Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM RENCANA ZONASI KAWASAN KONSERVASI TAMAN PESISIR TELUK SAMPIT (KKP3K-06) DAN TANJUNG CEMETI (KKP3K-07) PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Noor Syarifuddin Yusuf; Anang Najamuddin; Mustaqiim Pangestu; Baharuddin Baharuddin; Yahya Dwikarsa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.2708

Abstract

Implementasi rencana zonasi kawasan konservasi memerlukan pemahaman dan dukungan aktif masyarakat, khususnya kelompok nelayan dan pelaku usaha pesisir. Rencana zonasi ini  berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta konflik pemanfaatan ruang. Oleh karena itu, sosialisasi dan peningkatan partisipasi masyarakat menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Sampit (KKP3K-06) dan Tanjung Cemeti (KKP3K-07) di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Bulan September 2024 di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit dengan melibatkan 30 peserta dari berbagai pemangku kepentingan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi partisipatif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kuisioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir Teluk Sampit dan Tanjung Cemeti. Pemahaman arti konservasi, status kawasan, serta aturan kegiatan meningkat tajam setelah sosialisasi, dari kisaran 6,6–23,33% menjadi 73,33–100%. Persepsi pentingnya konservasi bagi masa depan nelayan juga naik dari 43,33% menjadi 83,33%, menandakan efektivitas kegiatan sosialisasi. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sosialisasi ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif, edukatif, dan kolaboratif dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
KONDISI KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI MENTAYA DESA PALANGAN DAN DESA RASAU TUMBUH KECAMATAN KOTA BESI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Mustaqiim Pangestu; Hermansyah; Muhamad Noor Yasin
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i2.23014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi, kelimpahan, serta struktur komunitas fitoplankton di Sungai Mentaya, Desa Palangan dan Desa Rasau Tumbuh, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September 2025 di tiga stasiun, yaitu bagian hulu (AB1), tengah (AB2), dan hilir (AB3). Analisis fitoplankton dilakukan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, sedangkan analisis kualitas air dilakukan di Laboratorium Dasar dan Analitik Universitas Palangka Raya. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 7 divisi fitoplankton, yaitu Chlorophyta, Cyanophyta, Chrysophyta, Euglenophyta, Bacillariophyta, Cryptophyta, dan Pyrrophyta. Kelimpahan tertinggi terdapat pada Stasiun AB1 dengan 661 individu/L dan terendah pada Stasiun AB3 dengan 369 individu/L. Jumlah taksa terbanyak dijumpai di Stasiun AB2 (13 taksa) dan paling sedikit di Stasiun AB3 (9 taksa). Nilai indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 2,032–2,476 yang termasuk kategori sedang hingga tinggi, indeks keseragaman (E) 0,925–0,966 yang menunjukkan penyebaran jenis relatif merata, serta indeks dominasi (D) 0,093–0,160 yang menandakan tidak ada jenis yang mendominasi secara signifikan. Faktor kualitas air seperti suhu (27,3–27,9 ℃), pH (7,29–7,44), kadar nitrat (0,13–0,15 mg/L), dan fosfat (<0,01 mg/L) masih berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan fitoplankton. Secara keseluruhan, Sungai Mentaya tergolong produktif dengan komunitas fitoplankton yang stabil, sehingga dapat dijadikan bioindikator dalam menilai kesuburan perairan.
Penerapan Machine Learning untuk Prediksi Panen dan Mortalitas Ikan Lele pada UMKM Perikanan Pulang Pisau Helmi Helmi; Rahman Rahman; Mustaqiim Pangestu; Febria Helena; Santi Santi
Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v4i3.1944

Abstract

Catfish farming is one of the freshwater aquaculture sectors that plays an important role in improving community income and food security in Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. However, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the fisheries sector still face several challenges, including difficulties in determining the optimal harvest time, high fish mortality rates, and suboptimal management of water quality and feeding practices. These issues reduce production efficiency and may lead to economic losses for fish farmers. This community service program aimed to implement a Machine Learning-based application called Smart Lele to support decision-making in predicting harvest time and fish mortality. The program adopted a participatory approach consisting of five stages: needs assessment, application development and customization, training and socialization, technology implementation with mentoring, and monitoring and evaluation. The Smart Lele application utilizes cultivation data, including fish age, stocking density, feeding practices, water quality, fish growth, and mortality rates, to generate accurate predictions and management recommendations. The implementation of this application is expected to improve the digital literacy and technological capacity of fisheries MSMEs, support data-driven decision-making, reduce fish mortality, improve feed efficiency, optimize harvest timing, and strengthen the productivity, competitiveness, and sustainability of catfish farming businesses through digital transformation.
ANALISIS KUALITAS AIR AKIBAT BUANGAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT DI SUNGAI KALI MANGKATIP DESA DADAHUP KABUPATEN KAPUAS Ahmad Suwandi; Ummi Suraya; Mustaqiim Pangestu; Tutwuri Handayani
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 2 (2026): Journal of Tropical Fisheries (In Progress)
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i2.27626

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2026 di Sungai Kali Mangkatip untuk mengetahui kualitas air Sungai Kali Mangkatip akibat buangan limbah cair kelapa sawit di Desa Dadahup Kabupaten Kapuas dengan membandingkan hasil uji kualitas air dengan PP RI No. 22 Tahun 2021, dan mengetahui stastus mutu air Sungai Kali Mangkatip dengan metode deskriptif kuantitatif. Penentuan titik sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, debit air, kecepatan arus, kedalaman, Total Suspended Solids (TSS), derajat keasaman (pH), Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), minyak dan lemak, serta nitrogen total. Pengukuran kualitas air dilakukan langsung di lapangan pada 3 titik pengamatan dan sampel air di analisis di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter suhu air pada seluruh stasiun masih memenuhi baku mutu air kelas 3 dengan deviasi suhu yang masih berada dalam kisaran normal. Parameter pH pada seluruh stasiun memiliki nilai yang sangat asam (1,4 ± 0,03 – 2,9 ± 0,14) dan secara umum tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Namun demikian, kondisi ini masih dapat dianggap wajar karena Sungai Kali Mangkatip merupakan perairan rawa gambut yang secara alami memiliki pH rendah. Parameter DO pada seluruh stasiun tidak memenuhi baku mutu kelas 3, yang menunjukkan rendahnya kadar oksigen terlarut di perairan. Sementara itu, parameter TSS, COD, BOD, minyak dan lemak, serta nitrogen total pada seluruh stasiun memenuhi baku mutu air untuk kelas 3. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran status mutu air Sungai Kali Mangkatip pada Stasiun I sampai III sesuai baku mutu kelas 3 tergolong dalam kategori tercemar ringan.