Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER) DI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA YANG DILAKSANAKAN OLEH GURU BIDANG STUDI NON SENI Dina Febriani; Ahmad Syai; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.666 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengangkat masalah, bagaimana  proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni, dan apasajakah hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang non seni. Serta bagaimanakah hasil pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang non seni, dan mengetahui apasaja hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya, serta mendeskripsikan hasil pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif, sedangkan jenisnya menggunakan Deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan pembelajaran dan objeknya adalah pembelajaran seni budaya (teater). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya dengan guru bidang non seni dilakukan melalui tiga tahapan pelaksanaan yaitu pelaksanaan kegiatan awal, inti, dan akhir. Serta hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam materi seni teater di SMAN 1 Krueng Barona Jaya, yaitu tidak adanya guru bidang studi seni, kurangnya minat siswa, metode guru, kreatifitas siswa, dan tidak adanya dukungan dari orang tua. Sedangkan hasil pelaksanaan pembelajaran menunjukkan hasil yang baik dengan presentase nilai di atas rata-rata 70.Kata kunci: proses pembelajaran, hambatan, seni budaya (teater)
The Urgency of Prenuptial Agreements in Building Household Harmony: A Maqashid Syari’ah Perspective Heni Astuti; Oneng Nurul Bariyah; Usman Alfarisi; Azhar Taufik; Fatma Nurmulia; Dina Febriani; Fakhrurazi; Endang Zakaria
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol. 6 No. 3 (2024): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the values of Maqashid Syari’ah contained in prenuptial agreements and their urgency in fostering harmonious households. The research employs a normative juridical approach through library research, utilizing primary data from statutory regulations such as Law No. 1 of 1974 on Marriage, the Civil Code, the Compilation of Islamic Law (KHI), and related provisions. Secondary data were obtained from literature and academic studies concerning Maqashid Syari’ah and Islamic family law. The results indicate that prenuptial agreements align with the principles of al-kulliyat al-khamsah, namely the protection of religion, intellect, life, lineage, and property. Implementing prenuptial agreements can prevent disputes, safeguard spousal rights, and create families imbued with sakinah, mawaddah, and rahmah. The study recommends wider socialization of prenuptial agreements, emphasizing their role in preserving household welfare rather than merely separating assets.
Implementation of BAZNAS Regulation No. 2/2016 in the Collection of Zakat, Infak and Sadaqah (ZIS) by the Zakat Collector Unit Tubagus Abdul Fatahillah; Dina Febriani
ALSYS Vol 6 No 4 (2026): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i4.10358

Abstract

Effective governance of zakat collection requires clear regulatory implementation, institutional coordination, and public literacy, particularly in urban contexts with complex administrative structures. This study examines the implementation of Peraturan Badan Amil Zakat Nasional (Perbaznas) Regulation No. 2 of 2016 concerning the establishment and governance of Zakat Collection Units (UPZ), with a focus on its application within BAZNAS (BAZIS) of DKI Jakarta Province. Using a descriptive qualitative approach and Van Meter and Van Horn’s policy implementation model, the study collected data through in-depth interviews, document analysis, and field observations. The findings indicate that the implementation of the regulation has contributed to increased collection of zakat, infaq, and sadaqah (ZIS), as reflected in the growth recorded in 2023 and 2024. However, policy implementation remains constrained by limited human resource capacity, weak inter-unit coordination, and low zakat literacy among urban communities. Conversely, regulatory support, digitalization, and the active participation of civil servants serve as enabling factors that strengthen the implementation process. The study concludes that the effectiveness of Perbaznas Regulation No. 2 of 2016 depends on institutional capacity, coordinated governance, digital adaptation, and context-sensitive public engagement. These findings contribute to the literature on Islamic public policy and provide practical implications for improving professional, adaptive, and sustainable zakat governance within urban government institutions.