Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERLINDUNGAN FINANSIAL ZAKAT ANAK JALANAN DALAM ALQURAN: Studi Tafsir Tematik Maqâṣidî ibn Sabîl Andri Nirwana; Muslim Djuned; Muhammad Ikhsan
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 8 No. 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v8i1.5972

Abstract

The purpose of this study was to determine the interpreters of the commentators on Ibn Sabil. Ibn Sabil is one of the objects of the distribution of legal alms, in addition to other objects. This research used maudhu’i of tafsir method. The data sources used were primary data and other supporting data relating to the main problem. Based on the data analysis, the conclusion that can be obtained is that Ibn Sabil is said to be entitled to receive zakat if he travels far and runs out of provisions, even though he is a rich man in his native place, and his journey has a goal for beneficence  or goodness, whether  individuals or  groups.
DESAIN KENDALI HALUAN BERBASIS ULTRASONIK MULTI-SUDUT UNTUK PROTOTIPE KAPAL TANPA AWAK Muhammad Ikhsan; Dedi Kurniawan; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali haluan kontinu yang hemat sumber daya menggunakan konfigurasi spasial simetris lima sensor ultrasonik yakni depan 0o, kiri 22.5o, kiri 45o, Kanan 22.5o, dan Kanan 45o. Penambahan sudut antara 22.5o diimplementasikan untuk mengeliminasi titik buta (blind spot) pada haluan. Integrasi pemodelan waktu kritis menyesuaikan dengan Model Kemudi Nomoto Orde Pertama. Persamaan yang digunakan mampu menghasilkan instruksi sudut kemudi yang berbanding terbalik terhadap sisa jarak aman rintangan tanpa memerlukan threshold statis. Hasil simulasi dan pengujian skenario menunjukkan bahwa pada kondisi aman, kemudi bergerak melandai secara normal, sementara pada kondisi kritis sebagian sisi lambung kapal sistem melakukan pembatasan (clamping) sudut pada 60o. Ketika menghadapi skenario blokade total sistem mengaktifkan mode mitigasi darurat dengan memutus fungsi kontinu, menurunkan motor ke level minimal untuk mereduksi inersia, dan mengunci kemudi pada sudut 60o kanan guna melakukan manuver poros (pivot turn). Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah hilangnya parameter kecepatan v dan waktu kritis dari persamaan final. System kendali ini tetap adaptif terhadap variasi kecepatan jelajah memanfaatkan fenomena kompensasi hidrodinamika alami lambung kapal, sehingga membebaskan mikrokontroler dari kebutuhan sensor kecepatan tambahan serta menghemat beban komputasi.
PENGARUH DUCT HEKSAGONAL TERHADAP PERFORMA HIDRODINAMIKA PROPELER RUMPON PADA VARIASI KECEPATAN ARUS Rizkiya Windy Saputra; Dedi Kurniawan; Andi Fiardi; Baihaqi; Muhammad Ikhsan; Putri Rizkiah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.194

Abstract

Rumpon modern membutuhkan kemampuan mempertahankan fungsi dan posisi pada lingkungan laut yang berubah, sehingga penggerak korektif berdaya rendah menjadi salah satu opsi untuk mengurangi simpangan tanpa menggantikan fungsi utama sistem tambat. Penelitian ini menganalisis pengaruh duct heksagonal terhadap performa hidrodinamika propeler rumpon melalui model numerik parametrik pada tahap penyaringan desain. Empat konfigurasi dibandingkan, yaitu propeler terbuka tiga sudu (C0), propeler enam sudu dengan duct sirkular (C1), sudu heksagonal dengan duct sirkular (C2), serta sudu dan duct heksagonal (C3). Diameter propeler ditetapkan 0,32 m, putaran 600 rpm, massa jenis air laut 1.025 kg/m³, dan kecepatan arus skenario 0,40–1,20 m/s. Koefisien thrust dan torque dihitung sebagai fungsi advance coefficient dan kemudian digunakan untuk memperoleh thrust, daya poros, dan efisiensi open-water. Pada titik desain 0,85 m/s (J=0,266), C3 menghasilkan thrust 83,88 N, daya poros 145,34 W, dan efisiensi 0,491, sedangkan C0 menghasilkan 66,03 N, 125,50 W, dan 0,447. Sepanjang rentang kecepatan yang diuji, peningkatan thrust C3 terhadap C0 berada pada 23,75–31,25%, peningkatan efisiensi 8,08–11,70%, dengan penalti daya 14,50–17,50%. Hasil menunjukkan bahwa duct heksagonal paling relevan pada kondisi advance coefficient rendah sampai menengah. Model ini dimaksudkan sebagai bukti numerik pra-CFD yang transparan; validasi CFD geometri penuh dan uji open-water tetap diperlukan sebelum klaim performa aktual