Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang Terjadi di Kota Bitung Adam, Rahmat S.; Mallo, Nola T. S.; Tomuka, Djemi
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.59408

Abstract

Abstract: According to the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (PPPA) through the Online Information System for the Protection of Women and Children (SIMFONI PPA), in North Sulawesi 2023, the most dominant violence based on the location of the incidence is household.  Bitung is the area with the second highest number of domestic violence cases in 2023. This study aimed to obtain the description of domestic violence cases in Bitung 2022. This was a retrospective and descriptive study using secondary data taken from the Women's Empowerment and Child Protection Service and Police Department in Bitung. The relationships between variables were analayzed with the chi-square test. The results showed that the majority of victims were children (74.5%) with the type of penance violence (45.8%). Most often the perpetrator was the father (38.2%). The chi-square test  obtained p=0.008 for the relationship between victim and all types of violence; p=0,000 for the relationship between the relation of perpetrator and victim  and all types of violence; and p=0.542 for the relationship between location and all types of violence. In conclusion, the majority of domestic violence in Bitung is penance violence with children as the victims, and the father as perpetrator. There is no relationship between location and all types of violence. Keywords: types of violence; domestic violence; victim   Abstrak: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) melaporkan  bahwa di Sulawesi Utara pada korban kekerasan per tahun 2023 yang paling mendominasi berdasarkan tempat kejadian ialah rumah tangga. Kota Bitung merupakan daerah dengan posisi ke-2 kasus kekerasan per tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus KDRT di Kota Bitung. Jenis penelitian ialah deskrptif restrospektif dengan menggunakan data sekunder diambil dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bitung serta Polisi Resort Kota Bitung tahun 2022. Uji statistik terhadap hubungan variabel menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa mayoritas korban ialah kategori anak (74,5%) dengan jenis kekerasan penelantaran (45,8%) serta pelaku paling banyak ialah ayah (38,2%). Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p=0,008 pada variabel korban dengan semua jenis kekerasan; p=0,000 pada variabel hubungan pelaku dengan korban terhadap semua jenis kekerasan; dan p=0,542 pada hubungan antara variabel kecamatan dengan semua jenis kekerasan. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Kota Bitung ialah penelantaran dengan korban terbanyak ialah anak, pelaku yang berstatus ayah, namun hubungan wilayah kejadian dari setiap kasus tidak berkontribusi dalam terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Kata kunci: jenis kekerasan; kekerasan dalam rumah tangga; korban
Gambaran Pola Luka pada Kasus Kematian Akibat Kekerasan Tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2023 Caise, Olivia; Siwu, James F.; Mallo, Nola T. S.
e-CliniC Vol. 13 No. 2 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i2.61264

Abstract

Abstract: Sharp violence is caused by the use of objects with sharp or pointed sides, so that, it can cause injuries to parts of the body. Attacks with sharp weapons and deaths from stabbing occur all over the world, from countries with high rates of crime and violence to countries known to be the safest in the world. This study aimed to determine wound pattern in cases of death due to sharp violence in Rumah Sakit Bhayangkara Level III Manado in 2023. This was a descriptive and retrospective study using secondary data from Visum et Repertum from Rumah Sakit Bhayangkara. The results found 15 cases of death due to sharp violence throughout 2023. Most cases were found in May (26.7%) followed by December (20%) with the most requests for Visum et Repertum from Manado (53.3%). The most common age group was 21-69 years (40%); all of them were male (100%). The type of wound was dominated by stab wound (93.3%). The most common location was in the chest area (60%) which mostly hit the heart and lungs (33.3%). In conclusion, the cases of death due to sharp violence are all male, young adult age group (21-30 years), and the most common type of stab wound in the chest area that affects the lungs and heart organs. Keywords: wound pattern; sharp violence   Abstrak: Kekerasan tajam diakibatkan oleh penggunaan benda bersisi tajam maupun runcing sehingga dapat menimbulkan luka pada bagian tubuh. Serangan dengan senjata tajam dan kasus kematian akibat penikaman terjadi di seluruh dunia, mulai dari negara dengan tingkat kejahatan dan kekerasan yang tinggi hingga negara-negara yang dikenal paling aman di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola luka kasus kematian akibat kekerasan tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado tahun 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder hasil Visum et Repertum dari RS Bhayangkara Tingkat III Manado Sulawesi Utara. Hasil penelitian mendapatkan 15 kasus kematian akibat kekerasan tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado sepanjang tahun 2023, paling banyak kasus dijumpai pada bulan Mei (26,7%) diikuti bulan Desember (20%) dengan permintaan Visum et Repertum paling banyak dari Kota Manado (53,3%). Kelompok usia terbanyak pada golongan usia 21-69 tahun (40%), seluruhnya berjenis kelamin laki-laki (100%). Jenis luka didominasi oleh luka tusuk (93,3%). Lokasi terbanyak pada daerah dada (60%) yang paling banyak mengenai jantung dan paru (33,3%). Simpulan penelitian ini ialah kasus kematian akibat kekerasan tajam seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, golongan usia dewasa muda (21-30 tahun), paling banyak dijumpai jenis luka tusuk pada daerah dada yang mengenai organ paru dan jantung. Kata kunci: pola luka; kekerasan tajam
Profil Kasus Luka Bakar di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2023 – 2024 Rusly, Evan Y.; Tomuka, Djemi; Mallo, Nola T. S.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65823

Abstract

Abstract: Burn injury represents a major health problem with both clinical and medicolegal implications, particularly when related to accidents or criminal incidents. This study aimed to describe the profile of burn injury cases at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado in 2023–2024. This was a descriptive and retrospective study based on secondary data obtained from medical records of burn cases treated during the study period. The results showed a total of 16 burn cases, with 12 patients (75%) survived and four patients (25%) died. The highest number of cases occurred in 2024 (62.5%). The most common cause of burns was fire (62.5%), followed by electricity and hot liquids (12.5% each), and explosion (6.3%). Based on total body surface area, the most frequent category was 10–29% (31.3%), and the most common burn degree was second-degree burns (31.3%). Most patients were adults aged 18–59 years (62.5%), and males constituted the majority (75%). All patients were Indonesian citizens residing in Manado. In conclusion, burn injuries in Manado most commonly affect adult males and are primarily caused by fire. These findings highlight the need for enhanced safety education in both workplace and domestic settings, as well as improved medicolegal documentation to support forensic analysis and inform public health policies. Keywords: burn injury; case profile; forensic aspect    Abstrak: Luka bakar menjadi masalah kesehatan yang memiliki implikasi klinis maupun medikolegal, terutama ketika berkaitan dengan kecelakaan atau tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus luka bakar di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado pada tahun 2023–2024. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien luka bakar yang dirawat selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 kasus luka bakar yang tercatat, dengan 12 pasien (75%) hidup dan empat pasien (25%) meninggal dunia. Kasus terbanyak ditemukan pada tahun 2024 (62,5%). Penyebab luka bakar yang paling seringa ialah api (62,5%), diikuti oleh listrik dan cairan panas (masing-masing 12,5%), serta ledakan 6,3%. Berdasarkan luas luka, kategori 10–29% merupakan yang terbanyak (31,3%), sedangkan derajat luka yang paling sering ditemukan ialah derajat II (31,3%). Kelompok usia terbanyak ialah dewasa (18–59 tahun) (62,5%), dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (75%). Seluruh korban merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di Manado. Simpulan penelitian ini ialah luka bakar di wilayah Manado paling sering terjadi pada laki-laki usia produktif akibat paparan api, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan edukasi keselamatan kerja, kewaspadaan domestik, serta penguatan dokumentasi medikolegal untuk mendukung analisis forensik dan perencanaan kebijakan kesehatan Kata kunci: luka bakar; profil kasus; aspek forensik
Profil Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Tahun 2024 Lingga, Steaven D. E.; Mallo, Nola T. S.; Siwu, James F.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65852

Abstract

Abstract: Everyone who is united by the bonds of marriage and forms a family certainly wants a harmonious household. However, in reality, domestic violence can occur within the household, whi ch is very much against the law. This study aimed to describe the profile of domestic violence cases reported to Rumah Sakit Bhyangkara Tk. III Manado in 2024. This was a retrospective and descriptive study. Data were obtained from the medical records and visum et repertum. The results obtained 198 cases of domestic violence.  The most frequent cases were physical violence (69.3%) followed by sexual violence (30.7%). The victims were predominantly female (95.5%), aged 25-44 years (37.4%). Husbands were the most common perpetrators of domestic violence (60.5%). Most cases were reported in Manado City (70.2%). In conclusion, physical violence was the most common form of violence found in domestic violence cases, followed by sexual violence. The highest number of cases reported by district/city came from Manado City. By gender, female victims dominated domestic violence cases. The productive age group was the most dominant victim in domestic violence cases, and husbands were the most dominant perpetrators of domestic violence. Keywords: domestic violence; victim; perpetrator    Abstrak: Setiap orang yang sudah dipersatukan oleh ikatan pernikahan dan membentuk suatu keluarga tentunya menginginkan rumah tangga yang harmonis dan serasi. Kenyataannya, di dalam rumah tangga dapat terjadi tindak kekerasan (kekerasan dalam rumah tangga/KDRT) yang sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untruk mendapatkan profil kasus KDRT yang dilaporkan ke Rumah Sakit Bhyangkara Tk. III Manado pada tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif . Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 198 kasus yang diperoleh dari rekam medis dan visum et repertum. Yang terbanyak ialah kekerasan fisik (69,3%) diikuti oleh kekerasan seksual (30,7%). Laporan kasus paling banyak berasal dari Kota Manado (70,2%). Korban dominan berjenis kelamin perempuan (95,5%) dan berasal dari kelompok usia 25-44 tahun (37,4%). Suami merupakan pelaku yang paling banyak dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (60,5%). Simpulan penelitian ini ialah kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan dalam kasus KDRT, diikuti oleh bentuk kekerasan seksual. Korban kasus KDRT didominasi oleh perempuan dan kelompok usia produktif dengan pelaku kasus KDRT didominasi oleh suami. Laporan kasus terbanyak berdasarkan kabupaten/kota berasal dari Kota Manado. Kata kunci: kekerasan dalam rumah tangga; korban; pelaku