Articles
Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita di Pulau Jawa Tahun 2006-2017
Rani Ardella;
Nanik Istiyani;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 3 No 2 (2019): JEK Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah tenaga kerja wanita di Pulau Jawa selalu meningkat setiap tahunnya. Tenaga kerja wanita merupakan bagian dari penduduk usia kerja yang secara ekonomis berpotensi untuk terjun ke dalam pasar tenaga kerja dan bertindak sebagai angkatan kerja. Peran wanita dalam ketenagakerjaan ditunjukkan dan diukur dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita (TPAK wanita). Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) wanita di Pulau Jawa pada tahun 2006 hingga 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja wanita. Sedangkan upah minimum provinsi berpengaruh dan memiliki hubungan negatif terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja wanita.
Analisis Keterkaitan dan Multiplier Efek Sektor Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Nasional
Claudia Putri Pitaloka;
Aisah Jumiati;
Sunlip Wibisono
Jurnal Ekuilibrium Vol 4 No 2 (2020): JEK Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran sektor industri pengolahan terhadap perekonomian di Indonesia dengan melihat nilai keterkaitan, nilai penyebaran dan nilai multiplier efek sektor industri pengolahan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS Indonesia yaitu berupa data input output tahun 2016 dan data tenaga kerja sektoral tahun 2016. Fokus dalam penelitian ini menggunakan metode analisis input output. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan memiliki nilai keterkaitan langsung tidak langsung total ke depan dan keterkaitan langsung total ke belakang yang tinggi terhadap sektor lainnya. Nilai penyebaran sektor industri pengolahan yang tinggi menjadikan sektor industri pengolahan sebagai leading sector dalam perekonomian Indonesia. Sementara itu, sub sektor industri pengolahan yang menjadi sektor utama adalah sektor industri makanan dan minuman. Nilai multiplier output, multiplier pendapatan, dan multiplier tenaga kerja sektor industri pengolahan memiliki nilai lebih dari satu (>1) yang artinya sektor industri pengolahan memiliki nilai multiplier yang tinggi dalam perekonomian, hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan permintaan akhir pada sektor industri pengolahan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia
Analisis Indikator Makroekonomi pada Stabilitas Industri Perbankan Komersial di Indonesia dan Thailand
Seli Ika Setia Tantri;
Moh. Adenan;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 2 (2017): JEK Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Krisis ekonomi global tahun 2008/2009 menjadi pemicu instabilitas sistem keuangan, khususnya Indonesia danThailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP, inflasi dan suku bunga sebagai indikatormakroekonomi terhadap satbilitas industri perbankan komersial di Indonesai dan Thailand dalam jangka pendekdan panjang. Metode analisis yang digunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan variabelindependen yaitu Gross Domestic Product (GDP), inflasi dan suku bunga. Data yang digunakan dalam penelitianini merupakan data sekunder dari Q12007 hingga Q42016. Penelitian ini menggunakan Impulses ResponsesFunction (IRF) dan Variance Decomposition (VD) untuk mengetahui guncangan indikator makroekonomiterhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini memberikan buktiempiris yang baru mengenai pengaruh indikator makroekonomi terhadap stabilitas industri perbankan komersialdi Indonesia dan Thailand. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa GDP tidak memiliki pengaruh yangsignifikan terhadap stabilitas industri perbankan di Indonesia dan Thailand baik dalam jangka pendek maupundalam jangka panjang. Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan diIndonesia dalam jangka pendek, sedangkan untuk negara Thailand inflasi memiliki pengaruh yang signifikanterhadap stabilitas industri perbankan komersial baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sukubunga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesiadalam jangka pendek, namun memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang. Suku bunga memilikipengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Thailand baik dalam jangka pendekmaupun dalam jangka panjang. Salah satu bentuk atau upaya untuk dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dikedua negara adalah integrasi keuangan dan kebijakan moneter yang berfokus pada bentuk kerjasama dalammemelihara sistem keuangan yang stabil dan nilai tukar yang stabil termasuk mencegah terjadinya krisiskeuangan terulang kembali.
Analisis Pengaruh Inflasi dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Pulau Jawa Tahun 2006-2016
Catur Nanda Puspita Sari;
Aisah Jumiati;
Fivien Muslihatinningsih
Jurnal Ekuilibrium Vol 3 No 1 (2019): JEK Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Inflasi dan investasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Jawa tahun 2006-2016. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda dan Analisis Jalur atau Path Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, variabel investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, variabel inflasi dan investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Pulau Jawa Tahun 2006-2016.
Pengaruh Pajak Hotel dan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten di Provinsi Bali Tahun 2013-2019
moh efendi septiawan;
Duwi Yunitasari;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 2 (2021): JEK Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v5i2.22809
Otonomi daerah adalah produk kebijakan pelimpahan wewenang dan implementasi desentralisasi yang diberikan kepada pemerintah daerah. Kemandirian keuangan daerah sendiri dapat dicerminkan melalui persentase perolehan PAD yang tinggi terhadap total penerimaan daerah. Saat ini sektor pariwisata menjadi sorotan bagi daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan wisata yang mana diharapkan dapat membantu pelaksanaan pembangunan daerah yang dapat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pajak hotel dan pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten di Provinsi Bali pada tahun 2013-2019. Penelitian ini menggunakan data skunder dengan menggunakan alat analisis data panel dengan menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sector pariwisata berpengaruh postif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Analisis Pendapatan Nasional di Negara-negara Anggota ASEAN)
Coniq Putri Andinata;
Moh. Adenan;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 1 (2018): JEK Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu dari tujuan pembangunan di setiap negara, hal tersebut berasal dari kenaikan total pendapatan nasional. Pendapatan nasional merupakan nilai yang mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara, salah satu tolak ukurnya dapat dilihat melalui Gross Domestic Product (GDP). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan Gross Domestic Product (GDP) di ASEAN pada tahun 2005–2015 dan menganalisis seberapa besar pengaruh Foreign Direct Investment (FDI), Ekspor, dan Gross Fixed Capital Formation (GFCF) terhadap Gross Domestic Product (GDP) di negara-negara anggota ASEAN. Kajian penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan model Random Effect. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa secara simultan variabel FDI, Ekspor, dan GFCF memiliki pengaruh dan signifikan terhadap Gross Domestic Product (GDP) di negara-negara anggota ASEAN. Hasil analisis uji parsial menunjukkan bahwa FDI berpengaruh Positif dan signifikan terhadap GDP. Ekspor berpengaruh positif terhadap GDP dan GFCF berpengaruh positif terhadap GDP. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah di setiap negara dapat mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan jumlah pendapatan nasional yang diterima.
Analisis indikator makroekonomi terhadap utang luar negeri indonesia
M. Rizqi Iskhaqi;
Siswoyo Hari Sentosa;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 4 No 2 (2020): JEK Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Utang luar negeri adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar Negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengaruh indikator makroekonomi terhadap utang luar negeri Indonesia. Secara empiris penelitian ini menggunakan data time series berupa data quartalan selama tahun 2000-2017. Fokus penelitian ini menggunakan metode analisis Error Corection Model (ECM). Berdasarkan hasil analisis Error Corection Model (ECM), menunjukkan hasil bahwa dalam jangka panjang variabel Gross Domestic product, inflasi dan defisit anggaran berpengaruh signifikan negatif terhadap utang luar negeri Indonesia, sedangkan variabel Exchange rate berpengaruh signifikan positif terhadap utang luar negeri Indonesia. Dalam jangka pendek, variabel Gross Domestic Product dan Exhange Rate tidak signifikan positif terhadap utang luar negeri Indonesia, sedangkan variabel Inflasi dan Defisit anggaran tidak signifikan negatif terhadap utang luar negeri Indonesia.
Infrastruktur Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
Aisah Jumiati;
Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v6i1.31321
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu negara. Untuk meningkatkan perekonomian tersebut, salah satunya bisa dilakukan dengan mengembangakan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara inbound tourism dan infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menganalisis respon pertumbuhan ekonomi akibat adaya goncangan pada variabel inbound tourism dan infrastruktur jalan di Indonesia selama periode 1988-2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vector autoregression (VAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jangka panjang tourist arrivals, tourism receipts, dan infrastruktur jalan secara signifikan berpengaruh terhadap pertumbuha ekonomi, sedangkan pada jangka pendek hanya tourism receipts dan infrastruktur jalan yang secara signifikan berpengaruh. Pada jangka panjang tourist arrivals dan tourism receipts berpengaruh positif sedangkan infrastruktur jalan berpengaruh negatif. Selanjutnya, pada jangka pendek tourism receipts berpengaruh negatif dan infrastruktur jalan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, variabel tourist arrivals dan infrastruktur jalan tidak memiliki hubungan kausal dengan pertumbuhan ekonomi, namun terdapat hubungan kausal searah dari tourism receipts ke pertumbuhan ekonomi. Impuls response function menunjukkan PDB merespon negatif dari adanya goncagan yang terjadi pada inbound tourism, sedangkan respon positif ditunjukkan oleh PDB apabila terjadi goncangan pada infrastruktur jalan.
Pengaruh Insentif, Lama Bekerja Dan Curahan Jam Kerja Terhadap Pendapatan Pekerja Bidang Jasa Katering Di Kota Bekasi Tahun 2018
Rabhani Segara;
I Wayan Subagiarta;
Aisah Jumiati
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 1 (2021): JEK Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis : (1) Pengaruh insentif terhadap pendapatan tenaga kerja bidang jasa katering di Kota Bekasi; (2) Pengaruh lama bekerja terhadap pendapatan tenaga kerja bidang jasa katering di Kota Bekasi; (3) Pengaruh curahan jam kerja terhadap pendapatan tenaga kerja bidang jasa katering di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau bilangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diambil secara langsung dengan menyebar kuisioner kepada pekerja bidang jasa katering di Kota Bekasi, sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berasal dari sumber-sumber buku, web terkait, dan jurnal penelitian. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi variabel berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square, Variabel dependen yang digunakan adalah pendapatan pekerja katering yang didapatkan setiap bulannya, sedangkan variabel independen berupa insentif, lama bekerja dan curahan jam kerja. Hasil analisis menunjukan bahwa: (1) Insentif berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pekerja di bidang jasa katering di Kota Bekasi tahun 2018; (2) Lama bekerja berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pekerja di bidang jasa katering di Kota Bekasi tahun 2018; (3) Curahan jam kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pekerja di bidang jasa katering di Kota Bekasi tahun 2018. Penelitian ini menghasilkan nilai R-squared yang menunjukan tingkat relevansi penelitian dengan kenyataan yang sesungguhnya sebesar 0.96.
ANALISIS SEKTOR EKONOMI BASIS TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TIMUR (PENDEKATAN INPUT-OUTPUT)
Juansyah, Dhemmi;
Jumiati, Aisah;
Lestari, Endah Kurnia
Jurnal Ekuilibrium Vol 8 No 1 (2024): JEK Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v8i1.44588
Base sector is an economic sector thet serve the market’s demand in the region and outside the region. Location Quotient analysis tool is needed to seek the base economic sector in East Java Province. After that, The base sector will be analyzed using analytical tools like direct forward linkage, direct backward linkage, output multiplier and income multiplier. The result of this research are Manufacturing Sector; Wholesale and Retail Trade, Repair of Motor Vehicles and Motorcyles Sector; and Transportation Sector is the base sector in East Java Province. Through linkage impact, The three base sectors in East Java Province have an important role in increasing the output of other economic sectors. Through multiplier effect the three basic sectors of East Java Province contributed greatly to output growth and increased household income.