Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Specta Journal of Technology

Pengaruh Rasio Penggunaan Pasir Baru dengan Pasir Bekas Terhadap Kadar Abu / Lost On Ignation (LOI) dan Kekuatan Tarik Pasir pada Cetakan Pasir Kering Fiyana, Rima Himmaniyatul; Lubis, Muthia Putri Darsini; Dewanto, Hizkia Alpha
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 1 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.757 KB) | DOI: 10.35718/specta.v7i1.241

Abstract

Sampai saat ini teknik pengecoran logam masih sering dipakai oleh industri kecil maupun besar dalam pembuatan berbagai macam produk. Salah satu metode pengecoran yaitu cetakan pasir, dimana cetakan berupa pasir diberikan pengikat. Pasir silika memiliki mineral kuarsa dengan kadar SiO2 lebih dari 95% yang memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi. Tingginya biaya pembelian pasir baru dan banyaknya limbah pasir bekas pengecoran yang tidak dipakai mengharuskan adanya biaya pembuangan pasir bekas. Salah satu pengoptimalan biaya produksi dengan menggunakan kembali pasir bekas yang telah dicampurkan dengan pasir baru. Berdasarkan American Foundry Society (AFS), cetakan pasir harus memenuhi persyaratan sebelum dilakukan pengecoran dengan melakukan beberapa pengujian pada cetakan kering yaitu uji kadar abu / lost on ignation (LOI) dan uji kekuatan tarik pasir. Hasil penelitian pengujian kadar abu (LOI) terjadi kenaikan seiring dengan banyaknya penggunaan pasir bekas pada cetakan yaitu sebesar 0.18%, 0.79%, 1.99%, dan 2.16%. Peningkatan ini juga terjadi pada pengujian kekuatan tarik pasir yaitu sebesar 39.3 N/Cm2, 59.58 N/Cm2, 60.42 N/Cm2, dan 62.21 N/Cm2. Hal ini disebabkan karena penggunaan pasir bekas dari proses pengecoran yang telah tercampur oleh pengotor dari proses pengecoran sebelumnya. Kenaikan nilai kekuatan tarik pasir dipengaruhi oleh penggunaan distribusi ukuran butir pasir yang dikarenakan ukuran butir pasir berhubungan dengan kepadatan pasir pada cetakan pasir. Dengan melakukan pemanfaatan limbah pasir bekas dapat mengurangi biaya pengeluaran pembelian pasir yaitu sebesar 23.3% pada rasio penggunaan pasir baru dengan pasir bekas 30:70. Hal ini dapat mengurangi limbah pasir bekas (menurunkan jumlah pasir dibuang) dan juga menurunkan biaya pengeluaran pasir dalam industri pengecoran logam.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Kombinasi SMAW dan FCAW Double V Groove terhadap Kekuatan Tarik, Impact dan Struktur Mikro Daerah Weld Metal Baja ASTM A36 Akbar, Rizky; Awali, Jatmoko; Stasiyanur, Flora; Lubis, Muthia Putri Darsini
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 1 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.51 KB) | DOI: 10.35718/specta.v7i1.704

Abstract

This research uses shielded metal arc welding (SMAW) welding method combined with flux core art welding (FCAW) welding method using ASTM A36 10 mm steel material and using double V seam. Then the electrode used in this study is for SMAW E7018 welding. , while for FCAW E71T1 welding. The current variations used are SMAW 60A, 75A, 90A and FCAW 190A, 205A, 220A. The purpose of this research is to determine the optimal current that produces the highest tensile and impact strength and differences in microstructure in the weld metal area. From the results of this study, the highest tensile and impact strengths were at 90A SMAW and 220A FCAW with a tensile strength of 526.96 N/mm and an impact strength of 1.2044 J/mm2. Then the microstructure formed is Grain Boundry Ferrite (GBF), Pearlite (P), Arcicular Ferrite (AF), Ferrite (F). Where the percentage of SMAW weld metal is 72.1% Ferrite and 27.9% Pearlite, while in FCAW weld metal it is 75.63% Ferrite and 24.37% Pearlite.