Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DETERMINANTS OF FOREIGN DIRECT INVESTMENT IN ORGANIZATION OF ISLAMIC COOPERATION COUNTRIES IN ASEAN: EMPIRICAL EVIDENCE OF VECTOR ERROR CORRECTION MODEL M. Iqbal; Syahrul Gunawan; Ajeng Lestari; Abdullah Abdullah; Azizan Hadi
FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/finansia.v8i2.11364

Abstract

This study examines the factors that influence FDI in OIC member countries in the ASEAN region: Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam. Foreign direct investment is considered an important source of capital for the economic growth of developing countries. FDI flows to developing countries reached USD 837 billion in 2021, with Southeast Asia being one of the largest recipients. This study uses time series data from 2000–2022 and a VECM model to analyze the causal relationship between FDI, exchange rates, inflation, CO₂ emissions, exports, and imports. The results show that exchange rates and inflation have a significant impact on foreign direct investment in the long term, while CO₂ emissions, exports, and imports are not significant, differing from some previous studies that emphasized the role of trade and the environment. These findings indicate that macroeconomic stability, regulation, infrastructure, and institutions are key determinants of FDI flows. Although the impact of green policies has not been significant, initiatives such as carbon taxes and clean energy programs in the three countries show potential for attracting sustainable investment in the future.
“Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah terhadap Penambangan Liar: Studi atas Kerusakan Lingkungan dan Pelanggaran Harta Milik Umum” Abdul Wasik, Abdul Wasik; Syahrul Gunawan
Wasathiyyah Vol 8 No 1 (2026): Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih
Publisher : Wasathiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58470/wasathiyyah.v8i1.116

Abstract

Nikah siri merupakan praktik perkawinan yang secara fikih dinilai sah karena memenuhi rukun dan syarat nikah, namun tidak dicatatkan secara resmi oleh negara. Dalam konteks masyarakat modern, praktik ini menimbulkan problem serius terkait perlindungan hak-hak istri dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik nikah siri dalam perspektif maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya pada dimensi ḥifẓ al-nasl, serta menilai relevansi keabsahan formal fikih dengan realisasi kemaslahatan substantif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan normatif-maqāṣidi, menggunakan sumber-sumber fikih klasik, pemikiran maqāṣid klasik dan kontemporer, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ḥifẓ al-nasl mengalami dinamisasi dari pemahaman normatif-biologis menuju perlindungan keluarga dan hak anak secara komprehensif. Dalam praktiknya, nikah siri sering kali menimbulkan mafsadat struktural berupa lemahnya perlindungan hukum terhadap istri dan anak, ketidakpastian status hukum, serta ketimpangan relasi gender. Dari perspektif maqāṣid al-Syarī‘ah, keabsahan formal nikah siri tidak cukup apabila gagal mewujudkan perlindungan keturunan secara bermartabat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencatatan perkawinan merupakan wasīlah maqāṣidiyyah untuk menjaga ḥifẓ al-nasl, dan praktik nikah siri dalam konteks sosial modern perlu dievaluasi secara kritis demi terwujudnya keadilan dan kemaslahatan keluarga.