Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA KELAS VIII SMP/MTS Puput Indra Wati; Karim Karim; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 3 No. 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.1766

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah (KPM) adalah kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa, hal ini disebabkan KPM dapat diterapkan pada berbagai bidang dalam kehidupan nyata. Namun, pada kenyataanya siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembelajaran perlu didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melatih KPM. Terdapat model pembelajaran yang dapat menjadi alternatif yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL dengan konteks lingkungan lahan basah terhadap KPM matematika siswa. Metode yang digunakan yaitu Quasi eksperiment, Populasi yang ditetapkan yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Banjarmasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sebagai akibatnya diperoleh kelas VIII E sesi 1 menjadi kelas kontrol dan VIII E sesi dua menjadi kelas eksperimen. Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data yaitu dokumentasi dan tes KPM matematika dengan data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan konteks lingkungan lahan basah berpengaruh positif terhadap KPM matematika siswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PASAR AHAD KERTAK HANYAR PADA MATERI STATISTIKA KELAS X Lailatul Badriyah; Iskandar Zulkarnain; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 3 No. 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.1952

Abstract

Saat ini pelaksanaan pendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum ini disebut modul ajar. Modul ajar berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah menghasilkan modul ajar kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal Pasar Ahad Kertak Hanyar pada materi statistika kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Thigarajan (4-D). Langkah-langkah dalam model 4-D terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, validasi dan uji coba produk. Pada tahap uji coba dilakukan uji keterbacaan, kepraktisan, dan keefektifan. Untuk validasi, uji keterbacaan dan kepraktisan diukur menggunakan angket. Sedangkan, uji keefektifan diukur berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa. Berdasarkan validasi dari tiga validator, diperoleh hasil validasi dari keseluruhan validator adalah 87,30% dengan kategori sangat valid. Hasil uji keterbacaan yang diperoleh dari tiga responden yaitu 98,33% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya pada uji kepraktisan diperoleh nilai keseluruhan yaitu 79,17% dengan kriteria praktis. Sedangkan, uji keefektifan dari hasil evaluasi siswa mendapatkan persentase 74,07% dengan kategori efektif. Dari hasil yang diperoleh, modul ajar dinyatakan valid, efektif, dan praktis.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTS maria sianipar; Karim Karim; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2290

Abstract

Matematika merupakan ilmu hitung yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar kita. Meskipun begitu, banyak siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, sering kali dibenci, dan menimbulkan ketakutan. Oleh karena itu, penggunaan video pembelajaran dianggap sebagai solusi yang membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Video pembelajaran memiliki keunggulan karena bisa diputar berulang sesuai dengan kebutuhan siswa, yang berpotensi untuk menarik minat dan membantu siswa dalam memahami materi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan video pembelajaran matematika dengan konteks lahan basah yang sesuai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang melibatkan tahapan define (mendefinisikan), design (merancang), develop (mengembangkan), dan disseminate (menyebarluaskan). Instrumen yang digunakan meliputi lembar penilaian video pembelajaran oleh ahli untuk mengukur kevalidan video, angket respon siswa, dan angket respon guru untuk mengukur praktikalitas video pembelajaran, serta tes hasil belajar untuk mengukur efektivitas penggunaan video pembelajaran. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa video pembelajaran ini yaitu 3,54 dengan kategori valid. Uji praktikalitas menghasilkan nilai rata-rata angket respons sebesar 3,16 dengan kategori praktis. Persentase hasil belajar siswa sebesar 81,82% dengan kategori efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran matematika dengan konteks lahan basah untuk siswa kelas VII SMP/MTs termasuk dalam kategori yang valid, praktis, dan efektif.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Riqa Anisa; Iskandar Zulkarnain; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2427

Abstract

Banyak penelitian telah dilaksanakan mengenai pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada pemahaman konsep matematika siswa, namun temuan-temuannya beragam. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan effect size dari model pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan karakteristik studi berupa jenjang pendidikan dan ukuran sampel. Data diperoleh dari penelusuran melalui Google Cendikia dengan kata kunci tertentu dan diperoleh 55 studi primer yang diterbitkan antara tahun 2017-2023. Selanjutnya diperiksa sesuai kriteria inklusi dan didapat 20 studi primer yang memenuhi kelayakan. Dengan menggunakan perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0, effect size dari 20 studi primer dianalisis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TPS berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan effect size 0,835 tergolong pada kategori besar; (2) berdasarkan jenjang pendidikan lebih berpengaruh pada jenjang SMP dengan effect size 0,869 tergolong pada kategori besar; dan (3) berdasarkan ukuran sampel lebih berpengaruh pada sampel besar (>30) dengan effect size 0,878 tergolong pada kategori besar.
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL KELAS VII Gusti Ema Zaleha; Hidayah Ansori; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.2898

Abstract

Pada zaman digital ini, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menyelaraskan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar. Perkembangan teknologi ini telah merubah cara kita belajar dan mengajar menjadi lebih variatif yang tak hanya melalui verbal tapi juga dapat melalui audio, video, teks, maupun gambar. Akan tetapi hal tersebut belum secara optimal dilakukan, sehingga melalui penelitian ini dikembangkanlah platform pembelajaran elektronik menggunakan sistem Moodle untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang dapat menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk gambar, video, audio maupun teks pada topik persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel untuk siswa kelas VII. Penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development dengan ADDIE sebagai model penelitian yang memuat proses Analyze, proses Design, proses Develop, proses Implement, dan proses Evaluate. Pengembangan e-learning menggunakan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle menggunakan angket dan wawancara sebagai instrumen penelitian dan data kualitatif yang diubah menjadi data kuantitatif menggunakan skala Likert sebagai teknik analisis. Subjek yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII. Setelah dilakukan uji validitas diperoleh skor 4,00 dengan klasifikasi valid oleh validator media dan materi, serta uji kepraktisan diperoleh skor 3,10 dengan klasifikasi praktis oleh guru dan siswa, sehingga e-learning menggunakan LMS Moodle menjadi media pembelajaran yang layak digunakan.
PENGEMBANGAN LKPD INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES PADA MATERI STATISTIKA UNTUK SMP KELAS VIII Fathimah Fathimah; Hidayah Ansori; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3417

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi dalam penyediaan media pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Banjarmasin, ditemukan bahwa belum tersedia LKPD interaktif berbasis Google Sites pada materi Statistika kelas VIII, dan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami kesulitan dalam memahami konsep rata-rata, median, dan modus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik interaktif berbasis Google Sites pada materi Statistika untuk kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluate. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi, angket respon, dan tes hasil belajar. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Hasil validasi oleh 2 ahli menunjukkan bahwa LKPD interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata skor kevalidan 3,82. Hasil kepraktisan dari angket respon guru sebesar 4,65 dan dari peserta didik sebesar 4,13 yang tergolong sangat praktis. Hasil keefektifan berdasarkan tes hasil belajar menunjukkan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 91,18% yang tergolong sangat efektif. Dengan demikian, LKPD interaktif berbasis Google Sites ini layak digunakan dalam pembelajaran materi Statistika di kelas VIII SMP.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN PENDEKATAN TARL KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD/MI Karim Karim; Sutarto Hadi; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Rahmita Noorbaiti; Muhammad Salim Ma’aruf; Najwa Endah Aleida; Ardi Rahmawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.25706

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan cacah dan bilangan pecahan siswa kelas IV SD/MI. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Modul ajar bilangan cacah menggunakan konteks Pasar Terapung, sedangkan modul ajar bilangan pecahan menggunakan konteks wadai khas Banjar. Implementasi dilakukan di SD Negeri Basirih 6 dan SD Negeri Alalak Selatan, Banjarmasin, dengan melibatkan 20 dan 23 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons guru dan siswa, serta soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua modul ajar memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Skor validitas modul bilangan cacah sebesar 4,65 dan modul bilangan pecahan sebesar 4,84 (kriteria valid). Uji kepraktisan memperoleh skor respons guru dan siswa untuk modul bilangan cacah sebesar 95,4% dan 97,1%, serta untuk modul bilangan pecahan sebesar 92,9% dan 98,5% (kriteria sangat praktis). Hasil uji efektivitas menunjukkan skor N-Gain modul bilangan cacah sebesar 0,50 dan modul bilangan pecahan sebesar 0,48 (kriteria efektif). Dengan demikian, modul ajar TaRL berbasis konteks lahan basah terbukti layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa SD/MI.Kata kunci: Modul Ajar, Pasar Terapung, Wadai Banjar, TaRL Abstract: This study aims to develop teaching modules using the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, grounded in local wetland contexts, to improve fourth-grade students' conceptual understanding of whole numbers and fractions in elementary school (SD/MI). The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The whole-number teaching module was developed using the Floating Market context, while the fraction teaching module was developed using the traditional Banjar wadai (cake) context. Implementation was carried out at Basirih 6 Elementary School and Alalak Selatan Elementary School in Banjarmasin, involving 20 and 23 fourth-grade students, respectively. Research instruments included validation sheets, teacher and student response questionnaires, and pretest and posttest items. The results indicate that both teaching modules met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The validity scores were 4.65 for the whole-number module and 4.84 for the fraction module, both of which satisfied the validity criterion. Practicality scores based on teacher and student responses were 95.4% and 97.1% for the whole-number module, and 92.9% and 98.5% for the fraction module, all meeting the highly practical criterion. Effectiveness scores based on the N-Gain index were 0.50 for the whole-number module and 0.48 for the fraction module, both of which were classified as effective. Therefore, the TaRL-based teaching modules grounded in wetland local contexts are proven suitable for improving mathematics conceptual understanding among SD/MI students. Keywords: Teaching Module, Floating Market, Wadai Banjar, TaRL
PENGEMBANGAN TES FORMATIF KPK DAN FPB BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) UNTUK KELAS V Nur Hikmah; Chairil Faif Pasani; Rahmita Noorbaiti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.22326

Abstract

Kurangnya kemampuan peserta didik dalam kegiatan penilaian mandiri terhadap pembelajaran menjadi tantangan baru dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes formatif berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment dengan materi KPK dan FPB yang valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai sebuah asesmen untuk melatih peserta didik mengasah kemampuan penilaian secara mandiri dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, kuesioner, dan tes hasil belajar dari 15 peserta didik kelas V di SDN Kuin Cerucuk 3 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes formatif berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment(SLOA) dengan materi KPK dan FPB yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Tes formatif ini dinyatakan valid, karena nilai validitas untuk soal tes formatif sebesar 3,65 dan untuk self-assessment sebesar 3,78 dengan kategori sangat valid, praktis berdasarkan tanggapan positif dari guru dan hasil angket kepraktisan sebesar 92% dengan kategori sangat praktis, serta efektif karena terdapat peningkatan rata-rata pada keempat hasil tes formatif peserta didik. Dengan demikian, tes formatif KPK dan FPB berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.   Kata kunci: KPK dan FPB, Self-Directed Learning Oriented Assessment, tes formatif        Abstract: The inability of students to self-assess their learning poses a new challenge in implementing the Merdeka Curriculum. This study aims to develop a formative test based on Self-Directed Learning Oriented Assessment (SLOA) with LCM and GCD material that is valid, practical, and effective to train students' independent assessment skills and improve learning outcomes. Using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), the research involved 15 fifth-grade students from SDN Kuin Cerucuk 3 Banjarmasin. The results showed that the formative test based on Self-Directed Learning Oriented Assessment(SLOA) with LCM and GCD material developed met the criteria of valid, practical, and effective. This formative test is declared valid, because the validity value for formative test questions is 3.65 and for self-assessment is 3.78 with a very valid category, practical based on positive responses from teachers and the results of a practicality questionnaire of 92% with a very practical category, and effective because there is an average increase in the four formative test results of students. Thus, the KPK and FPB formative tests based on Self-Directed Learning Oriented Assessment can be used in the learning process and meet the criteria of valid, practical, and effective. Keywords: Formative test, KPK and FPB, Self-Directed Learning Oriented Assessment
Enhancing the Competence of High School Teachers in Implementing Deep Learning through Mathematical Connections Karim Karim; Chairil Faif Pasani; Rahmita Noorbaiti; Rahman Nul Hakim; Abdul Hadi; Zarimatul Jannah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i1.17318

Abstract

This community service program aimed to enhance the competence of senior high school mathematics teachers in Banjarmasin City in implementing the Deep Learning approach through the strengthening of mathematical connection skills. The program was conducted using a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, which actively involved the Mathematics Teachers’ Association (MGMP) in the stages of needs identification, program planning, implementation, evaluation, and follow-up. The activity consisted of a 32-hour intensive training held from September 4 to 11, 2025, involving 59 teachers. Program effectiveness was evaluated using a pretest–posttest design comprising 10 multiple-choice items assessing teachers’ understanding of Deep Learning dimensions (meaningful, mindful, and joyful learning) and mathematical connection competencies. The results indicated an increase in the mean score from 86.95 (SD = 8.96) to 90.85 (SD = 10.05), with an average gain of 3.90 points (4.48%). A paired sample t-test demonstrated a statistically significant improvement, t = 2.806, p = 0.007, with a moderate effect size (Cohen’s d = 0.41). In addition to quantitative improvements, teachers demonstrated enhanced ability in designing contextual mathematical problems that integrate inter-topic connections and real-world applications aligned with Deep Learning principles. To promote sustainability, the program was extended through a structured three-month mentoring phase to support classroom implementation and reflective practice. Overall, the findings indicate that the CBPR-based training effectively strengthened teachers’ conceptual understanding and instructional competence while reinforcing collaborative partnerships for sustainable professional development.