.3324

Abstract

Best practice in teaching English for young learners by using Smart Card Modification was adjusted to childrens’ cognitive development that focused on the sensory motor phase. This study aimed to enhance English Vocabulary for the students of elementary level under the guidance of Red and White Community Learning Center in Malang Regency. CAR had been designed for two cycles. The statistical analysis determined the mean value 70.2 for students’ outcome and completeness 70 % in Cycle 1, this meant that the success indicator had not yet reached. Later in Cycle 2, the improvement of Smart Card Modification was made to fulfill learning outcome 79.9 and completeness 80%. In conclusion, by using media Smart Card Modification increasedEnglish vocabulary for young learners of Red and White Community Learning Center in Malang Regency.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BAHAN BAKAR BRIKET DI DESA LAPA LAOK KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP Jamilah Jamilah; Mulyadi Mulyadi; Suhartatik Suhartatik; Sabarudin Ahmad; Khoirul Hidayat; Koko Joni
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.762

Abstract

In everyday life, energy is a crucial factor that supports human survival. Energy is a non-renewable resource, and energy supplies dwindle over time. Therefore, if this situation continues, humans will lose access to energy sources. Coconut shells have been chosen as an energy alternative because they have a high calorific value when compared to other biomass sources. This program involves Bumdes and PKK women in Lapa Laok village with the aim of training them in making briquettes from coconut shell waste. The results can be used as a fuel source to replace kerosene and gas, as well as creating business opportunities for unproductive residents. This training was carried out by presenting material and practice on how to process coconut shell waste into briquettes using a simple method. This activity has a double benefit, namely training people to convert coconut shell waste into briquettes which have economic value and can be used as fuel to replace kerosene and gas
Efektifitas Dukungan Sosial Dan Keluarga Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar Syaipuddin Syaipuddin; Suhartatik Suhartatik; Yasir Haskas; Sitti Nurbaya
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v3i1.1152

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah kondisi jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup individu yang menderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa efektif dukungan sosial dan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sample terdiri dari 74 pasien dengan diabetes tipe 2 yang dipilih secara acak dari beberapa puskesmas yang terletak di sekitar wilayah penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner standar yang mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, dan kualitas hidup (WHOQOL-BREF). Analisis data regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi variabel independen dan dependen. Penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial (p=0,002) dan dukungan keluarga (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien dengan DM tipe 2. Dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sosial, seperti motivasi dan bantuan praktis, berkontribusi secara signifikan terhadap kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan psikososial harus dimasukkan ke dalam layanan kesehatan, peran keluarga harus ditingkatkan dalam edukasi dan manajemen diabetes, dan program berbasis komunitas harus diperkuat untuk membantu pasien. Selain itu, kebijakan kesehatan harus mendorong keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan, sementara penelitian lebih lanjut dapat menemukan elemen khusus yang memengaruhi seberapa efektif dukungan sosial dalam jangka panjang.