Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI FRAKSI ETIL ASETAT PADA DAUN BERWARNA MERAH PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium walp.). Mila Wati; Erwin Erwin; Daniel Tarigan
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 14 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to find secondary metabolites isolated from leave of pucuk merah (Syzygium Myrtifilium Walp). The method used is maceration, fractionation, column chromatography, thin layer chromatography and identified using Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) and Gass Cromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Phytochemical preliminary test of ethyl acetate fraction contained alkaloids, flavonoids, phenolic and triterpenoids, while the results of phytochemical test against stains 2 ethyl acetate fraction showed a positive test result contains the alkaloid compounds and compounds phenolic. The results of the analysis using cluster bonding FT-IR emergence OH (Hydroksi), C-H (Aromatic), CH3 (Aliphatic), and CO Ether, whereas the MS chromatograms obtained peak (peak) which have a similarity value above 90% according to willey09th.L database. estimates of the results of the analysis can be concluded that the stain 2 ethyl acetate fraction is estimated compound 2,4-di-tersier-butyl-fenol.
Efektivitas Manajemen Kurikulum Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Mila Wati; Habib Bintang Anugrah; Merika Setiawati; Nikmah Hayati
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 1 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen kurikulum merupakan komponen mendasar dalam sistem pendidikan yang berperan besar dalam mengarahkan kualitas pembelajaran. Dalam era globalisasi dan transformasi digital yang berkembang pesat, pengelolaan kurikulum yang adaptif dan responsif menjadi kebutuhan mendesak guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai teori, konsep, dan temuan empiris dari artikel dan jurnal ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen kurikulum sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif pemangku kepentingan pendidikan, seperti kepala sekolah, guru, dan masyarakat, serta oleh kesiapan lembaga pendidikan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Selain itu, keberhasilan pengelolaan kurikulum juga ditentukan oleh kemampuan dalam menyesuaikan isi kurikulum dengan kebutuhan lokal dan tuntutan global. Diperlukan pembaruan kurikulum secara berkala, penguatan kapasitas guru, serta kolaborasi lintas sektor agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen kurikulum yang efektif bukan hanya menjadi alat administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan.  
Efektivitas Model Pembelajaran Think Talk Write Berbantuan Video Animasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres 12/79 LakukangKabupaten Bone Mila Wati; Firdaus; Sitti Rahmi
Journal of Primary Education Innovation and Research Vol 1 No 02 (2025): Journal of Primary Education Innovation and Research
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran TTW berbantuan video animasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lakukang. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran TTW berbantuan video animasi terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lakukang dengan sampel sebanyak 20 siswa yang dipilih berdasarkan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data adalah tes pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan setelah model pembelajaran TTW berbantuan video animasi, angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran TTW berbantuan video animasi. Sedangkan lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata pretest 48,50 dan rata-rata posttest 83,00. Angket respon siswa diperoleh rata-rata 87,70% dan keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat terlaksana. Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal, dan hasil uji Levene Statistic  menunjukkan data pretest dan posttest homogen. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai thitung 7,212 > dari ttabel 2.093 dengan demikian H₀ ditolak dan H₁ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TTW berbantuan video animasi efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lakukang.
Asumsi Terhadap Manusia Sebagai Kelompok Dalam Pengembangan Organisasi Di SD Pembangunan Laboratorium, Kota Padang Mila Wati
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze assumptions about humans as groups within the context of organizational development at SD Pembangunan Laboratorium, Padang City. The research focuses on how group behavior, motivation, and interpersonal relationships influence the school’s organizational effectiveness. A qualitative descriptive approach was employed, using observation and interviews with teachers and educational staff. The results indicate that positive social interaction, purposeful collaboration, and open communication among group members significantly contribute to a productive work environment. Moreover, shared awareness of organizational goals enhances each member’s sense of responsibility and engagement. The findings emphasize that the success of educational organizational development is strongly determined by the quality of human relationships within working groups.