Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Trend Teknologi Mikrowave pada Industri Pertanian Muhammad Ikhsan Sulaiman
JURNAL PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v18i2.212

Abstract

Tren penggunaan mikrowave semakin meningkat dan berpotensi untuk diaplikasi pada industri pangan pertanian. Teknologi mikrowave menjadi unggul karena kemampuannya untuk membangkitkan panas dengan sangat cepat dan efisien. Berbeda dengan pemanasan konvensional, mikrowave membangkitkan panas dari dalam produk itu sendiri sehingga cocok digunakan dalam teknologi pengeringan, pasteurisasi atau sterilisasi dan pada produk pertanian dalam proses fumigasi menggantikan fumigasi kimiawi. Biaya aplikasi teknologi mikrowave pun cukup bersaing jika dibandingkan teknologi konvensional.
Grain Quality of Wheat Genotype Dewata Grown Under Wet Tropical Climate of Indonesia Muhammad Ikhsan Sulaiman; Irman Syahroni; Rita Andini; Lukman Hakim
Agroindustrial Journal Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : APTA and DTIP FTP UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.455 KB) | DOI: 10.22146/aij.v7i1.60388

Abstract

Along with prosperity improvement of countries in the tropic, the consumption of wheat-based pro ducts such as breads, cakes, noodles and cookies has increasing tendency in the recent years. Wh eat that is grown usually in the sub-tropic has been investigated intensively for trial cultivation in tropical region. Successful cultivation of wheat in the tropic has been reported but the informatio n on its quality was still very few. This paper reported the quality of wheat grown in the field expe riment at 5 different provinces of Indonesia at an altitude ranged from 1000 up to 1650 meter abo ve sea level. Two samples of wheat from each location were taken and analyzed the physical, che mical, pasting and dough properties. The quality of wheat genotype Dewata was varied dependin g on the planting location. Out of five planting locations, only Jawa Tengah could produce good q uality of wheat. Meanwhile, the wheat from other locations were characterized by weak in pasting and dough properties. Wheat with weak pasting and dough properties could not be used for brea d and noodles’ production. However, they were still suitable to produce cookies and cake
Pengendalian Mutu Selai Stroberi Dengan Metode Control Chart dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Di PT “XYZ” Muhammad Arief Fadhillah; Martunis Martunis; Muhammad Ikhsan sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.38 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24398

Abstract

Abstrak. PT “XYZ” merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan di Indonesia. Salah satu produk yang diproduksi adalah selai stroberi. Selai merupakan produk makanan kental atau semi padat yang dapat dibuat dari buah, pulp buah, sari buah atau potongan buah yang diolah menjadi suatu struktur seperti gel yang ditambahkan gula, asam, dan pektin. Proses produksi selai di PT “XYZ” diawali dengan preparasi bahan baku, pemasakan, pendinginan, pengemasan dan pengecekan kualitas mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengendalikan kualitas selai stroberi di PT “XYZ” menggunakan metode Control Chart dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Parameter pengendalian mutu selai stroberi tersebut adalah kadar air, kadar total padatan terlarut, viskositas, dan tingkat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kadar keasaman (pH), kadar padatan terlarut, dan viskositas selai stroberi belum konsisten dikarenakan ada beberapa titik diluar kendali, walaupun telah memenuhi standar perusahaan. Hasil observasi diperoleh 11 titik kritis yang 4 diantaranya berpotensi menyebabkan bervariasinya mutu selai Stroberi, yaitu bahan baku yang digunakan tidak higenis, performa mesin menurun, penumpukan produk berlebih pada penyimpanan produk, serta suhu dan waktu pemasakan yang tidak sesuai standar perusahaan. Untuk usulan perbaikan yang dapat diberikan adalah penggunaan perlengkapan dalam proses produksi dengan lengkap dan sesuai dengan standar perusahaan, menjadwalkan servis rutin dan peremajaan pada setiap mesin yang digunakan dalam proses produksi, menetapkan standar waktu operasional mesin setiap harinya, serta menyediakan tempat yang lebih memadai untuk penyimpanan produk sehingga tidak terjadi penumpukan produk.Quality Control of Strawberry Jam Abstract. PT "XYZ" is a company engaged in the food industry in Indonesia. One of the products produced is strawberry jam. Jam is a viscous or semi-solid food product that can be made from fruit, fruit pulp, fruit juice or fruit pieces which are processed into a gel-like structure to which sugar, acid and pectin are added. The jam production process at PT "XYZ" begins with raw material preparation, cooking, cooling, packaging and quality checking. The purpose of this study was to control the quality of strawberry jam at PT "XYZ" using the Control Chart and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods. Parameters for controlling the quality of the strawberry jam are water content, total dissolved solids content, viscosity, and acidity level (pH). The results showed that the water content, acidity (pH), dissolved solids content, and viscosity of strawberry jam were not consistent because there were several points out of control, even though they met the company's standards. The observation results obtained 11 critical points, 4 of which have the potential to cause variations in the quality of Strawberry jam, namely raw materials used are not hygienic, decreased engine performance, excess product buildup in product storage, and cooking temperatures and times that do not meet company standards. Proposals for improvement that can be given are the use of equipment in the production process that is complete and in accordance with company standards, scheduling routine servicing and rejuvenation of each machine used in the production process, setting standard operating time for the machine every day, and providing a more adequate place for storage. product so that product buildup does not occur.
Kajian Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Santan Kelapa Weza Hafidhitama; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Yanti Meldasari Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.82 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1525

Abstract

Abstrak. Es krim merupakan jajanan yang digemari sehingga memiliki segmen pasar yang luas. Namun tidak semua orang bisa mengomsumsi es krim yang berasal dari susu karena tidak suka dengan aromanya atau menderita alergi susu. Salah satu solusinya yaitu pembuatan es krim nabati, yang pada penelitian ini digunakan bahan nabati berupa ubi jalar ungu dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan es krim berbahan baku pati ubi jalar dan santan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan faktor yang dikaji adalah jumlah skim (persentase kapasitas serap air) (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu jumlah skim 200 % (K1), jumlah skim 400 % (K2), jumlah skim 600 % (K3), jumlah skim 800 % (K4) dan jumlah skim 1000 % (K5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu over run, kecepatan leleh, organoleptik (warna, teksturdan kecepatan leleh), serta analisis lemak, total antosianin, protein dan total mikroba pada sampel dengan perlakuan terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah skim berpengaruh sangat signifikan terhadap over run dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki over run berkisar 15,9 – 49,0 % dan kecepatan lelehnya 13,0 – 28,5 menit. Pada uji organoleptik, jumlah skim berpengaruh sangatnyata terhadap warna dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki warna berkisar dari ungu muda sampai ungu tua serta kecepatan lelehnya berkisar dari cepat sampai lambat. Berdasarkan uji Friedman, diperoleh es krim dengan perlakuan terbaik yaitu perlakuan jumlah skim 800 % (K4). Es krim dengan perlakuan terbaik memiliki kada protein 3,9 %, total antosianin 111,47 mg/L, lemak 7,2 % dan total mikroba 2 sel/ml. Kata kunci : Es Krim, Santan, Pasta Ubi Jalar, Kapasitas Serap Air, Over Run, Kecepatan Leleh
Pengaruh Jenis Mikroorganisme Yang Diisolasi Dari Hutan Bakau Kota Banda Aceh Terhadap Perolehan Biomassa Dan Minyak Erika Rozana; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Sri Haryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.347 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.15388

Abstract

Produktivitas biomassa dan minyak yang dihasilkan oleh mikroorganisme dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teknik pertumbuhan, teknik pemanenan biomassa dan juga metode ekstraksi yang digunakan. Perbedaan hasil produktivitas minyak juga dapat terjadi akibat adanya perbedaan spesies mikroorganisme yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikroorganisme yang ditumbuhkan pada media cair dengan kondisi pertumbuhan yang sama terhadap perolehan jumlah biomassa dan yield minyak yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan pada penelitian ini adalah mikroalga dan yeast yang telah diisolasi dari perairan hutan bakau kota Banda Aceh yang telah teridentifikasi secara genetik sebagai T multirudimentale (mikrooalga) dan Rhodotorula mucilaginosa (yeast). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroalga dapat memproduksi biomassa lebih tinggi (8,90 g/L) daripada yeast (4,20 g/L). Mikroalga memiliki densitas optis kultur lebih tinggi dibandingkan yeast. Perolehan tertinggi yield minyak dihasilkan oleh yeast yaitu sebesar 1,70 % sedangkan pada mikroalga 0,45%. Jenis mikroorganisme berpengaruh sangat nyata (≤0,01) pada yield minyak mikroorganisme yang dihasilkan.The Effect Of Isolated Types Microorganism From Mangrove Area In Banda Aceh Toward Biomass And Lipid ProductionAbstract. The purpose of this study was to determine the effect of the head pressure levels in Kirico hose towards the uniformity of water distribution as well as the growth and yield of mustard greens (Brassica Chinensis). The research method used was an experimental method in the form of Randomized Block Design (RBD) with a non-factorial pattern. The experiment was conducted at 3 head pressures i.e. 6 psi (T1), 9 psi (T2) and 12 psi (T3). The area of observation was 8 x 1 m2. The parameters observed were coefficient uniformity (CU), distribution uniformity (DU), plant height, number of leaves, root length, wet and dry weights. The data were analyzed by using  ANOVA at alpha 5%. Results showed that the optimal head pressure for the Kirico hose was 9 psi (T2). The averages of coefficient uniformity (CU) for each treatment were: 85.62% (T1), 89.61% (T2), and 85.73% (T3), respectively. Meanwhile, the averages of distribution uniformity (DU) for each treatment were: 77.14% (T1), 83.49% (T2), and 77.32% (T3), respectively. The optimal growth and yield of mustard green were also identified at 9psi. The averages of plant height for each treatment were: 30.85 cm (T1), 32.15 cm (T2), and 30.30 cm (T3), respectively. The number of leaves averages were: 21 (T1), 21 (T2) and 20 (T3), respectively. The root length averages were: 8.03 cm (T1), 8.06 cm (T2), and 7.93 cm (T3). The wet/dry weights were: 305.25/181,58 grams (T1), 323.75/206,15 grams (T2), and 299/186.88 grams (T3), respectively.
Potensi Antioksidan Daun Johar (Cassia seamea Lamk.) Sari Hanum; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.15 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.2237

Abstract

AbstakJohar (Cassia seamea Lamk.) merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik didaerah tropis dan diketahui mengandung antioksidan. Daun johar sering digunakan sebagai obat herbal dalam penyembuhan penyakit malaria, hepatitis, demam dan penyakit kulit. Selama ini masyarakat memanfaatkan daun johar dengan cara meminum air rebusan daun johar segar  tanpa memilih daun muda atau tua untuk dijadikan obat herbal. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh tingkat ketuaan daun johar, pengeringan daun johar dan waktu perebusan terhadap aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi antioksidan pada air hasil rebusan daun johar muda dan tua yang segar dan kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 faktor. Faktor pertama adalah tingkat ketuaan daun johar (J) yaitu J1 = daun johar muda dan J2 = daun johar tua. Faktor kedua adalah pengeringan daun (P) yaitu P1 = daun segar dan P2 = daun kering. Faktor ketiga adalah lama perebusan (V) yaitu V1 = perebusan 15 menit dan V2 = perebusan 25 menit. Air hasil rebusan daun johar segar memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan daun johar kering. Daun johar segar muda dan tua masing-masing memiliki nilai IC50=31,56 µg BK/g DPPH dan IC50=29,66 µg BK/g DPPH. Aktivitas antioksidan daun johar muda yang kering lebih tinggi dengan nilai IC50=4,13 µg BK/g DPPH dibandingkan daun johar tua yang kering dengan nilai IC50=14,15 µg BK/g DPPH. Total fenol daun johar kering juga lebih tinggi dibandingkan dengan daun johar segar. Total fenol daun johar muda yang kering tidak berbeda  nyata dengan  daun johar tua yang kering yaitu masing-masing 8,48 mgGAE/g BK dan 8,57 mgGAE/g BK. Sedangkan waktu perebusan yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan dan total fenol yang dihasilkan. AbstactJohar (Cassia seamea Lamk.) is a plant growing well in tropical areas and known to contain antioxidants. Its leaves are often used as herbal medicine in the treatment of malaria, hepatitis, fever and skin diseases. At this time, people use its leaves by drinking the boiled water of the fresh leaves of it without choosing young or old leaves of it to be used as herbal medicine. Therefore, it was necessary to conduct research about the influences of age rate, and drying of the Johar leaves, and the boiling time of antioxidant activity. The purpose of this research was to investigate antioxidant potencies in water resulted from boiling of young and old leaves of Johar that were fresh and dry. The research used a randomized block design (RAK) Factorial by 3 factors. The first factor was the age rate of Johar leaves (J), that was, J1 = young Johar leaves, and J2 = old Johar leaves. The second factor was the drying of the leaves (P), that was, P1 = fresh leaves, and P2 = dry leaves. The third factor was the long in boiling (V), that was, V1 = boiling for 15 minutes, and V2 = boiling for 25 minutes. The water resulted from boiling of the fresh Johar leaves had antioxidant activity that was lower compared to the dry Johar leaves. Each young and old fresh Johar leaf had the value of IC50=31,56 µg BK/g DPPH dan IC50=29,66 µg BK/g DPPH. The antioxidant activity of the young dry Johar leaves was higher than the value of IC50=4,13 µg BK/g DPPH compared to the old dry Johar leaves with the value of IC50=14,15 µg BK/g DPPH. The total phenol of dry Johar leaves was also higher than the leaves of fresh Johar. The total phenol of young dry Johar leaves was not significantly different from the old dry Johar leaves, that was, each 8.48 mgGAE / BK and 8.57 g mgGAE / g BK. While, boiling time used did not significantly affect the antioxidant activity and total phenol produced.
Formulasi Skin Lotion Minyak Sereh Wangi dengan Konsentrasi Triethanolamin Aulia Wati; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Irfan Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.527 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13846

Abstract

Abstrak: Tanaman sereh wangi (Cymbopongon nardus L) merupakan sumber minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap. Sereh wangi memiliki banyak manfaat seperti pelancar pernapasan, pewangi ruangan, minyak pijat, bahan aroma terapi, obat nyamuk, produk kecantikan, pelepas stres, parfum, obat trdisional kesehatan, dan bioaktif bahan bakar minyak. Pada saat ini penggunaan minyak sereh wangi Aceh belum ada dalam bentuk lotion, sehingga perlu dilakukan sebuah inovasi, agar minyak sereh wangi Aceh bisa kembali menjadi prioritas terutama dibidang minyak atsiri, seperti dibuat dalam bentuk skin lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan minyak sereh wangi dan triethanolamin terhadap skin lotion yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah Triethanolamin (T) dan minyak sereh wangi (M). Analisis yang dilakukan antara lain yaitu uji viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi triethanolamin (T) berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap viskositas lotion. Formulasi Skin Lotion Minyak sereh wangi dengan Variasi Konsentrasi TriethanolaminAbstract: Citronella plants (Cymbopongon nardus L) are sources of essential oils obtained by steam distillation. Citronella has many benefits such as relieving respiratory, air fresheners, massage oils, aroma therapy ingredients, insect repellent, beauty products, stress relief, perfume, traditional, health medicines, and bioactive fuel oils. Nowadays, Aceh Citronella oil has not been used as lotion yet, regarding this fact, it needs an innovation, so that Aceh Citronella oil can become a priority, especially in the field of essential oils, for example, it can be made as a skin lotion. This research used factorial randomized block design (RAK) with 2 factors, the first factor is Triethanolamine (T) and Citronella oil (M). The analysis carried out included the viscosity test and the hedonic test. The results showed that the concentration of triethanolamine (T) had a very significant effect (P 0.01) on the viscosity of the lotion.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Ikan Tongkol (Euthynnus affinis C.) dan Dencis (Sardinella lemuru) di TPI Lampulo, Banda Aceh Zata Yumni; Dewi Yunita; Muhammad Ikhsan Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.147 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13808

Abstract

Abstrak Indonesia secara geografis memiliki luas perairan yang lebih luas dibandingkan daratan. Negara yang memiliki jumlah sampah plastik di laut tertinggi nomor dua di dunia ditempati oleh Indonesia (0.48-1.29 juta metrik ton/tahun) setelah China (1.32-3.53 juta metrik ton/ tahun) berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jambeck et al (2015). Banyaknya penggunaan plastik ini dapat memberikan dampak pada penumpukan plastik yang semakin tinggi sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan yang berujung pada pencemaran bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada ikan tongkol dan ikan dencis dari TPI Lampulo, Banda Aceh. Pada penelitian sampel ikan tongkol dan dencis diambil sebanyak enam ekor. Analisis pada penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yaitu perendaman sampel dengan menggunakan KOH 10% selama 12 jam. Hasil dari perendaman dilakukan proses sentrifugasi dengan kecepatan putar 5000 rpm selama 5 menit Selanjutnya sampel dilihat dibawah mikroskop, hasil kandungan mikroplastik yang dilihat dimikroskop pada pembesaran 10 dan 100 kali. Penelitian utama meliputi preparasi sampel, identifikasi mikroplastik secara mikroskopis dan identifikasi mikroplastik dengan FT-IR (Fourier Transfrom Infrared).Identification of Microplastic Contamination of Tuna and Dencis fish in TPI Lampulo, Banda AcehAbstract. Geographically Indonesia is broader waters than land. The country with the second highest number of plastic waste in the sea in the world is occupied by Indonesia as much as 0.48-1.29 million metric tons / year based on a survey conducted by Jambeck et al. (2015) after China (1.32 - 3.53 million metric tons). Many uses of this plastic can have an impact on the accumulation of plastic which is increasingly high, causing environmental pollution that results in food pollution. This study aims to determine the presence of microplastics in tuna and dencis from TPI Lampulo, Banda Aceh and salt originating from Lamnyong and Lambaro markets. In this study, there were 6 samples of tuna and dencis originating from TPI Lampulo, Banda Aceh, while salt samples were taken at two different places, Lambaro and Lamnyong markets. The analysis in this research is descriptive qualitative analysis. The research method used is immersion of the sample using 10% KOH for 12 hours. The results of the immersion were centrifuged with a rotational speed of 5000 rpm for 5 minutes. Then the sample was viewed under a microscope, the results of the microplastic content were seen microscoped at magnifications of 10 and 100 times. The main research included sample preparation, microscopic identification of microplastics and identification of microplastics with Fourier Transfrom Infrared (FT-IR).
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Ultrasonik Pada Organoleptik Susu Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata) susi lestari; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Fahrizal Fahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.636 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19172

Abstract

Abstrak : Gelombang ultraonik adalah gelombang bunyi yang memiliki frekuensi sangat tinggi yaitu 20.000 Hz. Penggunaan gelombang ultrasonik sudah banyak digunakan pada industri pangan untuk pengawetan, ekstraksi dan pengolahan. Pasteurisasi adalah proses pemanasan yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan makanan. Pasteurisasi dapat membunuh bakteri, kapang, khamir dan protozoa dan dapat memperlambat pertumbuhan mikroba pada makanan. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik secara deskripsi meliputi warna, aroma, rasa dan teksur. Hasil penelitian pada minggu ke-1, minggu ke-2 dan minggu ke-4  yaitu warna pucat pada skala sangat lemah. warna cream skala netral dan warna cerah dengan skala sangat kuat. Hasil analisis minggu ke 1 aroma susu jagung memiliki skala sangat lemah didapatkan pada aroma asam dan aroma susu, sedangkan aroma jagung diperoleh skala sangat kuat. Selama penyimpanan minggu ke-2 dan minggu ke-4 susu jagung pada aroma susu jagung mengalami penurunan menjadi aroma asam. Hasil rasa minggu ke-1 diperoleh rasa asam dan rasa susu pada skala sangat lemah, sedangkan rasa jagung memiliki skala sangat kuat. Namun, pada minggu ke-2 dan minggu ke-4 rasa susu jagung mengalami penurunan menjadi rasa asam dengan skala sangat lemah. Penilaian parameter tekstur susu jagung pada minggu ke-1, minggu ke-2 dan minggu ke-4 diperoleh tekstur cair memiliki skala netral dan tekstur berserat memiliki skala sangat lemah dan tekstur kental dengan skala sangat kuat. Hasil penilaian uji deskripsi pada perlakuan terbaik W1V2 menunjukkan warna cerah, aroma jagung, rasa jagung dan tekstur kental dengan skala sangat kuat.Effect Of Using Ultrasonic Applications On Organoleptics Of Sweet Corn Milk (Zea Mays L. Saccharata)Abstract. Ultraonic waves are sound waves that have a very high frequency of 20,000 Hz. The use of ultrasonic waves has been widely used in the food industry for preservation, extraction and processing. Pasteurization is a heating process that aims to extend the shelf life of food. Pasteurization can kill bacteria, molds, yeasts and protozoa and can slow the growth of microbes in food. The analysis carried out is organoleptic test with descriptions including color, aroma, taste and texture. The results of the study at week 1, week 2 and week 4 were pale colors on a very weak scale. neutral scale cream colors and bright colors with a very strong scale. The results of the first week of analysis, the aroma of corn milk has a very weak scale, which is obtained on the sour aroma and the aroma of milk, while the aroma of corn has a very strong scale. During the 2nd and 4th week of storage, the corn milk taste decreased to a sour aroma. The results of the 1st week of taste obtained sour taste and milk taste on a very weak scale, while the corn taste has a very strong scale. However, at week 2 and week 4 the taste of corn milk decreased to a sour taste with a very weak scale. Parameter assessment of corn milk texture at week 1, week 2 and week 4 obtained liquid texture has a neutral scale and fibrous texture has a very weak scale and thick texture has a very strong scale. The results of the description test assessment on the best treatment W1V2 showed a bright color, corn aroma, corn taste and thick texture with a very strong scale.  
Perilaku Konsumen (Consumer Behaviour) Berdasarka Kelompok Gender Dan Usia Pada Beberapa Formulasi Kopi Mix Arabika Arsa Yudi Hanafi; Martunis Martunis; Muhammad Ikhsan Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.594 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9468

Abstract

Abstrak. Pada komposisi tertentu, kopi susu atau kopi yang dimix memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi. Di Aceh, Kopi mix lebih dikenal dengan sebutan Sanger. Karakteristik Individu, makanan dan lingkungan dapat mempengaruhi tingkat preferensi dan prilaku konsumen terhadap produk yang akan dinilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat preferensi konsumen terhadap formulasi kopi mix Arabika pada kombinasi derajat Roasting  dan jumlah susu yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey wawancara dengan media kuisioner. Hasil penelitian menunjukan, tingkat kesukaan kopi mix responden dari semua usia dan genderrata-rata menjawab suka (57% - 66%).Abstract. Demand from coffee lovers is very high for coffee milk or coffee mixed with milk with a certain composition. Coffee mix generally in Aceh is known as sanger. Preference and behavior towards food products are influenced by individual characteristics, food characteristics and environmental characteristics. The purpose of the study was to determine consumer preferences based on gender and age groups and consumer preferences on several mix arabica coffee formulas with a combination of roasting degrees and amount of milk. The research method used is a survey interview method with a media questionnaire. The results showed that the level of coffee preference of respondents from all ages and genders on average answered like (57% - 66%).