Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERAN AYAH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR BAYI Sri Wahyuni Balqis; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi akan baik jika kedua orang tua bekerjasama dalam tugas pemenuhan kebutuhan dasar bayi, namun pada umumnya kita ketahui bahwa tugas tersebut hanya dikerjakan oleh ibu saja, padahal ayah juga mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi. Ketiadaan peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi akan berdampak pada gangguan perkembangan yang bisa saja dialami oleh bayi di kemudian hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive explorative dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 236 ayah yang memiliki bayi di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi berada pada kategori kurang baik (54,3%), peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan fisik-biomedis bayi berada pada kategori kurang baik (51,4%), peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan emosi/kasih sayang bayi berada pada kategori kurang baik (58,6%) dan peran ayah dalam pemenuhan kebutuhan stimulasi mental bayi berada pada kategori baik (52,9%). Diharapkan kepada petugas Puskesmas Kuta Alam agar dapat meningkatkan program promosi kesehatan dan turut melibatkan ayah sebagai peserta dalam pelaksanaan program tersebut.
PERAN AYAH DALAM STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD MAULIDA NURLIZA; SRI INTAN RAHAYUNINGSIH
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua merupakan peran utama dalam proses pemberian stimulasi pada anak, ayah merupakan bagian dari orang tua di mana peran ayah dan ibu dalam proses pemberian stimulasi adalah sama, anak yang banyak mendapatkan stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi. Namun pada kenyataannya ibu yang berperan aktif dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi berjumlah 389 (anak usia prasekolah dan ayahnya), dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling dengan jumlah sampel 88 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 sampai 8 Juni 2016 di beberapa PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh dan home visit. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner, metode analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat (uji statistik Chi-square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh (p-value 0,001). Diharapkan ayah bersama ibu bermain bersama anak untuk memberikan stimulasi motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial. 
PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 0-24 BULAN DI BANDA ACEH Vera Rizki; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia yang sampai saat ini menempati urutan ke tiga penyebab kematian bayi. Salah satu penyebabnya adalah pemberian susu formula dengan cara yang tidak benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya diare sebagai akibat dari tata cara atau proses pemberian susu formula yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study.Populasi berjumlah 797 ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan. Teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling dengan jumlah sampel 89 orang.Alat pengumpulan data yaitu kuesioner. Uji analisa data dilakukan univariat dan bivariat (uji statistik chi-square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan (p-value 0,002). Secara khusus ada hubungan membersihkan alat yang digunakan dalam pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,027), ada hubungan frekuensi pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,008), ada hubungan jumlah pemberian susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,002), ada hubungan cara menyiapkan susu formula dengan kejadian diare (p-value 0,009). Oleh karena itu diharapkan kepada ibu-ibu yang memberikan susu formula kepada anaknya harus memperhatikan cara yang benar dalam pemberian susu formula meliputi cara membersihkan, frekuensi pemberian, jumlah pemberian dan cara menyiapkan susu formula. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK Nurul Rachmah; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan Pendamping ASI merupakan makanan atau minuman bergizi pendamping ASI yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. MP-ASI diberikan pada anak usia 6-24 bulan, tapi pada kenyataannya tetap saja banyak ibu yang memberikan MP-ASI secara tidak tepat, seperti memberikan makanan pendamping ASI dini (sebelum usia 6 bulan), pemberian makanan padat yang tidak sesuai dengan usia anak, dan memberikan MP-ASI dengan porsi yang terlalu berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dengan pemberian MP-ASI pada anak (6-24 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 orang ibu yang dipilih dengan teknik proportional sampling. Waktu pengumpulan data dilakukan pada 23 Juni-3 Juli 2016, menggunakan kuesioner dengan cara wawancara terpimpin, kemudian dianalisa menggunakan Chi Square dengan nilai alpha=0,05. Hasil uji statistik diperoleh faktor predisposisi (p-value=0,005), faktor pendukung (p-value=0,036) dan faktor pendorong (p-value= 0,001) yang menunjukkan hubungan dengan pemberian MP-ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan ada hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu (p-value=0,002) dengan pemberian MP-ASI pada anak usia (6-24 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh. Disarankan kepada tenaga kesehatan agar meningkatkan peran dalam penyuluhan tentang pentingnya pemberian MP-ASI, baik dalam program Posyandu, home visit, dan program-program kesehatan lainnya. 
KEPUASAN KELUARGA TENTANG PELAYANAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI ACEH muhammad juanda; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) digunakan untuk menyiapkan petugas kesehatan untuk melakukan penilaian, membuat klasifikasi serta memberikan tindakan kepada anak terhadap penyakit-penyakit yang umumnya mengancam jiwa seperti diare, malaria, pneumonia, campak, dan gizi buruk. Sesuai studi pendahuluan didapatkan keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang berikan yaitu kurang jelasnya informasi tentang penyakit yang di derita anak dan kecepatan pelayanan oleh perawat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan keluarga tentang pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit di Puskesmas Banda Raya Kotamadya Banda Aceh. Pengumpulan data dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 29 Juni sampai dengan 12 Juli 2016. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orangtua yang mempunyai anak balita yang berkunjung ke Puskesmas Banda Raya Kotamadya Banda Aceh pada bulan Januari sampai Maret tahun 2016 sebanyak 420 orang balita. Pengambilan sampel secara sampling purposive yang berjumlah 81 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara terpimpin dengan analisis univariat. Hasil penelitian yaitu kepuasan keluarga tentang pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit mayoritas pada kategori jaminan pada kategori puas (64.2%), kepedulian pada kategori puas (65.4%), dan bukti langsung pada kategori puas puas sebanyak 54 responden (66.7%), keandalan pada kategori puas (67.9%), daya tanggap pada kategori puas (72.8%), (55.6%). Diharapkan petugas MTBS dalam melakukan pelayanan dapat meningkatkan mutu pelayanan serta mengevaluasi secara berkala.
HUBUNGAN IMUNISASI DASAR DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI PUSKESMAS LAMPASEH BANDA ACEH Silvia Fatma; Sri Intan Rahayuningsih; Nevi Hasrati Nizami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua anak dibawah 12 bulan seharusnya mendapatkan imunisasi dasar. Imunisasi dasar lengkap terdiri dari Hepatitis B (HB), Bacillus Calmette-Guerin (BCG), Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT)-Hepatitis B (HB)-Haemophilus influenza tipe B (HiB), dan Campak. Pemberian imunisasi dasar akan membuat anak terhindar dari penyakit infeksi dan akan membuat proses tumbuh kembang anak menjadi baik. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang penting karena ini adalah upaya untuk mempertahankan keturunan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara imunisasi dasar dengan tumbuh dan kembang anak di puskesmas Lampaseh Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study, dengan populasi 279 anak usia 12-24 bulan. Metode pengambilan sampel yaitu dengan teknik proporsional sampling sebanyak 73 responden. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi dan kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Metode analisa data dilakukan dengan uji korelasi chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara imunisasi dengan pertumbuhan anak dengan nilai p-value 0,742. Untuk hasil imunisasi dan perkembangaan anak juga menunjukkan tidak ada hubungan dengan nilai p-value 0,661. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Lampaseh untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan imunisasi dasar kepada anak.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-24 BULAN YANG TIDAK MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF sefriani erlisa; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan gizi melalui ASI dapat menunjang proses tumbuh kembang anak yang lebih optimal. Namun untuk saat ini masih kurangnya perhatian ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dapat digunakan untuk deteksi dini perkembangan anak, sehingga bisa diketahui seberapa jauh pengaruh ASI pada proses perkembangan anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pertumbuhan berat badan, panjang badan, lingkar kepala dan perkembangan anak usia 6-24 bulan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif di Puskesmas Darussalam Aceh Besar. Jenis penelitian descriptive dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu proportional random sampling dengan jumlah populasi 198 anak. Sampel berjumlah 73 anak usia 6-24 bulan yang tidak ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan tanggal 10-26 Mei 2017 dengan menggunakan timbangan bayi, pita meteran dan lembar KPSP. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan berat badan pada kategori gizi baik (90,4%), panjang badan pada kategori normal (61,6%), lingkar kepala pada kategori normal (100%) dan perkembangan anak berada pada kategori sesuai (57,5%). Melihat banyaknya ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif, disarankan untuk Puskesmas agar melakukan pendidikan kesehatan secara kontinyu tentang ASI eksklusif dan meninjau kembali kasus gangguan gizi, stunting yang dialami anak dibawah usia 2 tahun, sehingga kemungkinan meningkatnya gangguan gizi pada anak dapat dicegah sedini mungkin.
TINGKAT STRES ORANGTUA DENGANPARTISIPASI SELAMA HOSPITALISASI Cutti Hardiyanti; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman hospitalisasi pada anak merupakan salah satu stresor utama orangtua selama hospitalisasi. Peningkatan stres pada orangtua yang terjadi karena penampilan dan perilaku anaknya yang sakit, dapat mengubah respon perilaku dan emosional orangtua yang berdampak pada peran dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi untuk merawat anak mereka.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan tingkat stres orangtua dengan partisipasi selama hospitalisasi di PICU rumah sakit umum daerah  dr. zainoel abidin banda aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan desain penelitian cross sectional study. Responden dalam penelitian ini adalah ibu dari pasien yang dirawat di PICU sebanyak 52 orang yang diperoleh dengan metode Non Random Sampling dengan cara Purposive Sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti sendiri. Hasil pengolahan data menunjukkan tingkat stres yang dialami orangtua pada kategori berat dengan jumlah 37 orang (71,2%) dengan hasil uji statistik didapatkan р-value = 0,009 yang berarti р-value 0,05 sehingga hipotesa nol (Ho) ditolak yang berarti terdapat hubungan tingkat stres orangtua dengan partisipasi selama hospitalisasi di PICU rumah sakit umum daerah  dr. zainoel abidin banda aceh. Diharapkan bagi pelayanan kesehatan agar dapat mengkaji kembali tingkat stres yang dialami orangtua pasien dan memberikan penatalaksaan untuk meningkatkan mekanisme koping orangtua agar dapat berpartisipasi masa perawatan anak.
GAMBARAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK PENYANDANG DISABILITAS Vira Jannati; Sufriani Sufriani; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak disabilitas pada umumnya memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan anak-anak normal. Banyaknya keterbatasan yang dimiliki oleh anak disabilitas membuat mereka sering mendapatkan stigma dan perlakuan negatif dari teman- teman dan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor terganggunya psikologis pada anak disabilitas yakni terjadinya masalah mental emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran masalah mental emosional pada anak penyandang disabilitas Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat descriptive exploratif menggunakan desain cross sectional study. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dan menggunakan teknik total sampling sebanyak 62 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur masalah mental emosional dengan metode wawancara terpimpin pada anak dan guru/pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa anak mengalami masalah mental emosional kategori abnormal sebanyak 11 (17,7%) anak, masalah emosional sebanyak 9 (14,5%) anak, perilaku mengganggu sebanyak 7 (11,3%) anak, hiperaktif-inatensi sebanyak 3 (4,8%) anak, masalah relasi teman sebaya sebanyak 18 (29%) anak, serta sebanyak 58 (93,5%) anak memiliki perilaku prososial yang baik. Diharapkan bagi sekolah agar dapat membuat program kreativitas sesuai minat bakat yang menyenangkan bagi anak untuk melatih perkembangan psikologis mereka, serta bagi orang tua agar memberikan perlakuan khusus seperti rasa kasih sayang yang lebih bagi anak.
STRES ORANGTUA DI PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT marrina marrina; sri intan rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalamanhospitalisasimerupakanpengalamanbaru, menakutkandanmenjadisuatu hal yang dapat menimbulkan stress pada orangtua. Stres yang dirasakan orangtua dapat dirasakan oleh anak sehingga meningkatkan stresor bagi keluarga selama anak dirawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaranstres orang tua di Pediatric Intensive Care UnitRumahSakitUmum Daerah dr. ZainoelAbidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiandeskriptifeksploratifdengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan padatanggal 28 Agustus sampai 10 September 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyaianak yang dirawat di Pediatric Intensive Care UnitRumahSakitUmum Daerah dr. ZainoelAbidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakanmetodewawancara terpimpin dan analisa data menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran stres orang tua di Pediatric Intensive Care UnitRumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada kategori ringan 8 responden (40%), pada kategori sedang 9 responden (45.0%) dan pada kategori normal 3 responden (15.0%). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan pertimbangan dalam melakukan penyuluhan kesehatan mengenai penanganan stres hospitalisasi pada orang tua yang anaknya di ruang rawat intensif.