Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI Firmansyah; irfan Irnandi; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.067 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2132

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting dikuasai sejak dini khususnya pada jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal, Kemampuan pemecahan masalah di masa pandemi tergolong rendah dikarenankan pembelajaran selama masa pandemi dianggap sangat menyulitkan bagi siswa, guru dan orang tua siswa. Sehingga diperlukan data kemampuan pemecahan masalah siswa SD baik negeri maupun swasta agar pembealjaran matematika selama masa pandemic dapat dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri dan Swasta Kabupaten Manokwari pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD kelas VI kabupaten manokwari. Sampel penelitian terdiri dari 3 SD negeri dan 3 SD swasta. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi Uji perbedaan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematika SD negeri dan swasta menggunakaan Uji t berbantuan SPSS. Hasil Penelitian a) Instrument Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM) memperoleh rata-rata 3,78 dari validator. Rata-rata skor validasi lembar observasi karakter rasa ingin tahu berada pada kategori sangat baik. Sedangkan pedoman wawancara memperoleh rata-rata 3,67 dari validator. Rata-rata pedoman wawancara berada pada kategori sangat baik. Beradasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua instrument penelitian yang akan digunakan valid. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-tata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SD Negeri dan SD Swasta diperoleh nilai signifikansi 0,014 < daripada 0,05 sehingga H0 ditolak Artinya kemampuan pemecahan maslaah siswa SD Negeri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa SD Swasta.
Pengembangan Instrumen Penilaian Untuk Pembelajaran Matematika Berbasis Pjbl Pada Sekolah Penggerak Di Kabupaten Manokwari Irfan Irnandi; Nahrun Najib Siregar; Andi Fajeriani Wyrasti
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i1.4925

Abstract

One of the important components in educational evaluation is assessment. This study aims to develop an assessment instrument for PjBL-based learning in mathematics at a driving school in Manokwari district. The research method used by the researcher is research and development with a 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). This research procedure consists of this includes 4 stages, namely the stage of defining (define), design (design), development (develop) and dissemination (disseminate). The data collection technique used in this study is the method of observation, instrument validation, and interviews. The assessment instrument was validated with a content validity ratio approach, then its reliability was tested with the SPSS-assisted Cronbach Alpha test. Research Results a) The PTS Assessment Instrument for collaborative projects between subjects obtained an average of 3.67 from the validator. The average validation score is in the very good category. Based on the results of the validation, it can be concluded that the instrument to be used is valid. b) The reliability test of the PTS assessment instrument for the collaboration project between subjects in 7th grade boys and 7th graders obtained Cronbach's alpha reliability coefficient values of 0.749 and 0.774, respectively, where both values were between 0.7 and 0.9 so that it could be concluded that the instrument to be used has high reliability.Keywords: Project Based Learning, Subjects Collaboration, Sekolah Penggerak, Research Instruments
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI Firmansyah; irfan Irnandi; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2132

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting dikuasai sejak dini khususnya pada jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal, Kemampuan pemecahan masalah di masa pandemi tergolong rendah dikarenankan pembelajaran selama masa pandemi dianggap sangat menyulitkan bagi siswa, guru dan orang tua siswa. Sehingga diperlukan data kemampuan pemecahan masalah siswa SD baik negeri maupun swasta agar pembealjaran matematika selama masa pandemic dapat dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri dan Swasta Kabupaten Manokwari pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD kelas VI kabupaten manokwari. Sampel penelitian terdiri dari 3 SD negeri dan 3 SD swasta. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi Uji perbedaan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematika SD negeri dan swasta menggunakaan Uji t berbantuan SPSS. Hasil Penelitian a) Instrument Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM) memperoleh rata-rata 3,78 dari validator. Rata-rata skor validasi lembar observasi karakter rasa ingin tahu berada pada kategori sangat baik. Sedangkan pedoman wawancara memperoleh rata-rata 3,67 dari validator. Rata-rata pedoman wawancara berada pada kategori sangat baik. Beradasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua instrument penelitian yang akan digunakan valid. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-tata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SD Negeri dan SD Swasta diperoleh nilai signifikansi 0,014 < daripada 0,05 sehingga H0 ditolak Artinya kemampuan pemecahan maslaah siswa SD Negeri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa SD Swasta.
STEM-robotic: Enhancing teachers’ competence in implementing STEM and coding Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Faisal Faisal; Irfan Irnandi; Benidiktus Tanujaya; Jeinne Mumu; Maryo Sopater Istia; Haryanto Haryanto; Riris Indarwati; Sisilia Almandha; Dewi Brilliana Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.656

Abstract

The STEM-Robotics training at YPPK St. Thomas Aquino Junior High School in Kaimana, West Papua, was conducted to address teachers' low understanding of STEM and coding concepts and the suboptimal utilization of robotics facilities in schools. This program aims to improve teachers' understanding of STEM learning, coding competency, and attitudes toward the implementation of STEM-Coding. The program was implemented using a service-learning approach involving 28 teachers, 4 lecturers, and 3 students across five stages: needs identification, collaborative planning, practice-based implementation, critical reflection, and evaluation. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed descriptively. The training results showed that teachers' understanding of STEM learning reached 52% in the moderate category and 48% in the high category. Teachers' understanding of coding reached 4% in the moderate category and 96% in the high category. In comparison, positive attitudes toward STEM-Coding learning reached 11% in the moderate category and 89% in the high category. Overall, all program success indicators were met, with more than 85% of teachers in the moderate-to-high category across all measured aspects. This program is effective in improving teacher competency and supporting the development of technology-based learning in areas with limited access to education.   Abstrak Pelatihan STEM-Robotics di SMP YPPK St. Thomas Aquino Kaimana, Papua Barat, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep STEM dan coding serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas robotik di sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran STEM, kompetensi coding, serta sikap terhadap implementasi STEM-Coding. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning yang melibatkan 28 guru, 4 dosen, dan 3 mahasiswa melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan berbasis praktik, refleksi kritis, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran STEM mencapai 52% pada kategori sedang dan 48% pada kategori tinggi. Pemahaman guru terhadap coding mencapai 4% pada kategori sedang dan 96% pada kategori tinggi, sedangkan sikap positif terhadap pembelajaran STEM-Coding mencapai 11% pada kategori sedang dan 89% pada kategori tinggi. Secara keseluruhan, seluruh indikator keberhasilan program tercapai dengan lebih dari 85% guru berada pada kategori sedang hingga tinggi pada seluruh aspek yang diukur. Program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Kata Kunci: koding; kompetensi guru; STEM; STEM-Robotics