Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC) Rini Rahmayanti; Bahar, Fetty Febriasti; Nuklirullah, M
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.11438

Abstract

Bata ringan berdimensi seragam dan berukuran lebih besar daripada bata merah, bata ringan memiliki ketahanan sekuat beton dan bobot bata ringan juga lebih ringan daripada bata merah serta beton biasa. Proses penambahan gelembung udara ke campuran semen, air dan agregat halus akan menghasilkan bata ringan. Penambahan gelembung udara tersebut mengurangi berat bata yang dihasilkan. Bata ringan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Harga bata ringan berjenis CLC lebih hemat jika dibandingkan dengan bata ringan berjenis AAC. Fly ash merupakan abu terbang hasil pembakaran. Fly ash adalah partikel halus yang bersifat pozzolan. Reaksi hidrasi semen dan air akan menyebabkan fly ash berubah bentuk dari partikel halus menjadi massa padat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh manfaat dan pengaruh fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan bata ringan berjenis CLC. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang mensubstitusikan sebagian semen menggunakan fly ash batu bara. Variasi persentase substitusinya terdiri dari 0%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap berat semen. Bata ringan dilakukan pengujian kuat tekan ketika umur perawatan telah mencapai 28 hari. Hasil penelitian kuat tekan bata ringan berjenis CLC memperoleh nilai kuat tekan maksimum, yaitu 8,539 MPa dengan variasi fly ash 30% dan memperoleh nilai kuat tekan minimum, yaitu 5,351 MPa dengan variasi fly ash 50%. Berdasarkan hasil penelitian, nilai persentase optimum fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan maksimum bata ringan berjenis CLC diperoleh pada variasi 30%.
Analisis Kandungan Material Campuran Aspal Panas Mix Design AC-WC terhadap Rekonstruksi Jalan Ruas N-029.1 Bts. Kab. Muaro Jambi / Kab. Tanjabtim-Bts. Kab. Tanjabbar Ayzadt, Muhammad; Nurdin, Ade; Bahar, Fetty Febriasti
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i2.517

Abstract

To obtain a good aggregate mixture, efforts are made to keep the gradation of the aggregate mixture in the middle of its specification range. Based on road reconstruction work on section N-029.1 Bts. Regency. Muaro Jambi / Kab. Tanjabtim – Bts. Regency. Tanjabbar is at the point (sta 16+000 – 16+400) where the asphalt that is spread has a soft/liquid texture, which can be seen from the process of compacting and leveling the asphalt layer which is carried out by operating with a number of passes that is not in accordance with what was planned during the trial mix. So it is necessary to carry out an analysis to evaluate the material composition of the hot mix asphalt design layered by Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). The method used is to use secondary data analysis methods in the form of DMF, JMF and gradation data. The results of the analysis of the composition of the hot asphalt mix material show that there are differences in the total proportion value of the mixture, where in the DMF the planned proportion is 32.97% for fine aggregate, 28.26% for medium aggregate, 18.84% for coarse aggregate, 1.88 % for filler, and 5.80% for asphalt. At JMF the proportion of results from weighing is 37.68% for Hot Bin I (fine aggregate), 35.80% for Hot Bin II (medium aggregate), 18.84% for Hot Bin III (coarse aggregate), 1.88% for filler, and 5.80% for asphalt. In field implementation, the proportion of the total mixture produced was 17.90% for Hot Bin III (coarse aggregate), 33.91% for Hot Bin II (medium aggregate), 40.51% for Hot Bin I (fine aggregate), 1, 88% for filler, and 5.81% for asphalt.
PEMBUATAN HYDRAM (HYDRAULIC RAM PUMP) BERTEKNOLOGI HYDRO POWER UNTUK MENGALIRI SAWAH TANPA LISTRIK DAN RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN PENYENGAT RENDAH Kumalasari, Dyah; Nurdin, Ade; Febriasti Bahar, Fetty; Nuklirullah, M.; Jamal, Nurman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4493-4498

Abstract

Kelurahan Penyengat Rendah memiliki Persawahan yang cukup luas, dengan adanya persawahan tersebut masyarakat setempat bekerja sebagai petani dengan menanam padi pada persawahan tersebut. Persawahan di kelurahan Penyengat Rendah termasuk perswahan yang sulit air, dimana persawahan tersebut hanya mengandalkan air dari hujan. Jika tidak ada hujan atau musim kemarau terjadi maka persawahan tidak mendapatkan air yang membuat persawahan tersebut kering dan mengakibatkan petani gagal panen. Selain persawahan yang masih tadah hujan persawahan di Kelurahan Penyengat Rendah dekat dengan sungai Batanghari yang bisa menyebabkan persawahan banjir akibat luapan air yang terjadi maka diperlukannya sistem irigasi persawahan yang bagus, sistem persawahan tersebut seperti adanya pintu air yang bertujuan untuk mengontrol banyaknya air yang diperlukan untuk area persawahan. Melihat permasalahan perairan yang masih tadah hujan di persawahan tersebut maka tim Pengabdian Prodi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi akan melakukan pengabdian masyarakat mengenai “pembuatan hydram (hydraulic ram pump) berteknologi hydro power tanpa listrik dan ramah lingkungan”. Dengan adanya pompa hydraulic ram diharapkan dapat meningkatkan produktivitas persawahan disana karena masyarakat dapat menanam dan melakukan panen lebih dari satu kali setiap tahunnya karena tidak hanya mengandalkan hujan atau persawahan tadah hujan tersebut sudah mendapatkan perairan melalui pompa hydraulicram. Pompa hydraulic ram saat ini menghasilkan 0,2 liter/detik. Untuk membuang air di sawah dengan hidup 24 jam dalam waktu 2 hari air dalam petak sawah sudah berkurang, sehingga petani dapat lebih awal menanam padi
Optimalisasi Produksi Di-Metil Eter dari Syngas Menggunakan Perangkat Aspen HYSYS: Di-Methyl Ether Production from Syngas Optimalization using Aspen HYSYS software Prabasari, Ira Galih; Permata, Niken Pusparani; Hutagalung, Winny Laura Christina; Bahar, Fetty Febriasti; Kumalasari, Dyah
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v6i2.34557

Abstract

Gas elpiji yang saat ini umum digunakan merupakan senyawa turunan dari gas alam yang berasal dari senyawa fosil serta digolongkan pada sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional, perlu adanya alternatif pengganti gas elpiji yang berasal dari senyawa non fosil, salah satu alternatif pengganti gas elpiji tersebut adalah senyawa dimetil eter (DME). Senyawa ini memiliki sifat yang sama dengan propana dan butana yang merupakan senyawa pembentuk gas elpiji, sehingga DME dapat didistribusikan dan disimpan menggunakan teknologi penanganan gas elpiji. DME umumnya diproduksi dari reaksi dehidrasi metanol, dimana untuk produksi bersih, metanol yang digunakan berasal dari syngas yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi produksi DME dari reaksi dehidrasi metanol menggunakan perangkat Aspen HYSYS dengan 2 variabel bebas yaitu fraksi mol gas H2 pada syngas serta nilai kalor pada Cooler 1. Hasil simulasi menunjukkan kondisi optimal fraksi mol H2 pada syngas adalah 0,5999 untuk menghasilkan produk DME terbesar, sementara untuk memisahkan produk DME dari senyawa sisa reaksi guna mendapatkan hasil DME yang lebih besar dibutuhkan 2 buah alat pendingin yang berfungsi untuk menurunkan suhu hingga mencapai DME dalam fasa cair.
EDUKASI DINI SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK PADA ANAK PAUD TK AL-AQSHA KEC. TELANAIPURA KOTA JAMBI Febriasti Bahar, Fetty; Galih Prabasari, Ira; Laura Christina Hutagalung, Winny; Kumalasari, Dyah; Rodhiyah, Zuli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.854-860

Abstract

Anak dengan usia 1 – 3 tahun merupakan masa dimana edukasi dan disiplin perlu ditanamkan dengan cara yang menarik. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di TK Al-Aqsha ini diberikan edukasi terkait sampah organik dan anorganik pada anak anak tersebut akan memberi hal positif berupa kesadaran lingkungan yang bermanfaat tidak saja bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar. Sampah menjadi barang yang sering ditemui oleh para peserta didik baik di rumah maupun di sekolah. Dengan melakukan pemilahan sampah berarti anak anak tersebut telah melakukan pengelolaan sampah awal yang akan memberi dampak yang baik bagi pengelolaan sampah selanjutnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dengan jalan memberikan edukasi dini tentang sampah organik dan anorganik pada anak PAUD TK Al-Aqsha Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Luaran yang ditargetkan dari pengabdian ini adalah publikasi pada jurnal nasional, pada media massa (cetak atau online), serta video kegiatan yang akan diunggah di channel youtube LPPM Universitas Jambi.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS SAWAH KELURAHAN OLAK KEMANG MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM IRIGASI TENAGA ANGIN Nurdin, Ade; Kumalasari, Dyah; Fevriasti Bahar, Fetty; Harmes, Harmes; Purba Abiyoga, Nurza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.830-835

Abstract

Kelurahan Olak Kemang, Kota Jambi, menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan irigasi pertanian akibat kerusakan sistem irigasi dan minimnya pemeliharaan oleh petani. Hal ini berdampak pada penurunan produktivitas padi hingga 50,8% di wilayah tersebut. Melalui program pengabdian masyarakat, solusi berbasis teknologi ramah lingkungan dikembangkan dengan mengimplementasikan sistem irigasi bertenaga angin. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi air, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menekan biaya operasional.  Program ini melibatkan metode partisipatif yang mengedukasi petani tentang perakitan, pengoperasian, dan pemeliharaan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola sistem irigasi serta kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Penerapan sistem ini juga terbukti meningkatkan efisiensi pengairan lahan sawah, menjaga produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan lokal. Program ini menjadi model pengelolaan irigasi berbasis energi terbarukan yang efektif dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Training on Sustainable House Design Based on the Utilization of Natural Lighting in Nyogan Village Ermadani, Ermadani; Febriasti Bahar, Fetty; Suryadri, Hadistya; Galih Prabasari, Ira; Alfernando, Oki
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v7i1.21162

Abstract

The development of housing has become a government focus, particularly with the introduction of subsidized housing. However, current residential construction often prioritizes financing and aesthetics, neglecting other critical aspects such as environmental conditions and climate factors, including natural lighting and air circulation. Limited public knowledge about these issues contributes to the lack of consideration for natural lighting in home construction. This aspect is vital for creating environmentally friendly homes, as utilizing sunlight can reduce electricity consumption, leading to cost efficiency and environmental sustainability. Therefore, training and outreach are necessary for the community in Nyogan Village, Mestong District, Muaro Jambi Regency, focusing on the use of natural lighting in eco-friendly home design. The existing conditions in Nyogan often result in power outages lasting up to two days, highlighting the need for natural lighting during the day and evening. The training involved local infrastructure officials, carpenters, and community members, providing them with pocket guides on eco-friendly home construction emphasizing natural light utilization. This community service activity has enhanced public knowledge about sustainable housing and increased interest in building environmentally friendly homes.
Inovasi Material dalam Beton Berkelanjutan: Studi Literatur tentang Pemanfaatan Fly Ash dengan Peningkatan Kekuatan Beton: Innovation in Sustainable Concrete Materials: A Literature Review on the Utilization of Fly Ash for Enhanced Concrete Strength Bahar, Fetty Febriasti; Wiranto, Septo
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Desain Cerobong Boiler Terhadap Sebaran Emisi Partikulat Menggunakan Perangkat Pemodelan Aermod Prabasari, Ira; Hutagalung, Winny Laura Christina; Bahar, Fetty Febriasti; Kumalasari, Dyah
Jurnal Teknik Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/jt.v23i1.462

Abstract

Particulate emissions from boiler activities are known has a negative impact on health, such as causing respiratory problems. The particulate emission dispersion model generated from the chimney of a boiler can be known using the aermod modeling tool, through this model, the concentration of particulate emissions received by the environment around the activity can be studied. The design of the boiler chimney is also known to affect the concentration of particulate matter that is dispersed. This study aims to determine the effect of chimney design on the distribution of particulate emissions from boilers activities. The particulate dispersion model was carried out using the aermod modeling tool with several fixed variables, namely climatic conditions, the location of chimney and reseptor, and particulate emissions coming out from boiler, while the independent variables were variations in chimney diameter and heights. The results of particulate distribution model show that chimneys with a diameter of 2 meters and a height of 28 meters have a wider distribution of 93.96 meters from the emission source with a maximum concentration of 29.41 µm/Nm3. While the lowest concentration received by the receptor of 2.51 µm/Nm3 came from the chimney with a larger diameter and higher chimney.
Effect of Boiler Chimney Design on Particulate Emission Dispersion Using Aermod Modelling Prabasari, Ira Galih; Hutagalung, Winny Laura Christina; Bahar, Fetty Febriasti; Kumalasari, Dyah
Rekayasa Vol 18, No 2: Agustus, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i2.28630

Abstract

In the power plants operation, the combustion process will produce particulate emissions. Particulate emissions themselves are known have a negative impact on health, such as causing respiratory problems. The pattern of particulate emissions from boiler chimneys needs to be studied to minimize the spread of pollution to the environment. The particulate emission dispersion model generated from the chimney of a boiler can be known using the aermod modeling tool, through this model, the concentration of particulate emissions received by the environment around the activity can be studied. The design of the boiler chimney is also known to affect the concentration of particulate matter that is dispersed. This study aims to determine the effect of chimney design on the distribution of particulate emissions from boilers. The particulate dispersion model was carried out using the aermod modeling tool with the independent variables were variations in chimney heights of 21 meters and 25 meters. From the dispersion analysis, it can be seen that the 21-meter chimney results in higher emission concentrations at close range because the lower chimney causes less optimal dispersion and tends to have a more significant local impact due to higher emission concentrations near the source. The 25-meter chimney provides better dispersion results more effective in dispersing pollutants over a wider area. The result of this research is consistent with plume rise theory and the Gaussian dispersion model, which states that the higher the stack, the more potential for the released flue gas and particulates to disperse vertically and horizontally before reaching ground level. Taller chimneys allow emissions to be released at a higher altitude, which can reduce particulate concentrations in the area around the plant or industrial installation. As the stack height increases, emissions are dispersed more widely in the atmosphere, so the potential for pollutant accumulation in areas near the source is reduced