Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GEJALA UMUM PADA ANAK PENDERITA KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG PEDIATRIC ONCOLOGY CENTER Dwi Yulisna Prisani; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi untuk mengurangi gejala pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi telah sering diimplementasikan namun gejala tersebut masih dirasakan atau dikeluhkan. Terdapat 6 gejala umum yang paling sering dirasakan anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi antara lain fatigue, gangguan tidur-bangun, nyeri, mual, gangguan mood, dan perubahan penampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lebih lanjut tentang gejala umum pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif untuk melihat gambaran gejala umum pada anak menderita kanker yang menjalani kemoterapi dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah quota sampling sebanyak 30 responden. Metode analisa data menggunakan analisis univariat. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan anak kanker mengalami gejala fatigue pada kategori berat (60%), mengalami gejala gangguan tidur-bangun pada kategori berat (56,7%),mengalami gejala nyeri pada kategori berat (60%), mengalami mual pada kategori ringan (53,3%), mengalami gangguan mood pada kategori ringan (53,3%), mengalami perubahan-penampilan pada kategori berat (53,3%). Peneliti menyarankan agar perawat meningkatkan intervensi Symptoms Management (manajemen gejala) terutama pada fatigue dan nyeri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Erfiana Erfiana; Sri Intan Rahayuningsih; Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih merupakan masalah gizi kronis pada balita di Indonesia. Prevalensi stunting masih berada pada kategori tinggi jika dibandingkan dengan standar ketetapan WHO yaitu tidak lebih dari 20%. Pengetahuan ibu dapat mempengaruhi perilaku pencegahan stunting sehingga peran ibu sangat penting dalam menurunkan angka kejadian stunting.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Jeulingke Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study dengan pendekatan retrospektif. Metode pengambilan sampel yaitu dengan nonprobability sampling dan menggunakan teknik proportional sampling sebanyak 92 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan metode wawancara terpimpin dan hasil dianalisis menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Banda Aceh dengan P-value= 0,001. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat memberikan promosi kesehatan terkait pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan mengendalikan status gizi anak tetap berada pada kategori baik.
PENERAPAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT Syafrina Mataniari; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NICU adalah unit rumah sakit tempat bayi yang lahir lebih awal (premature) dan/atau yang membutuhkan perawatan khusus. Pelaksanaan discharge planning di ruang NICU sangat penting dilakukan untuk memfasilitasi kenyamanan dan keyakinan serta perolehan pengetahuan dan keterampilan untuk berhasil transisi dari ruang NICU ke rumah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran discharge planning diruang NICU RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan tanggal 12-25 Juli 2018. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua neonatus yang dirawat diruang NICU. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat variabel discharge planning didapatkan sebanyak 20 responden (50,0%) berada dalam kategori baik dan 20 responden (50,0%) berada dalam kategori kurang baik. Untuk sub variabel medication (obat) sebanyak 23 responden (57,5%) berada dalam kategori baik, environment (lingkungan) sebanyak 20 responden (50%) dalam kategori baik, treatment (perawatan) sebanyak 20 responden (50%) dalam kategori baik, health teaching (pengajaran kesehatan) sebanyak 27 responden (67,5%) dalam kategori baik, outpatient referral (rujukan rawat jalan) sebanyak 23 responden (57,5%) berada dalam kategori kurang baik, diet sebanyak 32 responden (80%) dalam kategori baik. Direkomendasikan tenaga kesehatan untuk tetap mempertahankan penerapan discharge planning yang sudah dalam kategori baik serta meningkatkan penerapan discharge planning yang masih berada pada kategori kurang baik.
The culture of caring for low birth weight infants at home after treatment: An ethnographic study from Indonesia Sri Intan Rahayuningsih; Yeni Rustina; Yati Afiyanti; Tris Eryando
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v12i1.2380

Abstract

Background: Caring for low birth weight (LBW) babies is a challenge for parents, especially after being discharged from the hospital, to continue the care provided by professional nurses. Culture can influence how parents behave and decide to keep babies healthy. Purpose: This study examined the culture that influences mothers in Aceh, Indonesia, to care for LBW infants at home following hospital treatment. Methods: This study used an ethnographic design that involved ten participants consisting of mothers who had an LBW infant after receiving hospital care, a grandmother, a midwife, and health cadres. The data were collected using focus group
HUBUNGAN SIKAP IBU DAN PERILAKU PERAWAT DENGAN PEMBERIAN ASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDA ACEH Rahayuningsih, Sri Intan; Ramlah, Ramlah; Afrizarni, Lis; Fajri , Nova
Journal of Medical Science Vol 2 No 1 (2021): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.55 KB) | DOI: 10.55572/jms.v2i1.20

Abstract

Pemberian ASI merupakan suatu yang sangat penting bagi awal kehidupan neonatus. Meskipun menyusui merupakan proses naluriah, namun dukungan dan sikap positif dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan ASI ekslusif. Data awal menunjukkan belum semua petugas kesehatan, khususnya perawat/bidan memberikan dukungan yang optimal terkait laktasi, hal ini juga dipengaruhi dengan sikap ibu terkait pemberian ASI kepada bayinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sikap ibu dan perilaku perawat dengan pemberian ASI eksklusif di ruang rawat gabung Rumah Sakit Umum Daerah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat/bidan, ibu dan rekam medik neonatus di ruang pada ruang rawat gabung Rumah Sakit Umum Daerah Banda Aceh. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner The Iowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS) menggunakan teknik wawancara terpimpin, kuesioner data neonatus serta lembar observasi perilaku perawat. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh neonatus mendapatkan ASI saja (96,7%) dan mayoritas ibu memiliki sikap positif (53,3%), namun perilaku perawat masih banyak yang kurang mendukung pemberian ASI (53,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan sikap ibu (p-value=1,000) dan perilaku perawat (p-value = 0,462) dengan pemberian ASI di ruang rawat gabung Rumah Sakit Umum Daerah Banda Aceh. Diharapkan pada seluruh perawat/bidan untuk meningkatkan pemberian edukasi dan konseling manajemen laktasi kepada ibu, serta mengembangkan diri dalam mengikuti pelatihan terkait menyusui dan menambah jumlah konselor ASI tersertifikasi.
Efektivitas Terapi Non-Farmakologis Terhadap Nyeri Tindakan Invasif Pada Neonatus Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Sri Intan Rahayuningsih; Rosni; Ramlah; Nova Fajri
Journal of Medical Science Vol 2 No 1 (2021): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.309 KB) | DOI: 10.55572/jms.v2i1.40

Abstract

Prosedur tindakan invasif merupakan salah satu prosedur yang sering dilakukan di rumah sakit khususnya di ruang NICU dan menimbulkan nyeri pada neonatus. Beberapa manajemen nyeri non-farmakologi untuk menurunkan nyeri adalah dengan pemberian pacifier, ASI, dan bedung. Namun metode tersebut masih perlu diukur keefektifannya dalam manajemen menurunkan nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas terapi non-farmakologis terhadap nyeri tindakan invasif pada neonatus di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda (RSUDZA) Aceh. Penelitian ini menggunakan desain randomized control trial (RCT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh neonatus risiko tinggi yang tidak mendapatkan obat sedasi di ruang NICU level IIA dan IIB RSUDZA. Jumlah sampel sebanyak 19 orang dan menggunakan teknik randomisasi alokasi yang terdiri dari empat kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok intervensi 1 (pemberian pacifier), kelompok intervensi 2 (pemberian pacifier dan bedung), dan kelompok intervensi 3 (pemberian ASI dan bedung). Skala nyeri pada sampel dinilai menggunakan intrumen neonatal infant pain scale (NIPS). Analisis statistik menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji anova dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data normal, homogen dan diperoleh p valu e0,364 yang berarti tidak ada perbedaan tingkat nyeri antar semua kelompok penelitian. Namun secara klinis, kelompok intervensi pemberian pacifier dan bedung memiliki skala nyeri terendah (2,25) dan memiliki perbedaan rerata 2,6 poin dengan kelompok kontrol. Diharapkan seluruh perawat di NICU dapat melakukan pengkajian nyeri pada neonatus terutama saat tindakan invasif agar dapat memberikan manajemen nyeri yang tepat.
ANALISIS DETERMINAN KARAKTERISTIK KADER TERHADAP EFIKASI DIRI DALAM UPAYA EDUKASI PIJAT BAYI Rahayuningsih, Sri Intan; Agustina, Sri
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6416

Abstract

Latar belakang: Kader sebagai tokoh terpilih, memiliki peran penting melaksanakan edukasi pijat bayi sebagai upaya preventif. Kader perlu memiliki efikasi diri yang tinggi untuk mampu mencapai tujuan dan menghadapi berbagai hambatan dalam tugasnya. Karakteristik yang dimiliki kader dapat mempengaruhi efikasi diri dan berpotensi menjadi pendorong yang akan memperkuat peran kader. Tujuan: untuk mendeterminasi karakteristik dan efikasi kader, serta mencari faktor mana yang paling besar mempengaruhinya.. Metode: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas di Aceh Besar. Sampel penelitian sesuai kriteria inklusi sebanyak 37 orang. menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan analisis multivariat regresi logistik. Hasil: Karakteristik usia (OR= 0,606), pendidikan (OR=2,110), dan riwayat pelatihan pijat bayi (OR=4,020) merupakan faktor yang mempengaruhi efikasi diri kader dalam upaya edukasi pijat bayi. Riwayat pelatihan pijat bayi merupakan faktor prediktor efikasi diri dengan odds rasio tertinggi. Kesimpulan: Karakteristik yang tertinggi pengaruhnya sebesar empat kali terhadap efikasi diri adalah pengalaman pelatihan pijat bayi. Oleh karena itu untuk meningkatkan efikasi diri kader maka perlu diberikan pelatihan yang tepat.
Edukasi Partisipatif Pencegahan Stunting dan Wasting untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita di Desa Rumpet, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Rahayuningsih, Sri Intan; Mariana, Inda; Tiara, Anita; Septiana, Nenty; Hasrati Nizami, Nevi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2382

Abstract

Stunting dan wasting merupakan masalah berisiko tinggi terjadi pada balita di Desa Rumpet Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran ibu balita tentang stunting dan wasting serta terbatasnya monitoring terhadap pertumbuhan balita, dapat menjadi penyebab risiko ini meningkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran melakukan monitoring pertumbuhan anak, serta mendorong perilaku kunjungan posyandu secara rutin. Metode yang digunakan mencakup pra kegiatan (observasi dan pre-test), kegiatan inti (edukasi partisipatif dengan audiovisual, diskusi dan simulasi kasus), serta pasca kegiatan (post-test dan wawancara reflektif). Sasaran kegiatan adalah 27 ibu balita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik dari 37 % menjadi 59 %. Kegiatan memberikan dampak positif berupa perubahan perilaku peningkatan minat kunjungan posyandu dan meningkatnya kesadaran untuk memantau pertumbuhan balita. Edukasi dan monitoring yang berkesinambungan sangat penting untuk upaya pencegahan stunting dan wasting.