Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang Kaunang, James Albert; Manalip, Hieryco; Windah, Reky S.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat banyak pada dasarnya rentan terhadap gempa, terutama struktur yang memiliki geometri yang tidak beraturan akan mengalami simpangan yang lebih besar dibanding struktur simetris. SNI 03-1726-2012 mengatur tentang bangunan beraturan dan bangunan tidak beraturan serta metode analisis yang dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan membuat beberapa model bangunan multi portal 10 (sepuluh) lantai baik yang beraturan maupun tidak beraturan untuk kemudian dibandingkan simpangan model yang beraturan dengan yang tidak beraturan untuk mengetahui perilaku bangunan tidak beraturan terhadap beban gempa, serta menganalisis semua model yang ada dengan metode statik ekuivalen dan analisis ragam spektrum respons untuk kemudian membandingkan hasil simpangan yang diberikan oleh kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan struktur tidak beraturan terhadap struktur beraturan bervariasi dengan simpangan lebih besar sekitar 41% pada model tertentu dari struktur beraturan, dan beberapa model struktur tidak beraturan sebenarnya dapat dievaluasi menggunakan metode statik ekuivalen karena memberikan simpangan yang relatif lebih besar dibanding analisis dinamis. Kata kunci :    SNI 02-1726-2012, metode statik ekuivalen, analisis ragam spektrum respons, simpangan, struktur tidak beraturan
Analisis Dinamis Bangunan Bertingkat Banyak Dengan Variasi Persentase Coakan Pada Denah Struktur Bangunan Fakhurrazy, .; Manalip, Hieryco; Windah, Reky S.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat banyak memiliki struktur bangunan yang rentan terhadap gempa, bangunan bertingkat juga terbagi atas 2 (dua) macam bangunan yaitu, bangunan beraturan dan bangunan tidak beraturan dimana karakteristik tersebut telah diatur oleh SNI 1726-2012 serta metode analisis yang dapat digunakan. Pada penelitian ini memberi pengetahuan mengenai simpangan pada struktur bangunan beraturan dan tidak beraturan. Dalam kasus ini akan dilihat seberapa besar pengaruh coakan pada denah struktur bangunan terhadap beban dinamik atau beban gempa, serta menganalisis semua model yang ada dengan menggunakan metode statik ekivalen dan analisis ragam spektrum respons yang mana akan dibandingkan hasil simpangan dari kedua metode tersebut. Penelitian ini akan dibantu dengan software ETABS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besarnya ketidakberaturan struktur bangunan dalam kasus ini pengaruh adanya coakan, cara statik ekivalen memberikan simpangan yang relatif makin mengecil dari analisis ragam spektrum respons. Kata kunci : Bangunan tidak beraturan, SNI 1726-2012, coakan pada denah, metode statik ekuivalen, analisis ragam spektrum respons, simpangan.
Modulus Elastisitas Beton Geopolymer Pada Perawatan Temperatur Ruangan Tampi, Jeanicha Christiani; Wallah, Steenie E.; Manalip, Hieryco
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer merupakan beton ramah lingkungan yang di buat tanpa menggunakan semen dan sebagai gantinya digunakan fly ash yang merupakan limbah hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dari segi perawatan beton geopolymer membutuhkan temperatur relative tinggi untuk mempercepat proses polimerisasi. Melihat kondisi dari sifat mekanik beton geopolymer pada suhu ruangan lambat untuk mencapai kekuatannya maka ada kebutuhan menambahkan bahan seperti semen untuk meningkatkan reaksi polimerisasi, dalam hal ini jika beton geopolymer mencapai kekuatan yang sama pada suhu ruangan dan suhu tinggi maka produksi semen akan berkurang dan pemanfaatan fly ash akan meningkat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian modulus elastisitas beton geopolymer dan dilakukan perawatan menggunakan temperatur ruangan, dan akan dilakukan penambahan semen sebesar 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10% dari berat fly ash. Dari hasil laboratorium, diperoleh nilai modulus elastisitas beton geopolymer meningkat pada setiap bertambahnya presentase semen. Nilai modulus elastisitas tertinggi didapat pada umur 28 hari dengan variasi penambahan semen 10% dari berat fly ash.
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP KUAT TEKAN Situmorang, Laris Parningotan; Manalip, Hieryco; Handono, Banu Dwi
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pipa PVC pada kolom karena tuntutan estetika seperti menyembunyikan pipa instalasi air bersih, pipa saluran pembuangan maupun instalasi listrik sering dilakukan penambahan lubang (rongga) pada kolom. Penambahan lubang (rongga) tersebut mengakibatkan terjadi pengurangan luas penampang kolom yang akan mempengaruhi kekuatan tekan kolom. Hal ini sering luput dari perhatian pihak perencana maupun pihak pelaksana karena mengganggap penambahan lubang (rongga) tersebut adalah hal sepele. Namun jika tidak direncanakan dan dilaksanakan sesuai prosedur, penambahan lubang (rongga) tersebut bisa berakibat fatal terhadap bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan kapasitas beban aksial akibat penambahan pipa PVC pada kolom. Pengujian dilakukan dengan skala laboratotium, dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji menggunakan kolom 150x150x500(mm), dengan variasi luas lubang 2%, 4%, dan 6% terhadap luas penampang kolom. Pengujian kuat tekan beton menggunakan silinder 100/200(mm), dengan perencanaan mutu beton (f’c) 20 Mpa. Tulangan yang digunakan untuk tulangan longitudinal menggunakan ϕ8 dan untuk tulangan sengkang ϕ6. Perencanaan slump ditetapkan ialah 75-150 mm. Hasil pengujian menyatakan bahwa penambahan pipa PVC pada kolom yang mengakibatkan pengurangan luas penampang kolom akan berpengaruh terhadap kapasitas beban aksial. Dimana semakin besar lubang pada kolom semakin berkurang kapasitas beban aksialnya.Kolom dengan variasi luas lubang 2% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 1,18%. Kolom dengan variasi luas lubang 4% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 2,52%. Dan untuk variasi luas lubang 6% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 4,34%.