Siti Muflichatun Mardiati
Jurusan Biologi, Fakultas Sains Dan Matematika, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI DAGING IKAN GABUS (CHANNIA STRIATA) SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN DAN PERANANNYA DALAM PEMULIHAN STATUSHEMATOLOGIS TIKUS WISTAR YANG DIBERI STRES Sunarno Sunarno; Siti Muflichatun Mardiati; Endang Nawarikita
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v6i1.1468

Abstract

Stres karena kekurangan nutrisi yang disertai aktivitas berlebihan dapat menyebabkan defisiensi energi dalam tubuh. Kondisi ini dapat berakibat pada terganggunya proses pembentukan eritrosit, sintesis hemoglobin, dan penurunan bobot badan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh pemberian suplemen daging ikan gabus (Channia striata) dalam pakan terhadap peningkatan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan bobot badan hewan uji yang diberi stres. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus Wistar jantan. Desain eksperimen menggunakan rancangan acak lengkapyang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas P0:  tikus kontrol (tikus tanpa diberi stres dan tanpa suplemen daging ikan gabus dalam pakan); P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah tikus diberi stres dan suplemen daging ikan gabus dalam pakan dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; dan 20%. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan bobot badan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa suplementasi daging ikan gabus dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap jumlah eritrosit dan bobot badan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar hemoglobin. Suplemen daging ikan gabus dalam pakan dengan konsentrasi 20% (P4) memberi pengaruh tertinggi terhadap jumlah eritrosit dan bobot badan, lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya (5%, 10%, 15%. Simpulan penelitian ini adalah, suplementasi daging ikan gabus dalam pakan memberi pengaruh terhadap jumlah eritrosit dan bobot badan namun tidak berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada hewan uji yang diberi stres.
Pertambahan Berat Badan Mencit (Mus musculus L.) Setelah Perlakuan Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica papaya Linn.) Secara Oral Selama 21 Hari Siti Muflichatun Mardiati; Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.75-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak air biji pepaya terhadap reproduksi mencit betina ditinjau dari aspek pertambahan berat badan. Mencit strain Swiss Webster betina digunakan sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu K(-), bahan perlakuan berupa akuades; K(+), bahan perlakuan sediaan pil kontrasepsi merk X dengan dosis ; P1, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari; P2, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 3,5 mg/ekor/hari; P3, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari. Masing-masing kelompok perlakuan diulang 7 kali. Biji pepaya diperoleh dari pohon pepaya lokal diJawa Tengah. Pemberian bahan perlakuan secara oral selama 21 hari berturut-turut.Pemberian pakan dan minum dilakukan secara ad libitum. Parameter yang diamati adalah pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan konsumsi minum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dengan taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata terhadap pertambahan berat badan (P>0,05) padasemua kelompok hewan, terdapat perbedaan nyata pada konsumsi pakan (P<0,05) antara K(+) dan P1dan terdapat perbedaan nyata pada konsumsi minum (P<0,05) antara P2 dengan K(+) dan P1. Kesimpulan penelitian adalah pemberian biji pepaya dengan paparan kronis tidak mempengaruhi pertambahan berat badan mencit.Kata kunci: Mencit; biji pepaya; pertumbuhan; berat badan
Kadar Protein, Indeks Putih Telur, dan Nilai Haugh Unit Telur Itik Setelah Perendaman Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Waktu Penyimpanan yang Berbeda pada Suhu 4ºC Lia Lestari; Siti Muflichatun Mardiati; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.39-45

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki nilai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap kadar protein, Indeks Putih Telur (IPT), dan nilai Haugh Unit (HU) pada telur itik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 5 kali ulangan. Telur yang digunakan sebanyak 45 butir dengan perlakuan pencucian air dan perendaman ekstrak daun salam serta penyimpanan setelah 14 hari dan 28 hari pada suhu 4oC. Perlakuan terdiri atas P0: kontrol (telur umur satu hari dan tanpa penyimpanan), P114 dan P228: pencucian air, perendaman ekstrak daun salam, P314 dan P428: pencucian air, tanpa perendaman ekstrak daun salam, P514 dan P628: tanpa pencucian air, dengan perendaman ekstrak daun salam, P714 dan P828: tanpa pencucian air, tanpa perendaman ekstrak air daun salam. Variabel yang diamati yaitu kadar protein telur, IPT, serta nilai HU. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan uji Duncan dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi pada P314 (12,792%) serta terendah pada P428 (9,85%), kadar protein pada P714 lebih rendah dibandingkan perlakuan yang lain setelah penyimpanan 14 hari. Nilai IPT tertinggi pada P514 (0,079) dan terendah pada P828 (0,069). Nilai HU tertinggi pada P514 (75,116) dan terendah pada P828 (65,924). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak air daun salam tidak efektif digunakan untuk mengawetkan telur pada suhu penyimpanan 4oC. Kata kunci : Telur itik; Haugh unit (HU); Indeks Putih Telur (IPT); protein; daun salam
Bobot dan Keempukan Musculus Pectoralis Puyuh (Coturnix coturnix japonica L) setelah Pemberian Vitamin A, B12, C, dan Kombinasi Ketiganya sebagai Air Minum Rani Wahyuninghasti; Koen Praseno; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.50-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian vitamin A, B12, C, dan kombinasi ketiganya terhadap produktivitas puyuh yang dianalisis dari bobot dan keempukan musculus pectoralis mayor. Hewan uji yang digunakan sebanyak 75 ekor puyuh (DOQ) dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : P0 = kontrol (tanpa pemberian vitamin); P1= perlakuan dengan pemberian vitamin A; P2= perlakuan dengan pemberian vitamin B12; P3= perlakuan dengan pemberian vitamin C, dan P4= perlakuan dengan pemberian kombinasi dari ketiga vitamin. Vitamin diberikan melalui air minum. Perlakuan dimulai pada saat puyuh berusia 5 minggu sampai 10 minggu. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan Analysis Of Varian (ANOVA), jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen A, B12,C dan ketiga kombinasinya tidak mempengaruhi bobot musculus pectoralis mayor, konsumsi pakan dan bobot tubuh; namun berpengaruh terhadap keempukan otot dan konsumsi minum, sehingga dapat disimpulkan bahwa vitamin C memiliki potensi sebagai suplemen untuk mengoptimalkan kualitas produk daging puyuh. Kata kunci: Vitamin A, B12, C; musculus pectoralis; puyuh
Respon Glomerulus Ren Mencit (Mus musculus L.) terhadap Pemberian Senyawa Antifertilitas dari Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica papaya L.) Anggi Widyaningsih; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.338 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.233-241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon glomerulus ren mencit (M. musculus) terhadap pemberian senyawa antifertilitas dari esktrak air biji pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan. K(-) bahan uji berupa akuades, K(+) bahan uji berupa pil kontrasepsi dosis 0.2 mg/ml, P1 sampai P3 berupa bahan uji ekstrak air biji pepaya dosis masing-masing 1.4; 3.5; dan 7 mg/ml. Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dislokasi leher setelah paparan bahan uji berakhir. Ren diisolasi dengan cara membedah dari abdomen bagian bawah. Ren selanjutnya, ditimbang dan dibuat sediaan histologis dengan pewarnaan HE dan tebal sayatan 8 mikron. Pengukuran diameter dilakukan pada setiap sayatan, masing-masing dengan 5 bidang pandang. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis berat ren kelompok perlakuan menunjukkan tidak berbeda bermakna (p>0.05) dengan kelompok kontrol. Diameter glomerulus kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dari kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah paparan ekstrak air biji pepaya selama 21 hari berpotensi menyebabkan kerusakan ren, ditunjukkan dengan peningkatan ukuran diameter glomerulus.
Gambaran Histologi Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Hiperglikemia Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A. Juss) Fani Fahriyansyah; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati; Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.193-202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kelainan metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang disebabkan tidak cukupnya produksi insulin dan resistensi insulin. Diabetes telah diketahui dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan pada jaringan ginjal. Mimba (Azadirachta indica A.Juss) memiliki kandungan antioksidan flavonoid yang mampu menangkal radikal bebas dan memperbaiki jaringan ginjal yang rusak akibat diabetes. Penelitian ini menggunakan 18 tikus putih yang menjadi 6 kelompok perlakuan. P0 (kontrol normal) merupakan tukus normal diberi aquades. P1(Kontrol negatif) merupakan tikus hiperglikemia diberi aquades. P2 (kontrol positif) merupakan tikus hiperglikemia diberi glibenklamid dosis 2,25 mg/ kg BB. P3, P4, dan P5 merupakan tikus hiperglikemia yang diberi ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji Anova. Untuk data yang tidak terdistribusi normal diuji dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun mimba tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot ginjal, konsumsi air minum, diameter glomerulus, ruang kapsula bowman, tebal sel epitel tubulus proksimal, dan tebal sel epitel tubulus distal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun mimba  mampu melindungi jaringan ginjal tikus putih dari paparan hiperglikemia Diabetes is  a metabolic disorder that treats chronic hyperglycemia caused by insufficient insulin production and insulin resistance. Diabetes has been  known to cause complications in the form of damage to kidney tissue. Neem (Azadirachta indica A.Juss) has flavonoid antioxidants that can ward off free radicals and repair kidney tissue damaged by diabetes. The purpose of the study was to examine the ethanol extract of neem leaves repairing kidney tissue. The study used 18 albino rats were divided into 6 treatment groups. P1 (negative control) was a hyperglycemic rats group were given distilled water. P2 (positive control) was a hyperglycemic rats were given 2.25 mg/kg BW of glibenclamide. P3, P4, and P5 were rats were given 100, 200, and 400 mg/kg BW of ethanolic neem leaf extract The research data were analyzed by ANOVA. The non-normally distributed data were analyzed by  Kruskal-Wallis. The results showed that the ethanol extract of neem leaves had no significant effect on kidney weight, water consumption, glomerular diameter, bowman's capsule space, proximal tubular epithelial cell thickness, and distal tubular epithelial cell thickness. The conclusion of this study was  the ethanol extract of neem leaves  was able to protect the kidney tissue of white rats from hyperglycemia.
Kadar Apoprotein A dan Apoprotein B Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi Pakan Tinggi Lemak Setelah diberi Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica) Sri Isdadiyanto; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.49-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba  (Azadirachta indica) terhadap kadar apoprotein A dan apoprotein B tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sebanyak 24 ekor tikus putih jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dibagi 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi P0 (control), P1 (pakan tinggi lemak), P2 (simvastatin 8 mg), P3; P4; dan P5 (uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75; 100; dan 125 mg). Hari terakir perlakuan, hewan dikorbankan dan diambil darahnya untuk analisis  kadar apoprotein A dan apoprotein B. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah ditentukan dengan metode colorimetric enzymatic menggunakan cobas c reagents kits. Kadar apoprotein A dan apoprotein B serum darah diukur dengan menggunakan Roche/Hitachi cobas c systems automatically calculate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan tinggi lemak berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein B,  ekstrak etanol daun mimba berpengaruh meningkatkan kadar apoprotein A dan menurunkan kadar apoprotein B.
Kualitas Telur Itik setelah Perendaman dengan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyantha) dan disimpan pada Suhu 4ºC Zuni Novika; Muhammad Anwar Djaelani; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.120-127

Abstract

Telur mudah mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh penguapan air dan CO2 sehingga perlu dilakukan pengawetan untuk mempertahankan kualitas telur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan ekstrak daun salam dan penyimpanan pada suhu 4ºC terhadap kualitas telur itik. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisis menggunakan uji Anova dan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Telur yang digunakan sebanyak 45 butir, dibagi dalam 9 perlakuan dan 5 kali ulangan. P0 (kontrol), P1 dan P2 (Telur dicuci, direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P3 dan P4 (Telur dicuci, tidak direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P5 dan P6 (Telur tidak dicuci, direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P7 dan P8 (Telur tidak dicuci, tidak direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Indeks Kuning Telur (IKT), kadar lemak telur, dan susut bobot telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman telur dengan ekstrak daun salam tidak mampu mempertahankan kualitas telur itik. Kata kunci : Syzygium polyantha; indeks kuning telur; lemak telur; susut bobot
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap Berat Uterus dan Tebal Endometrium Mencit (Mus musculus L.) Anis Alfiyanti; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.758 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.82-89

Abstract

Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) mengandung bahan aktif seperti flavonoid, triterpenoid, alkaloid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai senyawa antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap berat uterus dan tebal endometrium mencit (Mus musculus L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu K- (Akuades), K+ (Pil Kontrasepsi), P1, P2 dan P3 (Perlakuan ekstrak etanol daun Mimba dengan dosis 8,4; 11,2 dan 14 mg/kg BB/hari) masing-masing dengan 5 ulangan. Perlakuan diberikan secara oral dengan volume 0,2 mL selama 21 hari. Pemberian pakan dan minum dilakukan secara ad libitum. Uterus diisolasi, ditimbang dan dibuat sediaan histologis menggunakan metode paraffin dengan tebal sayatan 5 µm dan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Pengukuran tebal endometrium dilakukan pada 6 sayatan di setiap sediaan histologi uterus. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut DMRT. Hasil analisis menunjukkan paparan bahan uji memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap tebal endometrium namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap bobot uterus dan bobot total organ reproduksi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun Mimba selama 21 hari dapat memengaruhi fertilitas dengan cara menurunkan tebal endometrium.   Kata kunci: daun Mimba, tebal endometrium, bobot uterus
Kandungan Protein, Indeks Putih Telur (IPT) dan Haugh Unit (HU) Telur Itik Setelah Perendaman dengan Larutan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) yang disimpan pada Suhu 270C Nur Azizah; Muhammad Anwar Djaelani; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.46-55

Abstract

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang bergizi tinggi sehingga banyak di gemari dikalangan masyarakat. Protein telur mempunyai mutu yang tinggi, karena memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap sehingga dijadikan patokan untuk menentukan mutu protein dari bahan pangan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, Haugh Unit (HU) dan Indeks Putih Telur (IPT) telur itik setelah diberi perlakuan pencucian dan perendaman dengan larutan daun jambu biji (Psidium guajava) yang disimpan pada suhu kamar dalam jangka waktu 28 hari. Penelitian ini menggunakan 45 butir telur itik dengan 9 perlakuan dan 5 kali ulangan, P0: kontrol, P1: cuci dan rendam hari 14, P2: cuci dan rendam hari 28, P3: cuci tidak rendam hari 14, P4: cuci tidak rendam hari 28, P5: tidak cuci rendam hari 14, P6: cuci tidak rendam hari 28, P7: tidak cuci tidak rendam hari 14, P8: tidak cuci tidak rendam hari 28, dengan lama penyimpanan telur 14 hari dan 28 hari pada suhu kamar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel pengamatan yaitu kadar protein, Indeks Putih Telur, serta Haugh Unit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikan 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan α=0,05. Hasil simpulan data menunjukkan penelitian perendaman telur dengan larutan daun jambu biji (Psidium guajava) yang disimpan dalam suhu 270C selama 28 hari dengan kadar tanin 3.90% dan perendaman selama 30 menit tidak efektif untuk mempertahankan protein, Indeks Putih Telur (IPT), dan Haugh Unit telur itik. Kata kunci : telur itik; haugh unit; indeks putih telur; protein; larutan daun jambu biji (Psidium guajava)