Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 1 BATU ITAM Evi Sahara; Monawati Monawati; M. husen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran sangat berpengaruh dalam hal menyampaikan materi pelajaran. Metode Jarimatika merupakan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran operasi hitung perkalian bilangan cacah. Metode Jarimatika merupakan suatu cara yang dapat mempermudah siswa dalam melakukan operasi hitung dengan media jari-jari tangan. Penggunaan metode jarimatika memberikan kesempatan mencoba dan melakukan kepada siswa, gerakan jari-jari yang dilakukan saat melakukan operasi hitung dapat menarik minat siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam. Adapun hipotesis penelitian ini adalah terdapat pegaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam.            Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik sampling sensus dimana seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel yaitu selurus siswa kelas III SD Negeri 1 Batu Orang yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan cara tes dengan 10 butir soal isian dan dilakukan dua kali (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan dengan statistik Uji t yaitu uji pihak kanan.            Berdasarkan hasil pengolahan data pada taraf signifikan 0,05 dan dk = 12 – 1 diperoleh = 31,55 dan  = 1,80 maka . Dengan demikian artinya tolak H0 dan H1 diteriman. Sehingga, hipotesis dalam penelitian ini diterima dan ditarik  kesimpulan bahwa metode Jarimatika berpengaruh terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam.
PERAMPAM DENE PERNIKAHAN DI SUKU GAYO Sukasih Kasih; Fauzi Fauzi; M. Husen; Cut Rizka Rizka Al Usrah
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 8, No 1 (2022): Budaya Lokal
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v8i1.5059

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada proses pernikahan perampam dene di kampung Gunung Tunyang dan menfokuskan pada alasan masyarakat masih mempertahankan pernikahan perampam dene di kampung Gunung Tunyang. Penelitian ini menggunakan teori Konflik Sosial Lewis Coser. Menurut Lewis Coser berpendapat bahwatak selamanya konflik berkonotasi negatif, sebaliknya konflik sosial dapat menjadikan konflik itu berkonotasi positif,  Fungsi berkonotasi positif dari konflik menurut Lewis Coser Menurut Coser konflik juga merupakan unsur interaksi yang penting, dan sama sekali tidak boleh dikatakan bahwa konflik selalu tidak baik atau memecah belah ataupun merusak merupakan cara atau alat untuk mempertahankan, mempersatukan, dan bahkan untuk mempertegas sistem sosial yang ada. Menurut Coser konflik juga merupakan unsur interaksi yang penting, dan sama sekali tidak boleh dikatakan bahwa konflik selalu tidak baik atau memecah belah ataupun merusak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi.wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pernikahan perampam dene di Kampung Gunung Tunyang adalah (a) Memberitahukan pelaksanaan acara pernikahan perampam dene kepada Reje Kampung (b) Melakukan Pakat Sudere (c) Melaksanakan Acara Tradisi Adat Pernikahan Perampam Dene dan (d) Memberikan Nasihat Terhadap Pemuda Pemudi Kampung Gunung Tunyang. Alasan Masyarakat Masih Mempertahankan Pernikahan Perampam Dene adalah (a) Untuk Menjaga Keamanan Pemuda Pemudi Agar Terhindar Dari Hal Buruk seperti pergaulan bebas dan Jina (b) Masyarakat Masih Menganggap Adanya Hubungan Persaudaraan (c) Masyarakat Masih Menganggap Pernikahan Perampam Dene Sebagai Proses Tradisi Turun-Temurun.This study focuses on the marriage process of perampam dene in Gunung Tunyang village and focuses on the reasons people still maintain perampam dene marriage in Gunung Tunyang village. This research uses Lewis Coser's Social Conflict theory. According to Lewis Coser argues that conflict does not always have a negative connotation, on the contrary social conflict can make the conflict have a positive connotation. dividing or destroying is a way or tool to maintain, unite, and even strengthen the existing social system. According to Coser conflict is also an important element of interaction, and in no way should it be said that conflict is always not good or divisive or destructive. The research method used in this study is a qualitative method. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the perampam dene marriage process in Gunung Tunyang Village is (a) Informing the implementation of the perampam dene wedding ceremony to Reje Kampung (b) Performing Sudere Pakat (c) Carrying out the Traditional Wedding Ceremony of Perampam Dene and (d) Providing advice to youth Youth of Gunung Tunyang Village. The reasons people still maintain Perampam Dene's marriage are (a) To maintain the safety of young people so that they avoid bad things such as promiscuity and jina (b) People still consider the existence of brotherly relations (c) People still regard Perampam Dene's marriage as a hereditary tradition process .  
KENDALA GURU DALAM PENERAPAN KARAKTER DISIPLIN BELAJAR DI SD NEGERI 53 BANDA ACEH Nyak Indra; Sulaiman Sulaiman; M. Husen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala merupakan suatu halangan, rintangan, atau faktor yang membatasi dan menghalangi tercapainya tujuan tertentu. Karakter merupakan watak, sikap, perilaku yang menjadi ciri khusus dari setiap individu yang dapat membedakan suatu individu dengan individu yang lain. Disiplinibelajarimerupakaniserangkainisikap, yang menunjukkani ketaatanidani kepatuhan untukiibelajar. Penelitian ini mengangkat masalah kendala guru dalam penerapan karakter disiplin belajar di SD Negeri 53 Banda Aceh. Adapun tujuani dari penelitiani ini adalah untuk mengetahuii kendala gurui dalam penerapan karakter disiplin belajari di SD Negerii 53 Banda Aceh. Penelitian ini mengginakan pendekatann kualitatifi jenisipenelitianideskriptifi. Subjekidalami penelitiani iniiadalahi6 gurui kelasidi SD Negerii53 BandaiAceh. Tekniki analisisiidataidilakukanidenganitigaicaraiyaituireduksiidata,idisplay,daniconclusion drawing. Berdasarkan hasilipenelitianidi SD Negeri 53 Banda Aceh, bahwa 6 guru kelas masih mengalami kendalaidalami menerapkan karakteridisiplin n belajar. kendala tersebut dapat dilihat dari masih terbatasnya penggunaan waktu guru dalam menerapkan karakter, adanya faktor usia dari guru, dan tidak adanya dukungan dari orang tua peserta didikdalam menerapkan karakter disiplin belajar. Kendala guru juga berasal dari peserta didik seperti belum berkembangnya budaya disiplin belajar dalam diri peserta didik, masih kurangnya kesadaran dari peserta didik untuk berdisiplin diri, kurangnyaiminat danimotivasiidari pesertaididikiuntuk disiplinidalamibelajar, dan karena adanya faktor dari latar belakang keluarga peserta didik. Dari permasalahan diatas diharapkan guru untuk lebih meningkatkan lagi upaya dalamimenerapkanikarakteridisiplinibelajari kepadaipesertaiididik, dengan memperhatikan kesiapan yang matang sebelum menerapkan karakter disiplin belajar. Serta guru harus dapat memaksimalkaniwaktui pembelajaranidengani alokasiiwaktuiyang telah tersediaiagaripenerapan dari karakter disiplin dapat tercapai
UTILIZATION OF REMOTELY SENSED DATA TO GEOTHERMAL, OIL AND GAS DEVELOPMENT M. Husen
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 18 No. 1 (1995): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.18.1.196

Abstract

Some of LEMIGAS experiences in the utilization of remotely sensed data will be briefly discussed, these are : Jambi Sub Basin and North East Java Basin for Preliminary and advanced oil and gas exploration respectively. Dieng field for geothermal exploration, and Balikpapan offshore for sea water quality assessment. It is hoped, through this information, better understanding of the operational aspects and appreciation of the subject can be achieved.
Pengembangan Kota Migas Bojonegoro Berbasis Kemitraan dan Lingkungan suatu Tinjauan Aplikasi Teknologi Remote Sensing Geographic Information System (RS-GIS) untuk Kajian Kewilayahan Djoko Sunarjanto; Adji Gatot Tjiptono; M. Husen; Nunuk Irawati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas migas, baik untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun sebagai salah satu sumber penerimaan negara dalam rangka menjamin kelangsungan pembangunan nasional masih tetap memainkan peranan yang penting. Data APBN dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa penerimaan negara bukan pajak yang bersumber dari migas masih tetap menduduki peringkat pertama, disusul penerimaan yang dihasilkan oleh komoditas tambang lainnya. Cadangan minyak bumi Indonesia saat ini diperkirakan sebesar 10 miliar barel dengan laju produksi sebesar 1,2 juta barel perhari, diprediksikan akan habis dalam masa 19 (sembilan belas) tahun apabila tidak ditemukan cadangan minyak bumi baru. Untuk itu pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya energi dan mineral harus dilakukan secara cerdas dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan (Wimpy S. Tjetjep. 2004). Berkaitan pengelolaan sumber daya alam dengan memperhatikan lingkungan antara lain adanya perhatian pemerintah terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar daerah operasi kegiatan migas. Perkembangan penanganan dalam wadah PKBL, CSR dan pengalaman melakukan pengembangan wilayah (migas) selama ini pada tulisan ini dilakukan kajian komparatif kewilayahan Pengembangan Kota Migas Bojonegoro, dengan menggunakan teknologi Remote Sensing-Geographic Information System (RS-GIS). Memanfaatkan teknologi RS GIS untuk pengembangan wilayah teridentifikasi secara tegas semua kawasan yang dibatasi oleh batas administrasi kota maupun kabupaten.
Penginderaan Jauh : Peranannya pada Eksplorisasi Migas M. Husen
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi obyek penelitian dari "atas". Wahana yang dipakai terutama adalah pesawat terbang dan satelit. Sejalan dengan perkembangan teknologinya, data penginderan jauh dapat diperoleh dalam bentuk bergana dan multispektral dengan kisaran spekrun gelombang elektromagnetik mulai dari sinar tampak, inframerah, framerah internal, sampai dengan gelombang mikro. Kedua hal tersebut telah menyebabkan perkembangan penginderaaan jauh secara umum.
Pelatihan dalam Rangka Mengurangi Perilaku Menyimpang pada Anak Remaja Siswa Sekolah Menengah Atas Swasta Pupuk Iskandar Muda di Lingkungan Kampus Universitas Malikussaleh Ketaren, Amiruddin; Rangkuty, Rakhmadsyah Putra; Hidayat, Hidayat; Maliati, Nulwita; Nasution, Abdullah Akhyar; Yunanda, Rizki; M. Husen
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Puan Indonesia Vol 6 No 2 Januari 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v6i2.313

Abstract

This article describes training on the practice of deviant behavior carried out by senior high school (SMA) students who are in the Malikussaleh University campus environment. The training was conducted at Pupuk Iskandar Muda (PIM) Private High School, Dewantara District, North Aceh Regency. The background of the implementation of this training is the increasingly widespread deviant behavior committed by adolescents, especially high school students, both within the school and outside the school. The school, which was originally expected to be the center of education, has instead become one of the loci of deviant behavior activities itself. Schools through counseling guidance teachers (BK) must work extra hard to deal with the growing situation. This training guides students to behave in accordance with the values and rules that have been agreed upon by all members of society. No longer do actions that violate the rules at school, such as smoking, fighting, insulting and mocking friends, dropping out of school and others even to the point of committing motorcycle robbery, getting involved in drugs and being caught in raids when skipping school. This training also explained about the practice of deviant behavior that can be punished by using special criminal laws for children.