Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pendekatan Simulatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Outbound Logistics Isrofi, Nisa; Rachmaniar, Desita Nur; Hajar, Granita
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i2.5163

Abstract

The increasingly dynamic and unpredictable global economic developments have driven the importance of effective outbound logistics management, particularly in ensuring products reach consumers efficiently. Logistics is the process of planning, implementing, and controlling the flow of goods and services, encompassing several activities such as distribution, inventory management, and transportation, all of which are part of outbound logistics. The complexity and interconnectedness of logistics elements necessitate appropriate strategies for decision-making, such as determining the appropriate mode of transportation, determining optimal inventory levels, and selecting efficient distribution routes. The primary focus of outbound logistics is efforts to minimize total logistics costs, where logistics costs are crucial in determining company performance. This study emphasizes the importance of logistics analysis as a basis for improving distribution efficiency, supporting accurate decision-making in the context of outbound logistics, and supporting the company's continued competitiveness in the face of global market uncertainty. This study shows that by simulating the dynamics of outbound logistics in a structured manner, supply chain actors can better understand the impact of imbalances between warehouse capacity, transportation mode options, and responses to fluctuating market demand. Key findings indicate that appropriate decision-making in terms of inventory management and distribution route selection can significantly reduce total logistics costs and improve service efficiency. Perkembangan ekonomi global yang semakin dinamis dan tidak terduga mendorong pentingnya pengelolaan outbound logistics yang efektif, terutama dalam memastikan produk dapat sampai ke konsumen dengan efisien. Logistik merupakan proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian aliran barang maupun jasa, yang didalamnya terdiri dari beberapa aktivitas seperti distribusi, pengelolaan persediaan dan transportasi yang termasuk dalam bagian outbound logistics. Kompleksitas dan keterkaitan antar elemen logistik membutuhkan adanya strategi yang tepat dalam pengambilan keputusan seperti menentukan moda transportasi yang sesuai, menentukan jumlah persediaan optimal dan rute distribusi yang efisien. Fokus utama outbound logistics adalah upaya untuk meminimalkan total biaya logistic dimana biaya logistic merupakan hal yang krusial dalam menentukan kinerja perusahaan. Penelitian ini menekankan pada pentingnya pemahaman logistic sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi distribusi, mendukung ketepatan pengambilan keputusan dalam konteks outbound logistics dan mendukung keberlangsungan daya saing perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian pasar global. Studi ini menunjukkan bahwa dengan menyimulasikan dinamika outbound logistics secara terstruktur, pelaku rantai pasok dapat lebih memahami dampak dari ketidakseimbangan antara kapasitas gudang, pilihan moda transportasi, serta respons terhadap permintaan pasar yang fluktuatif. Temuan utama menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang tepat dalam hal pengelolaan persediaan dan pemilihan rute distribusi dapat secara signifikan menurunkan total biaya logistik dan meningkatkan efisiensi layanan.
Simulasi Pengiriman Air Mineral Galon dengan Multi Depot Menggunakan Hill Climbing dan Algoritma A* Fauzi, Muhammad Dzulfikar; Hajar, Granita; Nur Rachmaniar, Desita; Hamim Zajuli al Faroby, Mohammad
Jurnal Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence) Vol 5 No 2 (2025): Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaai.v5i2.1170

Abstract

Air mineral sangat penting bagi kesehatan manusia karena berperan dalam hidrasi tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung fungsi organ serta sistem tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, distribusi dari depo air ke pelanggan harus mempertimbangkan rute tercepat agar biaya pengiriman efisien. Mencari rute terpendek dengan alokasi depo terbaik dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan kapasitas masing-masing depo dan kendaraan merupakan tujuan dari penelitian ini. Algoritma Hill Climbing merupakan metode yang efektif untuk menentukan rute terdekat antar titik pengiriman. Selain itu, algoritma A* dapat digunakan untuk mencari rute optimal dengan menggunakan informasi tambahan (heuristik) yang mengarahkan pencarian ke jalur yang paling efisien. Berdasarkan hasil penelitian, 450,41 merupakan rute terjauh dengan menggunakan moda transportasi penjemputan dengan satu depo. Sedangkan untuk moda transportasi penjemputan dengan dua depo, jalur terpendek adalah 257,62; sedangkan untuk menggunakan sepeda motor atau kereta api, jalur terpendek adalah 271,75.
Usulan Perancangan Tata Letak Gudang Bank Sampah Induk Surabaya Menggunakan Metode Dedicated Storage Pasha Maulidina , Bunga; Sayid Albana, Abduh; Hajar, Granita
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) merupakan lembaga yang berperan dalam pengelolaan sampah anorganik melalui proses pengumpulan, pemilahan, dan penyaluran ke mitra daur ulang. Namun, dalam pelaksanaan operasionalnya, gudang BSIS mengalami permasalahan seperti penataan barang yang tidak teratur, alur pemindahan barang yang tidak efisien, serta rendahnya pemanfaatan ruang penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak gudang menggunakan pendekatan dedicated storage guna meningkatkan efisiensi dan keteraturan penyimpanan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi jenis barang, perhitungan kebutuhan ruang (space requirement), frekuensi aktivitas (throughput), serta nilai prioritas penempatan barang (assignment). Tata letak usulan disusun dengan mempertimbangkan nilai assignment tertinggi untuk penempatan di area strategis. Dilakukan pengusulan penggunaan rak untuk pemaksimalan penggunaan ruang dan penggunaan media pallet sebagai standar penyimpanan. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan total jarak tempuh pemindahan barang sebesar 3.857 meter, atau setara efisiensi sebesar 11,5%. Adanya peningkatan utilitas penggunaan rung terutama ruang vertikal yang sebelumnya 14,5% menjadi 26,98%. Dengan demikian, penerapan metode dedicated storage terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi ruang, keteraturan sistem penyimpanan, dan kelancaran alur pemindahan barang di gudang BSIS. Kata kunci— tata letak gudang, bank sampah, dedicated storage, efisiensi, jarak
Penentuan Pembukaan Gerai dengan Menggunakan Analytic Hierarchy Process Empat Layer Muhammad Dzulfikar Fauzi; Granita Hajar; Abdul Kholik
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 3 No. 4 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v3i4.4289

Abstract

In the neighborhood, there is a slew of flavored drink shops. Bubble drinks, sometimes known as "boba drinks," are currently popular across various demographics, particularly among teenagers and young people. The sweet taste of the drink and the range of options drive demand for this boba drink, which is growing increasingly popular. In addition to its presentation, this beverage producer offers customization options for beverage taste, sugar level, drink glass size, and even ice cube quantity to satisfy consumer preferences. Several criteria, such as pricing, purchasing power, and location, must be considered while deciding on store opening These elements can still be subdivided. Therefore the AHP (Analytical Hierarchy Process) method is appropriate for determining store openings. The findings of this study demonstrate that, among numerous alternative locations, location G has the highest value, with a weight of 0.2236.
Pelatihan Rebranding Produk UMKM Steamboat Untuk Meningkatkan Daya Tarik Produk Desita Rachmaniar; Granita Hajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3814

Abstract

Perkembangan UMKM saat ini cukup menjanjikan, akan tetapi dalam praktiknya juga memiliki beberapa tantangan, diantaranya daya tarik produk serta penjualan. UMKM Steamboat memiliki kendala pada bagian pengemasan produk yang tergolong masih sederhana sehingga pemasaran produknya menjadi kurang maksimal dan tidak menarik. Pemanfaatan media social sebagai sarana pemasaran yang mereka gunakan juga dinilai kurang efektif dan informatif. Sehingga tujuan dari dari kegiatan ini yaitu ingin meningkatkan kemampuan rebranding dan pemanfaatan media social dalam penjualan produk. Metode pelatihan dan pendampingan digunakan dalam kegiatan kali ini. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan pemahaman penggunaan aplikasi Canva terkait desain rebranding dan media social untuk meningkatkan daya tarik dan pemasaran produk. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif serta diharapkan dapat mengenalkan pentingnya konsep rebranding dan pemasaran melaui media social dalam dunia usaha
PENGUKURAN KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP E-LEARNING INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM SURABAYA BERDASAR KRITERIA nicko nur rakhmaddian; nisa asrofi; granita hajar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan surat edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19, Kemenristekdikti menginstruksikan kebijakan belajar dirumah. Ini membuat banyak lembaga pendidikan yang mengunakan E-learning untuk mempermudah proses belajar termasuk Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS). Usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface dapat digunakan. Ini membuat  perlu adanya analisa terkait kepuasan mahasiswa dalam menggunakan E-learning berdasarkan kriteria usability yakni usefulness, ease of use, ease of learning, dan satisfaction. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi variabel mana yang perlu mendapat perhatian agar meningkatkan kepuasan mahasiswa di dalam menggunakan E-learning. Manfaat penelitian yang diharapkan dapat membantu mendevelop E-learning. Sampel penelitian adalah 148 mahasiswa dari ITTS. Sebelum menganalisis variable dilakukan uji kelayakan kuesioner dan uji asumsi klasik yang hasilnya kuesioner serta data yang didapat lulus semua uji tersebut. Analisi variabel dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji t. Perolehan uji F dengan nilai tabel sebesar 0.117 dan F Hitung 87.585 menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yaitu usefulness, ease of use, dan ease of learning terhadap variabel terikat satisfaction. Sedangkan hasil uji parsial t, pengaruh terhadap kepuasan dalam penggunaan media e-learning yaitu usefulness dan ease of learning. Ease of use tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan dikarenakan memiliki nilai t hitung sebesar 1.813 dan t-tabel sebesar 1.976 maka menunjukkan t-tabel lebih besar dan juga nilai signifikasi lebih besar daripada 0.005. Dari uji determinasi menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh usefulness, ease of use, ease of terhadap Satisfaction penggunaan e-learning sebesar 64,6%. Dari analisi linier berganda diketahui bahwa varibael bebeas yang dapat miningkatkan satisfaction mahasiswa dalam menggunakan media e-larning adalah varibael usefulness disusul varibel ease of learning dan varibel ease of use memiliki peningkatan sangat kecil terhadap variable satisfaction. Kata kunci: e-learning, usability, satisfaction, usefulness, ease of use, ease of learning.
Pengenalan Teknologi Pengolahan Limbah Plastik sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Gading Watu, Gresik Granita Hajar; Desita Nur Rachmaniar; Aufar Fikri Dimyati; Ahmad Maulana Muchtar; Rara Ayu Nathania Swasti; Ronalda Giovani Nipun Sitorus; Ratu Fajar Diva Malika Bahagia; Adi Candra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1579

Abstract

The problem of household plastic waste remains an environmental challenge in various regions, including Gading Watu Village, Menganti District, Gresik Regency. This community service program aims to introduce a simple technology for processing plastic bottle waste through a heating process to form liquid plastic that can be formed as the initial stage of plastic waste recycling. The implementation method includes a community needs survey, design and testing of plastic processing equipment, training on melting and forming plastic, and socialization of the environmental impacts of plastic waste. The results of the activity show an increase in community understanding and basic skills in plastic waste management, although the technology and processed products still require further development. This program is expected to be the first step in building community awareness and independence in sustainable plastic waste management.
Gamified simulation to improve student comprehension and motivation in transportation systems Abduh Sayid Albana; Desita Nur Rachmaniar; Granita Hajar
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2026): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v13i2.90346

Abstract

This study investigates the effectiveness of a gamified transportation simulation game in improving student comprehension and motivation within a Logistics Engineering course. Employing a pre-experimental pre-test/post-test design, the study involved a sample of 24 undergraduate students. The study collected data using performance penalty scores to measure comprehension and adapted questionnaires to assess motivation. To address methodological rigors, the instrument's reliability was validated (Cronbach's Alpha = 0.881), and the data were analyzed using the robust non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicate that the gamified intervention significantly enhanced both students' problem-solving accuracy and their intrinsic motivation to learn complex logistics concepts (p < 0.001). The study's primary contribution lies in its methodological novelty: a dynamic penalty scoring system based on the deviation between students' manual calculations and optimal algorithmic solutions, integrated within a scaffolded learning environment. Theoretically, this research reinforces constructivist learning by bridging abstract mathematical formulations with interactive gamification. Practically, it provides an easily deployable educational tool for engineering curricula. However, the study's limitations include a small sample size, the absence of a control group, and potential testing effects. Future implementations should address these gaps further to validate the tool's scalability and long-term impact.