Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Challenges and Benefits of ICT in Teaching and Learning English Hamliyah, Hamliyah; Untari, Dewi; Lutfiah, Lutfiah; Yuliana, Siti; Agustini, Setyorini Dwi
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v11i2.12927

Abstract

In Digital Era, E-learning involves the use of the internet and mobile learning, including all types of gadgets. English teachers are required to apply creative and innovative teaching models in designing ICT-based learning that is appropriate to the needs of students. This study is to identify the types of ICT tools and describes the challenges and benefits of ICT in English Language Teaching and Learning at SMKN 8 Jember. It employs a descriptive qualitative method with interviews and documentation of lesson plans for data collection. The participants include 100 students from X, XI, and XII grades, and the English teachers. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and drawing conclusions. The findings indicate the types of ICT media used by teachers in the teaching and learning and the implementation of ICT as a media and learning resource with the students’ responses about 57% strongly agree and 43% agree. It means that teachers already applied the ICT in classroom quite good because they have effectively utilized ICT in English language teaching easier for students to grasp the learning materials, learning motivation, and learning outcomes. Besides the benefits, it is hope to effectively address the challenges of ICT use in learning English, teachers can receive targeted training and support in several areas. These programs aim to build their confidence, technical skills, and pedagogical strategies for integrating ICT into their teaching practice.
Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja tentang Bahaya NAPZA melalui Pendekatan Edukasi Partisipatif di SMPN 3 Lappariaja Adziim, A. Muh. Faudzul; Mallongi, Anwar; Amqam, Hasnawati; Sessu, We Ya’dilu Tenri; Ramadani, Asty Suci; Rahman, Muhammad Abeliandri; Rabbaniyah, Rabbaniyah; Adityawarman, Raihan Muammar Iffat; Tjowari, Elizabeth Lydia; Lutfiah, Lutfiah; Firmansyah, Andi Yudia Sari; Ilmansyah, Salsabila Tamara Putri; Irmawati, St.
RUANG KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Politik bekerjasama Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rkjpm.v3i2.62414

Abstract

Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) masih menjadi permasalahan serius yang mengancam kesehatan dan masa depan remaja di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Rendahnya literasi kesehatan di kalangan remaja menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran akan bahaya penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui pendekatan edukasi partisipatif di SMPN 3 Lappariaja, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Desain kegiatan menggunakan pre-experimental one-group pre-test–post-test design dengan total peserta sebanyak 52 siswa kelas VII. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media PowerPoint, ceramah interaktif, dan sesi diskusi, disertai pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta dari 37,16 pada pre-test menjadi 70,02 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 88,4% dari skor awal. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya NAPZA dan memperkuat kesadaran preventif terhadap perilaku berisiko. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang strategis untuk intervensi kesehatan berbasis edukasi, khususnya di wilayah pedesaan. Ke depan, pendekatan serupa perlu diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program promosi kesehatan sekolah guna memperkuat ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif NAPZA.