Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Representasi Rumah dan Keluarga sebagai Simbol Keharmonisan dalam Film Pendek “Rumah Punya Cerita” melalui Analisis Semiotika Roland Barthes Afnan Malaakhim; Amin aminudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16431

Abstract

Film pendek iklan telah menjadi medium strategis bagi merek untuk membangun narasi emosional yang bersinggungan dengan nilai budaya audiens. Salah satu contohnya adalah film pendek ‘Rumah Punya Cerita’ dari Tropicana Slim, yang mengemas pesan gaya hidup sehat dalam sebuah cerita keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimana representasi ‘rumah’ dan ‘keluarga’ dikonstruksikan secara ideologis dalam film tersebut untuk menaturalisasi pesan merek. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini membedah makna pada tiga tingkatan: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara denotatif, film ini menampilkan potret keseharian sebuah keluarga di dalam rumah mereka. Namun pada level konotatif, ‘rumah’ direpresentasikan sebagai ruang emosional yang merefleksikan keharmonisan, dan ‘keluarga’ diidealkan dengan sosok ibu sebagai pilar utamanya. Puncaknya, penelitian ini mengungkap operasionalisasi mitos di mana keutuhan keluarga modern dihubungkan secara inheren dengan gaya hidup sehat, yang difasilitasi oleh produk Tropicana Slim. Disimpulkan bahwa film ini secara efektif menaturalisasi ideologi konsumsi dengan cara mengintegrasikan pesan komersial ke dalam simbol-simbol kultural fundamental seperti rumah dan keluarga.
Strategi Digital Storytelling dalam Membangun Interaksi Audiens pada Konten YouTube NERROR @Nessie Judge Ridho Avis; Amin Aminudin
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7664

Abstract

The development of digital media, particularly YouTube, has transformed communication patterns and information consumption from passive reception to more participatory engagement. As an audiovisual platform, YouTube enables creators to build audience involvement through narratives that are delivered in personal and persuasive ways. Amid increasingly intense competition among content creators, digital storytelling has emerged as a strategic approach to attract attention while fostering audience interaction. Nessie Judge is one of the creators who consistently applies digital storytelling through her NERROR content on YouTube. This study aims to explore the digital storytelling strategies employed by Nessie Judge and analyze how these strategies construct audience interaction within the comment section. This research adopts a descriptive qualitative approach, using a single NERROR video selected purposively as an information-rich and analytically relevant case. Data were collected through non-participant observation of both the video’s narrative structure and the dynamics of audience responses in the comment section. The data were analyzed using thematic analysis to identify storytelling patterns and forms of audience engagement. The findings indicate that the digital storytelling strategy is constructed through a coherent and emotionally driven narrative structure, reinforced by tempo management, contextual visual and audio elements, and a personal communication style that fosters a sense of closeness. Audience immersion in the narrative is reflected in reflective and discursive responses that appear asynchronously in the comment section. These findings demonstrate that long-form storytelling practices on YouTube can sustain audience attention while simultaneously generating interactive engagement within the digital public sphere.
Analisis Semiotika pada Poster Film “The Willoughbys" Ester Armaylia; Amin Aminudin
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7720

Abstract

A film poster is more than an ordinary image; it is a visual communication medium representing specific cultures and ideologies. Amidst animated narratives that often glorify the ideal family, the film The Willoughbys (2020) presents a unique satirical approach to themes of imperfect or dysfunctional families. This study addresses a central question: how does the poster, as a primary visual representation, convey a narrative that challenges such norms?. Utilizing Roland Barthes’ semiotic theory—encompassing denotation, connotation, and myth—within a qualitative constructivist paradigm, the research demonstrates the poster's role as a complete narrative text. The findings reveal that the poster systematically constructs a comprehensive narrative through a strategic orchestration of visual signs. Specifically, the premise of family dysfunction is established through compositional separation between the background and foreground. The core conflict is manifested in the visual contrast between rigid, passive parent figures and proactive, dynamic children. Furthermore, the inciting incident is symbolized by a satirical travel brochure representing a rebellion plan. Ultimately, the poster transcends mere character introduction to function as a standalone text that effectively encapsulates the film’s critique of "The Myth of the Ideal Family".
KONFLIK IDENTITAS NEGOSIASI MUKA MAHASISWA ISLAM DALAM PEMANFATAN SOSIAL MEDIA UNTUK DAKWAH Umaimah Wahid; Saeno Saeno; Rini Lestari; Suwarno Suwarno; Amin Aminudin
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.7343

Abstract

Pengguna media baru dan media sosial terus bertambah di Indonesia, namun faktanya pertumbuhan pengguna media sosial tidak berbanding lurus pemanfaatannya untuk aktivitas dakwah. Fokus masalah penelitian adalah konflik identitas mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatulah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Jati dalam memanfaatkan media sosial untuk aktivitas dakwah. Penelitian ini menggunakan teori negosiasi muka Stella Sting-Toomey, konsep media sosial, dan paradigma baru dakwah. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus tipe kasus tunggal holistik digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui teknik wawancara dan obsevasi. Hasil penelitian menjelaskan, mahasiswa cenderung tidak tertarik menggunakan media sosial untuk aktivitas dakwah karena kekhawatiran munculnya konflik dalam interaksi online karena akan merusak citra mereka. Mereka juga dapat dinilai atau dicap sebagai orang yang sok alim, sok suci bahkan fundamentalis dan teroris. Mereka adalah pengguna aktif media sosial dan media baru bahkan beberapa di antaranya memiliki akun media sosial lebih dari 5 jenis dan menghabiskan waktu berselancar di media sosial selama 2,5 sampai 5 jam dalam satu hari. Di sisi lain pemanfaatan media baru dan media sosial untuk dakwah Islam mendesak diadopsi karena masyarakat muslim terutama kaum muda merupakan pengguna media sosial aktif. Hal tersebut sebagai solusi agar dakwah Islam tidak ditinggal oleh umatnya harus dilakukan melalui media sosial dan media baru sebagai bentuk baru berdakwah di era internet.
Convergence and Media Repositioning (An Analysis of Information Dissemination Strategies on the Instagram Account @tvOneNews) Suwadi Suwadi; Amin Aminudin
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 5 No 4 (2026): IJHESS FEBRUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v5i4.2091

Abstract

The transformation of the communication landscape in the digital era has compelled conventional mass media to adapt and evolve in order to remain relevant amid the shifting patterns of public information consumption. This study aims to analyze the information dissemination strategies employed by tvOne through its Instagram account @tvOneNews as a manifestation of media convergence. The study adopts a qualitative descriptive approach, utilizing content analysis and digital observation methods, focusing on the forms of content, patterns of news presentation, and the interactions between the media and its audiences on the Instagram platform. The theoretical foundation of this research is based on Henry Jenkins’ (2006) Media Convergence Theory, which explains the process through which various media platforms merge and interact, blurring the boundaries between traditional media (television) and new media (social media). Convergence is understood not merely as a technological integration but also as a cultural transformation and a shift in user participation patterns in producing and consuming information. The findings reveal that @tvOneNews has repositioned itself from a one-way broadcasting medium to a participatory media platform, emphasizing speed, visual storytelling, and interactivity. This convergence strategy enables tvOne to expand audience reach, enhance engagement, and strengthen its institutional image within the digital sphere. Thus, the practice of media convergence in @tvOneNews represents a concrete example of the transformation of television journalism toward a more collaborative and adaptive communication ecosystem.
Narasi Wisata Sebagai Diplomasi Budaya (Analisis Naratif Travelling Pulau Galang Pada Channel Youtube Leonardo Edwin) Melani Putri Devita Sari; Amin Aminudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16023

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi wisata dalam vlog “250 Ribu Pengungsi Perang Vietnam Dulu Tinggal di Sini” karya Leonardo Edwin merepresentasikan diplomasi budaya melalui struktur naratifnya. Landasan teori yang digunakan adalah teori naratif Tzvetan Todorov dengan lima tahapan narasi, yaitu equilibrium, disruption, recognition, repair, dan new equilibrium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis interpretatif. Data diperoleh melalui observasi terhadap vlog dan analisis elemen naratif serta visual yang menampilkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan perdamaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vlog Leonardo Edwin menampilkan transformasi makna dari keseimbangan awal menuju kesadaran kemanusiaan. Melalui kombinasi narasi dan visual, vlog ini tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan citra positif bangsa Indonesia di ruang digital.
SOSIALISASI ANTI KEKERASAN DAN PEMBENTUKAN KELURAHAN RAMAH PEREMPUAN DAN LAYAK ANAK DI KECAMATAN PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN Umaimah Wahid; Eko Sumardi; Saskia Lydiani; Amin Aminudin; Mulyati Mulyati; Nidya Kusumawardhany; Reni Rosita; Suwarno Suwarno; Prita Andini; Chazizah Gusnita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5049-5063

Abstract

Menurut Laporan Tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) 2020, DKI Jakarta mencatat angka tertinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Kekekerasan yang sering terjadi meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, serta pengabaian. Diperlukan langkah-langkah preventif yang keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan di kota atau desanya. Namun, belum semua kabupaten atau kota di Indonesia bersahabat untuk anak-anak.  Sebuah sistem kesejahteraan sosial yang berhasil bagi anak-anak dan keluarga dan dukungan mekanisme sangatlah penting untuk mendorong perilaku positif dalam masyarakat ini. Diperlukan juga landasan hukum dan kebijakan yang mendukung serta sistem data dan informasi yang memadai untuk melindungi anak-anak. Penyuluhan tentang komunikasi yang efektif dan penggunaan media sosial serta upaya membentuk lingkungan masyarakat yang ramah terhadap perempuan dan aman bagi anak-anak (tanpa kekerasan seksual) di Kecamatan Pesanggrahan di Jakarta Selatan sangatlah penting untuk memberikan informasi penting serta pengetahuan yang diperlukan kepada masyarakat guna melindungi perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap tindakan kekerasan. Program pembentukan lingkungan masyarakat yang ramah terhadap perempuan dan layak bagi anak-anak tanpa pelecehan dan kekerasan adalah tanggung jawab hukum sekaligus kemanusiaan agar dapat memperkuat hubungan keluarga dan membangun masyarakat yang damai.