Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Mengajarkan Literasi Numerasi Bagi Guru YPPK Yan Smit Agats Kabupaten Asmat Provinsi Papua Rahmawati, Magdalena Chori; Clara Ika Sari Budhayanti; Inosius Kalakmabin; Amalia Balmuki
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v7i2.4766

Abstract

Literasi numerasi merupakan salah satu literasi dasar yang harus dikuasai oleh siswa SD. Pembelajaran matematika untuk menumbuhkan literasi numerasi siswa tidaklah mudah, terutama bagi guru-guru SD YPPK Yan Smit Agats Papua. Hal ini terbukti masih banyak peserta didik di daerah tersebut yang belum menguasai literasi numerasi dasar, seperti penjumlahan dan pengurangan, padahal sudah berada di kelas tinggi (4-6) tingkat SD. Salah satu faktor penyebabnya adalah guru tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan, sehingga tidak memiliki bekal keterampilan dalam mengajar literasi numerasi. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan bagi guru-guru SD YPPK Yan Smit Agats Papua dalam mengajar literasi numerasi kelas awal, sehingga peserta didik memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan diikuti oleh 25 guru SD di bawah naungan YPPK Yan Smit Agats Papua. Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan whatsapp dengan tiga tahapan pelatihan, yaitu prapelaksanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan. Melalui pelatihan ini, seluruh peserta dilatih cara mengajar keterampilan numerasi. Hasil pelatihan menunjukkan (a) pemahaman guru terkait implementasi literasi numerasi dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 18% menjadi 79%, (b) guru dapat membuat rancangan pembelajaran yang mengimplementasikan literasi numerasi, dan (c) guru dapat berbagi praktik baik tentang implementasi literasi numerasi dalam pembelajaran.    
ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP PENDEKATAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DI SMPN 58 JAKARTA Budhayanti, Clara Ika Sari; Stevanus, Ivan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5362

Abstract

ABSTRAKPendekatan Design Thinking merupakan fondasi krusial bagi guru untuk merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Namun, implementasinya di SMPN 58 Jakarta belum dilakukan secara sistematis, dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap pelatihan, pendampingan, dan implementasi praktis Design Thinking guna meningkatkan kapabilitas guru dalam mendesain pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada guru di SMPN 58 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum diterapkan secara formal, sebagian guru telah menerapkan prinsip-prinsip dasar Design Thinking, khususnya pada tahap empathize (memperhatikan karakteristik peserta didik) dan define (menyusun pembelajaran dari mudah ke sulit). Guru juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap metode pembelajaran berbasis proyek dan media kreatif. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi dan kesiapan yang besar dari guru untuk mengadopsi pendekatan ini secara penuh apabila diberikan pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.Kata Kunci: design thinking, analisis kebutuhan, pengembangan pembelajaranABSTRACTThe Design Thinking approach serves as a critical foundation for teachers to devise innovative and creative instructional designs. However, its implementation at SMPN 58 Jakarta has not been carried out systematically or formally. This study aims to analyze teachers' needs for training, mentoring, and practical implementation of Design Thinking to enhance their capabilities in developing effective learning experiences. Using a qualitative methodology, data were collected through observations and in-depth interviews with teachers at SMPN 58 Jakarta. The results indicate that although Design Thinking has not been formally applied, some teachers already implement its basic principles particularly the empathize stage (addressing student characteristics) and the define stage (structuring lessons from simple to complex). Teachers also demonstrated strong enthusiasm for project-based learning methods and the use of creative media to foster student engagement. These findings suggest significant potential and readiness among educators to fully adopt Design Thinking, provided structured and sustained training is made available. Thus, tailored professional development is urgently needed to empower teachers in designing innovative, student-responsive learning environments that support 21st-century skill development.Keywords: design thinking, need analysis, learning development
Penguatan Karakter Kepedulian Sesama untuk Mencegah Perilaku Perundungan di SD Stevanus, Ivan; Harbelubun, Yohanna Claudia Dhian Ariani; Budhayanti, Clara Ika Sari
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i2.6079

Abstract

Education plays a role in shaping the character of each student as a provision in socializing and interacting with their environment. Character education is considered the most influential in the progress of a country because through humans with character it will produce human resources who know their identity, form good traits, support creativity, care and build leadership qualities. Character education aims to improve the quality of the implementation and results of education in schools that lead to the achievement of character formation and noble morals. One indicator in character formation is a caring character. A caring character is an attitude that has concern for others and the environment, and helps others who are affected by disasters or misfortunes; besides that, a caring attitude also guides students to be able to understand others by controlling their speech, attitudes, and behavior so as not to offend others and accept the strengths and weaknesses of others. The purpose of this training is to improve the caring character in preventing bullying behavior towards others in Strada Nawar Elementary School students in grades III-VI of elementary school totaling 202 students. This activity is carried out in 3 stages, namely the preparation stage in the form of offline materials; the implementation stage, training is carried out offline for 1 day; the third stage, evaluation of the implementation of training and reporting. The targeted output is a journal article published in an accredited national journal. The training material can be accessed by elementary school students.
Penerapan Strategi Pembelajaran Literasi Membaca dalam Mata Pelajaran Matematika di SD Tarakanita Citra Raya Tangerang Ivan Stevanus; Yohana Claudia Dhian Ariani Harbelubun; Clara Ika Sari B
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83222

Abstract

Literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang mendukung keberhasilan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika, khususnya soal berbentuk cerita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran literasi membaca pada mata pelajaran Matematika di SD Tarakanita Citra Raya Tangerang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi strategi literasi membaca, penerapan literasi dalam pembelajaran matematika, serta praktik pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan strategi literasi membaca melalui pendekatan TSN (Teknik, Subteknis, dan Nonteknis), penggunaan kosakata matematis, serta pengembangan soal berbasis narasi dalam pembelajaran. Penerapan strategi tersebut membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kontekstual sehingga mendukung kemampuan siswa dalam memahami informasi, menafsirkan konteks soal, dan menyelesaikan permasalahan matematika secara lebih sistematis. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan literasi membaca di sekolah dasar.
PENGARUH SELF REGULATION DAN DESIGN THINKING MINDSET TERHADAP LEADERSHIP MINDSET GURU SEKOLAH DASAR Clara Ika Sari Budhayanti; Ivan Stevanus; Lusila Parida
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6240

Abstract

ABSTRAKGuru berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang memerlukan regulasi diri dan pola pikir desain dalam menghadapi tantangan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regulasi diri dan pola pikir desain terhadap pola pikir kepemimpinan guru. Metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda digunakan pada 37 guru tiga sekolah dasar Yayasan Strada yang dipilih secara jenuh. Instrumen meliputi kuesioner regulasi diri, pola pikir desain, dan pola pikir kepemimpinan guru. Hasil menunjukkan regulasi diri tinggi (107,14), pola pikir desain sedang (121,41), dan pola pikir kepemimpinan tinggi (82,73). Regulasi diri dan pola pikir desain berpengaruh signifikan terhadap pola pikir kepemimpinan guru dengan kontribusi 59,4%. Sekolah perlu mengembangkan program penguatan regulasi diri dan pola pikir desain untuk meningkatkan kepemimpinan guru.Kata Kunci: Self-Regulation, Design Thinking Mindset, Teacher Leadership MindsetABSTRACTTeachers serve as instructional leaders who require self-regulation and a design thinking mindset to address educational challenges. This study aims to analyze the influence of self-regulation and design thinking mindset on teachers' leadership mindset. A quantitative method employing multiple linear regression analysis was conducted on 37 teachers from three elementary schools under the Yayasan Strada, selected through saturated sampling. The instruments included questionnaires on self-regulation, design thinking mindset, and teacher leadership mindset. The findings revealed that teachers demonstrated high self-regulation (mean = 107.14), moderate design thinking mindset (mean = 121.41), and high teacher leadership mindset (mean = 82.73). Self-regulation and design thinking mindset significantly influenced teacher leadership mindset, contributing 59.4% to its variance. Schools should develop professional programs that strengthen self-regulation and design thinking mindset to enhance teacher leadership capacity.Keywords: Self-Regulation, Design Thinking Mindset, Teacher Leadership Mindset