Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : JTM

ANALISIS PENGARUH HASIL PENGELASAN BIMETAL BAJA S45C DAN STAINLESS STEELS 304 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO Mustafid, Sholikul; Hartono, Priagung; Robbi, Nur
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.757 KB)

Abstract

Kebutuhan sambungan las saat ini sangatlah dibutuhkan terutama pada jaman yang sudah modern sekarang ini kemajuan teknologi semakin berkembang pesat maka banyak cara-cara pengelasan yang telah di lakukan untuk mempermudah suatu pekerjaan maka dari itu dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh yang di timbulkan dalam pengelasan dua logam yang berbeda (bimetal) yaitu antara baja s45c dan stainless steels 304 dengan menggunakan proses pengelasan SMAW atau las busur listrik karena jenis las ini adalah jenis las yang paling umum diggunakan dan yang paling mudah dikarenakan peralatan yang relatif murah dari proses pengelasan lainya pengelasan menggunakan elektroda E309-16 dengan kuat arus 90 Ampere dengan posisi pengelasan bawah tangan dengan menggunakan variasi tiga kampuh yaitu kampuh v tunggal, kampuh v ganda dan kampuh tirus tunggal. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimen, penelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktorfaktor lain yang mengganggu. Suatu metode penelitian eksperimen didesain di mana variabelvariabel dapat dipilih dan variabel lain yang dapat mempengaruhi proses eksperimen itu dapat dikontrol secara teliti. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sebagai teknik analisis data. Metode penelitian deskriptif adalah metode penelitiaan yang tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kekuatan tarik dan struktur mikro setelah dilakukan pengelasan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kekuatan tarik tertinggi yaitu dengan menggunakan kampuh v ganda kemudian kemudian kampuh tirus tunggal dan kampuh v tunggal dengan besaran nilai rata-rata sebagai berikut pada kampuh v ganda memiliki kekuatan tarik sebesar 3256,771667 (kgf), sedangkan pada kampuh kampuh tirus tunggal menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan kampuh v tunggal yaitu sebesar 3046,252333 (kgf) dan 2839,245 (kgf) untuk kampuh v tunggal. Untuk hasil struktur mikro pada pengelasan bimetal dengan menggunakan variasi tiga kampuh menunjukkan ada bebrapa unsur yaitu ferrite, pearlite dan martensit untuk daerah haz baja s45c lebih domina pearlite dan untuk daerah haz stainless steels 304 lebih dominan adalah warna ferrite
Pengaruh Variasi Dimeter Grid lubang Miring Pada Intake Manifold Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar Robbi, Nur
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kinerja motor bakar bensin 4-langkah dapat dilakukan dengan memasang grid pada intake manifold, sesudah karburator. Dengan pemasangan grid akan dihasilkan aliran campuran bahan bakar dan udara yang lebih turbulen sehingga homogenitasnya akan meningkat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 5 buah grid yang berdiameter  8mm  dengan sudut kemiringan grid 7,50 ; 12,50 ; 17,50 ; 22,50; dan 27,50 serta pengujian mesin tanpa grid. Putaran antara 1300, 1800, 2300, 2800 sampai 3300 rpm dengan kenaikan Putaran tiap 500 rpm dan bukaan trotel 30% .Penelitian ini dilakukan unjuk kerja motor bakar bensin 4-langkah. Dari hasil penelitian dan uji statistik didapat bahwa diameter grid berlubang miring berpengaruh terhadap kinerja motor bakar bensin 4-langkah. Kinerja paling optimal dihasilkan oleh grid yang bersudut miring 22,50. grid ini menghasilkan Efisiensi termal efektif. Torsi. Dan Daya efektif yang lebih besar serta Konsumsi Bahan Bakar Spesifik efektif yang lebih kecil bila dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kata kunci : Kemiringan lubang grid, Putaran
ANALISA SIFAT MEKANIS BAJA ASSAB 760 YANG MENGALAMI PROSES TEMPERING DENGAN VARIASI SUHU PEMANASAN Lutfi; Unung Lesmanah; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.696 KB)

Abstract

From machine parts, often found a subtance that required hardness and ductility. 760 ASSAB steel is carbon steel that has a carbon steel around 0,30% - 0,60% as well as classified as medium carbon steel. 760 ASSAB steel widely used as the material production of automotive component, where in steel production are used as tools and utensils, crankshaft, bolt, gear in motor vehicles. To improve the hardness and ductility of the steel through the process of tempering with temperature variation ( 200C, 400C, 600C ) and tempering after hardening ( 950C ) the cooling medium used is water. Test equipment hardness and toughness with vickers and methods charpy. The result obtained from this research that the tempering temperature of 200C with the hardness value 156.7 HVN and toughness 1.586 joule / mm2. Tempering temperature 400C with a hardness value 183.5 HVN and toughness 1.584 joule / mm2. Tempering temperature 600C with a hardness value 182.2 HVN and toughness 1.583 joule / mm2. Hardening after the tempering temperature 950C with a hardness value 175.8 HVN and toughness 1.585 joule / mm2
SIMULASI PEMBUATAN DAN ANALISIS CHASING POWERBANK BERBASIS AUTODESK INVENTOR 3D Rizky Hanandhita Pratama; Priyagung Hartono; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.154 KB)

Abstract

Powerbank Desk Portable adalah produk yang dihasilkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Powerbank ini memiliki bentuk yang tidak biasa,ini dikarenakan fungsi dari Powerbank ini tidak hanya digunakan untuk menyimpan daya listrik untuk mencharge gatget, namun juga berfungsi sebagai meja lipat. Dikarenakan bentuknya adalah meja yang menahan beban yang berat,sehingga kekuatan dari chasing Powerbank ini dipertanyakan. Hal ini menjadi alasan mengapa analisis terhadap kekuatan chasing Powerbank ini dilakukan agar diketahui beban maksimum yang dapat ditopang. Penelitian ini dilakukan dengan penerapan simulasi pada software Autodesk Inventor 2013 untuk mengetahui gagal tidaknya desain yang dibuat dengan beban yang diterima. Dari hasil simulasi dan perhitungan software yang dilakukan pada chasing Powerbank yang terbuat dari Polmetil metakrilat (PMMA) atau sering disebut akrilik, diperoleh beban maksimal yang dapat ditopang oleh chasing Powerbank sebesar 196 N dengan safety faktor 4,5 ul. Jadi dapat disimpulkan bahwa chasing Powerbank yang dibuat aman dan layak digunakan
PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DENGAN PENDINGIN YAMACOOLANT TERHADAP BAJA ASSAB 760 Adi Rachmat Setya Utama; Abdul Wahab; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.146 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui Pengaruh Temperatur dengan Pendingin Yamacoolant terhadap struktur mikro dan kekerasan baja karbon ASSAB 760, (2) Mengetahui pengaruh variasi Holding Time dengan media pendingin Yamacoolant terhadap struktur mikro dan kekerasan baja karbon ASSAB 760, Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Obyek dalam penelitian ini menggunakan baja karbon sedang ASSAB 760, produk dari Associated Swedish Steels AB (Assab Steels) Stockholm, Swedia, dengan kandungan kimia 0,42- 0,50 % C, 0,60 % Mn, 0,30 % Si dan 0,04 S %. Teknik Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram, grafik dan foto struktur mikro. Sebagai parameter input pada penganalisisan data meliputi : variasi temperatur (800 C, 840 C, dan 880 C), variasi Holding Time (15 menit, 25 menit, dan 35 menit), struktur mikro, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkat kekerasan dan struktur mikro yang terbentuk. Dari hasil pengujian kekerasan didapatkan tingkat kekerasan tertinggi pada spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 51,7 HRC berturut-turut menuju posisi terendah yaitu spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 47,3 HRC, spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 44,3 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 43,3 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 42 HRC, spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 35 HRC, spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 25 menit sebesar 30,7 HRC, spesimen temperatur 880 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 28 HRC, spesimen temperatur 800 C dengan Holding Time 35 menit sebesar 23,6 HRC, dan paling rendah spesimen raw material sebesar 7,6 HRC. Pengujian struktur mikro menunjukkan struktur mikro raw materials terdiri dari ferite dan Pearlite dengan bentuk dan besar kristal yang berimbang sesuai dengan kandungan karbon yang sebesar 0,42- 0,50 % dan pada kelompok spesimen hardening yang di quench dengan Yamacoolant didapatkan struktur mikro baru yaitu martensite yang merupakan struktur utama dalam peningkatan kekerasan baja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur dan variasi Holding Time dengan media pendingin Yamacoolant dapat mengubah struktur mikro dan meningkatkan kekerasan dari baja ASSAB 760 dengan nilai kekerasan tertinggi pada spesimen temperatur 840 C dengan Holding Time 15 menit sebesar 51,7 HRC.
PENGARUH VARIASI PUTARAN DAN DEBIT AIR TERHADAP EFEKTIFITAS RADIATOR Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.871 KB)

Abstract

Pendinginan merupakan sistem pendukung suatu mesin yang bekerja dan beroperasi. Keberadaan sistem pendingin akan begitu dirasakan terutama pada mesin mesin dengan kapasitas yang besar. Pada mesin yang menggunakan sistem pendinginan air (water cooling system) terdapat dua rangkaian sistem kerja, yaitu aliran air yang mengambil panas dari mesin (cooling effect) dan udara yang mendinginkan air pada radiator (heating effect). Kedua fluida kerja itu merupakan aspek utama sistem pendinginan. Penelitian ini hanya meneliti pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini ialah adakah pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Tujuan penelitian ini ialah untuk meneliti pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator. Obyek penelitian ialah seperangkat alat uji berupa radiator tester yang terdiri dari beberapa komponen dan alat ukur yang terintegrasi dan merupakan hasil rakitan para penyusun. Alat ini digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan mesin DAIHATSU CLASSY type HC 16 valve. Desain penelitian yang digunakan ialah eksperimen, dengan cara memanipulasi suatu variabel tertentu untuk melihat efek yang terjadi dari tindakan tersebut. Variabel bebas ialah (1000, 1500, 2000, 2500, 3000) rpm berdasarkan pada putaran mesin di dapat debit aliran air (0.011, 0.016, 0.024, 0.028, 0.033) m3/menit. Variabel terikat ialah efektifitas radiator. Setiap pengujian dilakukan pengambilan data sebanyak tiga kali. `Berdasarkan pengambilan data yang telah dilakukan terdapat pengaruh putaran mesin dan debit aliran air terhadap efektifitas radiator, dimana semakin meningkat putaran mesin dan debit air semakin meningkat pula efektifitas radiatornya.Pada pengambilan menit pertama terlihat bahwa untuk debit aliran 0.011 m3/menit nilai efektifitasnya 0.021 pada debit aliran 0.016 m3/menit nilai efektifitasnya 0.058 pada debit aliran 0.024 m3/menit nilai efektifitasnya 0.094 pada debit aliran 0.028 m3/menit nilai efektifitasnya 0.137 pada debit aliran 0.033 m3/menit nilai efektifitasnya 0.188. Pada pengambilan data tersebut terlihat bahwa makin meningkatnya debit aliran air makin meningkat pula nilai efektifitas yang dihasilkan. Keadaan ini dapat terlihat bahwa debit aliran air aliran 0.024 m3/menit dengan nilai efektifitas 0.648 pada waktu penahanan 30 menit mempunyai nilai efektifitas yang lebih tinggi dibanding dengan debit aliran 0.016 m3/menit dengan nilai efektifitas 0.60 dan debit aliran air 0.011 m3/menit dengan nilai efektifitas0.624 pada waktu penahan yang sama Melihat uraian di atas dapat disimpulkan bahwa variasi putaran mesin dan debit aliran air mempengaruhi nilai efektifitas pendinginan radiator. Hendaknya penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengganti jenis mesin yang diuji, mengganti jenis radiator, dan pada mesin yang dikenai dengan pembebanan.
PENERAPAN METODE RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) PADA POMPA LP (LOW PRESSURE) FLARE DI SAKA INDONESIA PANGKAH LIMITED Toni Eko Prasetyo; Nur Robbi; Mochamad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengoperasian industri migas salah satu system yang sangat penting adalah sistem venting, blowdown dan flaring. Sistem ini berfungsi untuk menanggulangi fluida sisa akibat dari operasi yang tidak normal. Salah satu peralatan yang sangat penting dalam system ini adalah LP Flare Pump, karena erat kaitannya terhadap pencemaran lingkungan jika terjadi kegagalan pada pompa ini, sehingga kehandalan pompa LP flare tersebut benar-benar harus di jaga dan diharapkan memiliki tingkat kehandalan di atas 97%. Hingga saat ini perusahaan mempergunakan metode fail to run, yang dapat diartikan menunggu terjadinya kerusakan terjadi yang dapat berakibat peralatan tidak dapat dipergunakan. Untuk mencapai target kehandalan yang tinggi, maka di perlukan strategi maintenance yang baik dan peneliti mencoba menerapkan metode RCM untuk melakukan kegiatan maintenance pompa LP Flare. Metodologi yang dilakukan adalah mengetahui fungsi dan nama komponen pada Pompa LP Flare. Melakukan pengambilan data perbaikan dari perusahaan pada system database pemeliharaan (SAP) sejak Januari 2018 sampai dengan Desember 2020 pada perusahaan. Menghitung Downtime, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), MTTF (Mean Time to Failure), MTTR (Mean Time to Repair) dan pembuatan Fishbone Diagram. Dari Analisa data yang dilakukan disimpulkan bahwa Downtime terlama adalah kerusakan pada komponen Check Valve dan Gearbox. Sedangkan komponen kritis pada unit LP Flare Pump dilihat dari RPN (Risk Priority Number) dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) pada penerapan RCM (Reliability Centered Maintenance) yakni Check Valve dengan RPN 54 dan Gearbox dengan RPN 48. Berdasarkan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) pada Check Valve, jangka waktu penggantian komponen kritis pada Pompa LP Flare disarankan dilakukan penggantian setelah dipergunakan selama 4.8 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 7 jam, sedangkan pada Gearbox 7.5 bulan dengan rata-rata waktu perbaikan selama 15 jam. Pada komponen Check Valve berdasarkan 4M dengan tindakan antara lain yaitu material perlu dilakukan dilakukan upgrade material bola check valve agar lebih tahan terhadap gesekan dan tabrakan dengan body check valve. Pada komponen gearbox Man sangat berperan penting, terutama saat melakukan alignment antara gearbox, motor dan pompa harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi misalignment. Selain itu proses pelumasan pada gearbox harus benar-benar dipastikan secara baik. 
PENGARUH VARIASI MEDIA PENGKARBONAN TERHADAP NILAI KEKERASAN SERTA LAJU KEAUSAN BAJA ASSAB 7210 DENGAN PROSES PACKCARBURIZING Dimas Wibisono; Priyagung Hartono; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.555 KB)

Abstract

Baja di dunia industri otomotif roda dua sebagai bahan baku untuk pembuatan roda gigi. Oleh karena itu dibutuhkan rekayasa sifat mekanis dari baja untuk meningkatkan kualitasnya. Langkah-langkah dalam rekayasa sifat mekanis baja adalah proses perlakuan panas, salah satu proses perlakuan panas mengeraskan permukaan baja dengan proses karburasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhvariasi media pengkarbonan terhadap nilai kekerasan serta laju keausan baja ASSAB 7210 dengan proses pack carburizing.Variasi pengkarbonan menggunakan arang bambu, kayu jati, batok kelapa. Suhu pada proses karburasi 900?C. Uji untuk Kekerasan material dan laju keausan menggunakan uji vickers danplate on disk.Dari hitung uji T thitung< ttabel yaitu 0.091<2.920 maka H1ditolak, berarti tidak ada perbedaan nilai kekerasan baja ASSAB 7210 dengan perlakuancarburizing raw material dengan carburizing menggunakan arang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan meningkat setelah proses karburasi dan laju keausan cenderung menurun. Sebelum proses carburizing nilai rata-rata kekerasan 629.7 HVN dan keausan spesifik 2.86,E-04 mm2 /kg. Pengkarbonan menggunakan arang bambu dengan nilai rata-rata kekerasan 1092.8 HVN dan keausan spesifik 2.115,E-04 mm2 /kg. Pengkarbonan menggunakan arang kayu jati dengan nilai rata-rata kekerasan 1126.6 HVN dan keausan spesifik 6.982,E-05 mm2 /kg.Pengkarbonan menggunakan batok kelapa dengan nilai rata-rata kekerasan 1624.9 HVN dan keausan spesifik 9.443,E-05 mm2 /kg.
PERANCANGAN DAN ANALISIS PISAU PENGHANCUR PADA MESIN PENGHANCUR LIMBAH KACA Machrus Ferdian; Nur Robbi; Ismi Choirotin
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste is a problem that is often faced by countries in the world. Glass waste is one of the wastes in the disposal site, one way that can be taken to reduce glass waste is to process glass waste to become other products that are more useful such as a mixture of bricks, artwork, or converted into new glass. That's why innovations emerged to make glass waste crushing machines. Planning a crushing knife on this glass waste crushing machine uses design and analysis methods. The crushing knife consists of a blade, knife mount, disc, shaft, one blade restraint, knife restraint. The crushing knife on this glass waste crushing machine has a type of hammer mill knife. The dimensions of this crushing knife are: the width of the blade (radius) is 165.59mm, the length of the crushing knife is 310mm. The crushing knife consists of: 9 blades, 3 knife stands, 4 plates, 12 knife restraints, and 6 M12 nuts. From the destruction of light glass as much as 2kg, obtained output of 1,050kg. From the results of the destruction of light glass waste, the most dominant glass size is 1.18-2mm which is 0.3787kg (35.79%).
ANALISIS KEKUATAN RANGKA MESIN HAMMER MILL LIMBAH KACA MENGUNAKAN SOLIDWORKS 2021 Muhammad Taufiq; Nur Robbi; Ismi Choirotin
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin hammer mill limbah kaca adalah mesin yang digunakan untuk mengurangi resiko kontaminasi limbah kaca. Pada analisis kekuatan rangka mesin hammer mill limbah kaca dilakukan analisis terkait pemilihan model rangka guna mengetahui kekuatan material dalam menahan setiap komponen mesin hammer mill limbah kaca dan menguji variasi terhadap variabel ukuran profil hollow yaitu : 20x20; 40x40; dan 60x60 mm. Penelitian ini menggunakan software solidworks 2021 yang dilengkapi dengan finite element analysis (FEA), dari hasil analisis simulasi dipililah ketebalan profil hollow dengan ukuran 1,4 mm yang kemudian disimulasikan dengan variasi ukuran profil hollow. Hasil analisis simulasi defleksi maksimum pada rangka mesin hammer mill 20x20x1,4 mm = 0,338 mm; 40x40x1,4 mm = 0,041 mm; dan 60x60x1,4 mm = 0,013 mm, sedangkan hasil analisis tegangan maksimum mendapatkan nilai 20x20x1,4 mm = 15,550N/mm2; 40x40x1,4 mm = 3,690 N/mm2; dan 60x60x1,4 mm = 1,658 N/mm2. Hasil defleksi dan tegangan maksimum yang paling besar pada ukuran profil hollow 20x20x1,4 mm akan tetapi masih berada dibawah nilai batas izin material. Sehingga masih dapat dikatakan dalam batas aman.