Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengolahan Sampah Anorganik: Pengabdian Masyarakat Mahasiswa pada Era Tatanan Kehidupan Baru Shubhi Mahmashony Harimurti; Eka Dewi Rahayu; Yebi Yuriandala; Noorfaiz Athallah Koeswandana; Rikado Adhi Laksono Sugiyanto; Muh Presiden Gia Putra Perdana; Asmy Widya Sari; Novia Ananda Putri; Lisnawati Tiara Putri; Candra Gustika Sari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.501 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.883

Abstract

Pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Darma perguruan tinggi harus tetap berjalan meskipun pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum berakhir. Hal ini dikarenakan publik masih membutuhkan kontribusi kampus dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul. Salah satu persoalan yang berkembang di masyarakat adalah meningkatnya timbulan sampah anorganik di rumah tangga saat kebijakan Work from Home (WfH) diberlakukan. Masyarakat seharusnya paham bahwa sampah anorganik tersebut dapat mendatangkan manfaat apabila dikelola dengan baik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama dalam hal kesehatan dan ekonomi. Dua bidang yang cukup terdampak pada era tatanan kehidupan baru. Community service ini melibatkan mahasiswa dengan metode Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM). KKN PPM sendiri berlangsung secara hybrid yang menggabungkan online dan offline. Mahasiswa tidak sepenuhnya berada di tengah masyarakat sebagai upaya mitigasi penyebaran pandemi Covid-19. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat menjadi meningkat pemahaman tentang pengolahan sampah karena dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan pendapatan ekonomi.
Pengelolaan Pertanian dan Sampahnya: Implementasi Kuliah Kerja Nyata di Masa Tatanan Kehidupan Baru Shubhi Mahmashony Harimurti; Eka Dewi Rahayu; Yebi Yuriandala; Muhammad Rizaldi Ilham; Asprilla Surario Hardyastyo; Aldi Muhtadi Billah; Ega Ega; Dian Ayu Pratiwi; Dinar Granita Althoof Sanjaya; Agita Dyah Permatasari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.76 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.884

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) idealnya adalah terjun langsung ke masyarakat. Kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memaksa semua aktivitas termasuk KKN untuk diterapkan pembatasan fisik. Ini disebabkan untuk mengurangi serta mencegah penularan virus yang mudah hancur karena sabun tersebut. Awal Juni 2020, pemerintah mulai membuka beberapa sektor termasuk ekonomi sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas namun harus dengan memperhatikan protokol kesehatan. Ini semua sebagai penanda masa tatanan kehidupan baru. Para petani pun mulai bergairah untuk menggarap sawah maupun ladang mereka termasuk mengelola sampahnya. Pengabdian masayarakat ini bertujuan memberikan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat khususnya para petani dalam mengelola sampah sehingga bernilai ekonomi. Metode yang diterapkan adalah KKN model blended (campuran) antara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Media daring yang digunakan adalah Zoom Video Conference dan YouTube sedangkan luring dengan datang langsung ke Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dengan membatasi jumlah mahasiswa yang terlibat. Hasil kegiatan ini adalah para petani mampu mengelola sampah pertanian dengan baik dan menghasilkan tambahan penghasilan ekonomi meskipun di situasi pandemi.
Analisis Timbulan Dan Komposisi Sampah Di Kawasan Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta: Analysis of Waste Generation and Composition at Goa Cemara Beach, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Rifka Aisha; Yebi Yuriandala; Hijrah Purnama
Open Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2021): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol1no2.2021.29

Abstract

Pantai Goa Cemara merupakan daerah wisata dimana tingginya aktivitas penduduk maupun kegiatan wisatawan dapat berdampak pada peningkatan jumlah timbulan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah dari aktivitas pariwisata maupun penduduk sekitar pantai Goa Cemara. Penelitian dilakukan berdasarkan SNI 19-3964-1994 yang telah dimodifikasi dengan waktu sampling dilakukan selama 3 minggu dengan pengambilan sampling 3-4 hari berurutan disetiap minggunya (jumat, sabtu, minggu dan senin). Jumlah timbulan sampah Pantai Goa Cemara per hari sebesar 7,03 m³. Sehingga didapatkan hasil timbulan sampah orang perhari sebesar 2,44 L/orang/hari atau 0,49 kg/orang/hari. Jenis sampah yang dihasilkan berupa tempurung kelapa (36%), sampah kayu (18%), sisa makanan (20%), plastik (8%), Styrofoam (13%), kertas (4%), dan lain-lain (1%). Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan guna menangani permasalahan dari timbulan serta komposisi sampah di Pantai Goa Cemara yaitu dengan cara mengoptimalkan pengelolaan sampah dan kepengurusan pantai Goa Cemara, serta menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Goa Cemara Beach is a tourist area where the high activities of residents and tourist activities can increase the amount of waste generation. The purpose of this study was to determine the generation and composition of waste from tourism activities and residents around Goa Cemara beach. The study was conducted based on SNI 19-3964-1994 Standard which has been modified with a sampling time of 3 weeks with a sampling of 3-4 consecutive days each week (Friday, Saturday, Sunday, and Monday). The amount of waste generated by Goa Cemara Beach per day is 7.03 m³. So that the results of waste generation per day are 2.44 L/person/day or 0.49 kg/person/day. The types of waste generated are coconut shells (36%), wood waste (18%), food waste (20%), plastic (8%), Styrofoam (13%), paper (4%), and others (1 %). There are several ways that can be done to deal with problems from waste generation and composition at Goa Cemara Beach, namely by optimizing waste management and management of the Goa Cemara beach, and applying the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle).
Evaluation of Waste Management in XYZ University Area in Yogyakarta Hidayat, Salsabila; Yuriandala, Yebi
Applied Research in Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Applied Research in Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/areste.v4i1.53

Abstract

The increasing volume of waste is driven by several factors, including population growth, urbanization, and changes in lifestyle. This rise in waste generation has outpaced the capacity of available landfill space, leading to the improper accumulation of unmanaged waste. This study aims to evaluate the current waste management practices, analyze the waste generation and composition, and propose an effective waste management scenario. A quantitative descriptive analysis approach was employed, utilizing waste generation and composition data measured in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 19-3964-1994. The proposed waste management scenario is aligned with the guidelines outlined in Sleman Regency Regulation No. 4 of 2015. The operational techniques for managing waste include stages such as storage, collection, transportation, and treatment, which are outsourced to a third party. The findings of this study indicate that the waste at eight sampling points averaged 359,250 kg/day and 4,058 m³/day. The waste composition is predominantly organic (2.48%), paper and cardboard (12.4%), and other types of waste (11.07%). The proposed processing methods focus on utilizing technologies for organic waste and residue treatment, such as Masaro technology.