Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Debit Banjir Di Sungai Tondano Berdasarkan Simulasi Curah Hujan Rencana Tommy, .; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tondano merupakan sungai ketiga terpanjang di Propinsi Sulawesi Utara. Memiliki panjang 39,9 km, dengan luas DAS  544,75 km2. Sungai  Tondano  adalah salah satu sungai yang berpotensi banjir. Salah satu penyebab terjadi banjir yaitu intensitas curah hujan dengan durasi yang panjang. Mengingat intensitas curah hujan merupakan faktor alam yang tak dapat dihindari, maka diperlukan suatu analisis debit banjir berdasarkan simulasi data curah hujan yang ada. Penentuan debit banjir ini menggunakan metode rasional yang kemudian dibuat suatu simulasi curah hujan rencana. Berdasarkan simulasi curah hujan rencana ini kemudian kombinasikan periode ulang tertentu tiap-tiap stasiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh besaran debit banjir rencana dengan beberapa kombinasi periode ulang yang disesuaikan dengan pola hujan di DAS Tondano. Untuk menghitung debit banjir di Sungai Tondano digunakan data hujan harian maksimum selama 20 tahun dari 6 stasiun yaitu, Stasiun Rumengkor, Stasiun Kaleosan, Stasiun Sawangan, Stasiun Noongan, Stasiun Paleloan, dan Stasiun Molompar dengan periode pencatatan tahun 1995 s/d 2014 dan menggunakan peta topografi skala 1:200.000. Berdasarkan kombinasi yang ada diperoleh total 30 kombinasi debit rencana, dengan 22 alternatif berbeda. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari data pola curah hujan yang ada (Tahun 2010-2014) memberikan kombinasi terbesar pada tanggal 15 Januari tahun 2014, dengan perolehan debit rencana terbesar adalah 783,62891 m3/det (alternatif 20). Kata kunci : sungai Tondano, debit banjir, curah hujan
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Lombagin Kabupaten Bolaang Mongondow Welliang, Aditya Hadipradana; Sumarauw, Jeffry S.F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Lombagin merupakan salah satu sungai dengan DAS yang luas di Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Lomabagin yang tepatnya berada di Kabupaten Bolaang Mongondow sudah sering meluap dan membanjiri kawasan hilir DAS yang sebagian besar merupakan lahan pertanian dan pemukiman masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 8 pos hujan dan 3 pos klimatologi, yaitu pos hujan Nonapan, Lolak, Ayong, Moayat, Pusian, Konarom, Matayangan, Toraut dan pos klimatologi Tompaso, Nuangan, Doloduo. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2006 s/d 2016. Setelah didapat besar hujan, dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS Snyder menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah itu debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa debit semua penampang sungai dapat menampung debit sungai dimulai dari debit kala ulang 2 tahun sampai debit kala ulang 100 tahun.
Analisis Sistem Drainase Di Jalan Parigi 7 Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia; Sumarauw, Jeffry S.F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks Jaga V Desa Kawangkoan Baru Kecamatan Jalan Parigi 7, Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang memiliki permasalahan yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan saluran drainase dalam menampung debit air yang ada. Kurangnya kemampuan saluran drainase dalam menampung debit air mengakibatkan genangan di beberapa titik di Jalan Parigi 7, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan. Untuk itu perlu dilakukan penataan kembali jaringan sistem drainase guna untuk mengurangi genangan dan segala akibat lainya.  Survei lapangan dilakukan untuk mengetahui secara tepat penyebab terjadinya genangan. Analisis Hidrologi dilakukan untuk mendapatkan debit rencana (Qrencana). Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisis frekuensi terhadap data curah hujan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan metode distribusi Log-Pearson III. Debit rencana dihitung menggunakan Metode Rasional. Analisis hidraulika untuk menghitung kapasitas tampung saluran eksisting dan saluran rencana dengan menggunakan rumus Manning. Dari perbandingan antara debit rencana dan debit kapasitas (Qrencana ≤ Qkapasitas), dapat diketahui kemampuan daya tampung dari setiap ruas saluran. Berdasarkan hasil analisis di Jalan Parigi 7, terdapat dua puluh lima ruas saluran eksisting dari lima puluh enam ruas saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit hujan dengan kala ulang 10 tahun. Perlu dilakukan perubahan dimensi saluran agar saluran yang ada mampu menampung debit yang ada. Serta penambahan dua puluh delapan ruas saluran rencana karena ada beberapa lokasi yang belum memiliki saluran dan 5 gorong-gorong baru.
Kajian Sistem Drainase Di Jaga V Desa Kawangkoan Baru Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Mantik, Maria Teresya; Sumarauw, Jeffry S.F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks Jaga V Desa Kawangkoan Baru Kecamatan Kalawat sering terjadi genangan akibat kurangnya kemampuan saluran drainase dalam menampung debit air ketika hujan tiba. Genangan tersebut mengakibatkan rusaknya konstruksi jalan di desa itu dan membuat aktivitas masyarakat sekitar serta masyarakat pengguna jalan menjadi terganggu. Untuk itu perlu dilakukan penataan kembali sistem drainase, agar supaya dapat berfungsi dengan baik. Analisis Hidrologi dilakukan untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc) Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisis frekuensi terhadap data curah hujan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan metode distribusi Log-Pearson III. Debit rencana dihitung dengan Metode Rasional. Analisis hidraulika untuk menghitung kapasitas tampung saluran eksisting dan saluran rencana dengan menggunakan rumus Manning. Dari perbandingan Antara debit rencana dan debit kapasitas (Qrenc ≤ Qkaps), didapatkan kemampuan daya tampung dari setiap ruas saluran. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian terdapat tiga belas saluran eksisting dari tiga puluh empat ruas saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit hujan dengan kala ulang 10 tahun. Diperlukan perubahan dimensi saluran agar mampu menampung debit. Penambahan tujuh ruas saluran rencana pada beberapa lokasi yang belum memiliki saluran dan lima gorong-gorong baru.
Analisis Sistem Saluran Drainase Di Kawasan Citymart Swalayan Kota Bitung Tawera, Alfanny A.; Mananoma, Tiny; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citymart Swalayan merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bitung, tepatnya berada di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa. Pada daerah Kawasan Citymart Swalayan terdapat genangan yang terjadi ketika turun hujan, genangan yang terjadi diakibatkan oleh kondisi eksisting saluran yang dalam kondisi kurang baik, dan beberapa ruas tidak memiliki saluran. Analisis sistem saluran drainase di Kawasan Citymart Swalayan diperlukan untuk mengetahui apakah saluran eksisting mampu menampung debit air hujan. Sesuai dengan standar perencanaan drainase di Provinsi Sulawesi Utara digunakan curah hujan dengan kala ulang 10 tahun dengan menggunakan metode Log-Pearson III. Debit rencana (Qrenc) didapatkan dengan menggunakan metode rasional, kemudian untuk debit kapasitas (Qkaps) dihitung pada analisis hidraulika. Untuk mengetahui kemampuan setiap ruas saluran dan gorong-gorong debit rencana dan debit kapasitas akan dibandingkan (Qkaps > Qrenc). Berdasarkan hasil analisis terdapat 2 ruas saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit air, maka dilakukan perbaikan dimensi saluran. Ada penambahan 7 ruas saluran baru yang akan didesain berdasarkan syarat (Qkaps > Qrenc). Kata kunci – sistem drainase, debit rencana, debit kapasitas saluran
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Wanea Kota Manado Rugian, Selly A. S. S.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60584

Abstract

Jembatan Wanea merupakan jembatan yang melintang dan berada persis di atas Sungai Sario. Keberadaan Sungai Sario di daerah jembatan ini beberapa kali meluap dan mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitar Jembatan Wanea. Banjir bandang yang pernah terjadi pada awal tahun 2014, menjadi bencana banjir terbesar yang terjadi di sungai ini sehingga mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian, yakni analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air serta tahapan pengendalian banjir yang nantinya perlu dilakukan pada Sungai Sario di titik Jembatan Wanea. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Tinoor, pos hujan Tikala-Rumengkor, pos hujan Tikala-Sawangan dan pos hujan Malalayang Kakaskasen. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan yang terjadi pada STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 dan STA 0+200 pada semua debit banjir kala ulang dan pada STA 0+25 masih dapat menampung debit kala ulang 5 tahun dan debit kala ulang 10 tahun, kemudian luapan terjadi kembali pada debit kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 Tahun dan kala ulang 100 Tahun.
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Malalayang Di Titik Jembatan Parigi 7, Kelurahan Bahu, Kota Manado Delarue, Naomi W. N.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60585

Abstract

Sungai Malalayang yang mengalir melintasi Kelurahan Bahu, beberapa kali meluap dan menyebabkan banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Malalayang ini mengalami kerugian saat terjadi hujan, karena beberapa rumah dan jalan di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Malalayang-Kakaskasen, pos hujan Tinoor, pos hujan Ranowangko-Taratara, pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan pada penampang melintang dari STA 0+25 menampung banjir pada kala ulang 5 tahun dan pada kala ulang 10 tahun sampai 100 tahun tidak dapat menampung banjir. Pada STA 0+50 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Jembatan Parigi 7, Sungai Malalayang, debit puncak, tinggi muka air
Analisis Akurasi Data Pengukuran Manual Tinggi Muka Air Terhadap Sistem Telemetri Menggunakan Automatic Water Level Recorder (AWLR) Komansilan, Beauty C. V.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60732

Abstract

Automatic Water Level Recorder (AWLR) merupakan alat untuk mengetahui tinggi air yang ada pada suatu ruas sungai yang nantinya dipakai sebagai dasar untuk mengetahui besarnya debit yang ada pada ruas sungai tersebut. Balai Wilayah Sungai Sulawesi I telah memasang AWLR pada ruas-ruas sungai di Sulawesi Utara. Empat lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah Pos Bailang-Mahawu, Pos Bailang-Bailang, Pos Sario, dan Pos Malalayang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan akurasi data tinggi muka air pada pengukuran manual terhadap sistem telemetri melalui AWLR. Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran langsung ke lapangan dan pengecekan data AWLR tersebut melalui website. Dari hasil analisis, diperoleh nilai selisih rata-rata terkecil pada Pos Bailang-Mahawu sebesar 0,0187 m, yang menunjukkan bahwa sistem telemetri AWLR di lokasi ini memiliki akurasi yang sangat baik dibandingkan dengan pengukuran manual. Sebaliknya, Pos Bailang-Bailang menunjukkan selisih rata-rata terbesar sebesar 0,092 m, yang disebabkan oleh faktor voltase baterai yang sering turun akibat penggunaan tenaga surya pada perangkat AWLR, terutama saat kurang terkena cahaya matahari. Meskipun selisih di pos ini lebih besar, namun masih berada dalam rentang yang dapat diterima untuk aplikasi pengukuran tinggi muka air secara umum. Pos Sario dan Pos Malalayang masing-masing menunjukkan selisih rata-rata sebesar 0,053 m dan 0,052 m, yang menunjukkan tingkat akurasi yang cukup baik. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem telemetri AWLR memberikan hasil yang cukup akurat dalam pengukuran tinggi muka air di berbagai lokasi, dengan selisih yang terdeteksi masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima untuk kegiatan operasional sehari-hari. Kata kunci: AWLR, telemetri, tinggi muka air
Perencanaan Sistem Drainase Perumahan The View Residence Kelurahan Winangun Satu Kota Manado Walalangi, Defanly K.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60735

Abstract

The View Residence adalah salah satu kawasan perumahan yang berada di Kelurahan Winangun Satu, Kota Manado. Karena kawasan perumahan ini belum dibangun saluran drainase, maka dari itu sistem drainase perlu dirancang untuk menampung volume air hujan dan mengalirkannya ke tempat pembuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem drainase dan mendapatkan dimensi saluran yang sesuai sehingga dapat meminimalisir terjadinya genangan air pada kawasan perumahan tersebut. Proses penelitian dimulai dengan pengumpulan data, dimana data tersebut terdiri dari data primer yang didapat melalui survei lapangan, data sekunder yang berupa peta rencana tapak, topografi dan data curah hujan. Perencanaan dimulai dengan Perencanaan sistem drainase dan dilanjutkan dengan analisis data yang berupa analisis hidrologi, dan analisis hidraulika. Berdasarkan hasil analisis, perumahan ini menghasilkan 2 sub sistem, dimana pada sub sistem 1 terdiri atas 38 saluran dan 8 gorong-gorong, dan pada sub sistem 2 terdiri atas 6 saluran dan 2 gorong-gorong. Outlet 1 menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir dengan menambahkan saluran tambahan, tetapi tidak menganalisis saluran tambahan. Sedangkan outlet 2 menjadikan saluran drainase kota sebagai tempat pembuangan akhir. Volume debit puncak (Q10) pada outlet 1 adalah 1,49 m3/detik dan pada outlet 2 adalah 0,04 m3/detik. Pada beberapa ruas saluran kontrol kecepatan alirannya tidak mememenuhi syarat, maka dari itu perlu dibangun bangunan terjun pada ruas saluran yang kecepatan alirannya tidak memenuhi syarat. Kata kunci: sistem drainase, perumahan, perencanaan
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Sario Di Titik Jembatan Kantor Lurah Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado Tiwow, Yeremia E. J.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61115

Abstract

Anak Sungai Sario adalah salah satu anak sungai dari Sungai Sario yang seringkali mengalami pengeluapan dan mengakibatkan terjadinya banjir di Kota Manado terlebih khusus pada beberapa jalan dan kelurahan yang dilewati oleh anak sungai ini. Jalan Kantor Lurah Karombasan Utara, Kelurahan Wanea yang merupakan salah satu daerah yang dilewati oleh anak sungai ini terdampak langsung luapan Anak Sungai Sario yang menyebabkan jalan serta beberapa rumah di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi kelak, perlu dilakukan analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air anak sungai Sario. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos Hujan Tinoor. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2022. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan semua penampang melintang dari STA 0+25 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: anak Sungai Sario, debit banjir elevasi tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Co-Authors . Tommy, . A.Y Lapadengan, Tania Tazriana Alex Binilang Amelia E. Sembiring Andrew, Alfredo Bella, Bryan Joelio Bororing, Christalia M. S. Brainer Sibula Cristiandi Richardo Mampuk Damisi, Agung Noorcholis Damopolii, Virgina Dian Bayanasari Delarue, Naomi W. N. Eveline M. Wuisan Eviany Raranta, Meliska Femmy Nurul Akbar Firmansyah Kalapati Fithra Mokoagow, Abdul Fuad Halim Hanny Tangkudung Hierico Manalip Hutabarat, Urgent Valensky I Wayan Sudira Imanuela Lembong, Joane Jeffier Andrew Robot Jeffry Swingly Frans Sumarauw Kapantouw, Billy Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Liany Amelia Hendratta Lingkan Kawet Lombogia, Lydia Lumentut, Valen Yanny Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Mantik, Maria Teresya Marvil Fredrik Sulong Mentang, Risky Schwars Meruntu, Philips Alexander Miran, Tommy Mokoginta, Gita Virginita Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Muntu, Andrew Daniel N.E Naseriman, Agatha Nadia, Kivani Najoan, Kezia G. Olviana Mokonio Onibala, Meilly OROH, FICKY Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pioh, Aditya H. R. Porajouw, Amanda Maria priskila Perez Mosesa, priskila Perez Purba, Brian Rambembuoch, Irandy E. Reza Mamuaya, Imanuel Risky Yohanes Rottie, Risky Yohanes Riyo Satomo, Fajar Rizki Rizal Fatah Yainahu, Rizki Rizal Fatah Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Salaki, Perchy R. C. Sela, Reynaldo Jeremy Senaen, Yosua Marsel Sharon Marthina Esther Rapar Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Sompie, Ezra Nozomi Gloria Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Tamarengki, Yobianto Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Thalita D. Maratade, Anisya Thambas, Arthur Harris Timothie, Dwight Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tomaili, Meidianto Tommy Jansen, Tommy Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wallah, Steenie Edward Welliang, Aditya Hadipradana Yosua Aditya Ratu