Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN ASAS KETERBUKAAN DAN ASAS PELAYANAN YANG BAIK DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH DI DESA SONGING KECAMATAN SINJAI SELATAN Dewi Ratnasari; Muhammad Akbal; Andika Wahyudi Gani
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 3 September 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN ASAS KETERBUKAAN DAN ASAS PELAYANAN YANG BAIK DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH DI DESA SONGING KECAMATAN SINJAI SELATANDewi Ratnasari1, Muhammad Akbal2, Andika Wahyudi Gani3Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar Abstract: This study aims: 1) To determine the application of the principle of openness of village government apparatus in realizing clean government in Songing Village. (2) To find out the application of the principle of good service to village government officials in realizing clean government in Songing Village. (3) Knowing the supporting and inhibiting factors in the application of the principle of openness and the principle of good service in Songing Village. (4) To find out efforts to overcome the inhibiting factors of the principle of openness and the principle of good service. This type of research was conducted to obtain and collect qualitative research data and information with a normative juridical approach and a sociological approach. Data collection techniques used are: observation, interviews, and documentation. The data obtained from the results of this study were then processed using qualitative descriptive data analysis. The results of this study indicate that: 1) The application of the principle of openness in Songing Village has not gone well. (2) The application of the principle of good service in Songing Village has not been carried out optimally because during the time the service has not been carried out with the existing provisions. (3) The supporting factor in the application of the principle of openness and the principle of good service in Songing Village is the availability of facilities and infrastructure that support the service process so that it can run effectively. The inhibiting factor in the application of the principle of openness and the principle of good service is the lack of socialization of the apparatus regarding the prerequisites for fulfilling files for making administration. (4) The efforts made by the village apparatus in dealing with the inhibiting factors of the service process in the village are by providing information to complete the files. which is a requirement in administrative management. Keywords: Application, Principle of Openness and Principle of Good Service Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui penerapan asas keterbukaan aparatur pemerintah desa dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di Desa Songing. (2) Untuk mengetahui penerapan asas pelayanan yang baik aparat pemerintah desa dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di Desa Songing. (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan asas keterbukaan dan asas pelayanan yang baik  di Desa Songing. (4) Untuk mengetahui upaya dalam mengatasi faktor penghambat  asas keterbukaan dan asas pelayanan yang baik. Jenis penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data dan informasi penelitian kualitatif dengan pendekatan Yuridis Normatif dan Pendekatan Sosiologis. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di peroleh dari hasil penelitian ini kemudian diolah dengan menggunakan anaslisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan Asas Keterbukaan di Desa Songing belum berjalan dengan baik. (2) Penerapan asas pelayanan yang baik di Desa Songing belum terlaksana dengan maksimal karena dalam waktu pelayanan belum terlaksana dengan ketentuan yang ada. (3) Faktor pendukung dalam penerapan asas keterbukan dan asas pelayanan yang baik di Desa Songing adalah dengan tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang proses pelayanan sehingga dapat berjalan dengan efektif. Adapun faktor penghambat dalam penerapan asas keterbukaan dan asas pelayanan yang baik adalah kurangnya sosialisasi aparat mengenai prasyarat pemenuhan berkas untuk pembuatan admnistrasi.(4) Upaya yang dilakukan oleh aparat Desa dalam menangani faktor penghambat proses pelayanan di Desa yaitu dengan memberikan informasi untuk melengkapi berkas-berkas yang menjadi syarat dalam pengurusan admnistrasi. Kata Kunci : Penerapan, Asas Keterbukaan Dan Asas Pelayanan Yang Baik
Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Muhammad Zul Ahmadi; Hasnawi Haris; Muhammad Akbal
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v3i2.14971

Abstract

Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Di SMPN 3 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui: (i)implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bontomarannu Kabupaten Gowa;(ii) faktor pendukung dalam  implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bontomarannu Kabupaten Gowa;dan (iii) faktor penghambat dalam implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bontomarannu Kabupaten Gowa.Penelitian menggunakanjenis penelitiankualitatif dengan pendekatan deskriptif.Berdasarkansumbernya,jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui metode wawancara terhadap guru dan siswa serta dokumentasi dan observasi. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, undang-undang maupun sumber lain yang berkaitan. Pengolahan dan penyajian data dilakukan secara deskriptif.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (i)Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di SMPN 3 Bontomarannu sudah berjalan namun pelaksanaannya belum maksimal. (ii) Faktor pendukung dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bontomarannu adalah adanya kompetensi guru, kerjasama yang baik dari wali peserta didik, kurikulum sekolah yang sudah baik, serta pengawasan intens dari kepala sekolah. (iii) Faktor penghambat dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bontomarannu adalah sarana dan prasarana, kualifikasi akademik guru yang tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, adanya karakter yang berbeda-beda pada peserta didik serta kedisiplinan peserta didik yang masih rendah.
Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sulawesi Selatan Fediyatun Muntazarah; Heri Tahir; Muhammad Akbal
Phinisi Integration Review Vol 3, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.407 KB) | DOI: 10.26858/pir.v3i1.13167

Abstract

This study aims to describe (1) hospital waste management by the Regional Environmental Service in a socio juridical study reviewed through several legislation regarding environmental management, especially hospital waste; (2) barriers faced by the South Sulawesi Regional Environmental Service; (3) efforts conducted in handling obstacles; (4) legal arrangements regarding hospital waste management by the South Sulawesi Regional Environment Agency. This type of research is qualitative research with a phenomenological approach, where the type of research is carried out by observing the subjects and objects to be studied based on the facts that exist. The facts found are described in depth. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation, and analyzed by triangulation techniques. The results of this study indicate that: (1) Hospital waste management by the South Sulawesi Regional Environmental Service has not proceeded as expected due to the lack of facilities in the management of medical waste, and the lack of guidance and supervision of hospitals that still deviate from established rules marked by the absence of hospitals that have passed the company performance rating assessment program in environmental management. (2) Obstacles faced in hospital waste management are the lack of facilities especially incinerators and supervision as well as guidance for hospitals related to hospital waste management. (3) Efforts made by adding facilities related to hospital waste management and providing guidance to hospitals in South Sulawesi (4) Legal arrangements referred to by the South Sulawesi Regional Environment Agency refer to the three main legislation used as guidelines and the legal basis in the implementation of waste management, namely the legislation governing environmental protection and management as well as the legislation governing the management of B3 waste.
Pemahaman Guru Tentang Peraturan Perundang-Undangan Profesi Pendidik Muhammad Akbal; Firman Umar
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.556 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru tentang peraturan perundang-undangan profesi pendidik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dengan populasi 38 orang guru yang mengajar di SMK 1 YPGRI. Sampel penelitian sebanyak 20 orang yang ditetapkan secara random sampling. Serta metode pengumpulan data digunakan yaitu dengan mengunakan angket. Teknik analisis data yaitu dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru tentang dasar konstitusional di bidang pendidikan berada pada kategori tinggi, yaitu 90%. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah memahami dengan baik tentang pendidikan sebagaimana diatur dalam konstitusi. Sedangkan pemahaman guru pada tataran operasional/petunjuk teknis pelaksanaan tugas-tugas guru menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru berada pada kategori sedang/cukup memadai, yaitu berada pada rentan 57% sampai 75 %. Kata kunci: Pemahaman Hukum Bidang Profesi Pendidik