Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI Firmansyah; irfan Irnandi; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.067 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2132

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting dikuasai sejak dini khususnya pada jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal, Kemampuan pemecahan masalah di masa pandemi tergolong rendah dikarenankan pembelajaran selama masa pandemi dianggap sangat menyulitkan bagi siswa, guru dan orang tua siswa. Sehingga diperlukan data kemampuan pemecahan masalah siswa SD baik negeri maupun swasta agar pembealjaran matematika selama masa pandemic dapat dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri dan Swasta Kabupaten Manokwari pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD kelas VI kabupaten manokwari. Sampel penelitian terdiri dari 3 SD negeri dan 3 SD swasta. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi Uji perbedaan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematika SD negeri dan swasta menggunakaan Uji t berbantuan SPSS. Hasil Penelitian a) Instrument Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM) memperoleh rata-rata 3,78 dari validator. Rata-rata skor validasi lembar observasi karakter rasa ingin tahu berada pada kategori sangat baik. Sedangkan pedoman wawancara memperoleh rata-rata 3,67 dari validator. Rata-rata pedoman wawancara berada pada kategori sangat baik. Beradasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua instrument penelitian yang akan digunakan valid. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-tata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SD Negeri dan SD Swasta diperoleh nilai signifikansi 0,014 < daripada 0,05 sehingga H0 ditolak Artinya kemampuan pemecahan maslaah siswa SD Negeri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa SD Swasta.
PROFIL KESULITAN SISWA KELAS VII DALAM MEMAHAMI KONSEP BENTUK ALJABAR Apriyani Katili; Haryanto Haryanto; Andi Fajeriani Wyrasti
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v9i1.2650

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VII dalam pemahaman konsep Aljabar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi siswa kelas VII dalam pemahaman konsep Aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Instrumen pendukung berupa tes tertulis dengan teknik think aloud dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa masih mengalami kesulitan dalam merepresentasikan konsep aljabar, (2) siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi atribut operasi atau konsep aljabar, (3) siswa tampak kesulitan untuk menghubungkan konsep aljabar baik dalam matematika atau kehidupan nyata. Faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa: (1) siswa jarang bertanya kepada guru padahal tidak mengerti, (2) siswa merasa malu kepada temannya yang lebih paham darinya, (3) siswa tidak hadir di kelas dan tidak berani bertanya kepada guru, (4) siswa bertanya kepada temannya yang tidak tahu, (5) siswa tidak mengerti tentang cara guru menjelaskan.
Efektifitas Model Problem Based Learning Berbantuan Lembar Kerja Siswa Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Ditinjau Dari Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar Firmansyah Firmansyah; Nahrun Najib Siregar; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 2 (2023): juni
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i2.5119

Abstract

Literacy skills mark the quality of human resources in a country. However, Indonesia's performance in literacy assessment on an international scale has not been very good. The results of interviews with teachers of SD Inpres 18 subsay Manokwari district on March 14, 2022 found the fact that students' numeracy literacy skills were still very low. This study aims to test the effectiveness of the problem-based learning model assisted by student worksheets to improve numeracy literacy skills in terms of the curiosity of elementary school students in Manokwari district. The approach used in the implementation of this research is a quantitative approach. This type of research is experimental research. Data collection techniques in this study are Numeration literacy test, Observation, Validation Sheet and Documentation. Data analysis includes data analysis of validity and effectiveness. The effectiveness data analysis includes the completeness test for numeracy literacy skills, the average difference test for numeracy literacy skills, testing the effect of curiosity character on numeracy literacy skills. The results of the Effectiveness Test Analysis show that problem based learning models assisted by student worksheets are effective in improving numeracy literacy skills by criteria: (1) The proportion of classical learning completeness can be said to be more than 75% of students getting a score of 65, (2) The numeracy literacy ability of students in classes that use problem based learning models assisted by student worksheets is better than students' numeracy literacy skills with conventional learning, (3) There is an effect of curiosity character (X) on posttest numeracy literacy ability (Y).
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD NEGERI DAN SWASTA PADA MASA PANDEMI Firmansyah; irfan Irnandi; Purwati Purwati; Haryanto Haryanto
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i2.2132

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting dikuasai sejak dini khususnya pada jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal, Kemampuan pemecahan masalah di masa pandemi tergolong rendah dikarenankan pembelajaran selama masa pandemi dianggap sangat menyulitkan bagi siswa, guru dan orang tua siswa. Sehingga diperlukan data kemampuan pemecahan masalah siswa SD baik negeri maupun swasta agar pembealjaran matematika selama masa pandemic dapat dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI SD Negeri dan Swasta Kabupaten Manokwari pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD kelas VI kabupaten manokwari. Sampel penelitian terdiri dari 3 SD negeri dan 3 SD swasta. Tehnik pengumpulan data terdiri dari Tes tertulis, Wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi Uji perbedaan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematika SD negeri dan swasta menggunakaan Uji t berbantuan SPSS. Hasil Penelitian a) Instrument Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM) memperoleh rata-rata 3,78 dari validator. Rata-rata skor validasi lembar observasi karakter rasa ingin tahu berada pada kategori sangat baik. Sedangkan pedoman wawancara memperoleh rata-rata 3,67 dari validator. Rata-rata pedoman wawancara berada pada kategori sangat baik. Beradasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua instrument penelitian yang akan digunakan valid. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-tata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SD Negeri dan SD Swasta diperoleh nilai signifikansi 0,014 < daripada 0,05 sehingga H0 ditolak Artinya kemampuan pemecahan maslaah siswa SD Negeri lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa SD Swasta.
STEM-robotic: Enhancing teachers’ competence in implementing STEM and coding Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Faisal Faisal; Irfan Irnandi; Benidiktus Tanujaya; Jeinne Mumu; Maryo Sopater Istia; Haryanto Haryanto; Riris Indarwati; Sisilia Almandha; Dewi Brilliana Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.656

Abstract

The STEM-Robotics training at YPPK St. Thomas Aquino Junior High School in Kaimana, West Papua, was conducted to address teachers' low understanding of STEM and coding concepts and the suboptimal utilization of robotics facilities in schools. This program aims to improve teachers' understanding of STEM learning, coding competency, and attitudes toward the implementation of STEM-Coding. The program was implemented using a service-learning approach involving 28 teachers, 4 lecturers, and 3 students across five stages: needs identification, collaborative planning, practice-based implementation, critical reflection, and evaluation. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed descriptively. The training results showed that teachers' understanding of STEM learning reached 52% in the moderate category and 48% in the high category. Teachers' understanding of coding reached 4% in the moderate category and 96% in the high category. In comparison, positive attitudes toward STEM-Coding learning reached 11% in the moderate category and 89% in the high category. Overall, all program success indicators were met, with more than 85% of teachers in the moderate-to-high category across all measured aspects. This program is effective in improving teacher competency and supporting the development of technology-based learning in areas with limited access to education.   Abstrak Pelatihan STEM-Robotics di SMP YPPK St. Thomas Aquino Kaimana, Papua Barat, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep STEM dan coding serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas robotik di sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran STEM, kompetensi coding, serta sikap terhadap implementasi STEM-Coding. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning yang melibatkan 28 guru, 4 dosen, dan 3 mahasiswa melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan berbasis praktik, refleksi kritis, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran STEM mencapai 52% pada kategori sedang dan 48% pada kategori tinggi. Pemahaman guru terhadap coding mencapai 4% pada kategori sedang dan 96% pada kategori tinggi, sedangkan sikap positif terhadap pembelajaran STEM-Coding mencapai 11% pada kategori sedang dan 89% pada kategori tinggi. Secara keseluruhan, seluruh indikator keberhasilan program tercapai dengan lebih dari 85% guru berada pada kategori sedang hingga tinggi pada seluruh aspek yang diukur. Program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Kata Kunci: koding; kompetensi guru; STEM; STEM-Robotics