Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDY ON THE ROLE OF VIRGIN PARK AS AN ACTIVE RTH FOR TLOGOSARI AND SURROUNDING SOCIETIES Ummi Hanifah Marshush; Hilmi Hilmansyah
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 2 (2023): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i2.1762

Abstract

This research was structured to find out the role of Virgin Park as green open space which has intrinsic (ecological) and extrinsic (social, cultural, economic and aesthetic) functions, as well as the level of its role according to visitors' perceptions. This research uses descriptive analysis and scoring. The results showed that the positive and negative index values ​​were 999 and 981. The positive index values ​​were counted higher than the negative indexes. This indicates that respondents gave a positive response to the role of Virgin Park as an open green space that is actively used by the community. Calculations regarding the interpretation of the score to produce a classification level of the role of Virgin Park as an active green open space obtained results of 70.6% which fall into the classification level of a strong role. Supporting factors are the function of Virgin Park as an active green open space, namely the role of air circulation, entertainment and recreation facilities, a source of income for street vendors, and comfort.
Sosialisasi Pengembangan Wisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Pantai Kaisarea Kota Sorong Murni; La Ibal; Endang Abubakar; Rahful A. Madaul; Ummi Hanifah M.; Hilmi Hilmansyah; Saoda Alting; Sartini
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5383

Abstract

Pengembangan wisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal di kawasan Pantai Kaisarea Kota Sorong menjadi penting mengingat potensi besar yang dimilikinya sebagai destinasi wisata pesisir, namun terancam oleh dampak negatif pariwisata konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengelola wisata mengenai prinsip-prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan budaya lokal dan pelestarian lingkungan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendekatan partisipatif. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah dan dampak pariwisata, sementara pelatihan difokuskan pada pemanfaatan bahan lokal untuk produk wisata yang ramah lingkungan. Pendekatan partisipatif melibatkan tokoh masyarakat dan pelaku wisata untuk menyusun deklarasi wisata berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya wisata berkelanjutan, serta keberhasilan dalam pengelolaan sampah dan pengembangan produk lokal berbasis kearifan lokal. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menciptakan sinergi antara pelestarian budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat, serta dapat dijadikan model untuk pengembangan wisata berkelanjutan di daerah lain.
SOSIALISASI PERENCANAAN KAWASAN BUDAYA DI PROVINSI PAPUA BARAT DAYA Murni Murni; Rahmi Ariani Salam; La Ibal; Slamet Widodo; Endang Abubakar; Mega Wulandari; Ummi Hanifah M.; Rahful A. Madaul; Hilmi Hilmansyah; Muhamad Andika Ramadhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59277

Abstract

Warisan budaya merupakan aset strategis yang melekat pada identitas dan keberlanjutan suatu daerah. Provinsi Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia menyimpan kekayaan budaya yang sangat beragam, namun pengelolaannya masih memerlukan kerangka perencanaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan mengenai konsep dan urgensi perencanaan kawasan budaya melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan mencakup ceramah dan presentasi materi, diskusi interaktif, serta identifikasi potensi budaya secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep kawasan budaya, teridentifikasinya berbagai aset budaya lokal yang berpotensi dikembangkan, serta terbangunnya komitmen kolaboratif antar pemangku kepentingan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan kawasan budaya yang terintegrasi dengan pembangunan wilayah dapat menjadi instrumen efektif dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif di Papua Barat Daya
Pengaruh Kualitas Layanan Transportasi Umum Terhadap Kepuasan Penumpang di Kota Sorong Hilmi Hilmansyah; La Ibal; Risman
Jurnal Perkotaan Vol. 18 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v18i1.7784

Abstract

Transportasi merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perkotaan. Kota Sorong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa di Papua Barat Daya memiliki kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, sehingga kualitas layanan transportasi umum, khususnya taksi kuning, menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan transportasi umum (taksi) terhadap kepuasan penumpang di Kota Sorong. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), Service Quality (SERVQUAL), dan Analisis Regresi Linier Berganda dengan lima dimensi kualitas layanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan penumpang, baik secara simultan maupun parsial. Dimensi responsiveness menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan penumpang. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,683 menunjukkan bahwa 68,3% variasi kepuasan penumpang dapat dijelaskan oleh kualitas layanan yang diberikan. Meskipun demikian, tingkat kesesuaian layanan sebesar 77% dan nilai GAP yang masih negatif pada seluruh atribut menunjukkan bahwa kinerja layanan belum sepenuhnya memenuhi harapan penumpang. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kualitas layanan taksi di Kota Sorong, terutama pada aspek aksesibilitas layanan, keandalan operasional, waktu tunggu, kenyamanan perjalanan, keselamatan, serta responsivitas pengemudi dan penyedia layanan guna meningkatkan kepuasan penumpang secara berkelanjutan.