Bambang Yunianto
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS KETIDAKPASTIAN DATA PERHITUNGAN PERPINDAHAN PANAS DAN PRESSURE DROP ALIRAN UDARA MELEWATI TUBE PANAS DI DALAM SALURAN Yosef Gokiasi Patar Napitu; Syaiful Syaiful; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CDW (Concave Delta Winglet) adalah jenis vortex generator (VG) yang efektif untuk meningkatkan perpindahan panas. Perforated Concave Delta Winglet Vortex Generators (PCDW VGs) memiliki kemampuan mengurangi pressure drop dibandingkan dengan CDW VGs konvensional. Oleh karena itu, penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak PCDW VGs terhadap kinerja termalhidrolik dengan memvariasikan sudut serang, aspek rasio, dan susunan VGs. PCDW VGs disusun dalam konfigurasi common-flow-down dengan variasi sudut serang 10° dan 20°, serta konfigurasi inline dan staggered pada aspek rasio 1 hingga 3 dengan interval 0,5. Didapati bahwa, Overall Error Nu untuk seluruh variasi PCDW berada dibawah 1%. Begitu juga nilai overall error pressure drop berada di bawah 4% untuk seluruh variasi VGs.
DEHUMIDIFIKASI UDARA TERTUTUP MENGGUNAKAN DESSICCANT SILICA GEL Febrian Nur Asa; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan udara merupakan suatu sistem yang kita gunakan untuk banyak keperluan dalam kehidupan seharihari. Pengering udara/dehumidifier merupakan sistem yang berfungsi untuk memisahkan uap air pada udara sekitar untuk menjadikannya udara kering. Udara lembab dapat menimbulkan efek negatif pada manusia dan lingkungan sekitar antara lain adalah dapat terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, tumbuhnya jamur pada ruangan lembab, terjadinya pengkaratan pada mesin dan peralatan pada ruangan lembab, dan banyak lagi. Sistem sorbent dehumidifier tertutup yang merupakan salah satu jenis desiccant dehumidifier dimana bekerja dengan menggunakan material desiccant silica gel dalam proses penyerapan uap air. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan menggunakan beragam variasi setting pada dehumidifier sistem tertutup untuk mengetahui tingkat penyerapan yang efektif pada sistem ini. Dari pengujian yang dilakukan, didapat hasil dimana suhu pemanasan berpengaruh pada kelembaban udara awal, pada suhu 40°C kelembaban udaranya lebih rendah daripada pada suhu 30°C. Kecepatan udara dan ketebalan material desiccant berpengaruh terhadap tingkat penyerapan air dalam udara.
UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN SUHU FLUIDA DINGIN KONSTAN (STEADY STATE) Muhammad Tafarel Firjatullah; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada: boiler, kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan adalah radiator yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat penukar kalor. Tujuan perpindahan kalor di dalam proses industri diantaranya adalah untuk memanaskan atau mendinginkan fluida hingga mencapai kalor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan untuk proses selanjutnya. oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian untuk menghasilkan heat exchanger yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi air cooler heat exchanger dengan suhu fluida dingin yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air cooler heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,67 m/s, 2,5 m/s, dan 3,34 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling minimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,608696 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 96%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air cooler heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.
PENGARUH PERBEDAAN JUMLAH CONVEX-STRIPS VORTEX GENERATOR DALAM LAJU PERPINDAHAN PANAS Nurthariq Aditya Kusuma; Syaiful Syaiful; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para peneliti telah memperhatikan peningkatan perpindahan panas pada heat exchanger yang menggunakan generator vortex. Akibatnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana jumlah convex-strips vortex generator mempengaruhi peningkatan perpindahan panas dan resistansi aliran pada heat exchanger. Pemodelan tiga dimensi dilakukan dengan jumlah strip convex yang berbeda dari 4 hingga 8, 12 hingga 16, 20 hingga 24, dan 28. Strip convex tersebut ditempatkan di sekitar pipa panas. Model turbulen k-ε digunakan untuk mensimulasikan aliran fluida pada rentang bilangan Reynolds dari 3.438 hingga 15.926. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fin dengan 24 convex-strips menunjukkan laju perpindahan panas tertinggi sebesar 58,45% dibandingkan dengan  plain fin.
UJI EFEKTIVITAS AIR HEATER DENGAN FLUIDA PANAS BERUBAH TERHADAP WAKTU Akmal Hafidh Purnomo; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan konsumsi energi listrik yang tinggi pada sistem pemanas dan pendingin ruangan atau HVAC (heating, ventilation, and air conditioning system), membuat energi terbarukan sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Sumber energi terbarukan seperti energi matahari, panas bumi, dan angin digunakan dalam mengurangi konsumsi energi listrik yaitu difungsikan untuk menghangatkan ruangan (space heating), pengeringan hasil pertanian, mencairkan jalanan penuh salju, pemanasan tanah pertanian (soil heating), pemanas rumah kaca (greenhouse heating), dan pemandian air panas. heat exchanger merupakan alat penghantar panas yang dapat melakukan transfer energi dari fluida dengan suhu panas ke fluida bersuhu dingin atau pun sebaliknya yang dapat dipakai pada pengaplikasian pengeringan produk-produk yang dihasilkan oleh para petani, perkebunan, dan perikanan skala besar atau kecil. Dikarenakan fungsi heat exchanger sebagai pemanas ruangan, maka dilakukan pengujian kinerja efektivitas pada penelitian alat air heater heat exchanger yang dilaksanakan di Lab Thermofluida, Departemen Teknik Mesin, Universitas Diponegoro. Pada pengujian ini dilakukan beberapa variasi debit aliran air dan kecepatan udara. Debit aliran air terdapat variasi 5 liter/menit, 2,5 liter/menit, dan 0 liter. Pada variasi kecepatan udara terdapat kecepatan 3,6 m/s, 2,7 m/s, dan 1,8 m/s. Analisis yang didapatkan pada penelitian yaitu nilai efektivitas paling besar terjadi pada variasi debit aliran air 2,5 liter/menit dengan kecepatan udara 1,8 m/s dengan nilai efektivitas maksimal 0,622 dan minimal 0,521.
ANALISIS KETIDAKPASTIAN STUDI EKSPERIMEN PENINGKATAN PERPINDAHAN PANAS MENGGUNAKAN DELTA WINGLET VORTEX GENERATOR DENGAN BERBAGAI ASPEK RASIO DI DALAM SALURAN Rafif Maulana; Syaiful Syaiful; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa ketidakpastian data digunakan pada pengukuran kuantitatif dengan menggunakan alat ukur. Hal ini dikarenakan pengukuran data dalam jumlah banyak akan menyebabkan  terjadinya penyimpangan.  Penyimpangan dalam pengukuran didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai sebenarnya dengan nilai terukur. Analisis ketidakpastian yang solid memiliki dampak yang signifikan terhadap interpretasi dan akplikaisbilitas terhadap hasil studi eksperimen yang dilakukan. Efek dari penyimpangan akan menyebabkan terjadinya ketidakpastian terhadap hasil pengukuran. Makalah ini berfokus pada perhitungan ketidapastian pada concave delta winglet vortex generator (CDWVG) di saluran persegi. Metode prhitunnga yang akan digunakan untuk mengethaui penyimpangan yang terjadi  adalah mean, standart deviation of the mean, dan overall error.
DEHUMIDIFIKASI UDARA TERTUTUP MENGGUNAKAN DESICCANT KARBON AKTIF Josena Suranta Surbakti; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pengering udara merupakan solusi yang efektif dalam menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar. Alat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan kelembaban udara yang menyebabkan dampak yang dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan, dan bahkan keberlanjutan lingkungan. Beberapa di antaranya adalah rasa panas yang lebih tinggi pada lingkungan sekitar, bertumbuhnya mikroorganisme, dan kerusakan material yang disebabkan oleh terjadinya korosi. Sistem sorbent dehumidifier tertutup merupakan salah satu jenis dari desiccant dehumidifier, di mana sistem ini bekerja dengan menggunakan material berupa desiccant dalam proses penyerapan uap air. Terdapat beberapa jenis desiccant yang umum digunakan dalam pengeringan udara, seperti silica gel, zeolit, dan karbon aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan menggunakan beragam variasi setting pada alat pengering udara sistem tertutup menggunakan desiccant karbon aktif untuk mengetahui tingkat penyerapan yang efektif pada sistem ini. Dari pengujian yang dilakukan, didapat hasil di mana suhu pemanasan berpengaruh pada kelembaban udara awal, di mana pada suhu 40°C kelembaban udara akan lebih rendah dibanding pada suhu 30°C. Kecepatan udara dan ketebalan material desiccant karbon aktif juga berpengaruh terhadap tingkat penyerapan air dalam udara.
UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN FLUIDA DINGIN BERUBAH TERHADAP WAKTU Dimas Satrio Puspo Menggolo; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin meningkat berpengaruh terhadap meningkatnya penggunaan teknologi tersebut. Salah satunya adalah penggunaan teknologi pada pengkondisian udara atau AC (Air Conditioner). Heat exchanger merupakan alat yang memungkinkan terjadinya perpindahan panas dan juga dapat berfungsi sebagai pemanas ataupun pendingin. Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar proses perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien dan efektif. Metode penelitian yang dilakukan yaitu secara eksperimental dengan memberi variasi kecepatan kecepatan udara dan debit aliran air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh efektivitas air cooler heat exchanger dengan fluida air dingin yang berubah terhadap waktu. Metode perhitungan yang digunakan pada penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan metode LMTD (Log Mean Temperature Difference) yang mana merupakan perhitungan rata-rata logaritmik dari perbedaan suhu aliran panas dan dingin pada suatu heat exchanger.
UJI EFEKTIVITAS AIR HEATER DENGAN SUHU AIR PANAS KONSTAN (STEADY STATE) Jembar Ripada; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat exchanger adalah perangkat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua atau lebih zat yang berada pada suhu berbeda. Heat exchanger digunakan dalam berbagai aplikasi seperti kondensor dan evaporator dalam industri HVAC, radiator mobil dalam industri otomotif, pendingin oli, industri pengolahan makanan, industri konstruksi, dan lainnya. Heat exchanger dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisien air heater heat exchanger dengan suhu air panas yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air heater heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,8 m/s, 2,7 m/s, dan 3,6 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling maksimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,51481 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 92%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air heater heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.