Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture di Sekolah Dasar Putri Humairah; Zuardi Zuardi
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2020): (Mei-Agustus) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v8i2.6932

Abstract

The purpose of this study was to improve student learning outcomes in thematic learning integrated with the Picture And Picture model in class II elementary school. Types of this research was classroom action research with qualitative and quantitative approach. Subject of this research were teacher and students of  II grades were 26. Research conducted in two cycles. The research procedure includes planning, implementation, observation, and reflection.The results showed that : a) the Average RPP cycle I 81,77% (Good) dam cycle II 97,72% (Very Good ) b) the Average of the conduct on the aspect of teacher cycle I 87,49% (Good) and Cycle II 95,83% (Very Good ) c) the Average Execution on the aspects of the student Cycle I 79,16% (Enough) and Cycle II 95,83% (Very Good) d) the Average student learning outcomes Cycle I 77,73% (Enough) and Cycle II 88,59 (Good). Thus the model Kooperatif Tipe Picture and Picture can improve learning outcomes Thematic Integrated students of class II SDN 01 Benteng Pasar Atas kota BukittinggiKeywords: Cooperative Picture and Picture Type, Learning Outcomes, Integrated Thematic
Merubah Karakter Positif Siswa Dengan Model Quantum Teaching Ainiah Rahmah Fadli; Taufina Taufina; Zuardi Zuardi
e-Journal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 7, No 10 (2019): EJPI-JIPD
Publisher : Departemen of Elementary Teacher Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Padan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to describe the alteration of positive characteristic of the students with learning implementation  by using  Quantum Teaching model. The type of this study is qualitative approach. Teacher and students in sixth grades is determined the subject in this research which account at 15 subjects. The result of the research depict that there are alteration from students with negative characteristic to positive characteristic. The positive characteristic that have been obtained was self honesty and self confient. After utilizing Quantum Teaching model by the teachers, the students who used to had negative characteristic alter to the students with possitive characteristic which is portrayed confident self and honesty toward themselves. Keywords:, Positive Characteristic, Quantum Teaching Model.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Two Stay Two Stray (TSTS) di Kelas V SD Nurul Maulidya Putri Arini; Zuardi Zuardi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.13377

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar peserta didik yang masih rendah yakni dengan rata-rata 73. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik terpadu menggunakan model cooperative learning tipe two stay two stray. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 16 Tarok Dipo Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I dilaksanakan 2 pertemuan, dan siklus II dilaksanakan 1 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, pada siklus I dimulai dengan hasil analisis penyusunan: a) RPP menunjukkan rata-rata 83,33% (B) dan siklus II menjadi 94,44% (SB), b) Pelaksanaan aspek guru siklus I rata-rata 85,94% (B) dan siklus II 96,87% (SB), sedangkan pelaksanaan aspek peserta didik siklus I rata-rata 84,38% (B), dan siklus II menjadi 93,75% (SB), c) Penilaian terhadap peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 76,6 dan siklus II rata-rata 85,65. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Dengan Menggunakan Model Everyone Is Teacher Here di Kelas V SD Lidra Permata Sari; Zuardi Zuardi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.13378

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar peserta didik yang masih rendah dengan rata-rata 73,6. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model Everyone Is Teacher Here di kelas V SD Negeri 03 Pakan Labuah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri dari 2x pertemuan, sedangkan siklus II terdiri dari 1 x pertemuan. Di setiap siklus tersebut meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada: a) RPP Siklus I memperoleh presentase 84,72% (B) dan siklus II memperoleh presentase 97,22% (SB), b) Aktivitas Guru, pada siklus I memperoleh presentase 87,50% (B) dan siklus II memperoleh presentase 96,42% (SB), Sedangkan aktivitas peserta didik pada siklus I memperoleh presentase 83,92% (B) dan siklus II memperoleh presentase 96,42% (SB), c) penilaian terhadap hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh dengan rata-rata 78,75 dan siklus II dengan rata-rata 89,66. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model Everyone is teacher here dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Metode Kumon dikelas V SD Diva Azani; Zuardi Zuardi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.13643

Abstract

Penelitian dilatar belakangi dari hasil belajar peserta didik yang masih rendah dilihat dari hasil Ujian Tengah Semester I kelas V SDN 24 Guguak Tinggi Kab. Agam diketahui bahwa bahwa persentase ketuntasan dari nilai pengetahuan masih rendah hal ini terlihat dari mata pelajaran Bahasa Indonesia 45%, PPKn 30%, dan IPS 60%. KBM adalah (Ketuntasan Belajar Minimum) yang telah ditetapkan guru yaitu 77. Jadi dapat dilihat masih banyaknya peserta didik yang belum memenuhi KBM. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menggunakan metode Kumon dikelas V SDN 24 Guguak Tinggi kecamatan IV Koto. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dua siklus, yaitu siklus I dilaksanakan 2 pertemuan dan siklus II dilaksanakan 1 Pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada: a)RPP siklus I dengan rata-rata 81,5% (B), siklus II 94% (SB), b).Pelaksanaan pada aspek pendidik siklus I dengan rata-rata 83,5% (B) siklus II 92% (SB), sedangkan pelaksanaan pada aspek peserta didik siklus I dengan rata-rata 80% (B), siklus II 92% (SB), c) Penilaian terhadap peserta didik dalam peningkatan hasil belajar pada siklus I diperoleh rata-rata dengan 76,76 dan siklus II rata-rata 85,9. Dapat disimpulkan bahwa menggunakan model ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
ANALISIS WACANA KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PADA BERITA ONLINE DALAM PERSPEKTIF ANALISIS SARA MILLS yosi zamzuardi; Syahrul Syahrul
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9750

Abstract

Abstract : This study discusses the discourse of sexual violence that occurs among women in online media coverage. Good media can display balanced information. Various reports related to sexual harassment often experienced by women can be represented in a discourse differently. At present the exploitation of women is carried out through more intellectual and neatly packaged methods, one of which is through discourse revealed in the mass media. Women in the media are positioned visually prominent , but also marginalized in meaning. If this continues, it will reinforce the existence of gender differences between women and men which has implications for the potential for increasing gender oppression with women as victims. The problem discussed in this study is a critical discourse analysis using the theory of Sara Mils. The discussion of Sara Mills around discourse theory makes the discourse of feminism a vortex of study. In addition, it also addresses women's issues such as how women are displayed in text, images, photos and in the news. The focus of this study is to examine 1) how the text experiences bias in representing women in the text, 2) how the marginalization of women is formed in weakening women's position.Abstrak: Penelitian ini membahas tentang wacana kekerasan seksual yang terjadi di kalangan perempuan dalam pemberitaan media online. Media yang baik dapat menampilkan informasi yang berimbang. Berbagai pemberitaan terkait pelecehan seksual sering dialami perempuan dapat direpresentasikan  ke dalam sebuah wacana secara berbeda-beda. Saat ini eksploitasi terhadap perempuan dilakukan melalui cara-cara yang lebih intelektual dan dikemas secara apik, salah satunya melalui wacana yang diungkap dalam media massa. Perempuan dalam media diposisikan yang menonjol secara visual, tetapi juga terpinggirkan dalam makna. Hal tersebut jika terus dibiarkan, akan mempertegas adanya perbedaan gender antara perempuan dengan laki-laki yang berimplikasi pada potensi meningkatnya penindasan gender dengan perempuan sebagai korbannya. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah  analisis wacana kritis menggunakan teori Sara Mills. Pembahasan Sara Mills seputar teori wacana menjadikan wacana feminisme sebagai pusaran kajiannya. Selain itu juga membahas isu-isu perempuan seperti bagaimana perempuan ditampilkan dalam teks, gambar, foto serta dalam berita. Fokus penelitian ini  yaitu mengkaji 1) bagaimana teks mengalami bias dalam merepresantasikan perempuan dalam teks, 2) bagaimana marginalisasi perempuan terbentuk dalam pelemahan posisi perempuan.
Pelatihan Media Komik Digital: Tingkatkan Kompetensi Guru Realisasikan Profil Pelajar Pancasila Reinita Reinita; Atri Waldi; Zuardi Zuardi; Farida S; Rifda Eliyasni; Aisyah Anggraeni; Muhammad Ilham Syarif
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.721

Abstract

Guru SD sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut kreativitasnya untuk menggali potensi sumber belajar dan media pembelajaran yang ada di lingkungannya agar dapat membelajarkan peserta didik secara berkualitas. Kenyataannya menunjukkan bahwa para guru SD di kecamatan Guguak 50 Kota pada umumnya mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di SD masing-masing. Keadaan ini disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang dapat menunjang keaktifan peserta didik dalam belajar juga karena para guru belum memiliki wawasan dan keterampilan yang memadai untuk membuat media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Oleh karena itu tim pengabdian UNP memberi Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Media Komik Digital Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Merealisasikan Penerapan Profil Pelajar Pancasila Pada Peserta Didik Di SD Kecamatan Guguak 50 Kota dengan tujuan kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Guguak 50 Kota. Metode yang digunakan dalam pelatihan pembuatan media komik digital ini yaitu metode ceramah, tanya jawab, penugasan dan diskusi. Program ini difokuskan pada penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan Era Revolusi industri 4.0 yaitu media yang sesuai dengan perkembangan zaman dan keterlibatan teknologi.