Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNO

PENGARUH DERAJAT KEJENUHAN TERHADAP KUAT GESER TANAH (STUDI KASUS : DI SEKITAR JALAN RAYA MANADO-TOMOHON) Wambes, Muhlis; Monintja, Saartje; Manoppo, Fabian J.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material yang berguna sebagai bahan bangunan pada berbagai macam pekerjaan teknik sipil disamping itu tanah berfungsi sebagai pendukung pondasi dari bangunan. Tanah secara umum terdiri dari tiga unsur yaitu butiran tanahnya sendiri serta air dan udara. Kekuatan tanah untuk memikul beban sangatlah menunjang dalam kestabilan suatu struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar perkuatan dari struktur bangunan harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang tinggi. Penambahan kadar air tanah dapat mengakibatkan perubahan sifat fisik tanah seperti derajat kejenuhan dan kuat geser tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai kuat geser dari tanah dengan dipengaruhi derajat kejenuhan yang ada di area jalan Manado-Tomohon. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencampurkan tanah asli dengan kadar air yang bervariasi sehingga mendapatkan nilai derajat kejenuhan yang berbeda. Alat konsolidasi digunakan untuk mendapatkan angka pori, indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv). Dengan campuran tanah yang sama dilakukan pengujian  alat triaksial pada kondisi Unconsolidasi Undrained (UU) untuk mendapatkan parameter geser tanah yaitu kohesi ( c ) dan sudut geser dalam ( Ø ). Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa kadar air semakin tinggi maka nilai angka pori semakin tinggi. Angka pori tertinggi pada kadar air 57.8% dengan nilai angka pori 1.55 dan terendah pada kadar air 33.8% dengan nilai angka pori 1.1271. Semakin tinggi kadar air maka semakin tinggi derajat kejunuhan, Nilai derajat kejenuhan tertinggi yaitu 99.97% dengan kadar air 57.8%  dan terendah pada nilai 75.24% dengan kadar air 37.8%. Hubungan indeks pemampatan (Cc) terhadap derajat kejenuhan (Sr) pada tanah disekitar jalan Manado-Tomohon yang remolded didapatkan persamaan Cc = -0.002Sr + 0.315.Sedangkan terhadap kadar air Cc = 0.001?+0.202. Hubungan koefisien konsolidassi (Cv) terhadap derajat kejenuhan (Sr) pada tanah disekitar jalan Manado-Tomohon yang remolded didapatkan persamaan Cv = -0.001Sr + 0.248 dan kadar air Cv = -0.001? + 0.202. Semakin tinggi angka pori maka semakin rendah nilai kuat geser tanah dan sebaliknya semakin rendah angka pori maka semakin tinggi nilai kuat geser tanah. Nilai derajat kejenuhan semakin tinggi maka nilai kuat geser semakin rendah. Kuat geser tanah terbesar yaitu 8.380 t/m2 diberikan oleh tanah dengan derajat kejenuhan 75.53% atau kadar air 33.8 % , sedangkan nilai kuat geser terendah yaitu 1.016 t/m2 diberikan oleh tanah dengan derajat kejenuhan 99.86% atau kadar air 53.8%. Kata kunci : Derajat Kejenuhan, Kadar air, Kuat Geser Tanah, Indeks Pemampatan, Koefisien Konsolidasi
Analisis Fondasi Tiang Bor Dengan PLAXIS 3D (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil) Prilia, Ribka; Manoppo, Fabian J.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan fondasi dalam pembangunan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur yang diatasnya. Fondasi dalam jenis tiang bor menjadi pilihan pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil.  Adapun dalam hal menganalisis fondasi yang ada baik dari segi daya dukung maupun sampai pada penurunan dan defleksi, digunakan beberapa metode statis dan juga program (software) yang dapat digunakan, salah satunya PLAXIS 3D yang merupakan program metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganlisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk pemodelan kelompok tiang 3-pile dan 4-pile dengan menggunakan metode statis dan pemograman yaitu, untuk metode statis Qu = 13304,4 kN dan 15294,5 kN lalu Hg = 130,721 kN dan 162,274 kN (analitis), dan y0 = 0,002769 m dan 0,003437 m (analitis), kemudian Sg = 0,10266 (metode Vesic 3-pile dan 4-pile) dan Sg = 0,03021 m dan 0,03473 m (metode Meyerhof). Dan pada pemograman dengan PLAXIS 3D didapat Qu = 11496,7 kN dan 15089,9 kN, lalu Hg = 135 kN dan 165 kN, kemudian y0 = 0,000508 m dan 0,000460 m, dan Sg = 0,025 m bagi masing-masing kelompok tiang. Kata kunci – PLAXIS 3D, tiang bor, SPT, daya dukung
Analisis Kestabilan Bendung Penahan Fly Ash Dengan PLAXIS 3D, Studi Kasus: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema Ivan Martua Hutasoit; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung penahan limbah yang terletak di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah bendung penahan limbah fly ash. Dalam pembuangan dari imbah itu sendiri perlu adanya Bendung penahan limbah supaya tidak mencemari lingkungan disekitarnya Pembangunan bendung penahan limbah ini mempunyai resiko tinggi berupa kemungkinan terjadinya kegagalan, sehingga perlu dilakukan analisis bendung baik dari segi Deformasi, hingga Safety Factor, Adapun dalam hal menganalisis digunakan program (software) yaitu PLAXIS 3D yang merupakan program dengan metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganalisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Penelitian yang dilakukan ada 2 jenis pemodelan, yaitu bendung tanpa Geogrid dan bendung dengan Geogrid. Untuk kondisi bendung terdapat 6 kondisi yaitu 1. bendung kosong; 2. bendung terisi sebagian oleh Fly Ash; 3. bendung terisi penuh oleh Fly Ash; 4. bendung terisi sebagian oleh Air; 5. bendung terisi penuh oleh Air; 6. bendung terisi penuh oleh Fly Ash dan Air. Kondisi terkritis terletak pada bendung terisi penuh oleh Fly Ash untuk kedua pemodelan. Kondisi terkritis pada bendung tanpa geogrid didapatkan SF: 1,672 dengan Deformasi: 0,3743 m. Kondisi terkritis pada bendung dengan geogrid didapatkan SF: 1,695 dengan Deformasi: 0,3805 m. Kata kunci – PLAXIS 3D, geogrid, SF, deformasi
Pemodelan Pondasi Box Di Tanah Berpotensi Likuifaksi Alfian H. Soeratinoyo; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak sebagai tanah dasar pondasi di bawah konstruksi embankment sering menimbulkan permasalahan dalam hal penurunan, perpindahan total dan juga karena adanya potensi likuifaksi pada tanah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis potensi likuifaksi dan perbaikan kondisi tanah lunak sebagai tanah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pondasi Box terhadap perilaku tanah dasar berupa tanah lunak (tanah rawa) yang berpotensi likuifaksi. Penelitian ini berdasarkan metode elemen hingga dengan menggunakan program PLAXIS 3D FOUNDATION. Konstruksi embankment dimodelkan tiga dimensi dengan tipe material Drained, pondasi Box yang digunakan hanya satu jenis penampang dengan dimensi P = 4m, L = 4m, T = 2m, dengan tebal tiap sisi 0,5m, serta tanah dasar dengan tipe material Undrained A. Berdasarkan hasil analisis potensi likuifaksi dan analisis numeris di PLAXIS 3D FOUNDATION terhadap normal embankment pada pemodelan pondasi Box di tanah berpotensi likuifaksi. Dapat diketahui bahwa terjadi potensi likuifaksi pada lapisan tanah di kedalaman 1,5m – 4,5m untuk variasi gempa Mw = 7.0 dan Mw = 7.3, untuk variasi gempa Mw = 7.5 terjadi potensi likuifaksi pada lapisan tanah 1,5m – 4,5m dan lapisan tanah di kedalaman 9m dan kondisi kritis di kedalaman lapisan 6m, untuk Mw = 7.8 dan Mw = 8.0 terjadi potensi likuifaksi di kedalaman lapisan 1,5m – 6m. Hasil analisis numeris menggambarkan bahwa penurunan sebelum dimodelkan pondasi Box sebesar 23,2m dibandingkan penurunan sesudah dimodelkan pondasi Box sebesar 0,256m  dan perpindahan total sebelum dimodelkan pondasi Box sebesar 34,96m dibandingkan perpindahan total sesudah dimodelkan sebesar 0,303m. Kata kunci – likuifaksi, penurunan, perpindahan total, PLAXIS 3D, pondasi box, tanah rawa