Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Adsorpsi Logam Fe (III) Menggunakan Koposit Kitin Silika Sekam Padi Muftihatu Rahma; Hasri Hasri; Diana Eka Pratiwi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122439262023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum dan kapasitas adsorpsi logam Fe(III) menggunakan komposit Kitin-silika sekam padi. Metode yang digunakan meliputi pembuatan natrium silikat, pembuatan komposit kitin-silika, penentuan pH optimum dan kapasitas adsorpsi terhadap logam Fe(III). Pembuatan natrium silikat dilakukan dengan pelarutan menggunakan NaOH. Komposit kitin-silika sekam padi dibuat dengan mereaksikan larutan natrium silikat dengan kitin. Karakterisasi komposit kitin-silika meliputi analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan analisis morfologi menggunakan SEM. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi pH (2-6), variasi konsentrasi (50-150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum pada adsorpsi logam Fe(III) adalah 4 dengan daya adsorpsi sebesar 91,42%. Kapasitas adsorpsi logam Fe(III) dengan konsentrasi 50, 80, 100 dan 150 ppm berturut-turut adalah 31,49 mg/g; 69,69mg/g; 89,83 mg/g dan 138,57 mg/g. Adsorpsi logam Fe(III) lebih sesuai untuk model isotherm Langmuir dibandingkan dengan Freundlich dengan nilai R2 = 0,9414.Kata kunci : sekam padi, adsorpsi, kitin-silika, isotherm dan logam berat
Sintesis dan Karakterisasi Nanokitosan dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dengan Metode Gelasi Ionik Auliya Marwah Hijriyah; Diana Eka Pratiwi; Hasri Hasri; Haryanti Putri Rizal
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 24, No 2 (2023): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v24i2.56097

Abstract

Pemanfaatan cangkang kerang darah menjadi nanokitosan merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik nanokitosan dari cangkang kerang darah dengan metode gelasi ionik. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu preparasi sampel cangkang kerang darah, pembuatan kitosan melalui tiga tahap yaitu tahap demineralisasi, deproteinasi dan deasetilasi, sintesis nanokitosan menggunakan metode gelasi ionik. Karakterisasi kitosan melalui analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan analisis ukuran menggunakan PSA, dan analisis morfologi dengan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan cangkang kerang darah memiliki derajat deasetilasi sebesar 64%. Hasil analisis FTIR kitosan menunjukkan pada bilangan gelombang 3450,65 cm` terdapat serapan gugus -OH yang tumpang tindih dengan -NH, pada 1643,35 cm' mengindikasikan serapan gugus -C=O yang menunjukkan adanya gugus amida sekunder, pada 1479,40 cm menunjukkan adanya vibrasi regangan -CH, pada 1082,07 cm' mengindikasikan adanya ikatan C-O-C dan pada 873,75 cm' mengindikasikan adanya ikatan B-1,4-glikosidik. Nanokitosan yang diperoleh berbentuk lapisan tipis berwarna putih kekuningan. Hasil karakterisasi PSA menunjukkan bahwa nanokitosan dengan perbandingan volume Kitosan-NaTPP 5:1 berukuran 15,19 nm sedangkan perbandingan 2:1 berukuran 13,64 nm. Hasil karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa nanokitosan cangkang kerang darah memiliki bentuk bulat.Kata kunci: Nanokitosan, Cangkang Anadara granosa, Gelasi Ionik.
PKM Optimalisasi Pemasaran Digital bagi Kelompok Tani Mattongeng-Tongeng: Inovasi untuk Peningkatan Pendapatan Syafruddin Side; Hasri Hasri; Ahmad Yani; Sakina Putri Sahara; Qudratullah Qudratullah
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.4580

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan Kelompok Tani Mattongeng-Tongeng melalui optimalisasi pemasaran digital. Kelompok tani ini menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produk mereka secara efektif, termasuk keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas dan kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran digital. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok tani dalam mengimplementasikan teknik pemasaran digital seperti penggunaan media sosial, e-commerce, dan optimasi mesin pencari (SEO). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, workshop, dan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang efektif. Hasil dari kegiatan ini adalah 9 dari 10 anggota kelompok tani mengalami memahami keterampilan pemasaran digital dan 3 dari 10 anggota kelompok tani mengalami peningkatan volume penjualan, dan pada akhirnya peningkatan pendapatan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, Kelompok Tani Mattongeng-Tongeng dapat memperluas jangkauan pasar mereka dan meningkatkan daya saing produk pertanian mereka di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini juga dapat menjadi model inovasi yang dapat direplikasi oleh kelompok tani lain di daerah sekitar
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 SELAYAR Fitra Angrayuni; Muharram Muharram; Hasri Hasri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11209

Abstract

This study aims to develop an interactive Augmented Reality (AR)-based learning medium on chemical bonding material for eleventh-grade students of SMAN 8 Selayar and analyze its effect on students’ motivation and learning outcomes. The study was motivated by the low motivation and achievement in chemistry learning, especially in chemical bonding material, which is abstract and difficult to understand through conventional methods. Therefore, an interactive medium that can visualize concepts more concretely and attractively is needed. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, consisting of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The analysis stage identified students’ needs and learning problems, while the design stage included material organization, interface design, navigation, and application features. The development stage produced an AR-based learning medium equipped with 3D animations, instructional videos, interactive exercises, and evaluation tools. The product was tested on eleventh-grade students and improved based on evaluation results. Data were collected through expert validation, questionnaires, observations, learning motivation instruments, and learning outcome tests, then analyzed descriptively and quantitatively to determine the validity, practicality, and effectiveness of the developed media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) pada materi ikatan kimia untuk peserta didik kelas XI SMAN 8 Selayar serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar kimia, khususnya pada materi ikatan kimia yang bersifat abstrak sehingga sulit dipahami melalui pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, diperlukan media yang mampu memvisualisasikan konsep secara konkret, menarik, dan interaktif agar peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan permasalahan pembelajaran. Tahap desain mencakup penyusunan materi, rancangan antarmuka, navigasi, dan fitur aplikasi. Selanjutnya, tahap pengembangan menghasilkan media AR yang dilengkapi animasi tiga dimensi, video pembelajaran, latihan soal interaktif, dan evaluasi pembelajaran. Produk kemudian diuji coba pada peserta didik kelas XI dan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi. Data penelitian diperoleh melalui validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, observasi, angket motivasi belajar, serta tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif.
EDUKASI PEMANFAATAN PRODUK TULANG IKAN BANDENG MENJADI KERUPUK BERGIZI BERNILAI TAMBAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN SAPANANG, KABUPATEN PANGKEP Iwan Dini; Hasri Hasri; Andi Eka Kartika; Sri Magfirah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84813

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tulang ikan bandeng sebagai bahan baku kerupuk bergizi bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 11 Pangkep pada tanggal 25 April 2026 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas masyarakat Kelurahan Sapanang, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, petani, dan mahasiswa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan evaluatif yang meliputi penyampaian materi, pemutaran video proses pengolahan, diskusi, serta pemberian pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pretest sebesar 56,80 meningkat menjadi 89,92 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tulang ikan bandeng yang selama ini dianggap limbah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan bergizi dan bernilai ekonomis. Tingginya partisipasi peserta selama diskusi menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pemanfaatan limbah hasil perikanan serta pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal di masyarakat pesisir.
Penguatan Kesadaran Ekologis Masyarakat Pesisir melalui Aksi Penanaman Mangrove di Kawasan Lantebung, Kota Makassar Hasri Hasri; Sri Wahyuni Mu’mang; Muhammad Idris Jafar; Nur Fadillah Amir; Fidaus
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5269

Abstract

Kawasan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan ekologis, sosial, dan ekonomi masyarakat, namun rentan mengalami degradasi akibat abrasi, pencemaran, alih fungsi lahan, dan rendahnya kepedulian lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir adalah melalui konservasi mangrove berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat pesisir melalui aksi penanaman mangrove di Kawasan Lantebung, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada 13 April 2025 dengan melibatkan 20 orang peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan koordinasi, edukasi lingkungan, demonstrasi teknik penanaman, aksi penanaman mangrove, refleksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi mengenai fungsi ekologis mangrove hingga praktik penanaman di lapangan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran mangrove sebagai pelindung pantai, penahan abrasi, habitat biota pesisir, penyerap karbon, dan pendukung ekowisata. Aksi penanaman mangrove juga menjadi media pembelajaran langsung yang mendorong kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab peserta terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aksi nyata efektif dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Keberlanjutan kegiatan perlu didukung melalui pemantauan bibit, perawatan kawasan, dan kolaborasi antara masyarakat, pengelola kawasan, pemerintah, dan perguruan tinggi