Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

STUDI KUAT TEKAN KOLOM BAJA PROFIL KANAL U GANDA DENGAN VARIASI JARAK ANTAR PROFIL Paskah, Mega Tri; Dapas, Servie O.; Manalip, Hieryco
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu alternatif bahan bangunan yang banyak digunakan di dalam konstruksi. Pemakaian baja sebagai bahan bangunan utama mempunyai beberapa kelebihan, yaitu keseragaman bahan dan sifat-sifatnya yang dapat diduga secara tepat, kestabilan dimensional, kemudahan pembuatan dan kecepatan pelaksanaannya. Pada penelitian ini dicoba membuat kolom menggunakan baja profil U yang selama ini hanya digunakan untuk keperluan konstruksi ringan seperti gording dan rangka atap. Penelitian ini menggunakan profil U yang dirangkai ganda dengan pengaku plat kopel sebagai kolom selanjutnya dilakukan pemodelan finite element dengan program Ansys Mechanical APDL. Analisis static structural digunakan untuk memperoleh beban maksimum dan deformasi pada kolom sedangkan analisis linear buckling digunakan untuk memperoleh besarnya beban kritis pada kolom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antar profil berpengaruh terhadap ketahanan optimum kolom dalam menahan beban dan berpengaruh juga pada besarnya perbedaan deformasi kolom. Kata Kunci: Kolom Profil U Ganda, Finite Element Method, ANSYS, Beban Maksimum, Beban Kritis
EVALUASI DAN ANALISIS PERKUATAN BANGUNAN YANG BERTAMBAH JUMLAH TINGKATNYA Saruni, Cintya Violita; Dapas, Servie O.; Manalip, Hieryco
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan tingkat pada sebuah bangunan merupakan suatu alternatif untuk menjawab masalah peningkatan jumlah orang di dalam suatu bangunan, perubahan fungsi bangunan, penambahan infrastruktur ataupun keterbatasan lahan. Evaluasi struktur bangunan awal dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan struktur bangunan akibat dari penambahan tingkat bangunan. Jika struktur tidak mampu menerima beban yang ditambahkan, maka dibutuhkan perkuatan terhadap elemen-elemen struktur eksisting yang tidak kuat.Pradesain struktur dilakukan untuk mendapatkan struktur awal bangunan 2 lantai yang difungsikan sebagai sekolah menggunakan SNI 2847:2013. Evaluasi struktur yang direncanakan dengan menambahkan 1 tingkat sehingga menjadi bangunan 3 tingkat yang dimodelkan 3D menggunakan program ETABS. Denah bangunan berukuran 22.5 m x 12 m dengan tinggi bangunan 3.8 m tiap lantai dengan mutu beton, fc’ 25 MPa, mutu tulangan baja,  fy 240 MPa untuk diameter tulangan lebih kecil atau sama dengan 10 mm, fy 400 MPa untuk diameter tulangan lebih besar dari 10 mm. Elemen struktur dan pembebanan untuk tingkat yang ditambahkan sama dengan struktur awal dan analisa gempa dengan statik ekivalen. Analisis beban gempa berdasarkan SNI 1726:2012. Struktur di evaluasi dengan program ETABS.Hasil evaluasi struktur yaitu kemampuan struktur awal meliputi balok, kolom dan pelat akibat penambahan tingkat serta periode struktur. Perkuatan elemen struktur yang dilakukan dengan concrete jacketing dan dilakukan beberapa pemodelan untuk dijadikan rekomendasi perkuatan. Kata kunci: Penambahan tingkat, Evaluasi struktur, Perkuatan, Concrete Jacketing, ETABS
KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON POROUS DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT Khonado, Monica Fransisca; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton Porous atau beton yang menggunakan sedikit pasir atau tidak sama sekali merupakan inovasi beton ramah lingkungan, karena jika digunakan sebagai concrete pavement maka dapat membiarkan air mengalir melewati beton sehingga mengurangi air tergenang dan kontaminasi aliran air serta dapat mengisi kembali persediaan air tanah. Namun beton porous memiliki kuat tekan yang rendah karena memiliki banyak pori. Dalam penelitian ini, diuji sejumlah sampel dengan komposisi variasi ukuran agregat beton porous yang berbeda-beda untuk mendapatkan beton porous dengan hasil kuat tekan yang optimum namun dapat dialiri air dengan efektif juga. Ada 4 variasi yang diuji, yakni variasi 1 dengan komposisi 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan saringan 3/8” dan 45% agregat lolos saringan nomor 4 namun tertahan saringan nomor 8, kemudian variasi 2 dengan 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan 3/8” dan 45% agregat  lolos saringan 3/8” namun tertahan nomor 4, variasi 3 terdiri dari 100% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan saringan 3/8”, dan yang terakhir ada variasi 4 yang terdiri dari 55% agregat lolos saringan 1/2" namun tertahan 3/8” dan 45% agregat lolos saringan 3/4" namun tertahan 1/2".Variasi 4 adalah variasi beton porous dengan hasil kuat tekan yang optimum, yakni 15,517 MPa pada usia beton 28 hari. Variasi ini adalah variasi dengan komposisi ukuran agregat terbesar diantara ke 4 variasi yang ada, sehingga dapat dilihat bahwa semakin besar ukuran agregat dalam campuran, maka semakin tinggi hasil kuat tekannya.Sedangkan untuk variasi campuran beton porous yang efektif dialiri air atau dengan permeabilitas optimum adalah Variasi 3 yang memiliki komposisi ukuran agregat yang seragam dengan nilai permeabilitas 2,322 cm/detik. Dapat dilihat bahwa semakin seragam ukuran agregat dalam campuran, maka semakin tinggi nilai permeabilitasnya karena rongga atau pori dari beton akan semakin besar dan banyak. Kata kunci: beton porous, kuat tekan, permeabilitas
ANALISIS PORTAL BERTINGKAT DENGAN ELEVASI LANTAI BERBEDA MENGGUNAKAN METODE CONSISTENT DEFORMATION DAN SLOPE DEFLECTION Salonde, Yustina Yuliana Ria; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mengenai nilai Bidang Gaya Dalam (BGD) pada suatu struktur merupakan hal yang paling mendasar. Nilai BGD akan sangat mempengaruhi terhadap perlakuan struktur yang akan diberikan pada struktur tersebut. Jenis struktur yang ditinjau dalam penelitian ini adalah Portal Bertingkat dengan Elevasi Lantai Berbeda yang memiliki tiga tingkat dengan dua bentang dan tiga bentang. Struktur tersebut akan dianalisis dengan menggunakan Metode Consistent Deformation cara Potong dan Slope Deflection dengan bantuan Program Maple untuk mendapatkan nilai-nilai reaksi ujung, rotasi, dan translasi. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditinjau pengaruh perbedaan elevasi lantai terhadap nilai momen pada kolom. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Hasil Perhitungan menggunakan Metode Consisten Deformation Cara Potong dan Slope Deflection menghasilkan nilai reaksi ujung, rotasi dan translasi yang presentase selisihnya jauh dibawah 1% ( Pada penelitian ini tidak melebihi 1.213E-06 ). Perubahan ketinggian elevasi lantai mengakibatkan perubahan momen pada portal khususnya pada kolom pendek. Semakin kecil perbedaan elevasi lantai, semakin besar momen yang bekerja pada kolom tersebut. Kata Kunci : Portal bertingkat, Elevasi Lantai berbeda, nilai gaya-gaya dalam, metode consistent deformation, metode slope deflection.
ANALISIS PORTAL STRUKTUR BAJA BERDASARKAN KONFIGURASI TIPE DAN VARIASI PANJANG LINK SISTEM EBF (ECCENTRICALLY BRACED FRAMES) Manope, Reivaldy F.; Manalip, Hieryco; Ointu, Bonny M. M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EBF merupakan sebuah sistem penahan gaya lateral untuk bangunan gedung berstruktur baja di mana sistem ini dapat juga diartikan sebagai suatu hybrid antara SRPM yang konvensional dan CBF. Kinerja link yang efektif menyerap beban lateral ditunjukkan dengan kelelehan yang mampu membentuk sudut rotasi inelastik yang cukup besar pada link, di mana penyerapan maksimum ini diharapkan terjadi pada saat struktur sudah mengalami deformasi yang besar akibat gempa besar, dengan tetap mempertahankan komponen-komponen struktur lain seperti balok, kolom, dan bracing berada dalam kondisi elastik. Penggunaan EBF akan menjadi lebih ekonomis apabila link yang telah rusak akibat gempa dapat diganti tanpa mengganti komponen struktur lainnya (balok, kolom, bracing) yang masih tetap elastik memikul beban gravitasi. Terdapat tipe-tipe geometri dari EBF yang mendeskripsikan posisi bracing yang diagonal yang terhubung dengan ujung link pada posisi-posisi yang vital untuk terjadi deformasi plastis. Analisis statik nonlinier merupakan prosedur analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa, dikenal pula sebagai analisis pushover atau analisis beban dorong statik. Kecuali untuk suatu struktur yang sederhana, maka analisis ini memerlukan komputer program untuk dapat merealisasikannya pada bangunan nyata. Analisis dilakukan dengan memberikan suatu pola beban lateral statik pada struktur, yang kemudian secara bertahap ditingkatkan dengan faktor pengali sampai satu target perpindahan lateral dari suatu titik acuan tercapai. Biasanya titik tersebut adalah titik pada atap, atau lebih tepat lagi adalah pusat massa atap.Untuk hasil tinjauan parameter Target Displacement maka struktur yang menggunakan EBF Tipe K memliki sifat daktail yang lebih baik dibandingkan dibandingkan EBF Tipe V berdasarkan; sedangkan hasl tinjauan parameter Base Shear maka struktur yang menggunakan EBF Tipe V lebh menambah kekakuan struktur dibandingkan struktur yang menggunakan Tipe K. Pemasangan sistem penahan gaya lateral yang tidak searah tinjauan tidak memiliki pengaruh yang signifikan baik struktur yang dpasang EBF Tipe K dan Tipe V.  Semakin membesarnya panjang link, (rasio panjang link terhadap lebar bentang), maka struktur yang menggunakan EBF Tipe V semakin berkurang kemampuannya memikul aplikasi beban luar yang berarah lateral, dan hal ini justru berkebalikan dengan struktur yang menggunakan EBF Tipe K, di mana semakin bertambah besarnya panjang link, justru kekuatan untuk memikul beban luar arah lateral semakin bertambah. Kata Kunci : EBF, Link, Pushover Analysis, Baja, Tipe K, Tipe V, Statik Non Linear
PEMERIKSAAN TEGANGAN LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON DENGAN KUAT TEKAN BETON 40 MPa Tumiwa, Brian; Manalip, Hieryco; Tamboto, Winny J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan ketahanan terhadap tarik rendah. Oleh karena itu, beton yang tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu ini harus diberikan perkuatan penulangan yang terutama akan mengemban tugas menahan gaya tarik yang timbul. Salah satu hal yang menyebabkan tulangan dan beton dapat bekerja sama adalah faktor lekatan (adhesi) antara beton dan permukaan tulangan. Daya lekat (tegangan lekat) akan dipengaruhi oleh kualitas dari beton itu sendiri. Mutu atau kualitas dari suatu beton ditentukan dari besarnya kuat tekan beton yang didapatkan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mendapatkan hubungan antara kuat tekan beton 40 MPa dengan tegangan lekat antara baja dan beton. Pada penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 100x200 mm. Dengan menggunakan metode pembuatan campuran beton ACI 211.1-91, didesain kuat tekan rencana 40 MPa. Untuk mendapatkan nilai tegangan lekat antara tulangan baja dan beton, maka dilakukan pengujian tarik pencabutan keluar (pull-out test). Baja tulangan yang digunakan adalah BJTS D16 mm. Dari hasil penelitian untuk kuat tekan rencana 40 MPa didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 41.32 MPa. Terjadi keruntuhan tarik beton pada pengujian pull-out test. Untuk itu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui nilai tegangan lekat yang sesungguhnya dengan memodifikasi per model benda uji dengan hanya memakai 1 buah tulangan baja saja yang ditanamkan ke dalam benda uji silinder. Kemudian diuji menggunakan mesin uji kuat tekan. Maka pada kuat tekan beton (f’c) 40 MPa didapat tegangan lekat (µ) sebesar 15.3 MPa dan tegangan tarik beton (fct) sebesar 3.96 MPa. Kata kunci : Beton, Tulangan Baja, Kuat Tekan, Tegangan Lekat
PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARIK LENTUR BETON RINGAN BERAGREGAT KASAR (BATU APUNG) DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Rahamudin, Rio Herdianto; Manalip, Hieryco; Mondoringin, Mielke
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton ringan merupakan beton yang berbobot ringan, dimana penggunaan beton ringan untuk bangunan semakin berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh kuat tekan beton ringan yang cukup tinggi namun mempunyai berat isi yang rendah. Unsur pokok dari beton ringan adalah agregat yang berupa agregat ringan. Pada penelitian ini digunkan batu apung dari koka teling sebagai agregat kasar pada campuran beton dan Abu Sekam Padi sebagai substitusi parsial semen yang bertujuan menaikkan kekuatan beton. Pembahasan berdasarkan data pengujian benda uji di laboratorium. Pengujian bertujuan untuk mengetahui kadar optimum penggunaan Abu sekam padi sebagai substitusi parsial semen yang berkaitan dengan kuat Tarik belah dan kuat Tarik lentur beton. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis variasi penambahan Abu sekam padi dan agregat normal yaitu 10%, 15%, dan 20%. Benda uji beton berbentuk silinder 100/200 mm dan balok 100x100x500 mm. Hasil pengujian menghasilkan beton ringan dengan berat isi 1440 kg/m3, dengan kuat tekan beton maksimum sebesar 14,59 Mpa, kuat Tarik belah dan kuat Tarik lentur beton yaitu 1,61 Mpa dan 3,48 Mpa pada kadar substitusi parsial ASP sebesar 15% dari berat semen. Kata Kunci : Beton Ringan, Batu Apung, Abu Sekam Padi, Substitusi Parsial, kuat Tarik belah, kuat Tarik Lentur
TEGANGAN LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON MUTU TINGGI DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Sendow, Marchiano R.; Manalip, Hieryco; Kumaat, Ellen J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat beton yang mempunyai ketahanan tarik rendah mengakibatkan beton harus diberikan perkuatan penulangan untuk menahan gaya tarik yang timbul. Salah satu hal yang menyebabkan tulangan dan beton dapat bekerja sama adalah faktor lekatan (adhesi) antara beton dan permukaan tulangan. Daya lekat (tegangan lekat) selain dipengaruhi oleh kualitas beton juga dipengaruhi oleh diameter tulangan. Mutu atau kualitas dari suatu beton ditentukan dari besarnya kuat tekan beton yang didapatkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter tulangan terhadap daya lekat yang timbul antara tulangan dan beton. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 100x200 mm, berdasarkan metode pembuatan campuran beton ACI 211.1-91, didesain dengan kuat tekan rencana 60 MPa yang dikategorikan sebagai beton mutu tinggi.Hasil penelitian untuk kuat tekan rencana 60 MPa didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 61,26 MPa. Pada pengujian kuat lekat dengan menggunakan variasi tulangan mulai dari D10 mm, D13 mm, D16 mm dan D19 mm didapatkan hasil teganan lekat (μ) rata-rata sebesar 8,6 MPa, 10,3 MPa, 11,4 MPa dan 13,6 MPa. Kata kunci : Beton, Tulangan Baja, Kuat Tekan, Tegangan Lekat
TEGANGAN LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON DENGAN MUTU BETON 40-70 MPa Langi, William; Kumaat, Ellen J.; Manalip, Hieryco
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan ketahanan terhadap tarik rendah. Oleh karena itu, beton yang tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu ini harus diberikan perkuatan penulangan yang terutama akan mengemban tugas menahan gaya tarik yang timbul. Salah satu hal yang menyebabkan tulangan dan beton dapat bekerja sama adalah faktor lekatan (adhesi) antara beton dan permukaan tulangan. Daya lekat (tegangan lekat) akan dipengaruhi oleh kualitas dari beton itu sendiri. Mutu atau kualitas dari suatu beton ditentukan dari besarnya kuat tekan beton yang didapatkan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mendapatkan hubungan antara kuat tekan betondengan tegangan lekat antara baja dan beton.Pada penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 100x200 mm. Dengan menggunakan metode pembuatan campuran beton ACI 211.1-91, didesain variasi kuat tekan rencana mulai dari 40 MPa, 50 MPa, 60 MPa, dan 70 MPa. Untuk mendapatkan nilai tegangan lekat antara tulangan baja dan beton, maka dilakukan pengujian kuat tekan dengan menggunakan 1 batang tulangan baja yang ditanamkan ditengah benda uji. Baja tulangan yang digunakan adalah BJTP D12 mm.Dari hasil penelitian untuk kuat tekan rencana mulai dari 40 MPa, 50 MPa, 60 MPa, dan 70 MPa didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 41.15 MPa, 54.42 MPa, 61.49 MPa, dan 73.25 MPa. Pada pengujian kuat lekat didapatkan hasil tegangan lekat (μ) rata-rata sebesar 2.5 MPa, 3.0 MPa, 3.0 MPa dan 4.2 MPa. Kata kunci : Beton, Tulangan Baja, Kuat Tekan, Tegangan Lekat
PEMERIKSAAN KUAT TARIK BELAH BETON SERAT KAWAT BENDRAT DENGAN VARIASI SUDUT TEKUK PADA KEDUA UJUNGNYA Kawulusan, Julianda Astari; Manalip, Hieryco; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi masyarakat modern dan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembuatan elemen struktur. Disamping mempunyai kelebihan, beton juga mempunyai kelemahan yaitu kuat tarik yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat tarik beton adalah dengan menambahkan serat-serat pada adukan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Panjang serat kawat bendrat total masing-masing 60 mm dengan 3 variasi sudut (0⁰,45⁰,90⁰). Untuk panjang kawat bendrat (0⁰) adalah 60 mm, sedangkan untuk panjang kawat bendrat sudut tekuk (45⁰ dan 90⁰) adalah 40 mm lurus dari tengah kawat bendrat dan tekukan pada kiri kanan kawat bendrat adalah 10 mm. Serat kawat bendrat berdiameter ± 1 mm. Persentase penggunaan bahan tambah serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya: 0,00%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1,00% dari berat total benda uji silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya (45⁰ dan 90⁰) tidak berpengaruh secara signifikan pada nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik belah beton, akan tetapi pada sudut 0⁰ mengalami peningkatan secara signifikan pada nilai kuat tekan. Semua variasi sudut, hasil persentase optimal penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap pemeriksaan kuat tekan dan kuat tarik belah beton didapat pada variasi sudut 0⁰ dengan persentase kawat bendrat sebesar 0,25% dan 0,75% dengan hasil 29,707 MPa dan 3,437 MPa. Dilihat dari beton normal, persentase peningkatan kuat tekan beton sebesar 11,429% dan kuat tarik belah beton sebesar 3,743%. Kata Kunci : Serat Kawat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah