Siti Muflichatun Mardiati
Jurusan Biologi, Fakultas Sains Dan Matematika, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar Lemak, Indeks Kuning Telur, dan Susut Bobot Telur Itik setelah Pencucian Air dan Perendaman Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Rahita Dayurani; Siti Muflichatun Mardiati; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.472 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.35-44

Abstract

Penelitian ini menganalisis  pengaruh  pencucian  dan  perendaman ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap kadar lemak  telur,  indeks  kuning  telur  (IKT) dan susut bobot telur itik setelah disimpan pada suhu ruang dengan  lama  penyimpanan  berbeda Penelitian ini menggunakan rancangan  acak lengkap. Digunakan telur sebanyak  45  butir yang diambil pada satu hari setelah diovulasikan. Telur  dibagi  dalam  9 perlakuan dan  5  kali  ulangan.  Kontrol, Telur  dicuci,  direndam  ekstrak daun jambu biji, disimpan 14 hari, Telur dicuci, direndam ekstrak daun jambu biji, disimpan  28  hari. Telur  dicuci,  disimpan  14  hari, Telur  dicuci,  disimpan  28  hari. Telur direndam ekstrak daun jambu biji,  disimpan  14  hari. Telur  direndam  ekstrak daun jambu biji, disimpan 28  hari. Telur  disimpan  14  hari.  dan  Telur  disimpan  28 hari.. Variabel pada  penelitian  ini  adalah  kadar  lemak,  IKT  dan  susut  bobot. Data dianalisis menggunakan ANOVA Simpulan i penelitian ini  perendaman telur dalam  ekstrak  daun  jambu  biji  dengan kadar tanin 3,9% tidak efektif mempertahankan  kualitas  telur yang disimpan lebih dari 14 hari. Kata kunci: disimpan, suhu, tanin
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap Struktur Histologis Pankreas Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Hiperglikemia Nunuk Shofiati; Siti Muflichatun Mardiati; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.115-123

Abstract

Indikator klinis penyakit Diabetes Melitus adalah hiperglikemia. Mimba (Azadirachta indica A. Juss) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai alternatif obat herbal hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol daun mimba terhadap struktur histologis pankreas pada tikus hiperglikemia. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah tikus 24 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dan 4 kali ulangan. P0 (kontrol normal) adalah kelompok tikus normal yang diberi akuades, P1 (kontrol negatif) adalah tikus hiperglikemia yang diberi akuades. P2 (kontrol positif) adalah kelompok tikus hiperglikemia yang diberi glibenklamid dosis 2,25 mg/kg BB. P3, P4, dan P5 adalah kelompok tikus yang diberi ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Data dianalisis dengan ANOVA pada signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak etanol daun mimba dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot pankreas, diameter, luas, dan densitas pulau Langerhans (P>0,05). Skoring struktur pulau Langerhans berdasarkan uji Mann-Whitneymenunjukkan hasil beda nyata pada kelompok  tikus yang diberi daun mimba (P≤0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, pemberian ekstrak daun mimba dosis 400mg/kg BB menunjukkan adanya perbaikan morfologi pulau Langerhans. The clinical indicator of Diabetes mellitus was hyperglycemia. Azadirachta indica A. Juss was a plant has the potential to alternative medicine for hyperglycemia. The study was to analyze the ethanol neem leaf extract effect on histological structure of hyperglycemic rat pancreas. This study used a completely randomized design (CRD) with 24 rats were divided into 6 treatment groups and 4 replications. P0 (control) was a normal rats group were given distilled water, P1 (negative control) was a hyperglycemic rats group were given distilled water. P2 (positive control) was a hyperglycemic rats were given 2.25 mg/kg BW of glibenclamide. P3, P4, and P5 were rats were given 100, 200, and 400 mg/kg BW of ethanolic neem leaf extract.The data analyzed by ANOVA at 95% significance showed the treatment of 100, 200, and 400 mg/kg BW ethanolic neem leaf extract had no significant effect on the pancreatic weight, diameter, area, and density of Langerhans islet (P> 0.05). The score of Langerhans islet structure based on the Mann-Whitney test showed significant differences in the groups of mice given neem leaves (P≤0.05). Treatment of 400mg/Kg BW neem leaf extract showed an improvement in the morphology of the islets of Langerhans. 
Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Stuktur Mikroanatomi Intestinum Tenue Mencit (Mus musculus L.) Betina Ibnu Thoriq Hidayat; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.35-41

Abstract

Ekstrak biji Pepaya (Carica papaya L.) mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, dan tannin biasa digunakan sebagai bahan obat tradisional. Ekstrak ethanol biji papaya menunjukkan reaksi penghambatan pada kontraksi jejunum dan secara signifikan bersifat irreversible. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak air biji pepaya terhadap struktur mikroanatomi intestinum mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu P0 (akuades), P1 (1,4 mg/0,5 ml), P2 (3,5 mg/0,5 ml) dan P3 (7 mg/0,5 ml). Perlakuan dilakukan secara oral selama 21 hari. Pemberian pakan secara ad libitum. Intestinum tenue diisolasi sepanjang 2 cm dari lambung sepanjang 1 cm kemudian di buat sediaan histologis dengan metode parafin dengan tebal sayatan 5 µm dan pewarnaan Hemaktosilin dan Eosin (H&E). Pengukuran panjang vili dan diameter intestinum tenue dilakukan pada 3 sayatan di setiap 3 sediaan histologis intestinum tenue. Data dianalisis  dengan uji Anova, dilanjutkan dengan  uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukan paparan bahan uji tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap panjang vili, dan bobot badan, tetapi menunjukan perbedaan yang signifikan (p,0.05) pada diameter intestinum. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air biji pepaya selama 21 hari tidak mempengaruhi struktur intestinum tenue mencit sehingga aman digunakan sebagai bahan obat. 
Efek Antifertilitas Ekstrak Air dari Biji Carica papaya terhadap Keteraturan Siklus Estrus Mencit (Mus musculus L.) Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.68-74

Abstract

Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antifertilitas ekstrak air biji pepaya dalam mempengaruhi keteraturan siklus estrus mencit. Mencit strain Swiss Webster betina dara digunakan sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu K(-), bahan perlakuan berupa akuades; K(+), bahan perlakuan sediaan pil kontrasepsi merk X dengan dosis ; P1, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari; P2, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 3,5 mg/ekor/hari; P3, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari. Masing-masing kelompok perlakuan diulang 7 kali. Perlakuan diberikan selama 21 hari. Pengamatan siklus estrus dilakukan dengan membuat sediaan apus vagina dengan pewarnaan Giemsa, setiap 5 hari. Persentase keteraturan siklus estrus ditentukan dengan menghitung jumah hewan yang mengalami siklus estrus teratur dibandingkan jumlah seluruh hewan uji pada kelompok perlakuan yang sama. Efek penghambatan siklus estrus esktrak air dari biji pepaya ditunjukkan pada P2 dan P3 yang memiliki keteraturan siklus estrus 57.1 dan 42.8%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa paparan esktrak air dari biji pepaya menunjukkan efek antifertilitas dengan mempengaruhi siklus estrus hewan uji. Kata kunci: C. papaya; antifertilitas; siklus estrus
Analisis Hematologi Kelinci setelah Implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) pada Sendi Lutut Alyda Aliyah Rahmah; Silvana Tana; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.99-106

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon fisiologi tubuh kelinci terhadap implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) dilihat dari aspek jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin sebagai salah satu data pendukung untuk dasar penelitian lebih lanjut dalam rangka pembuatan sendi buatan yang sesuai dengan anatomi tubuh orang Indonesia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok menggunakan 6 ekor kelinci jenis Lop umur 2,5 bulan  yang dibagi dalam dua (2) perlakuan yaitu membandingkan kelinci yang tidak diberikan implantasi UHMWPE (kontrol) (P0) dengan kelinci yang diberikan perlakuan implantasi UHMWPE (P1). Parameter utama adalah jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin, serta parameter pendukung adalah konsumsi pakan dan bobot tubuh kemudian dianalisis dengan Uji T Sampel Independen dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin berbeda tidak nyata (p>0,05) antara kontrol dengan perlakuan. Penggunaan implantasi UHMWPE selama 2,5 bulan tidak menyebabkan perubahan pada jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin dalam tubuh hewan model. Hal ini dapat disimpulkan bahwa material UHMWPE merupakan material implan yang dapat digunakan pada tubuh manusia. Kata Kunci : Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE); Kelinci; hematologi
Respon Histologis Hepar Tikus Wistar yang Mengalami Stres Fisiologis setelah Pemberian Pakan dengan Suplementasi Daging Ikan Gabus (Channa striata) Beta Cahyaning Nugraheni; Sunarno Sunarno; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.095 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.173-180

Abstract

Stres fisiologis karena kekurangan nutrisi yang disertai aktivitas berlebihan dapat menyebabkan kekurangan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan energi dapat berpengaruh pada penurunan bobot badan, bobot dan histologi hepar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh suplemen daging ikan gabus terhadap peningkatan bobot badan, bobot dan histologi hepar hewan uji yang mengalami stres fisiologis. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas P0: tikus kontrol; P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah: suplemen daging ikan gabus dalam pakan dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; dan 20%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah bobot badan, bobot hepar, diameter vena sentralis dan hepatosit. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan suplemen daging ikan gabus memberi pengaruh nyata terhadap bobot badan, bobot dan histologi hepar. Suplemen daging ikan gabus mampu meningkatkan bobot badan, bobot hepar, dan histologi hepar yang ditunjukkan dengan nilai diameter vena sentralis dan hepatosit lebih tinggi dibanding kontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu suplemen daging Channa striata dapat meningkatkan bobot badan, bobot hepar, diameter vena sentralis, dan hepatosit tikus Wistar dan konsentrasi 20% paling berpengaruh.
Histopatologi Pankreas Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) yang Diberi Pakan Tinggi Lemak dan Paparan Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Eka Wahyu Cahya Ningrum; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.129-137

Abstract

Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung antioksidan yang berpotensi untuk memperbaiki kerusakan pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba terhadap histopatologi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan meliputi kontrol (P0), pakan tinggi lemak (P1), simvastatin 8 mg (P2), dan uji dosis ekstrak etanol daun mimba 75; 100; dan 125 mg (P3; P4; dan P5). Parameter yang diukur adalah diameter dan luas pulau langerhans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mimba tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap diameter dan luas pulau langerhans serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap skoring kerusakan pulau langerhans tikus putih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah esktrak etanol daun mimba dengan dosis 75; 100; dan 125 mg tidak dapat meningkatkan diameter dan luas pulau langerhans tikus putih yang diberi pakan tinggi lemak. Kata kunci : ekstrak etanol daun Mimba, pakan tinggi lemak, pulau langerhans, tikus putih
Profil Lipid Tikus (Rattus norvegicus L.) Hiperlipidemia Setelah Terpapar Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni) Isdadiyanto, Sri; Sitasiwi, Agung Janika; Mardiati, Siti Muflichatun
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 9, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.9.1.2024.85-92

Abstract

Pakan yang mengandung kadar tinggi lemak dapat menyebabkan hiperlipidemia yang merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya perubahan profil lipid. Biji mahoni mengandung flavonoid yang mempunyai kemampuan sebagai agen hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol biji mahoni sebagai herba antihiperlipidemia pada tikus putih yang diinduksi ransum tinggi lemak. Tikus putih yang digunakan adalah tikus jantan galur Wistar dengan umur 2 bulan dan berat badan rata-rata kurang lebih 200g. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan yaitu: Kontrol negatif (P0) diberi ransum komersial; kontrol positif (P1: diberi ransum tinggi lemak); pengobatan P2 (P1+ simvastatin 8mg/g BB); dan P1+ dosis ekstrak etanol biji mahoni sebesar 70;140;280 mg/kg BB(P3;P4 dan P5). Variabel yang diamati adalah kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG. Analisis data menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software SPSS 10.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji mahoni (S. mahagoni) dapat meningkatkan kadar HDL, menurunkan kolesterol LDL dan TG serum darah tikus putih (Rattus norvegicus L.). Foods containing high levels of fat can cause hyperlipidemia which is one of the triggering factors for changes in lipid profiles. Mahogany seeds contain flavonoids which have the ability as hypoglycemic agents. This study aimed to analyze the effect of mahogany seed ethanol extract as an antihyperlipidemic herb in white rats induced by high-fat rations. The white rats used were male Wistar strain rats with the age of 2 months and the average BW of approximately 200g. The test animals were divided into 6 treatment groups with 5 replications, namely: Negative control (P0) was given a commercial ration; positive control (P1: given high-fat ration); P2 treatment (P1+ simvastatin 8mg/g BW); and P1+ the dose of ethanol extract of mahogany seeds of 70;140;280 mg/kg BW(P3;P4 and P5). The variables observed were total cholesterol, HDL, LDL and TG levels. Data analysis using ANOVA was followed by the Least Significant Difference (BNT) test with a 95% confidence level using SPSS 10.0 software. The results showed that the administration of ethanol extract of mahogany seeds (S. mahagoni) could increase HDL levels, reduce LDL cholesterol and TG blood serum white rats (Rattus norvegicus L.).
Struktur Histologi Testis Tikus Putih (Rattus Norvegicus L.) Setelah Pemberian Sediaan Nanokitosan Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta Indica A.Juss) Sitasiwi, Agung Janika; Mardiati, Siti Muflichatun; Melati, Alfriyan Krisna
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 8, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.8.2.2023.122-129

Abstract

Daun mimba (Azadirachta indica) memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Hasil pengujian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun mimba dapat mempengaruhi sistem reproduksi pada hewan jantan, namun efek yang diberikan tidak signifikan terhadap organ testis. Ukuran senyawa yang terlalu besar diduga tidak dapat menembus blood-tissue barrier sehingga perlu dikemas dalam formula dengan ukuran yang lebih kecil, berupa nanopartikel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sediaan nanokitosan ekstrak etanol daun mimba (SNEEDM) terhadap histologis testis tikus putih. Penelitian ini menggunakan 32 ekor tikus umur 2 bulan dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu K- (aquades 2ml), K+ (larutan sediaan nanokitosan 2ml). P1 (diberi sediaan nanokitosan dan ekstrak dengan perbandingan 1:0.5), P2 (diberi sediaan nanokitosan dan ekstrak etnaol daun mimba dengan perbandingan 1:1). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak etanol mimba dalam bentuk nanopartikel kitosan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot testis, diameter tubulus seminiferus dan skor kerusakan tubulus seminiferus namun berpengaruh nyata terhadap ketebalan epitel tubulus seminiferus (P<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian SNEEDM berpengaruh terhadap penurunan ketebalan lapisan epitel tubulus seminiferus. Azadirachta indica have many health benefits. The results of tests that have been carried out show that the administration of neem leaf extract can affect the reproductive system in male animals, but the effect given is not significant to the testicular organs. The size of the compound that is too large is thought to be unable to penetrate the blood-tissue barrier, so it could be packed in a small size particles. The purpose of this study was to determine the effect of neem leaf ethanol extract nanocytosan preparation (SNEEDM) on the histology of white rat testes. This study used 32 rats aged 2 months divided into 4 treatments namely K- (2ml distilled water), K+ (treated by 2ml preparation of nanochitosan solution), P1 (treated by preparation of nanochitosan and neem leaf ethanol extract 1:0.5 in proportion), P2 (treated by preparation of nanochitosan and neem leaf ethanol extract with 1:1 in proportion). The results are the administration of neem ethanol extract in the form of chitosan nanoparticles had no significant effect on testicular weight, seminiferous tubule diameter and seminiferous tubule damage score but had a significant effect on seminiferous tubule epithelial thickness (P <0.05), so it can be concluded that the administration of SNEEDM has an effect on reducing the thickness of the seminiferous tubule epithelial layer.
Uji Potensi Kurkumin Terhadap Perbaikan Disfungsi Testis Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Setelah Paparan Ekstrak Etanol Daun Mimba Agung Janika Sitasiwi; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.30801

Abstract

 AbstrakMimba merupakan tanaman yang terbukti memiliki efek antifertlitas. Efek senyawa antifertilitas dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi yang menyebabkan perubahan ukuran organ atau gangguan sintesis hormonal. Kurkumin merupakan sediaan yang dapat meningkatkan sintesis hormon testoteron pada tikus, tetapi belum digunakan untuk meningkatkan potensi reproduksi pada hewan yang telah terpapar senyawa antifertilitas. Penelitian ini menguji potensi kurkumin dalam memperbaiki disfungsi testis yang disebabkan oleh paparan ekstrak etanol daun mimba. Tikus Wistar (R. norvegicus) jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu P0 (kontrol, hewan uji diberi akuades), P1, P2, dan P3 (kelompok perlakuan, diberi sediaan ekstrak etanol daun mimba masing-masing dengan dosis 60, 80, dan 100 mg/kgBB/hari). Pemberian bahan uji dilakukan secara oral selama 14 hari, dilanjutkan dengan pemberian kurkumin dengan dosis 1,35 mg/200gBB/hari selama 14 hari. Pengambilan sampel testis dan darah untuk pengukuran testoteron dilakukan setelah paparan bahan uji 1 selesai (hari ke-15) dan setelah paparan bahan uji 2 (hari ke-29). Variabel penelitian adalah indeks gonadosomatik, volume testis dan kadar testoteron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkumin mampu meningkatkan kandungan hormon testoteron serta meningkatkan indeks gonadosomatik hewan uji sehingga dapat disimpulkan bahwa kurkumin berpotensi memperbaiki disfungsi testis akibat paparan senyawa antifertilitas.AbstractNeem is a plant that has been proven to have antifertility effects. The effects of antifertility compounds can cause reproductive organ dysfunction which causes changes in organ size or disruption of hormonal synthesis. Curcumin is a preparation that can increase testosterone hormone synthesis in mice, but has not been used to increase reproductive potential in animals that have been exposed to antifertility compounds. This research was conducted to test the potential of curcumin in improving testicular dysfunction caused by exposure to ethanol extract of neem leaves. Adult male Wistar rats (R. norvegicus) were used as test animals, identified into four groups, namely P0 (control, test animals given distilled water), P1, P2, and P3 (treatment groups, given ethanol extract of neem leaves each with doses of 60, 80, and 100 mg/kgBW/day). The test material was administered orally for 14 days, followed by administration of curcumin at a dose of 1.35 mg/200gBW/day for 14 days. Testicular and blood samples were taken for testosterone measurement after exposure to test substance 1 was completed (day 15) and after exposure to test substance 2 (day 29). The research variables were gonadosomatic index, testicular volume and testosterone levels. The results of the study showed that curcumin was able to increase testosterone hormone content and increase the gonadosomatic index of test animals, so it can be concluded that curcumin has the potential to recover testicular dysfunction due to exposure to antifertility compounds.