Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Short Communication: Aplocheilus panchax Hamilton, 1822 Found at Acidic Waters of Abandoned Ex-tin Mining Ponds as Insectivorous Fish and Its Role for Water Quality Improvement Diah Mustikasari; Andri Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.523-527

Abstract

Kepala timah fish or blue panchax is one of the species found at acidic waters of abandoned ex-tin mining pond. Kepala timah fish belongs to the extremophile fishes which can survive in extreme aquatic environments caused by pressure from environmental factors. This study aimed to confirm the kepala timah fish as a species of Aplocheilus panchax and to analyze its natural food habits. Molecular analysis through DNA barcoding was carried out by analyzing the COI gene and confirming the sequence of kepala timah fish in the gene bank on the NCBI website and constructing a phylogenetic tree for kepala timah fish to other A. panchax populations. Analysis of food habits was carried out by identifying the contents of the digestive tract of kepala timah fish which were observed microscopically. The results showed that kepala timah fish found at acidic waters of abandoned ex-tin mining pond was confirmed as Aplocheilus panchax Hamilton, 1822. Some morphological characters confirmed the similarity between kepala timah fish and A. panchax such as a silvery white spot on its head, terminal type of the mouth position, body shape was sagittiform, small dorsal fin on posterior body, and the shape of the caudal fin was rounded or rhomboid. Analysis of the contents of digestive tract showed the food habits of A. panchax found at acidic waters of ex-tin mining pond was insects. The food habits explained that A. panchax was classified as larvivorous or insectivorous fishes. The presence of A. panchax and its metabolic activity at abandoned ex-tin mining ponds can contributed to increasing organic matter in the waters so that it can be beneficial for improving water quality.
PENGUATAN MOTIVASI WARM-GLOW BAGI MAHASISWA SEBAGAI MASYARAKAT AKADEMIK DALAM MEMBANGUN INKUBATOR BISNIS LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.) Jhodi Setiadi; Syafiq Muhammad Syakir; Suhanda Sultan Negara; Muhammad Galuh Hidayatullah; Septyahadi Saputra; Destra Ramadhanu; Noviar Kandiaz; Ananda Dewi Monica; Andri Kurniawan; Diah Mustikasari; Muntoro Muntoro
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i8.793

Abstract

Entrepreneurship dapat dijadikan suatu gerakan bersama untuk membangun kemandirian dalam menghasilkan kesejahteraan. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik dapat menjadi role model sebagai job creator yang diharapkan menginspirasi dan menggerakkan kemandirian masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan motivasi kepada mahasiswa sebagai masyarakat akademik untuk membangun inkubator bisnis lobster air tawar (Cherax sp.). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Laskar Karapas Biru memiliki komitmen untuk membangun inkubator bisnis lobster air tawar dengan tujuan untuk menghasilkan kebermanfaatan dan produktivitas bagi peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat akademik dan masyarakat pada umumnya. Motivasi warm-glow menjadi kekuatan utama bagi Laskar Karapas Biru untuk membangun unit usahanya. Analisis SWOT menunjukkan bahwa potensi dan peluang usaha budidaya lobster air tawar masih terbuka luas untuk dikembangkan oleh masyarakat. inkubator bisnis lobster air tawar yang digagas oleh mahasiswa Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha lobster air tawar dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana, efektif, dan efisien.
KOMUNIKASI SINGKAT: KEBIASAAN MAKAN IKAN KEPALA TIMAH (Aplocheilus panchax, Hamilton 1822) DI PERAIRAN EKSTREM ASAM PASCATAMBANG TIMAH TERABAIKAN Mustikasari, Diah; Kurniawan, Andri; Aznur, Bima Syifa
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 1 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i1.4133

Abstract

Kepala Timah (Aplocheilus panchax, Hamilton 1822) is one of the fish that has the survival abilities to live in a wide variety of quality waters. The ability of A. panchax to survive in acidic waters has begun to be widely studied as extremophile fish to study ecosystems in aquatic habitats that have acidic characteristics. This study aimed to determine the food habits of A. panchax as natural food in acid water of abandoned ex-tin mining activity. The results showed that the natural food for A. panchax was insects larvae or insects that fall on the surface of the waters. The food habits and terminal mouth type confirmed that A. panchax was surface feeder fish, carnivorous fish, larvivorous or insectivorous fish. The sagittiform body type was used A. panchax to did the strategy of feeding behavior by pursue or ambush their prey and it indicated that A. panchax as ambush predator.
KOOPTASI Gambusia spp. TERHADAP Aplocheilus panchax DI HABITAT ASLINYA: MINI-REVIEW Mustikasari, Diah; Ekawandani, Nunik; Lestari, Tami Rahma; Kurniawan, Andri
Journal of Aquatropica Asia Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v10i1.6299

Abstract

Aplocheilus panchax (Hamilton, 1822), salah satu spesies ikan yang tersebar luas di berbagai perairan dan ditemukan sebagai spesies endemik di wilayah Oriental. Namun, keberadaan A. panchax di habitat aslinya berpotensi terancam oleh keberadaan spesies invasif, yaitu Gambusia spp. Mini-review ini bertujuan untuk mengelaborasi informasi terkait potensi invasi Gambusia spp. terhadap habitat dan sumber daya yang dimiliki A. panchax sehingga dapat menyebabkan kepunahan A. panchax sebagai endemic species, native species, atau indigenous species di lingkungan aslinya. Hasil mini-review menunjukkan kemampuan hidup dan adaptasi dari Gambusia spp. sebagai spesies invasif atau spesies alien menjadi kekuatan baginya untuk mengkooptasi sumber daya di suatu habitat perairan. Hal ini terlihat pada kemampuan Gambusia spp. dalam beradaptasi melalui sistem pencernaan, pernafasan dan osmoregulasi, serta reproduksi yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan A. panchax. Kemampuan ini dapat membahayakan eksistensi ikan lokal (indigenous species), asli (native spesies), atau endemik (endemic species) yang memiliki sifat seperti Gambusia spp., salah satunya adalah A. panchax. Spesies A. panchax yang selama ini keberadaannya belum mendapatkan perhatian yang dibuktikan dengan status konservasi Least Concern (LC), perlu mendapatkan perhatian lebih di habitat aslinya. Status konservasi tersebut seharusnya perlu direview ulang dikarenakan adanya potensi keterancaman dari ikan invasif seperti Gambusia spp. serta potensi kerusakan ekosistem dan habitatnya. Proses domestikasi perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas A. panchax sehingga dapat meningkatkan populasi dan mendukung upaya konservasi.
Short Communication: Taxonomic Profiling of Bacteria in The Bio-Enzyme That Produced From Orange Fruit Waste Kurniawan, Andri; Mustikasari, Diah; Kurniawan, Ardiansyah; Muntoro, Muntoro; Setiadi, Jhodi; Kholishah, Nur Afifah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.36711

Abstract

AbstractFruit wastes are reported as among the main contributors to food waste production. They have an impact on the environment so they need to be treated. To reduce the negative effects, fruit wastes must be treated before they are released into the environment. Meanwhile, the fruit wastes have been reported about their functional properties and nutritional as bio-enzyme. This preliminary study aimed to provide information about metagenome bacteria of bio-enzymes from orange fruit wastes treated with different concentrations of probiotics in anaerobic fermentation. Bio-enzyme was a fermented solution made from a mixture of 15 g brown sugar: 5 kg orange fruit waste: and 12 L water. The fermentation process was carried out for 1 month and then the bioenzyme sample was taken 1 L for metagenome analysis. The metagenomic analysis was carried out using the next-generation sequencing (NGS) method for the 16S rRNA gene of bacteria by amplicon full-length sequencing with nanopore sequencing. In this research, phylum Pseudomonadota (Proteobacteria), class Betaproteobacteria, order Burkholderiales, and family Comamonadaceae were the predominant bacterial group of the bio-enzyme that produced from orange fruit waste. Identification of bacterial species in the next research becomes important to understand the role of bacterial species in the biochemical metabolism of bio-enzyme products from orange fruit waste.AbstrakLimbah buah-buahan dilaporkan sebagai salah satu penyumbang utama produksi limbah makanan. Limbah buah mempunyai dampak terhadap lingkungan sehingga perlu ditangani. Limbah buah harus diolah terlebih dahulu untuk mengurangi dampak negatifnya sebelum dibuang ke lingkungan. Sementara itu, limbah buah telah dilaporkan mengenai sifat fungsional dan nutrisinya sebagai bio-enzim. Penelitian awal ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai diversitas metagenom bakteri yang terdapat di produk bioenzim yang diproduksi dari limbah buah jeruk yang diberi perlakuan konsentrasi probiotik berbeda dalam fermentasi anaerobik. Bio-enzim merupakan larutan fermentasi yang terbuat dari campuran 15 g gula merah : 5 kg limbah buah jeruk : 12 L air. Proses fermentasi dilakukan selama 1 bulan dan kemudian sampel bioenzim diambil sebanyak 1 L untuk dianalisis metagenom. Analisis metagenomik bakteri dilakukan dengan menggunakan metode next-generation sequencing (NGS) untuk analisis 16S rRNA gene melalui sekuensing amplikon dengan nanopore sequencing. Pada penelitian ini, keberadaan bakteri pada bio-enzim yang diproduksi dari limbah buah jeruk. Filum Pseudomonadota (Proteobacteria), kelas Betaproteobacteria, ordo Burkholderiales, dan famili Comamonadaceae merupakan kelompok bakteri yang dominan di bio-enzim yang diproduksi dari limbah buah jeruk. Identifikasi spesies bakteri pada penelitian selanjutnya menjadi penting untuk mengetahui peranan spesies-spesies bakteri di metabolisme biokimiawi dari produk bio-enzim dari limbah buah jeruk.
WEBINAR SEBAGAI SARANA SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI EKO-ENZIM Hafsah, Hafsah; Mustikasari, Diah; Lestari, Tami Rahma; Widodo, Andreas Krisbayu Ratri; Agustiani, Rina Dwi; Riani, Sri; Ekawandani, Nunik; Mangkurat, R. Stevanus Bayu
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1490

Abstract

Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas antropogenik dan industi telah menjadi salah satu sumber pencemar yang dapat mengganggu eksistensi lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan keberadaan sumber pencemar tersebut, termasuk mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat. Eko-enzim adalah salah satu produk yang dapat dihasilkan dari sampah organik yang diproses melalui proses fermentasi anaerobik. Kegiatan pengabdian masyarakat secara daring yang dikemas melalui webinar ini bertujuan sebagai sarana komunikasi dan media sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang urgensi pengelolaan limbah organik serta memberikan wawasan baru dalam pengolahan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat berupa eko-enzim. Metode yang dilakukan adalah partisipatif melalui seminar online yang melibatkan 144 peserta dari berbagai latar belakang asal daerah, disiplin ilmu, profesi, dan status sosial. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya antusiasme peserta di dalam diskusi terkait pemanfaatan dan pengolahan sampah organik menjadi eko-enzim. Webinar ini juga mampu membangun pola komunikasi dan interaksi interpersonal yang baik, diskusi dan elaborasi materi menjadi lebih konstruktif, dan menjangkau banyak peserta dari berbagai daerah, disiplin ilmu, profesi, dan status sosial.